
"Mas, ayo makanlah." Ujar Kinara bingung atas diamnya Gathan.
"Aku bisa sendiri!" Sarkas Gathan dingin.
"Katanya kamu sibuk, biarkan aku menyuapi kamu mas, anggap ini terakhir kalinya, biarkan aku menikmati waktu saat ini." Ujar Kinara memohon.
Gathan diam, Ia menatap sendok yang penuh dengan makanan itu seolah-olah sedang berfikir, sesaat kemudian Gathan mulai membuka mulutnya dan Kinara sigap menyuapi gathan dengan perasaan bahagianya.
senyum manis mengembang di antara sudut bibir Kinara selama ia menyuapi gathan makan.
_
_
Kini kedua pasutri itu sudah selesai dengan urusan mereka, Gathan pun terlihat telah santai dan siap untuk memejamkan matanya.
"Mas?" Panggil Kinara pelan.
"Hemmn" Dahem Gathan menyahuti.
"Besok bisakah kita kerumah Papah? Aku ingin mengetahui kabar Papah." Tanya Kinara hati-hati.
"Kau bisa menghubunginya." Ucap Gathan dingin dan terdengar kesal.
"Ma- masalahnya itu, baik papah maupun mama dan kak Bella semuanya tidak bisa aku hubungi. Aku takut terjadi sesuatu pada mereka."
"Dasar gadis bodoh!" Ketus Gathan yang seketika membuat Kinara bingung sekaligus takut.
Kinara pun diam, akhirnya Kinara memilih untuk tidur saja dan memikirkan cara untuk mendapatkan kabar dari papah nya lain waktu.
Keesokan harinya seperti biasa Kinara dan Gathan akan pergi bekerja, sebelum pergi pastinya mereka akan sarapan bersama seperti biasanya.
Terlihat semuanya yang tengah fokus dengan makanan mereka, tak ada pembicaraan sedikitpun. Baik Kinara, Gathan dan keluarganya maupun Adit yang juga ikut sarapan bersama.
TAKKK..... ~Suara sendok dan garpu yang di taruh ya guysπ βοΈ
"Aku sudah selesai, aku duluan." Ucap Gathan seraya menggerakkan kursi rodanya pergi.
Melihat itu Adit pun segera menelan suapan terakhirnya dan segera pamit lalu menyusul Gathan pergi. Tak lama setelah kepergian kedua pria itu Kinara dan Gina pun juga ikut pamit untuk pergi.
"Kak Nara, Aku antar sampai kantor gimana?" Celetuk Gina menawarkan.
"Tidak usah, Aku bisa naik Taxi." Tolak Kinara tersenyum.
"Ayolah Kak, Sekalian aku mau curhat, please jangan nolak." Mohon Gina dengan senjata andalannya yaitu puppy eyes. π₯Ί
Kinara menghembuskan nafas panjang karena pasrah, ia tak bisa menolak jika adik iparnya itu mulai memohon seperti itu.
"Baiklah ayo." Ucap Kinara pasrah.
"Yey! Kak Nara paling the best." Tukas Gina girang.
__ADS_1
Akhirnya Kinara diantar oleh Gina menuju perusahaan, Dalam perjalanan sesuai dengan yang Gina katakan ia bercerita banyak hal pada Kinara, dan Kinara pun menjadi pendengar dengan tangan terbuka.
20 menit kemudian mobil Gina berhenti di depan perusahaan kakak nya, Kinara pun keluar dari mobil Gina setelah itu Gina pun mulai tancap gas menuju kampusnya.
"Nara!.." Panggil Kania tepat di pintu masuk.
"Hemm, Lo udah nyampe ya Ni." Tukas Kinara menatap Kania.
"Ya iyalah, Lo tuh tumben baru nyampe. Ada apa?" Tanya Kania mengangkat sebelah alisnya.
"Tidak apa-apa sih, udah yuk masuk. Nanti jam makan siang gue mau curhat sesuatu sama Lo." Ucap Kinara tampak bahagia.
"Yeh tuh muka sembunyikan dikit Nar! Ketara banget kalo lagi bahagia, jangan-jangan tentang suami Lo, ya." Tukas Mengangkat alisnya menggoda Kinara.
"Ih.... Udah jangan ledek gue." Pungkas Kinara menutup wajah Kania dengan tangannya.
Kania diam namun tak henti hentinya cengengesan, sementara Kinara hanya bisa menatap tajam pada Kania yang tentunya tak berefek apapun untuk Kania.
12:30
Kinara dan Kania mulai meninggalkan ruangan mereka dan menuju kantin, dan kini mereka tidak hanya berdua karena mereka mendapatkan teman baru di perusahaan, Anisah Namanya.
Anisa adalah gadis yang anggun, kalem nan dewasa, beda dengan Kania yang tampak kekanakan namun sesungguhnya juga tidak begitu, Kania lebih ke emosional nya dari pada kedewasaannya π ~Upss maap Mba Nia bukan maksud saya menjelekkan andaπ πβοΈ
"Nisa, Lo mau pesan apa?" Tanya Kania spontan.
"Terserah Lo aja deh, Gue ikut." Jawab Anisa yang memang lebih suka menyamakan pesanan dirinya dengan teman-temannya.
"Ok.
π¬οΈπ¬οΈπ¬οΈπ¬οΈπͺοΈ
β’ Ruangan Gathan π§βπ»
"Tuan Muda." Panggil Adit ragu.
"Hem? Kenapa?" Tanya Gathan dingin.
"..... Sa- Saya.... Saya mendapatkan informasi bahwa nona Cindy akan datang ke Indonesia bulan depan."
BRAKKK!!!.....
"Apa dia pantas kau panggil nona?! Dia harus membayar atas apa yang telah dia lakukan padaku!" Sarkas Gathan suram.
Adit terdiam tak berani mengatakan apapun, kemudian ia memberanikan diri membahas hal lain pada Gathan. Adit membahas keluarga Kinara yang telah muncul di Bandung.
"Biarkan mereka, aku mau lihat apa yang mereka rencanakan lagi!"
"Lalu nona muda?" Tanya Adit penasaran.
"Kau lama lama semakin lancang! Bahkan mulai berani untuk ikut campur urusan pribadi ku?!" Cercah Gathan dingin yang seketika membuat Adit kikuk.
__ADS_1
"Maafkan saya Tuan Muda, saya telah lancang." Ucap Adit gugup.
Gathan tak membalas, ia hanya mengibaskan tangannya yang berarti menyuruh Adit pergi. Adit pun langsung pergi tanpa banyak bertanya apapun, selagi Gathan tidak menyatakan bahwa dirinya di pecat maka yang lain tidak penting lagi.
"Mengapa Kinara harus anak dari keluarga munafik itu?!" Tukas Gathan seraya memukul meja di hadapannya.
"Tidak tidak, Aku tidak boleh percaya lagi pada wanita! Wanita itu semuanya pembohong!" Sambung Gathan suram.
*****
"Adit?" Panggil Kinara pada Adit yang sedang duduk di depan mobil.
"Ada apa ya nona muda?" Tanya Adit berdiri tegap dan menunduk.
"Aku bisa ketemu mas Gathan tidak?" Jawab Kinara bertanya balik.
"Lebih baik jangan sekarang nona, Tuan muda sedang dalam keadaan kurang baik." Jawab Adit yang seketika membuat Kinara bingung dan khawatir.
"Kurang baik gimana maksud kamu? Suami saya tidak apa-apa kan?!" Tanya Kinara menaikkan nada bicaranya 1 oktaf.
"Tenang nona, Tuan muda baik-baik saja. hanya saja tuan muda sedang sibuk." Jawab Adit sopan namun juga gugup.
"Kau ini, lain kali yang jelas dong kalo bicara, bikin saya was-was aja." Tukas Kinara seraya menghembuskan nafas lega.
Adit tersenyum, kemudian muncul keinginan di benaknya untuk lancang bertanya-tanya pada Kinara. Adit tidak bermaksud ikut campur, hanya saja dirinya sedang mencoba untuk mempersatukan Kinara dan Gathan, karena Adit melihat Kinara memiliki peluang untuk masuk ke dalam hati dan kehidupan Gathan.
"Nona, boleh saya tanya sesuatu?" Celetuk Adit bertanya dengan ragu.
"Iya silahkan, mau tanya apa?" Jawab Kinara mengangguk dan kemudian bertanya.
"Maaf lancang, Apa nona muda ada rasa pada tuan muda? Emm walaupun sedikit saja?" Tanya Adit berat.
"Nona tidak perlu menjawab jika nona tidak bersedia, Tapi saya harap saya dapat menjadi teman nona yang bisa membatu sedikit kesulitan nona, saya tau tidak gampang menghadapi tuan muda yang sekarang." Sambung Adit cepat dan panjang lebar.
"..... Aku tidak bisa menjawabnya, namun yakinlah bahwa aku tidak memiliki niat buruk pada mas Gathan." Balas Kinara tersenyum.
Adit tercengang, kemudian ia buru-buru menyadarkan dirinya sendiri dari hal yang tak seharusnya ia lakukan, Apa lagi menatap bahkan terpesona pada istri tuan mudanya.
Merasa tidak memiliki pembicaraan lagi akhirnya kinara memilih pamit pergi kepada Adit, Adit hanya bisa mengangguk tanpa menatap Kinara.
*Apa yang terjadi pada Adit?* Batin Kinara bertanya-tanya.
*Baiklah terserah, bukan urusanku juga.* Batin Kinara mengangkat bahunya.
π¬οΈπ¬οΈπ¬οΈπ¬οΈπͺοΈ
[15:30]
Terlihat Adit sedang mendorong kursi roda Gathan meninggalkan ruangannya, Hari ini Gathan pulang lebih awal. Ingat waktu Gathan mengajak Kinara pergi keluar? Hari ini Gathan akan menepati kata-katanya itu.
"Adit, keruangan dia." Perintah Gathan tetap masih tidak bersedia menyebut nama Kinara.
__ADS_1
HEMM GIMANA CERITA HARI INI? ADA YANG PENASARAN SAMA CINDY GAK? π€
BERSAMBUNG..........................................