Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Pengorbanan


__ADS_3

"Aghhh....." Teriak Kinara saat balok kayu itu tepat mendarat di kepalanya.


"Kinara!!" Teriak Gathan kaget atas apa yang Kinara lakukan.


Tepat saat itu juga Adit datang bersama warga ke tempat dimana Gathan dan Kinara berada. Warna menahan orang orang itu dan Adit menghampiri Gathan dan Kinara yang sedang kacau.


"Tuan muda, anda baik-baik saja?" Tanya Adit pelan.


"Kenapa kau lama sekali hah?!" Bentak Gathan emosi.


"Maafkan saya tuan muda." Ucap Adit merasa bersalah seraya membenarkan kursi roda Gathan yang tergeletak.


"Jangan pedulikan aku! Tolong Kinara dulu, dia terkena pukulan." Ucap Gathan cemas.


"Tidak Adit, Tolong mas Gathan dulu. Aku baik-baik saja." Tolak Kinara tersenyum.


"Baik-baik saja bagaimana?! Kau kena pukulan! Dan itu balok kayu bukan gabus Kau tau!! Kau jangan bercanda!" Sentak gathan kesal.


Kinara tak memperdulikan Gathan, ia menahan rasa sakitnya dan berdiri menopang Gathan yang di bantu oleh Adit, Gathan terus berceloteh karena khawatir dan itu membuat Kinara merasa senang bahkan di untungkan karena adanya kejadian itu.


"Mas Kamu baik-baik saja kan? Gak ada yang terluka kan?" Tanya Kinara khawatir dan cemas.


"Mengapa kau malah menanyaiku?! Kau itu...." Sentak Gathan menggantung Kalimatnya.


"Aghh dasar wanita bodoh! Untuk apa kau menyelamatkan ku hah?!" Sarkas Gathan tak habis pikir.


"Karena aku gak mau mas terluka." Jawab Kinara tersenyum semanis mungkin dibalik rasa sakitnya.


Gathan terpaku, ia tak habis pikir bahwa Kinara sanggup menerima pukulan itu hanya karena tidak ingin dirinya terluka, Padahal semenjak menikah perlakuan yang ia berikan pada Kinara sangat tidak baik dan menyakiti hatinya.


"Untuk apa? Aku ini menikahi mu untuk balas dendam pada keluargamu kau tau?!" Cercah Gathan sinis.


"Haha keluarga, Apa mereka layak disebut keluarga? Hiks..." Ucap Kinara yang seketika terisak.


"Mas... Izinkan aku mencintaimu, jangan rebut kembali kehangatan keluarga yang aku dapatkan dari keluarga mu, aku mohon.... Hiks.. Biarkan aku merasakan kehangatan itu lebih lama." Sambung Kinara semakin terisak.


"Apa maksudmu?!" Tanya Gathan ketus.


"Mas... Jangan buat aku merasa sendirian lagi hiks..." Bukannya menjawab Kinara malah mengatakan ini.


Gathan semakin bingung, Ia ingin bertanya lagi namun terhenti karena Kinara yang telah jatuh dan kehilangan kesadarannya. Beruntung Adit sigap menangkap tubuh Kinara yang akan menyentuh tanah berbatu itu.

__ADS_1


"Tuan muda?" Panggil Adit yang tampak wajah kaget nan khawatir.


"Ada apa?! Dia baik-baik saja kan?!" Tanya gathan cemas.


Adit tak menjawab, ia justru menunjukkan tangannya yang terkena noda darah dari kepala Kinara.


Gathan membeku, ia tak habis pikir pada Kinara, Biasa biasanya dia banyak bicara sementara dirinya terluka. Gathan segera memerintahkan Adit untuk membawa Kinara ke mobil dan tidak perlu mengkhawatirkannya.


Sebelum Gathan menyusul Adit ke mobil, Gathan berbicara pada warga yang menahan berandalan itu untuk memasukkan mereka ke penjara atas nama Gathan Dierga dan ajuan tak bisa dibebaskan walaupun dengan uang jaminan.


"Kalian akan merasakan apa yang namanya sengsara!" Cercah Gathan penuh ancaman.


"Bawa mereka pak, dan ingat baik-baik Gathan Dierga yang menuntut mereka! Pastikan mereka mendekam di penjara!" Sambung gathan penuh penekanan.


"Baik pak. Ayo bapak-bapak." Ucap salah satu bapak-bapak mewakili dan kemudian mengajak yang lain pergi mengantarkan mereka ke kantor polisi. ~CIE DIANTAR 🤣


Gathan pun pergi menyusul Adit ke mobilnya, sampainya disana adit bergegas membantu gathan masuk kedalam mobil kemudian tancap gas menuju rumas sakit terdekat.


Tak butuh waktu lama mereka pun tiba dirumah sakit, Kinara dimasukkan ke ruang UGD untuk menjalani perawatan lebih lanjut.


Gathan dan Adit menunggu dengan perasaan gusar, apa lagi Gathan, terlihat gathan yang terus menunduk dengan raut wajah suramnya, bukan marah, tapi suram karena khawatir dan cemas.


"Tuan muda, Sebaiknya tuan muda obati siku anda dahulu." Sarah Adit menunjuk sopan siku Gathan yang terluka. Terlihat jelas akibat adanya sedikit noda darah di lengan kemeja putih yang Gathan kenakan.


"Tapi...." Ucap Adit yang langsung terpotong oleh bentakan Gathan.


"Diam!! Aku bilang aku baik-baik saja! Tidak bisakah kau diam?! Apa kau benar-benar sudah tidak menginginkan mulutmu itu?!" Bentak Gathan emosi menatap tajam ke arah Adit.


"Maaf tuan muda." Ucap Adit pelan.


Gathan tak membalas, ia kembali menunduk dan menunggu dengan cemas, Sesaat kemudian Adit pergi menjauh dari gathan untuk menjawab telepon dari Mami Liska. Dan gathan tidak peduli itu.


"Iya nyonya."


"Adit, dimana Gathan dan Kinara? Mengapa ponsel mereka tidak bisa saya hubungi? Ini sudah hampir malam mengapa belum pulang?" Ucap mami Liska menghujani Adit dengan berbagai pertanyaan.


Adit pun menceritakan kejadian yang terjadi tadi, mami Liska kaget bukan kepalang, Pikirannya mulai kacau memikirkan anak anaknya.


Adit memberitahu alamat rumah sakit yang ia datangi, setelah mendapatkan informasi mami Liska segera mengajak suami dan anak bontot nya untuk pergi kerumah sakit.


30 menit kemudian keluarga itu telah tiba dirumah sakit, Mami Liska langsung mengguncang Gathan dan menanyainya dengan amarah yang tentu tak di gubris sama sekali oleh Gathan.

__ADS_1


"Gathan jawab!!" Sentak mami Liska tak sabaran.


"Tidak bisakah mami diam?! Kinara sedang dirawat didalam!" Sarkas Gathan kesal.


"Kau ini masih ada waktu kesal sama mami?! Istri kamu terluka demi kamu! Apa kamu tidak merasa bersalah?! Apa kamu tidak khawatir?!" Balas Mami Liska tak kalah kesal.


"Mami!! Tolong diam!! Pikiranku sedang kacau! Jangan paksa aku buat kasar pada mami!" Ancam Gathan mulai meninggikan nada bicaranya.


"Sayang diam, Putra kita sedang khawatir, jangan membuat kacau." Ucap Papi Hendri menengahi.


"Mas, kamu percaya Hati batu ini khawatir? Huh aku tidak! Aku tidak percaya dia khawatir, dia hanya bisa menyakiti perasaan Kinara! Aku bahkan tak habis pikir pada Kinara yang mau bersabar menghadapi suami yang kejam sepertinya." Sarkas mami Liska menunjuk Gathan.


"Mami udah dong.... Jangan mengganggu perawatan kak Kinara dengan pertengkaran yang tak seharusnya." Bujuk Gina menengahi.


Mami Liska pun diam, Ia duduk di sebelah Gina dan ikut menunggu. 15 menit kemudian dokter keluar dari ruangan itu yang sontak di lontari pertanyaan cepat dari gathan.


"Bagaimana istri saya dok?" Tanya gathan cepat. Tampak kekhawatiran di wajahnya.


"Tuan tenang saja, istri anda baik-baik saja. Sebentar lagi suster akan memindahkannya ke ruang rawat inap." Jawab Dokter itu tersenyum.


"Alhamdulillah...." Seru semuanya tak terkecuali Gathan yang bersyukur dalam hati.


"Baiklah saya undur diri." Pamit dokter itu sopan.


"Iya Dok, terimakasih." Balas papi Hendri mewakili Semuanya.


Dokter itu mengangguk membalas papi Hendri, Tak lama dari kepergian dokter itu dua suster keluar dengan mendorong brangkar berjalan yang terdapat Kinara disana.


Terlihat gathan yang langsung menghampiri Kinara. Tanpa sadar ia genggam tangan putih lembut milik istrinya itu. Andai kata Kinara sadar ia pasti akan sangat bahagia melihat Gathan yang bersedia menggenggam tangannya dengan lembut.


*Apa yang sebenarnya ada di pikiran mu, hah? Dan apa yang membuat mu begitu bersedia berkorban untuk ku?* Batin Gathan bertanya-tanya.


Gathan melepaskan genggaman tangannya yang kemudian suster segera membawa Kinara pergi menuju ruang rawat VIP.


Mami Liska dan Gina menyusul suster itu dengan langkah Cepat. Sementara Gathan, Adit dan papi Hendri masih di belakang membahas suatu hal.


"Papi?" Panggil Gathan pelan.


"Iya nak, ada apa?" Tanya papi Hendri.


"Apa orang licik akan melakukan segalanya untuk mendapatkan sesuatu? Bahkan walaupun mempertaruhkan nyawanya?" Tanya Gathan.

__ADS_1


AYO DONG MAS GATHAN, LIHAT KETULUSAN MBA KINARA UNTUKMU, BAHKAN MBA KINARA BERSEDIA BERKORBAN UNTUK MU HUHU 🤧


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2