
"Papi?" Panggil Gathan pelan.
"Iya nak, ada apa?" Tanya papi Hendri.
"Apa orang licik akan melakukan segalanya untuk mendapatkan sesuatu? Bahkan walaupun mempertaruhkan nyawanya?" Tanya Gathan.
"Memang benar orang licik akan melakukan segalanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tapi satu hal yang pasti, orang licik sangat tidak bersedia mati, jadi kesimpulannya mereka tidak akan mau mempertaruhkan nyawa mereka meski mereka sangat menginginkan sesuatu." Jelas papi Hendri menjawab panjang lebar.
"Tapi bagaimana jika ada?" Tanya Gathan tetap ragu.
"Gathan, Papi tidak percaya jika ada orang licik seperti itu di dunia. Kamu sudah bertemu banyak pesaing bisnis, apakah kamu masih belum memahami pemikiran licik seseorang?" Pungkas Papi Hendri diselingi pertanyaan.
Gathan diam, memang benar dirinya sudah banyak menjumpai berbagai pikiran licik seseorang, namun lain halnya dalam urusan wanita seperti sekarang. Gathan sudah pernah ditipu sekali, dan ia tak mau tertipu untuk kedua kalinya. Gathan memang Cemen dengan sesuatu yang bersangkutan dengan perempuan.
"Papi? Dulu papi sama mami menikah karena perjodohan kan? apa kalian pernah saling membenci?" Tanya Gathan tanpa menatap Papi Hendri.
"Iya, Dulu mami kamu sangat benci sama papi karena papi yang terlalu kejam pada mami kamu, ada suatu hari dimana mami kamu sangat dingin pada Papi, Awalnya papi kira mami kamu ada tujuan tertentu mau menikah dengan Papi, tapi justru malah sebaliknya." Jawab papi Hendri panjang lebar.
"Mami kamu adalah yatim piatu yang hidup dengan tante dan om nya. Papi menyelidiki semua tentang nya dan akhirnya mengetahui segalanya bahwa mami kamu tidak memiliki niat sama sekali masuk ke keluarga kita." Sambung papi Hendri masih menjelaskan.
"Lalu?" Tanya Gathan.
"Lalu Papi bicara berdua dengan mami kamu untuk mencoba tidak saling membenci, dan perlahan kami semakin dekat dan sama-sama jatuh Cinta." Jawab Papi Hendri diselingi senyum.
"Dengar Gathan, semuanya ada sebab dan akibatnya. Cobalah kamu mencari tau informasi Kinara, insyallah kamu akan mengetahui segalanya secara perlahan, dan kesalahpahaman kalian akan usai. Kinara juga tidak akan tersakiti lagi karena sikap mu." Sambung papi Hendri memberikan saran.
Gathan lagi-lagi terdiam, memang benar dirinyalah yang tidak pernah mau mendengarkan penjelasan Kinara, jika ada yang harus disalahkan, maka itu adalah Gathan. Ketidak pedulian nya menyebabkan dirinya dan Kinara masih berada di jurang yang sama.
Hatinya berkata untuk mencoba, namun fikirannya malah bertolakbelakang dengan hatinya hingga membuat Gathan menjadi bimbang.
Melihat putranya terdiam yang tampak berfikir, Papi Hendri pun memilih pamit untuk membiarkan Gathan berfikir sendiri apa yang harus dirinya lakukan.
Sampai di depan pintu ruang rawat Kinara, papi Hendri membujuk istrinya untuk bersedia pulang. Hal ini sengaja papi Hendri lakukan agar mempermudah Gathan dalam memikirkan matang-matang hubungannya dengan istrinya.
"Tapi mas, Kinara..." Ucap mami Liska menggantung Kalimatnya.
"Biarkan Gathan dan kinara berdua, kamu mau mereka bersatu Kan?" Ujar Papi Hendri di selingi pertanyaan.
"Ya iyalah mas. Ok yaudah kita pulang." Jawab mami Liska setuju.
"Gina tidak masalah kan?" Tanya papi Hendri menatap Gina.
"Iya Pi, Kita bisa kembali lagi besok menjenguk Kak Nara." Jawab Gina mengangguk.
Papi Hendri pun membawa istri dan anaknya pulang, sementara Gathan sudah di perintahkan masuk melihat Kinara di dalam ruangan. Gathan tentu setuju karena memang itulah yang seharusnya.
__ADS_1
"Apa kau benar-benar bisa di percaya? Mengapa keluargaku begitu menyukaimu?" Tanya gathan pada Kinara yang masih tak sadarkan diri.
"Aku rasanya ingin mencobanya, tapi apa kau benar tidak seperti dia? Aku bahkan kehilangan kaki ku karena wanita, sekarang apa yang akan kau rebut dariku?" Sambung Gathan tersenyum miris.
Tok tok tok!!.....
"Masuk." Ucap Gathan saat mendengar ketokan pintu dari luar.
Seseorang itupun masuk, terlihat Adit yang memasang raut wajah yang sangat tidak enak untuk dipandang. Itupun membuat Gathan penasaran.
"Ada apa?" Tanya Gathan dingin.
Bukannya menjawab Adit malah memperlihatkan layar ponselnya yang terdapat panggilan telepon masuk dari seseorang.
Gathan membaca nama yang tertera di panggilan telepon itu, seketika Gathan berubah masam dan berdecak kesal sementara Adit sudah sangat gugup.
"Untuk apa dia menghubungi mu?!" Tanya Gathan suram.
"Dia menanyakan anda tuan muda." Jawab Adit gugup.
"Huh?! Jangan pernah menjawab telepon darinya! Blokir nomornya! Dia tak punya kesempatan apapun lagi!" Sarkas Gathan dingin.
"Baik tuan muda." Balas Adit mengangguk.
"Huh!! Dasar pria lumpuh! Jika bukan karena kau berguna untuk ku, aku tidak sudi menghubungimu!" Sarkas nya menatap ponselnya yang telah pecah.
Kemudian ia menuju telepon rumah dan menghubungi seseorang lagi, ia meminta untuk di belikan ponsel baru untuk iya gunakan selanjutnya.
"Iya, cepat ya, aku butuh ponsel itu sekarang juga." Ucapnya seraya memijat pelipisnya.
".........."
"Baiklah." Balas nya yang kemudian memutuskan panggilan teleponnya.
"Huh!! Gathan Dierga, aku akan membuatmu bertekuk lutut di depanku!" Tukasnya geram.
🌬️🌬️🌬️🌬️🌪️
20:15 WIB
"Adit cari tau semua informasi wanita ini, aku mau itu secepat mungkin." Tukas gathan menatap Kinara.
"Baik tuan muda, besok saya akan bergerak menyelidiki informasi nona." Balas Adit mengangguk.
"Lakukan dengan baik, aku....." Ucap Gathan menggantung Kalimatnya.
__ADS_1
"Lupakan, kau tunggulah diluar, aku akan disini menemani istriku." Sambung Gathan tanpa menatap Adit.
"Baik, permisi tuan muda." Pamit Adit yang di angguki oleh Gathan.
Adit pun keluar dan membiarkan Gathan berdua bersama Kinara yang masih memejamkan matanya.
Gathan maju ke bangsal Kinara dan menatap Kinara lekat, ia sungguh terpesona oleh kecantikan Kinara, namun bayangan keluarga Kinara dan wanita yang pernah menghianati nya kembali melintas yang membuat Gathan kembali suram.
"Mengapa kau harus dari keluarga Digta? Aghh sialan!! Aku benci perasaan ini!" Sarkas Gathan kesal.
"Mas... Gathan...." Ucap Kinara dalam tidurnya.
Mendengar suara itu Gathan lantas menatap Kinara lagi. "Hey, kau... ada apa? Bangunlah." Tukas gathan khawatir.
Tidak ada balasan, Kinara kembali senyap namun sepertinya ia mengalami mimpi buruk, dapat terlihat di dahinya yang sudah bercucuran keringat.
"Hey bangun! Aku disini." Ucap Gathan gusar.
"Mas jangan ke sana... Mas Gathan jangan.... Disana bahaya." Ngigau Kinara tak habis-habisnya.
Gathan membeku, ia tak menyangka bahkan dalam tidurnya Kinara masih tetap menghawatirkan nya. Timbul sedikit kepercayaan pada hati Gathan namun tak tau kapan ia akan mulai mencoba mempercayai Kinara.
"Mas tidak, Mas Gathan!!..." Teriak Kinara membuka matanya dan melihat Gathan di depannya.
"Kau...." Ucapan Gathan terpotong oleh Kinara.
"Mas Gathan... Hiks... Aku gak mimpi kan?" Tanya Kinara menatap gathan.
"Kau ini... Aku ini nyata kau tau! Dasar gadis bodoh!" Sarkas Gathan sebal.
"Hiks.. aku kira aku gak bisa ketemu kamu lagi mas... Hiks." Isak Kinara gemetar.
"Apa yang kau pikirkan! Kau kira kau akan mati?!" Cercah Gathan dingin.
"Iya.... Hiks... Aku kira aku akan mati dan tidak bisa berjuang lagi untuk mas hiks." Balas Kinara tanpa sadar dan terisak.
Gathan lagi-lagi membeku mendengar penuturan Kinara, entah mengapa hatinya merasa tercubit dengan kata-kata Kinara itu.
*Tuhan... Tunjukkan jalan untuk ku, jalan apa yang harus aku pilih? Aku sangat bimbang.* Batin Gathan tak sanggup lagi dengan perasaannya yang kacau.
LAMA-LAMA KASIAN JUGA SAMA GATHAN, GAK KEBAYANG KALO AKU ADA DI POSISI ITU, UDAH TERBELENGGU MASA LALU MENYAKITKAN DAN DATANG LAGI PERASAAN BARU YANG TAK TAU BAGAIMANA AKHIRNYA.
Happy reading guys....📖✨
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1