Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Sadar


__ADS_3

"Hey.... Kamu masih belum bersedia bangun?" Tanya Gathan pada Kinara yang masih koma.


"Ini sudah lewat seminggu, Apa kamu benar-benar tidak mau bangun?" Ujar Gathan lagi tanpa sadar merasa perih.


"Lihatlah... Aku terlihat sangat cengeng, Martabat ku hilang sudah... Bangunlah, Sayang bangun." Lirih Gathan menahan buliran bening yang siap jatuh.


Secara tiba-tiba jemari tangan Kinara yang Gathan genggam mengalami pergerakan, dan itu sukses mengalihkan perhatian Gathan dan segera memanggil dokter.


Tak berangsur lama Dr. Rian pun datang, ia segera memeriksa perkembangan kondisi Kinara, dan beruntungnya kini Kondisi Kinara mulai membaik, ia sudah melewati masa kritisnya dan insyaallah dalam waktu dekat akan segera bangun.


"Ajaklah istrimu mengobrol setiap hari, dia sudah mulai merespon, jika terus seperti ini dia akan bangun dalam waktu dekat." Ujar Rian tersenyum lega.


*Alhamdulillah...* Batin Gathan penuh rasa syukur.


Rian tersenyum ketika melihat seutas senyuman mengembang di antara sudut bibir Gathan, ia lantas menggeleng kecil dan menghembuskan nafas panjang. Rian sungguh tak sanggup menangani pemikiran Gathan yang sulit ia tebak, sebab emosi Gathan selalu berubah-ubah.


*Ini anak sebenarnya peduli kan? Kenapa sesulit itu sih untuk menunjukkan kebahagiaannya? Haduhh aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa pada kulkas berjalan satu ini.* Batin Rian geleng-geleng kepala.


CEKLEKK


"Gathan, bagaimana perkembangan kondisi Kinara?" Tanya mami Liska yang baru datang bersama Papi Handri dan Gina.


Gathan lantas menoleh dan melihat keluarganya yang baru saja datang, Rian juga ikut berpaling dan menyalami kedua orang tua Gathan yang sudah seperti keluarganya sendiri.


"Om, Tante. Apa kabar?" Tanya Rian setelah menciumi punggung tangan keduanya.


"Baik." Jawab Papi Hendri mewakili sang istri.


"Rian, Gimana Kinara?" Tanya Mami Liska khawatir.


"Sudah melewati masa kritisnya Tan, hanya perlu sedikit rangsangan saja, kalian bisa mencoba membahas beberapa hal dengannya." Jawab Rian menjelaskan.


"Alhamdulillah...." Seru semuanya serempak.


Setelah menjelaskan semuanya Rian pun pamit pergi karena masih banyak pasien yang butuh ia tangani. Setelah kepergian Rian Papi Hendri dan Mami Liska juga Gina mulai mendekati Gathan yang diam di tempatnya.


Papi Hendri menepuk bahu Gathan pelan yang membuat Gathan seketika melihat Papinya itu. Gathan hanya tersenyum tipis kemudian kembali menatap Kinara dan mengusap wajah Cantik Kinara dengan sayang.


*Bangunlah.... Aku menunggumu.* Batin Gathan Tersenyum tipis.


Tok tok tok

__ADS_1


"Masuk." Tutur semuanya hampir serempak.


Pintu terbuka dan memperlihatkan Adit datang dengan wajah ragu-ragu. Gathan mengernyit kemudian bertanya maksud kedatangan Adit, Ternyata hari ini ada rapat penting dan tidak bisa di wakilkan, Harus Gathan sendiri yang datang ke rapat tersebut.


"Pergilah Nak, Kami akan menjaga Kinara disini." Tutur Papi Hendri menepuk pundak Gathan.


Gathan kemudian mengangguk dengan Ragu. "Baiklah, Kabari aku jika ada apa-apa." Ucap Gathan seraya memutar arah kursi rodanya.


"Iya, Pergilah dan urus pekerjaanmu dengan tenang." Balas Papi Hendri mengangguk dan tersenyum.


Gathan pun pergi bersama Adit, Walaupun sebenarnya ia tak ingin pergi tapi tetap saja tidak bisa, ia harus bertanggung jawab atas tugasnya sebagai seorang CEO.


30 menit kemudian Gathan dan Adit tiba di perusahaan, Para karyawan yang melihat kedatangan Gathan lantas menyambutnya bak menyambut kedatangan seorang pangeran.


Gathan langsung masuk keruang meeting dan memulai rapatnya, Sebelum memulai tidak lupa Gathan mengucapkan maaf karena telah membuat semuanya menunggu lama.


Rapat kali ini memakan waktu 1 jam lamanya. Lama? Menurut Gathan itu adalah waktu biasa dalam meeting, Gathan sama sekali tidak merasa lama karena terkadang Gathan juga menghadapi Rapat yang memakan waktu hampir 2 jam baru selesai.


"Baiklah rapat selesai, terimakasih atas kehadiran kalian dalam rapat ini, Rapat di bubarkan." Ucap Gathan menatap semuanya.


"Kami yang berterimakasih atas kehadiran anda kali ini tuan Dierga." Balas salah satu dari mereka tersenyum.


"Ya Papi?" Ujar Gathan panas dingin.


"............"


"Apa?! Bagaimana Bisa?" Tanya Gathan syok.


"............"


"Adit Kerumah sakit sekarang!" Perintah Gathan dingin.


"Papi gak bercanda, kan?" Tanya Gathan memastikan setelah bicara pada Adit.


"............"


Gathan tak membalas, ia langsung menutup panggilan teleponnya dan berdiri dari duduknya lalu berlari ke menuju mobilnya, Adit terbelalak dan khawatir karena Gathan menggunakan kakinya lagi, padahal itu belum di anjurkan oleh dokter.


Dengan kecepatan tinggi mobil mewah Gathan memecah jalanan ramai kota menuju rumah sakit, Dalam waktu yang singkat Gathan tiba di rumah sakit dan keluar dari mobilnya dengan tergesa-gesa. Ia berlari masuk kedalam rumah sakit kemudian menerobos masuk kedalam ruang rawat Kinara dengan panik.


"Kinara!" Tukas Gathan panas dingin.

__ADS_1


"Udah sampai nak." Ucap Papi Hendri tersenyum dan tak menyadari bahwa Gathan bisa berdiri.


"Gathan? Ka-Kamu bisa jalan?" Tanya Mami Liska terkejut senang.


Gathan tak menjawab, Ia dengan cepat mendekati Kinara lalu mengusap wajah Cantik istrinya itu dengan sayang. Gathan memanggil manggil nama Kinara dengan panik, kemudian Kinara membuka matanya yang seketika membuat Gathan terpaku diam.


"Ma... Mas." Ucap Kinara lemah bahkan hampir tak terdengar.


"Ka-Kamu... Kamu udah sadar?" Tanya Gathan gelagapan.


Kinara hanya tersenyum dengan lemah menjawab pertanyaan dari suaminya itu. Sementara Gathan menatap tajam ke arah Papi Hendri, terlihat ia sangat marah kali ini karena sudah di bohongi tepatnya di jahili oleh Papinya sendiri.


"Papi ini apa-apaan sih?! Kenapa Papi bilang Kinara drop?! Tidak taukah kalau aku panik setengah mati?! Pa...." Sentak Gathan yang kemudian menggantung kalimatnya. Terlihat Gathan benar-benar gemetar hebat karena cemas.


Papi Hendri lantas tersenyum. "Lihatlah dirimu... Tenang dulu agar kamu tidak gemetar, sebegitu khawatirnya kamu terhadap Kinara?" Ujar Papi Hendri terkekeh.


Gathan lantas membuang muka dan berbalik menatap Kinara. "Kau baik-baik saja kan?" Tanya Gathan yang belum terbiasa menyebut Kinara dengan panggilan kamu.


Kinara mengangguk lemah dan tersenyum, ia bahagia melihat Gathan peduli pada dirinya, jika harus dilukiskan maka kebahagiaan Kinara tidak dapat dilukiskan sangking besarnya kebahagiaannya mendapat perhatian dari sang suami.


🌬️🌬️🌬️🌬️🌪️


Sudah berjam-jam berlalu, Dan kini Kinara sudah bisa membuka suaranya perlahan. Dan.... Kini kelurga besar itu tengah membahas masalah Gathan yang bisa berdiri, jujur saja semenjak bisa berdiri Gathan sama sekali tidak memberitahu keluarganya, karena Gathan belum benar-benar memastikan kondisinya kali ini.


"Gathan, sejak kapan kamu bisa jalan?" Tanya Papi Hendri.


"Saat Kinara di culik." Jawab Gathan menatap Kinara dengan senyuman hangatnya.


"Maaf menyela, Tuan muda duduklah, ingat pesan dokter." Titah Adit menyodorkan kursi roda Gathan.


Gathan pun duduk, Kemudian mulai berbincang bincang lagi dengan keluarganya itu. "Kalian ingatkan setelah aku operasi dokter bilang hanya butuh sebuah rangsangan untuk bisa berjalan, 3 tahun lamanya tidak ada perkembangan sedikitpun pada kakiku, aku sudah putus asa sampai dimana Kinara di culik." Jelas Gathan panjang lebar.


"Lalu?" Tanya Papi Hendri dan mami Liska hampir bersamaan dan Gina hanya menyimak.


"Aku tidak tau kenapa dan bahkan tidak sadar bahwa aku bisa berjalan, waktu itu aku hanya berusaha menemukan Kinara yang di sekap dan dengan usaha berat menaiki sebuah anak tangga, tanpa disadari aku bisa berdiri saat itu." Jawab Gathan menatap Kinara dalam yang seketika membuat Kinara malu.


Semua orang lantas tersenyum, dari penjelasan Gathan membuktikan bahwa Gathan sangat peduli pada istrinya dan perasaan Gathan pada istrinya sangat dalam. Sangking khawatirnya dengan keadaan istrinya membuat Gathan terdorong untuk berdiri.


HABIS INI BUCIN PASTI 🥵


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2