Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Koma Dan Hukuman


__ADS_3

2 Hari pun berlalu, Kini Gina dan kedua orangtuanya tau mengenai insiden penculikan itu, Mami Liska dan Papi Hendri segera melakukan penerbangan dadakan dari London ke Indonesia untuk melihat kondisi anak dan mantu mereka.


Kinara dinyatakan koma setelah pemeriksaan sebelumnya, ia memang selamat dari maut tapi hanya untuk sementara, Begitulah kata Rian selaku dokter yang menangani Kinara. Entah Kinara bisa bertahan atau tidak untuk kedepannya, dan semoga saja ia bisa, itulah harapan semuanya khususnya Gathan.


"Gathan, Siapa yang tega melakukan ini?" Tanya Mami Liska geram setelah melihat luka yang di alami menantu kesayangannya.


Gathan lantas menggenggam tangannya erat. ".... Keluarga Digta!" Jawab Gathan suram.


"Apa?! Beraninya mereka berbuat begitu! Gathan! Kamu tidak boleh melepaskan mereka!" Sentak Mami Liska emosi.


"Mami pikir aku akan melepaskan mereka?! Huh tidak akan! Aku tidak akan pernah mengampuni mereka! Berani menyentuh batasan ku matipun tidak akan mereka lewati dengan mudah!" Tekan Gathan suram dengan aura penuh ancaman. Bahkan Mami Liska pun takut.


"Gathan, Kamu dan Kinara...." Ucap Papi Hendri menggantung Kalimatnya.


Gathan lantas berbalik menatap Kinara melalui kaca, tangannya refleks mengelus kaca tersebut yang tepat lurus dengan wajah cantik Kinara istrinya.


"Kinara sangat berarti bagiku Pi, Batasan ku, Arti hidupku, dia segalanya, Sekarang aku sadar akan itu." Ungkap Gathan yang seketika membuat senyum mengembang di wajah semua orang yang mendengarnya.


"Kamu akhirnya menyadari cinta Kinara?" Tanya Mami Liska bersemangat.


Gathan lantas mengangguk. "Aku menyesal telah menyia-nyiakan dia selama ini. Aku benar-benar ingin dia kembali Mam. tersenyum padaku, membangunkan aku di pagi hari, membantuku memakai dasi, menyiapkan sarapan dan makan malam ku. Suara lembutnya..... Aku ingin semua itu kembali Mam, aku sungguh merindukannya..." Ucap Gathan panjang lebar dan menunduk gemetar di akhir Kalimatnya.


Semua orang tau bahwa saat ini pria dingin itu sedang menangis, walaupun tak terdengar suara tangisan sama sekali tapi Gathan benar-benar menangis saat ini, ia ingin kuat tapi tak bisa mengingat semua kenyataan yang ada.


"Mami... Aku tidak percaya dengan yang namanya kutukan, tapi bagaimana jika benar ada? Kinara pernah menyumpahi..." Ucap Gathan menggantung Kalimatnya dan kembali terisak walaupun Gathan menahan suara Isak tangisnya.


'Aku bersumpah atas hati yang kau sakiti ini, Saat hati batu mu itu retak kau akan kehilangan Cinta mu! Kau akan merasakan apa rasanya sakit yang sebenarnya!'


Begitulah ingatan pertengkaran sebelumnya saat Kinara menyumpahi Gathan terlintas di benak Gathan, Ingatan itu terus berlalu lalang menyapa di pikiran Gathan, ia benar-benar takut kali ini, ia takut akan kehilangan istri sebaik Kinara.


"Gathan, tenangkan dirimu, Yakinlah bahwa Kinara akan baik-baik saja." Tutur Papi Hendri prihatin.

__ADS_1


"Gathan, setelah menyumpahi kamu Kinara benar-benar menyesal, Dia benar-benar tak sengaja melakukan itu, bahkan Kinara bersumpah bahwa dirinya siap menjadi perisai dari musibah mu yang akan datang, karena dia pikir itu karena ulahnya yang menyumpahi hal buruk padamu. walaupun menukar nyawanya dengan mu pun, Kinara tak keberatan." Jelas Mami Liska panjang lebar dan bersyukur ada Kinara yang sangat tulus pada putranya.


Gathan diam membisu, iya hanya menatap lekat Kinara dari balik kaca, ia menyesal karena telah memperlakukan istrinya dengan buruk selama ini padahal istrinya itu sangat baik padanya.


Gathan memantapkan hatinya untuk berubah dan memperlakukan istrinya lebih baik daripada sebelumnya, Ia akan berusaha memberikan cinta yang memang harusnya Kinara dapatkan dari awal pernikahan mereka.


*Kinara bangunlah... Aku janji akan memperlakukan mu dengan baik, aku akan mencintaimu sama seperti kamu mencintaiku.* Batin Gathan lirih.


Mami Liska, Papi Hendri, Gina beserta Adit dan juga Kania yang dari tadi hanya menyimak memutuskan untuk meninggalkan Gathan seorang diri, mereka mengerti bahwa Gathan membutuhkan waktu sendiri untuk saat ini.


🌬️🌬️🌬️🌬️🌪️


Sudah hari keempat, namun Kinara belum juga membuka matanya. beberapa hari ini Gathan terus menemani Kinara di rumah sakit, Ia bahkan tidak ke perusahaan, semuanya Gathan serahkan pada adit selaku tangan kanan kepercayaannya.


Selama Kinara koma, Gathan lah yang sepenuhnya mengurus Kinara, bahkan ia sendirilah yang membersihkan tubuh Kinara tanpa meminta bantuan suster.


"Sampai kapan kau mau tidur hem? Apa kau tidak merindukanku? Padahal ini pertama kalinya aku merindukan seseorang, dan kau malah mengabaikan aku!" Tukas Gathan dengan sedikit kekehan kecil.


"Kau ini berencana menghukum ku ya? Ini sudah hampir seminggu, apa kau tidak lelah terus tertidur? Apa kau setega ini padaku?" Ujar Gathan tersenyum, Tersirat Kesedihan di matanya.


"Lepaskan aku!! Dasar kalian psikopat!!" Umpat Andin berteriak ke arah anak buah Gathan.


"Diam!! Dasar tidak tau diri!" Bentak salah satu anak buah Gathan.


"Arya!! Kenapa kau diam saja! Tidak bisakah kau melakukan sesuatu!!" Sentak Andin menatap sang suami.


Yang di bentak hanya diam saja, hanya gumaman kecil yang terucap di bibirnya. 'Aku tidak membunuhnya' begitulah kata yang terucap dari mulutnya berkali-kali.


Tatapan Arya begitu kosong, Ia syok mengingat dirinya sendiri yang telah menikam putrinya, Putri yang ia amat sayangi dahulu. Ia benar-benar syok berat dengan kejadian tersebut.


Sebelumnya Andin juga belum tau mengapa dirinya bisa ada di gedung gelap tersebut, namun beberapa perkataan dari anak buah Gathan membuatnya memahami apa yang terjadi setelah dirinya pingsan.

__ADS_1


"Dasar suami tak berguna!!" Umpat Andin emosi.


"Bella tiada karena kau!! Semua karena kau!! Putriku... Hiks, Bella putriku... Hiks." Sambung Andin terisak.


Seketika ruangan sunyi, hanya suara Isak tangis Andin yang terdengar hingga tepukan tangan yang bergemuruh bergema di seluruh ruangan tersebut.


Terlihat Gathan telah datang di dampingi oleh Adit, Gathan tetap memakai kursi rodanya untuk beberapa hari kedepan. Kini Gathan meninggalkan Kinara dirumah sakit di bawah pengawasan anak buah Gathan dan juga Kania disana.


Gathan ingin melihat sendiri bagaimana kedua pasangan keji itu menjalani kehidupan mereka di markas Gathan. Gathan sengaja tidak menjebloskan mereka ke penjara, karena menurut Gathan hukuman itu terlalu ringan bagi Arya dan Andin.


"Dasar pembunuh!! Kau akan mati mengenaskan!!" Umpat Andin murka ke arah Gathan.


HAHAHAHA


Tawa Gathan menggelegar di ruangan tersebut. Ia memegangi perutnya dan kemudian secepat membalikkan tangan wajahnya berubah dingin dan suram. Amarah yang membara tersirat di dalam tatapan matanya yang tajam.


"Putrimu itu pantas mati! Dasar pasangan psikopat! Putrinya pun tumbuh dengan nafsu membunuh! Dia tak pantas untuk hidup!!" Sentak Gathan penuh penghinaan.


"Dia! suamimu telah menikam istriku hingga ia harus terbaring antara hidup dan mati dirumah sakit! Ini masih belum seberapa! Aku akan membuat kalian tersiksa!" Sambung Gathan emosi.


"Dasar pria Cacat! Bajingan! Kutu busuk itu akan mati!!" Umpat Andin tak kalah emosi.


"Hahaha jangan salah tua bangka, aku bisa berdiri normal!" Tukas Gathan seraya berdiri dari duduknya.


"Hemm terimakasih padamu karena mengirimkan Dewi seperti Kinara padaku. Dan yang perlu kau ketahui, dia akan baik-baik saja, sementara kalian yang akan sengsara!" Sambung Gathan tersenyum miring.


Setelah mengatakan hal itu Gathan langsung pergi meninggalkan ruangan itu bersama Adit, sebelum benar-benar pergi Gathan menyampaikan pada anak buahnya untuk menyiksa Arya dan Andin.


Berbagai umpatan dari Andin bagaikan angin lalu di telinga Gathan, ia sama sekali tak menghiraukan Andin yang terus berteriak-teriak meminta di lepaskan dengan berbagai umpatan yang terlontar.


*Ini adalah hukuman yang pantas untuk kalian! Aku tidak akan pernah melepaskan kalian!* Batin Gathan suram.

__ADS_1


GATHAN JANGAN KEJAM KEJAM MAS 🥵


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2