Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Kebenarannya


__ADS_3

Kinara di tarik dengan kasar oleh Gathan menaiki anak tangga, sampainya di atas Gathan berhenti karena merasakan tangan Kinara gemetaran.


"Kinara, katakan dengan jujur, apa.... Apa kamu pernah melakukan itu?" Tanya Gathan ragu-ragu.


Kinara kaget bukan main mendengarkan pertanyaan suaminya itu. "Perlukah aku melompat dari atas sini untuk membuktikan aku masih suci?" Tanya Kinara dengan tatapan kosong.


"Tidak, bukan begitu, aku hanya ingin kamu jujur, jika benar... Aku akan berusahalah menerima kalian, sungguh." Balas Gathan entah mengapa semakin panas dingin.


"Mas... Pernahkah kamu mempercayaiku?" Tanya Kinara pelan.


"Iya, tapi aku butuh bukti untuk masalah ini." Jawab Gathan.


"Apa kamu membenciku?" Tanya Kinara lagi.


"Sebenarnya tidak, aku... Aku hanya marah, aku tidak mau benar-benar seperti ini." Jawab Gathan berat.


*Maafkan aku Kinara....* Batin Gathan sendu.


Kinara diam dan pergi, ia juga menarik Gathan masuk kedalam kamar lalu mengunci pintu. Tak lama kemudahan Kinara mengangkat kepalanya dan menatap suaminya serius, Ia buka resleting bajunya dengan tatapan kosong menatap mata Gathan.


Gathan tersentak dan kaget, ia segera menghentikan aksi istrinya yang telah membuka sebagian bajunya hingga batas dada. Kinara pun histeris mendorong Gathan menjauh, sungguh sakit bagi Gathan melihat Kinara seperti sekarang.


"Kenapa menghentikan aku?! Kamu mau buktikan?! Lakukan sekarang!" Teriak Kinara meloloskan pakaian yang ia kenakan.


Gathan bergegas meraih selimut lalu menutupi tubuh Kinara dan memeluknya erat guna menenangkannya, Kinara berkali-kali memukuli Gathan akibat sakit hatinya atas pertanyaan tak pantas dari mulut suaminya itu.


"Kinara tenang, jangan seperti ini." Ujar Gathan prihatin.


"Kamu tidak mempercayaiku mas! Bahkan menanyakan hal-hal tak pantas itu! Haruskah aku tenang?! Aku ingin membuktikan padamu bahwa aku suci, tapi kamu menghentikan aku! Sebenarnya apa mau kamu mas?! Apa?! Akhhh hiks" Teriak Kinara mempertanyakan.


"Aku percaya, aku percaya... Maafkan aku, maafkan aku Kinara, aku percaya padamu, sungguh, maaf aku menyakiti perasaanmu." Balas Gathan merasa perih.


"Hiks Sesulit itukah mempercayaiku? Aku... Aku tidak bersalah... Aku tidak bohong..." Lirih Kinara sebelum akhirnya tak sadarkan diri.


"Kinara? Kinara ada denganmu?! Kinara sadarlah!Kinara bangun!" Ucap Gathan khawatir berkali-kali mencoba membangunkan Kinara.


Melihat istrinya tak kunjung merespon Gathan bergegas memindahkan Kinara keatas ranjang lalu memakaikan pakaian Kinara kembali sebelum akhirnya memanggil Rian untuk datang ke mansion Dierga.


15 menit kemudian semuanya normal kembali, dan 10 menit nya lagi barulah Rian datang bersamaan dengan Gina yang baru saja pulang. Gina kaget melihat kedatangan Rian, setelah tau Rian datang karena Kinara pingsan Gina pun kalang kabut karena khawatir.


"Rian ada apa dengan Kinara? Dia baik-baik saja kan?" Tanya Gathan panas dingin.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan padanya Gathan? Dia tertekan begitu hebat, kau mau membuat istrimu depresi ya?!" Tanya Rian agak kesal.


"Omong kosong apa kau ini?! Tentu saja tidak! Aku tidak sengaja membuatnya tertekan karena suatu masalah." Jawab Gathan.


"Masalah apa?" Tanya Rian.


"Ceritanya panjang, akan aku ceritakan nanti." Jawab Gathan memijat pelipisnya.


"Rian, Aku ingin memastikan sesuatu, apa Kinara... Benar-benar hamil?" Sambung Gathan menatap Rian dengan tatapan campur aduk.


"Apa maksudmu? Dia sama sekali tidak hamil, dan.... Memangnya kenapa kalau Kinara hamil?" Ujar Rian heran.


"Ck! Cindy! Ternyata benar ini siasat mu! Awas saja kau!" Tukas Gathan suram seraya memukul dinding kamar.


Flashback On⏳


Setelah keluar dari ruangan dokter Kamila, Gathan dan Kinara bertengkar di koridor rumah sakit tak jauh dari toilet rumah sakit, tampa mereka sadari sepasang meta memperhatikan mereka berdua, dan itu adalah Cindy yang kebetulan sedang memeriksa kesehatannya.


"Jelaskan padaku!" Tukas Gathan rada ketus.


"Mas, Hasilnya pasti keliru, aku tidak pernah berbuat hal itu, jadi aku gak mungkin hamil mas, tolong percaya aku." Jelas Kinara cemas.


"Lalu mengapa bisa keluar hasil seperti itu?! Jangan bohong Kinara! Jujur padaku, Anak siapa itu?!" Sentak Gathan bertanya dengan tatapan tajam.


"Apa maksudmu mas?" Tanya Kinara.


"Kamu tidak percaya padaku?! Kamu anggap aku udah gak perawan?! Kamu anggap aku punya laki-laki lain, begitu?! Kenapa sih mas?! Tidak bisakah kamu mempercayaiku sedikit saja?! Apakah sesulit itu?!" Sambung Kinara berteriak histeris.


"Bagaimana aku bisa percaya dengan hasil yang ada di tanganmu itu?!" Balas Gathan tak kalah menyentak.


"Itu pasti salah mas.... Pasti salah... Aku mohon percayalah..." Lirih Kinara memohon dan Gathan hanya diam.


"Aku bisa membuktikan bahwa aku masih suci mas." Lanjut Kinara.


"Oh, Bagaimana kamu membuktikannya?" Tanya Gathan ketus.


Kinara diam sejenak dan menelan salivanya dengan susah. "... Malam ini aku bersedia." Jawab Kinara.


"Apa maksudmu?" Tanya Gathan lagi.


"Ak-, Aku... Aku akan memberikan hak yang harusnya udah mas dapatkan dari awal, aku... Aku akan melakukan kewajibanku sebagai istrimu, baik lahir maupun... maupun batin." Jawab Kinara berat berkali-kali mengusap air matanya yang tak henti-hentinya mengalir.

__ADS_1


Di samping rasa kagetnya mendengar perkataan Kinara, Gathan juga tampa sengaja melihat Cindy di pantulan kaca, Kaca hitam membuat sosok Cindy ketahuan sedang memperhatikan mereka, Gathan curiga ini adalah siasat Cindy, tapi bagaimana dia melakukannya? Sementara dari tadi tidak ada yang terjadi saat pemeriksaan Kinara.


Gathan pun membawa kinara pergi, tempatnya pulang ke mansion Dierga, setelah memerintahkan untuk mengosongkan mansion Gathan kembali bertanya pada Kinara apakah dia membohonginya selama ini, alhasil hal itu membuat Gathan mengetahui jika ada orang dalam yang menjadi kaki tangan Cindy.


*Sepertinya sudah bertahun-tahun aku diawasi, aku harus memancing mereka keluar.* Batin Gathan berusaha untuk menahan perasaannya untuk tetap bersikap marah pada sanga istri.


Setelah bayangan orang itu menghilang barulah Gathan memeluk Kinara dan berkata bahwa ia mempercayainya, namun terlambat, Kinara sudah sangat tertekan hingga kehilangan kesadarannya.


Flashback Off✌️


"Apa? Cindy? Jangan bilang kalau....." Ujar Rian menggantung kalimatnya.


"Iya, Dia sudah kembali ke Indonesia." Ucap Gathan yang mengerti maksud Rian.


"Gathan, Kamu tidak bisa tinggal diam, wanita keji itu tidak bisa kita biarkan bebas." Ujar Rian menegaskan.


"Aku tau, Tapi aku belum menemukan kasus yang bisa aku jadikan umpan untuk menyingkirkan wanita itu." Balas Gathan yang seketika mondar-mandir.


"Serius? Bukan karena kamu masih memiliki perasaan untuknya?" Tanya Rian yang sontak membuat langkah Gathan berhenti.


"Aku tegaskan padamu! Tidak ada! Aku tidak memiliki perasaan untuknya, sekarang hanya ada rasa benci! Dan juga dendam karena dia telah membuatku harus membentak istriku begitu kejam seperti tadi." Tegas Gathan bercampur amarah.


"Jadi kau mengakui bahwa kau mencintai istrimu ini kan?" Tanya Rian menatap Kinara.


"Iya." Jawab Gathan spontan.


Selang beberapa detik Gathan tersadar bahwa dirinya sudah terpancing ucapan Rian hingga mengutarakan perasaannya, ceroboh! Begitulah batin Gathan merasa dirinya begitu bodoh.


"Dasar kau ini, sudah sana pulang, kau sudah tidak berguna sekarang." Desis Gathan mengusir.


"Hey... Kenapa kau langsung marah? Aku hanya mengungkap satu kebenaran saja, apa salahku?" Ujar Rian tak terima.


"Pergi atau aku suruh orang-orang ku untuk menyeret mu pergi?" Tukas Gathan mengancam.


"Ya ampun Gathan..... Mengapa kau begitu kejam!" Teriak Rian yang seketika mendapatkan hadiah bantal menyapa wajah tampannya.


"Oihh! Apa-apaan ini?!" Cetus Rian.


"Bisakah kau diam?! Ini bukan lapangan bola! Pergi sana!" Ketus Gathan dan Rian hanya nyengir tidak jelas lalu mengangguk dan pergi.


KHE KHEM! DICARI CALON PENDAMPING UNTUK DOKTER LAJANG SATU INI, SIAPA YANG MAU DAFTAR? 😌😂🤭

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2