
"Adit, keruangan dia." Perintah Gathan tetap masih tidak bersedia menyebut nama Kinara.
"Maksudnya?" Tanya Adit mancing-mancing.
"Kau ini!! Balik ke ruang kerja Kinara!" Ketus Gathan yang membuat Adit terkekeh bukannya takut.
Adit pun mendorong kursi roda Gathan menuju ruang kerja Kinara, terlihat semua mata bingung melihat kedatangan Gathan. Bagaimana tidak? Gathan tak pernah datang ke ruang kerja karyawan nya walaupun penting. Pasti Adit lah yang mengatasi Semuanya.
"....... Kinara?" Panggil Gathan dengan ragu.
Merasa namanya disebut, Kinara menoleh kearah suara yang memanggilnya itu, terlihat gathan sedang menatapnya.
"Mas... Pak Gathan?" Ucap Kinara hampir keceplosan.
"Nara, Dia gak akan nyiksa Lo kan?" Bisik Kania bertanya.
"Ishh apaan sih Lo! Mas Gathan gak sekejam itu!" Balas Kinara geram tak kalah berbisik.
"Kau ikut saya." Ujar Gathan dingin.
"Baik, Nia gue duluan ya." Ucap Kinara pamit pada Kania seraya meraih tasnya dan segera menghampiri Gathan.
Tampa banyak bicara Adit mendorong kursi roda Gathan pergi yang di susul oleh Kinara di sebelahnya.
"Apa yang kau lakukan disana?! Jalan di sampingku! Kau mau menggoda Adit, Iya?!" Tukas Gathan sewot.
"Mas ihh... Pikirannya, gak gitu mas. Tadi aku juga mau jalan di samping mas, cuma takut mas gak ngizinin." Balas Kinara manyun seraya menahan kekehan nya.
"Huh alasan!" Ketus Gathan.
Kinara tersenyum, Ia bahagia karena Gathan mulai mengaturnya. Sementara Adit ia juga sekuat tenaga menahan senyumnya agar tak terlukis, jika tidak ia akan kena marah lagi oleh Gathan dan jangan sampai gajinya di potong:(
Kali ini Gathan memutuskan untuk langsung pergi keluar dari pada pulang dan ganti baju. Tujuan Gathan kali ini adalah tempat umum yang ramai akan orang-orang. Bahkan Adit heran karena Gathan ingin pergi ke tempat umum.
1 jam Kemudian ketiganya tiba di tempat umum yang banyak orang biasa berlalu lalang, Gathan mengajak Kinara memasuki sebuah komplek sekedar jalan-jalan saja.
"Mas, apa yang mas inginkan ngajak aku kesini?" Tanya Kinara seraya mengangguk sopan pada beberapa ibu-ibu yang ia lewati.
"Jalan saja!" Ketus Gathan di balik maskernya.
Kinara pun diam dan tetap berjalan menelusuri komplek itu, 20 menit Kemudian Kinara mengajak Gathan berhenti di sebuah warung yang ternyata langsung di setujui oleh Gathan.
"Ibuk, Air mineral nya 2." Ucap Kinara pada pemilik warung itu.
__ADS_1
"Ini mba, Gak makan sekalian?" Tanya ibu itu seraya menyerahkan 2 botol air mineral berukuran sedang.
"Enggak buk, Makasih. Suami saya masih mau lanjut menikmati angin sore." Tolak Kinara sopan.
"Ohh ini Suaminya? Jarang sekali saya liat anak muda udah nikah dan bersedia ngurus suaminya. Bahkan banyak yang awalnya mencintai suaminya tapi malah meninggalkan suaminya saat suaminya dalam keadaan seperti mas nya." Ucap ibuk pemilik warung panjang lebar.
"Haha ibu ini bisa aja, tapi bagi saya pernikahan hanya sekali buk, jadi walau bagaimanapun keadaan suami saya, saya akan tetap mencintainya sepenuh hati." Balas Kinara tersenyum tulus.
"Beruntung sekali mas nya punya istri sebaik mba." Ucap ibu itu kagum.
Kinara hanya bisa tersenyum dengan penuturan ibu itu, kemudian ia pun membayar 2 botol air mineral itu dan kemudian pamit pergi, sementara Gathan hanya diam larut dalam lamunannya. Ia tercengang dengan pernyataan Kinara pada ibu-ibu tadi.
Gathan mengira Kinara akan malu, namun justru malah sebaliknya, Kinara tampak bahagia dan bangga walaupun punya suami lumpuh.
"Mas, kenapa gak ngajak Adit?" Tanya Kinara.
"Kau ini ingin sekali terus berada di samping Adit ya?! Ohh jangan-jangan biar orang mengira Adit itu suami mu dan aku hanyalah seorang atasan yang cacat yang tak sengaja dirawat oleh istri bawahannya! Begitu?!" Sarkas Gathan kesal.
"Mas bukan gitu, tapi dijalan komplek begini bahaya mas, jadi alangkah baiknya jika Adit menjaga mas." Ucap Kinara menasehati.
"Huh! Alasan saja! Jika kau sebegitu inginnya bersama Adit maka pergi saja!" Ketus Gathan seraya menjalankan kursi rodanya pergi.
"Mas, mas tunggu dong. Maafkan aku mas." Ucap Kinara menyusul gathan.
Namun sesaat langkah Kinara terhenti karena dihadang oleh sekelompok orang. Kalau cuma dua atau tiga Kinara bisa sedikit melawan salah satunya namun jika berkelompok seperti sekarang akan sangat membahayakan.
"Mau apa kalian?!" Ketus Kinara bertanya.
"Cantik kok galak amat." Ucap salah satu di antara mereka.
"Tolong minggir saya mau lewat." Tukas Kinara tak peduli.
"Oh ayolah... Cantik bisa kasih nomor telepon? Emm kita bisa teleponan mesra nanti." Ujar salah satunya lagi dan yang lain hanya tertawa.
Kinara was-was menghadapi orang orang itu yang tak henti hentinya berusaha menggoda bahkan menyentuhnya, sementara Gathan yang tadi sudah tak terlihat dari pandangan Kinara ternyata balik lagi menghampiri Kinara dengan alasan ingat kata-kata BAHAYA yang kinara katakan.
"Tolong jangan ganggu saya, saya sudah punya suami, tolong Minggir." Tukas Kinara masih berusaha menghindari sentuhan orang-orang itu.
"Jangan mendekat! Atau saya panggil suami saya sekarang juga!" Sambung Kinara berteriak semakin panik.
"Haha aku lihat kau jalan sendirian, ayolah jangan sok jual mahal." Ucap nya tersenyum meremehkan.
"Tolong.... Eghm" Teriak Kinara yang seketika di bungkam oleh salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Mau kau apakan istri saya?!!" Sentak Gathan kesal.
Suara bariton itu berhasil mengalihkan perhatian sekelompok orang itu, mereka menoleh kearah suara itu tak terkecuali Kinara yang di bungkam dan telah berderai air mata karena takut.
"Oho, ini suami mu? Haha ayolah.... Apa bagusnya laki-laki cacat sepertinya?" Cercahnya tersenyum menghina.
"Dia cacat Dimata kalian, tapi tidak untuk ku! Suamiku seribu kali lipat lebih baik dari pada kalian!" Sentak Kinara tak terima dengan hinaan mereka terhadap suaminya.
"Oh yakin?" Tanya pria yang ada di dekat Gathan seraya meraih sebuah balok kayu.
"Mau apa kau?! Jangan sentuh suamiku!!" Sentak Kinara cemas.
AGHHHH!!.......
Teriak Kinara saat rambutnya dijambak oleh salah satu diantara mereka, Gathan ingin sekali berdiri dan memukul orang orang itu namun kondisinya tidak memungkinkan bahkan saat ini dirinya pun sedang terancam.
"Kau diam dan tonton pertunjukan dimana suamimu akan dipukul habis oleh boss kami." Ucap nya seraya melepaskan jambakan nya dan tersenyum sinis.
"Tidak, saya mohon jangan sakiti suami saya, hiks..." Isak Kinara memohon.
"Oh lihat lah, Suamimu ini sepertinya tidak peduli, hahaha salah.... Dia memang cacat! Laki-laki tak berguna yang hanya mampu duduk di kursi roda." Cercahnya menghina.
"Lepaskan istriku dan pergi! Atau kalian akan tau akibatnya." Ancam gathan suram.
"Hahaha memang kau siapa hingga aku harus mendengarkan kau hah?!" Cercahnya seraya menendang kursi roda Gathan hingga jatuh.
Kinara berteriak histeris melihat suaminya terjatuh, air matanya mengalir deras, hatinya sakit melihat ketidak berdayaan suaminya untuk melawan.
"Hentikan jangan sakiti suami ku! Aku mohon jangan..." Teriak Kinara memohon.
"Haha hentikan? Dia berani mengancam ku dan kau memintaku untuk melepaskannya? Bercanda!" Cercahnya tersenyum sinis.
Usai mengatakan itu pria itupun mengangkat balok kayu di tangannya, Ia siap untuk memukuli Gathan yang tengah tak berdaya. Sungguh ironis, pria hebat yang ditakuti kini malah tak berdaya untuk melawan sekelompok orang rendahan seperti mereka karena kakinya.
Melihat balok kayu yang siap melayang ke arah suaminya, Kinara pun melawan pria yang menahannya sekuat tenaganya, berhasil terlepas dari tahanan mereka Kinara pun berlari kearah Gathan dan memeluknya.
BUGHH!!!....
"Aghhh....." Teriak Kinara saat balok kayu itu tepat mendarat di kepalanya.
"Kinara!!" Teriak Gathan kaget atas apa yang Kinara lakukan.
ADUH ADUH.... CEMBURU YANG MENGAKIBATKAN TRAGEDI🥺😥
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................