Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Hari Pernikahan


__ADS_3

"Jika kamu berani macam-macam, aku akan membuat Papah serangan jantung lagi! Paham kamu?!" Ancam Bella menekan.


"Jangan Kak, Aku janji gak macam-macam, Jangan sakiti Papah." Mohon Kinara takut dan cemas.


Bella tak mengatakan apapun, dia hanya tersenyum puas lalu beranjak pergi di ikuti Andin dan meninggalkan Kinara sendiri yang tengah menangis sedih meratapi nasibnya.


Setelah beberapa saat, Kinara bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk sekedar memperbaiki riasannya, tak mungkin bagi Kinara untuk pergi bekerja dengan wajah sembab akibat menangis.


"Ku rasa ini sudah cukup." Tukas Kinara melihat dirinya di cermin.


Kinara nafas panjang dan menghembuskan nya dengan cara yang sama sebelum pergi meninggalkan kamar mandi. Di rasa cukup lega Kinara mulai melangkahkan kakinya meninggalkan kamar mandi untuk berangkat kerja, karena Kinara hampir terlambat.


*****


"Kakak, selamat pagi." Sapa Gina tersenyum hangat.


"Hemm." Dahem Gathan dingin membalas sapaan Gina.


*Ya Allah... Kapan kakak yang akan menyapa ku duluan? Ucapan selamat pagi yang hangat dulu... Aku ingin semua itu kembali tuhan...* Batin Gina sendu.


"Gathan? Kamu pulang nak?" Celetuk Papi Hendri senang.


"Yah, dimana mami?" Tanya Gathan dingin.


"Ada di ruang makan." Jawab Papi Hendri.


*Kapan putra ku yang dulu akan kembali?* Batin Papi Hendri sedih.


Tanpa basa-basi Gathan langsung meninggalkan Papi Hendri dan menuju ruang makan. Sampainya disana Gathan angkat bicara pada mami Liska secara terus terang.


"Aku kesini cuma untuk mengingatkan Mami. Pernikahan besok hanya dihadiri 2 keluarga saja. Hanya orang tua kita. Jadi mami jangan coba-coba mengundang teman mami atau siapapun itu, atau aku tidak akan menikah." Tukas Gathan to the point penuh ketegasan.


"Iya mami tidak lupa itu, mami janji asal kamu mau menikah." Balas Mami Liska datar.


"Baguslah, Permisi." Ucap Gathan seraya menggerakkan kursi rodanya pergi.


*Tidak masalah pernikahan sembunyi-sembunyi. Yang penting aku akan segera punya cucu... Ahh senangnya.* Batin Mami Liska gembira.


*Lagian kalo gak di desak alasan perjodohan mana mau kulkas ini nikah?! Orang dekat aja pasti menggigil ketakutan!* Batin mami Liska lagi merasa kesal pada sifat dingin Gathan.


Sementara Mami Liska sibuk dengan pikirannya Gathan sudah meninggalkan mansion besar Dierga dan menuju ke DRG•GROUP.


Sampainya di perusahaan seperti biasa Gathan akan di sambut bak seorang pangeran. Tentu disana ada Kinara yang baru saja sampai berbarengan dengan kedatangan Gathan.


*Ya Allah... Apa aku sungguh harus menikah dengan pria dingin sepertinya? Selamatkan aku tuhan...* Batin Kinara takut.


🌞🌞☀️🌤️


"Non Bella?" Panggil Bi Sita sopan.

__ADS_1


"Apa sih Bi? Ada apa?!" Ketus Bella.


"Ini ada paket untuk Non, katanya dari keluarga Dierga." Jawab Bi Sita masih tetap sopan.


"Apa?! Keluarga Dierga? Kemarikan cepat." Perintah Bella setelah terkejut.


Bi Sita pun menyerahkan kotak itu dan pergi mengerjakan pekerjaannya lagi. Sementara Bella dengan semangat membuka kotak itu, yang ternyata berisi gaun pernikahan yaitu kebaya putih cantik nan elegan beserta perhiasannya.


Sebelumnya keluarga Dierga sudah sepakat akan mempersiapkan semuanya termasuk busana mempelai karena pernikahan itu dilakukan secara mendadak, Dan siang ini pun paket itu telah tiba di tangan Bella.


"Gila.... Perhiasannya bagus banget..." Tukas Bella takjub seraya meraba raba kalung berlian tersebut.


"Pokoknya kalo si kutu busuk itu udah nikah sama Gathan, gue harus peras dia habis habisan, biarin aja dia yang kena murka sama keluarga Dierga." Tukas Bella tersenyum lucik.


"Ada apa Bella? Kok senyum senyum gitu?" Tanya Andin penasaran.


"Mah, aku mau porotin harta keluarga Dierga lewat Kinara, gimana? Baguskan ide aku?" Jawab Bella bersemangat.


"Lewat Kinara?" Tanya Andin bingung.


"Iya Mah, Coba mama pikir kita yang minta sama Kinara dan Kinara yang minta terus ke keluarga Dierga, menurut Mama gimana tanggapan keluarga Dierga sama si kutu busuk itu?" Ujar Bella tersenyum puas.


"Dia akan di benci dan pastinya akan di siksa!" Jawab Andin senang.


"Nah bener... Ahh sampai saat itu kita bisa foya foya mah, dan Kinara? Hahaha dia pasti habis!" Tukas Bella tertawa puas.


Keduanya pun sama-sama tertawa puas atas rencana yang telah mereka susun, Tanpa mereka sadari sepasang mata dan sepasang telinga telah melihat dan mendengar apa yang mereka rencanakan.


"Hiks... Mamah... Nara kangen sama mamah." Isak Kinara.


"Mah... Seharusnya pernikahan adalah yang paling di idam idamkan banyak wanita, mereka akan bahagia ketika akan menikah, tapi tidak dengan ku... Hiks" Ucap Kinara dengan terisak.


"Seharusnya ini kabar bahagiakan mah? Tapi Nara tidak bahagia hiks... Nara gak mau nikah dengan pria yang bahkan Nara gak tau sifatnya bagaimana. Hiks... Apa mungkin pernikahan ini akan bertahan? Sementara tidak ada cinta di antara kami."


Kinara terus menangis dengan berbagai keluh kesah yang ia ungkapkan di atas pusara ibunya. Hingga waktu makan siang hampir habis Kinara memutuskan untuk pergi. Tidak lupa sebelum pergi Kinara mencium batu nisan dengan nama ibunya itu.


SKIP BIAR CEPET YA HEHE ✌️😁


*****


Keesokan harinya pun tiba, Hari pernikahan yang seharusnya tidak terjadi itupun telah tiba, Akad nikah itu di laksanakan di mansion besar Dierga.


Karena pertukaran mempelai, Kinara menutupi wajahnya agar tidak di ketahui orang, namun ia tidak tau apa yang menantinya di depan.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Gathan Dierga bin Hendriawan Dierga dengan Bella Saputri Binti Arya Digta dengan maskawin uang tunai sebesar 200 juta rupiah dibayar tunai!" Ucap pak penghulu dengan lantang.


Gathan terdiam, ia sungguh malas untuk mengucapkan kalimat yang sesungguhnya tidak ia inginkan, pak penghulu pun mengulang kalimat itu untuk kedua kalinya namun Gathan dengan berat mengucapkan kalimat itu.


"Pak Gathan, Harap dengarkan baik-baik karena akad harus di ucapkan dengan lancar dan lantang agar sah." Ujar pak penghulu menasehati.

__ADS_1


"Baik pak, silahkan ulangi lagi." Balas Gathan pasrah.


"Baik saya ulangi lagi, Harap konsentrasi pak Gathan." Ucap pak penghulu yang di angguki oleh Gathan.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Gathan Dierga bin Hendriawan Dierga dengan Bella Saputri Binti Arya Digta dengan maskawin uang tunai sebesar 200 juta rupiah dibayar tunai!" Ucap pak penghulu mengulang kembali kalimatnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Bella Saputri Binti Arya Digta dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" Ucap Gathan lantang.


"Bagaimana para saksi, Sah?" Tanya pak penghulu pada para saksi yang hadir.


"Sah..." Sahut semuanya serempak.


Pak penghulu pun membaca do'a yang di aminkan oleh Semuanya, kemudian mempelai wanita di persilahkan mencium tangan suaminya sebagai tanda hormat sebagai istri.


Kemudian Sang suami di persilahkan mencium sang istri sebagai tanda keikhlasannya untuk mendampingi pasangan nya dalam Lika liku kehidupan rumah tangga dan membahagiakan serta menjaganya sepenuh hati.


Jantung Kinara berdebar kencang ketika jari jemari Gathan telah menyentuh ujung kain yang menutupi wajahnya. Ia berfikir apa yang akan terjadi padanya sekarang.


BRAKK!!!


Gathan terkejut hingga tak sengaja menyenggol meja yang menjadi tempat pengucapan ijab Kabul nya. Wajah gadis yang ia nikahi berbeda yang jelas bukanlah Bella.


"Apa?! Siapa dia?! Dimana Bella?" Tanya mami Liska terkejut yang di ikuti Semuanya.


"Kak Kinara?!" Kejut Gina dengan suara pelan.


"Siapa kau?!" Tanya Gathan dengan nada tinggi.


"Ki-Kinara... Saya adiknya kak Bella." Jawab Kinara takut.


"Bagus sekali! Berani menukar pengantin di saat terakhir!" Cercah Gathan suram.


Mami Liska yang juga kaget menghampiri Andin, Arya dan putrinya yang ternyata adalah orang lain yang menyamar dengan cadar dan dandanan baru serta masker dengan alasan Flu.


"Apa ini?! Dimana Andin dan Bella?" Tukas mami Liska Bertanya tanya.


"Penjaga, Cari dan tangkap keluarga Digta!" Perintah Mami Liska kesal.


"Stop!! Biarkan saja." Teriak Gathan mencegah.


"Pak penghulu? Bisa ulangi akad dan mengganti nama mempelai wanita dengan Nama..." Ucap Gathan menggantung Kalimatnya.


"Siapa namamu?!" Ketus Gathan bertanya pada Kinara.


"Ki-Kinara Andriyana." Jawab Kinara gugup.


"Gathan apa maksudmu? Kamu mau menikahi gadis ini?" Tanya Mami Liska tak habis pikir.


GANTUNG DULU YA.... 😂

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2