Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Amarah Kania


__ADS_3

"Aaaaaa Hiks... Aku di usir, Bagaimana aku bisa tenang? Hiks... Gampang kamu bicara Dit, Kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan!" Tukas Kinara disela-sela Isakannya.


"Saya memang tidak tau, Tapi yang saya tau adalah jika Nona muda masih ngotot tetap di dalam, Tuan Muda bisa benar-benar mengusir anda pergi." Jelas Adit prihatin dan berusaha membujuk.


Mendengar itu Kinara terdiam namun tetap saja menangis, Kinara membenarkan perkataan Adit, Bagaimana pun juga Adit sudah bertahun tahun bersama dengan Gathan, beda dengan dirinya yang baru masuk kedalam kehidupan Gathan.


Kinara pun pergi, Ia berniat untuk menemui sahabatnya Kania, Bercerita pada Kania dan mencurahkan semuanya padanya, Berharap akan membuat hati Kinara sedikit lebih baik.


*****


"Nara? Lo kenapa Nar?" Tanya Kania khawatir melihat mata Kinara yang sembab.


".... Kita ke kafe depan aja, Aku mau cerita hiks..." Ucap Kinara terisak.


Melihat itu Kania tak bisa berkata kata, ia langsung membawa Kinara menuju kafe depan perusahaan. Kania Izin pada Aldo dengan alasan membeli obat magg untuk Kinara, padahal Kinara tidak sakit magg sama sekali. Mmm namanya juga cari alasan untuk keluar. 😅


Sampainya di kafe Kinara langsung bercerita dengan tersedu-sedu, Minuman di depan mereka hanya menjadi hiasan kunjungan mereka ke kafe itu. Kania turut prihatin melihat sahabatnya itu.


"Nar.... Sabar...." Cicit Kania menenangkan.


"Hiks... Mas Gathan ngusir gue dari kamar Ni, dia gak mau lagi satu kamar sama gue, gue harus gimana sekarang?..." Lirih Kinara


"Apa?! Bahkan sampai mau beda atap?!" Kejut Kania tak menyangka.


"Iya... Gue gak mau Ni, Gue gak mau itu terjadi hiks... Ba- bagaimana jika mas Gathan ninggalin gue?" Ujar Kinara semakin merasa sakit.


"Nar, Gue tau dari Pak Adit, selama menikah Lo gak pernah dicintai sama pak Gathan, kan? Seharusnya Lo seneng jika kalian pisah." Tukas Kania Ragu.


"Gue gak mau Nia! Gue gak mau pisah sama mas Gathan! Gue Cinta sama mas Gathan, walaupun sekarang dia belum bisa mencintai gue, tapi gue yakin suatu saat mas Gathan akan mencintai gue! Ba-, Bahkan lebih dari dirinya sendiri... Hiks hiks..." Sarkas Kinara tak terima dan kembali terisak mengingat kenyataan yang ada.


Mendengar itu Kania terdiam, Kania tak menyangka bahwa sahabatnya itu sungguh telah jatuh cinta pada suami yang ia nikahi secara dadakan dan keterpaksaan.


Namun Kania juga senang mendengar itu, akhirnya sahabatnya menemukan cintanya, dan semoga saja harapan Kinara untuk mendapatkan cinta suaminya bisa terwujud.


"Kinara? Apa yang terjadi?" Tanya seseorang menghampiri Kinara dan Kania di meja mereka.


"Pak Andika?!" Kejut Kania dan Kinara yang secara cepat menyeka air matanya.


"Ada apa denganmu?" Tanya Dika menatap Kinara.


"Bukan urusan bapak." Jawab Kinara rada ketus.


"Nara aku.... " Ucap Dika yang di potong oleh Kinara.

__ADS_1


"Sudah cukup pak! Saya sudah bilang jauhi saya! Sadar pak... Saya itu sudah menikah! Tidak cukupkah bapak membuat hidup saya menjadi berantakan?!" Sentak Kinara yang langsung pergi.


Dika berniat mengejar Kinara untuk menanyakan maksud dari perkataannya tadi, namun Kania segera menghadang Dika dengan tatapan tak suka. Bahkan Dika juga sadar dengan itu, ia mengernyit heran dengan tatapan dari Kania itu.


"Cukup pak! Jangan sok perhatian deh pak! Kinara hancur itu gara-gara bapak tau gak?!" Sentak Kania kesal.


"Apa maksudmu?" Tanya Dika sedikit kaget.


"Jangan pura-pura bodoh deh pak!" Sentak Kania semakin kesal.


"Upss maaf saya sudah tidak sopan pada anda, Tapi saya memang harus begini, bapak itu bencana di kehidupan Kinara, jadi jauhi Kinara!" Sambung Kania tegas.


"Maksud kamu itu apa? Memang apa yang terjadi pada Kinara?" Tanya Dika masih berusaha.


Kania semakin kesal dengan pertanyaan konyol dari Dika itu, Bisa bisanya Ia tak menyadari apa yang telah dirinya lakukan. Kania benar-benar tak habis pikir dengan kerja otak dosennya itu.


"Otak bapak itu di taruh dimana sih?! Bapak sadar gak kalo bapak itu sudah menghancurkan keharmonisan rumah tangga orang?! Sadar pak! Sadar!!" Sentak Kania emosi.


"Ngotak dong pak! Nara itu udah punya suami! Bapak itu harusnya tau sikon dan jauhi Kinara! Sekarang lihat! Lihat yang telah anda lakukan! Rumah tangga Kinara berantakan! Itu semua karena anda! Anda yang menghancurkan hidup Kinara!" Sambung Kania melupakan sopan santun.


"Saya benar-benar tak habis pikir dengan kinerja otak bapak!" Ketus Kania seraya beranjak pergi.


Dika mematung dengan berbagai bentakan mahasiswi nya itu, Ia juga sadar bahwa dirinya memang tak pantas untuk tetap perhatian pada Kinara yang nyatanya adalah istri orang.


*****


Usai berdebat dengan Kinara tadi ruangan gathan sudah seperti terkena gempa bumi, Barang barang nya hancur tak terkecuali laptop puluhan juta miliknya itu.


"Tuan muda, Apa tidak sebaiknya anda mencari tahu dengan jelas masalah ini? Menurut saya nona muda tidak begitu." Ujar Adit hati-hati.


"Perasaan kau sangat memahaminya, jangan-jangan kau juga di goda olehnya, iya?!" Cercah Gathan suram.


"Tidak tuan muda, bukan begitu." Balas Adit takut-takut.


Adit pun memilih pamit dari pada meneruskan perdebatan yang ujung sudah Adit ketahui pasti masalah besar yang tak berkesudahan. Sementara Gathan hanya diam larut dalam emosinya karena merasa ditipu oleh Kinara.


"Haha! Wanita memang sama saja! Awas saja kau Kinara Andriyana!" Tukas Gathan suram seraya menggertakkan giginya geram.


_


_


"Apakah nona muda sekarang baik-baik saja? Aku khawatir dengan keadaan nona muda." Ucap Adit bertanya tanya.

__ADS_1


"Aishh mengapa bisa begini sih?! Susah payah mereka akur, sekarang malah datang lagi pengganggu!" Tukas Adit kesal karena usahanya terbuang sia-sia karena kehadiran Dika.


*Aku harap ini semua cepat berakhir, aku Ingin tuan muda bisa menemukan cinta sejatinya.* Batin Adit penuh harap dan Do'a.


"Pak Adit." Panggil seseorang.


Merasa namanya di sebut Adit pun menoleh kearah dimana suara itu berasal, terlihat Pria tampan tengah berjalan dengan ragu ke arahannya. Dika, yah itu adalah Andika yang datang entah dengan maksud apa, Tapi aku tebak pasti karena masalah salah paham tadi.


"Iya, ada apa?" Tanya Adit tenang.


"Maaf sebelumnya, Tapi jangan salahkan Kinara, Dia tak tau apa-apa." Ujar Dika langsung pada permasalahan.


"Hem? Maksud anda apa?" Tanya Adit kurang mengerti.


"Anda suami Kinara bukan?" Ujar Dika menatap tegas Adit.


Adit diam, Ia bingung harus mengatakan apa, jika ia bilang tidak bisa saja Dika akan segera mengetahui bahwa gathan adalah suami Kinara yang sebenarnya, dan itu bisa membuatnya menjadi tersalah.


"Maksud anda menemui saya untuk apa?" Tanya Adit.


"Saya hanya mau bilang bahwa anda telah salah paham, Masalah pribadi yang saya katakan itu hanyalah alasan saya." Jawab Dika to the point.


"Alasan?" Tanya Adit lagi.


"Iya, waktu itu saya berniat mengungkapkan isi hati saya pada Kinara, Itu saya lakukan karena saya tidak tau bahwa Kinara sudah punya suami, saya minta maaf Pak Adit. Saya mohon jangan hukum istri anda hanya karena kesalahan saya. Ini hanyalah kesalahpahaman." Jelas Dika panjang lebar.


*Jadi begitu... Aku harus menyerahkan rekaman ini pada tuan muda.* Batin Adit menggenggam pena perekam yang tersembunyi di saku celana bahannya.


Sungguh cerdik, ternyata dari awal ia sengaja pura-pura tak mengerti karena ingin merekam pernyataan Dika, dengan begini kesalahpahaman antara Kinara dan Gathan akan dapat di selesaikan.


"Lalu apa jawaban no.. Apa jawaban Kinara?" Tanya Adit hampir bocor.


"Dia dengan tegas menolak saya, Kinara bilang dia sudah menikah, awalnya saya mengira Kinara hanya mencari alasan untuk menolak saya, tapi Cincin pernikahan yang Kinara tunjukkan menjelaskan semua kebenarannya." Jawab Dika.


"Maaf karena saya telah lancang jatuh cinta pada istri Anda." Sambung Dika membungkuk dengan perasaan kacau.


"Terimakasih atas penjelasannya, Saya sudah paham dan maaf atas ketidak nyamanan ini." Ucap Adit hati-hati.


"Tidak masalah pak, Saya pamit, Permisi." Balas Adit di akhiri pamitan.


GAK ADA KESAN PESAN DI EPISODE INI YA... 🥵


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2