
Kini Kinara sudah selesai dengan pemeriksaannya, Hasil aslinya juga sudah keluar, Kinara hanya sedang bermasalah dengan pencernaannya hingga membuatnya mengalami mual-mual dan keinginan tertentu, itu juga disebabkan karena Kinara masuk masuk angin.
"Nara, lain kali jangan sering-sering di luar ya, jangan buat aku khawatir." Ucap Gathan merangkul bahu Kinara.
"Emmm, Maaf udah buat mas khawatir." Balas Kinara tanpa menatap Gathan.
........."Nara, Ada apa?" Tanya Gathan merasa aneh.
".... Engga, tidak apa-apa mas." Jawab Kinara.
*Apa yang wanita itu katakan pada Kinara? Mengapa Kinara jadi diam seperti ini.* Batin Gathan bertanya-tanya.
Gathan pasrah dan pulang bersama Kinara, ia akan membahasnya ketika sampai di mansion saja, jika diluar Kinara pasti kekeh untuk tidak memberitahu Gathan apa yang terjadi.
1 jam lamanya, Akhirnya Gathan dan Kinara sampai di mansion Dierga, Gathan membawa masuk Kinara kedalam kamar lalu bertanya kembali apa yang terjadi, Kinara hanya diam semula, ia tak ingin mencurigai suaminya, namun ia juga butuh kepastian.
"Nara jawab aku, Ada apa? Apa wanita itu mengatakan yang tidak-tidak?" Tanya Gathan lagi.
"Mas maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk tidak mempercayai kamu, tapi aku juga ingin memastikan apakah itu benar adanya atau tidak." Ucap Kinara dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
Melihat istrinya seperti itu membuat Gathan risau dan khawatir, Ia merasa tidak beres, Gathan yakin bahwa Cindy telah mengatakan yang tidak-tidak kepada istrinya.
"Nara, Jangan percaya apapun yang dia katakan, itu semua hanya kebohongan." Ujar Gathan menyentuh pipi Kinara.
Dengan itu Kinara terisak, ia tak ingin percaya namun hatinya berat untuk menerima, Kinara benar-benar takut jika itu benar-benar terjadi.
"Mas... Hiks, Dia bilang dia hamil, dan itu anak mu hiks..." Ucap Kinara terisak.
Gathan kaget bukan kepalang mendengarnya. "Apa?!" Kejut Gathan.
"Ada apa? Mas pernah berhubungan dengannya iya? Jawab mas." Tanya Kinara menahan isak tangisnya.
"Engga Nara, Jangan percaya, dia berbohong. Aku bersumpah aku tidak pernah melakukan itu dengan siapapun." Jawab Gathan tegas.
"Jika kamu masih ragu, aku bisa bersumpah apapun, hidupku sial atau karma apapun akan aku lakukan, Atau aku bisa memerintahkan orang menangkap wanita itu dan memeriksa kebenarannya." Sambung Gathan.
Kinara lantas menggeleng. "Engga, Aku percaya mas, aku hanya ingin jawaban dari mulut mas sendiri, aku takut jika itu benar-benar terjadi mas pasti akan meninggalkan aku, mas begitu mencintainya, pada akhirnya usaha dan perjuangan ku selama ini akan sia-sia." Ujar Kinara menunduk dalam.
Gathan lantas mendongakkan kepala Kinara hingga menatap matanya. "Nara jangan mengatakan itu, yang aku cintai sekarang adalah kamu, dan bukan hanya sekarang, besok, tahun depan dan tahun-tahun berikutnya aku akan selalu mencintaimu." Ucap Gathan tulus dan serius.
Hanya kata itu, Hanya kata itu yang ingin Kinara dengar, itu membuat Kinara merasa lega, Hatinya ringan dan bahagia, Kinara sudah mendapatkan jawaban dan kepastian yang ia inginkan, kini tinggal dirinya yang memperjuangkan kembali agar miliknya tetap menjadi miliknya.
__ADS_1
"Maaf ya mas... Aku udah meragukan kamu tadi." Ucap Kinara memeluk suaminya.
"Emmm untuk masalah ini aku masih kesal." Celetuk Gathan spontan.
Kinara lantas melepaskan pelukannya dan menatap suaminya nanar. "Mas maaf..." Ucap Kinara melas.
"Emm aku bisa maafin kamu dengan satu syarat." Ujar Gathan mulai jahil.
"..... Iya deh terserah, Aku lakuin apa aja asal mas maafin aku." Ucap Kinara tanpa curiga sedikitpun.
"Yakin nih apa aja?" Tanya Gathan.
"Iya apa aja." Jawab Kinara mantap.
Gathan lantas tersenyum puas. "Hemm kalau begitu..." Ucap Gathan dengan isyarat menunjuk pipinya.
Kinara lantas tersipu dan kaget, ia tak menyangka Gathan yang super dingin bisa bertingkah seperti itu di depannya, itu benar-benar diluar ekspektasi Kinara, Suami dinginnya seketika menjadi orang lain.
"Ih apaan sih mas! Aku serius nih." Desis Kinara.
"Iya aku serius, aku gak bercanda loh, kalo kamu gak mau ya udah gak apa-apa." Ucap Gathan santai seraya membereskan tas kerjanya.
"Tunggu mas, proyek di Surabaya? Jadi mas bakal melakukan perjalanan bisnis kan?" Tanya Kinara menahan Gathan dan Gathan hanya mengangguk menjawab pertanyaan istrinya.
"Kenapa mas gak bilang? Kapan itu dan berapa lama?" Tanya Kinara lagi.
"Minggu depan, Aku hanya satu bulan disana." Jawab Gathan.
"Hanya?" Cetus Kinara.
"Mas! Kamu itu satu bulan loh ninggalin aku sendiri, bisa-bisanya bilang hanya." Cetus Kinara lagi.
Gathan diam tak bicara apapun, Ia bingung, Jujur satu bulan bagi Gathan untuk berpisah dengan istrinya itu sangat lama, tapi itu adalah kewajibannya, walaupun berat untuk berpisah Gathan tak dapat melakukan apapun.
🌬️🌬️🌬️🌪️
Kinara yang masih kepikiran dengan pembicaraannya bersama suaminya tadi pagi Akhirnya memutuskan untuk menyusul suaminya ke perusahaan.
Tidak bisakah dirinya datang hanya untuk memiliki banyak waktu melihat suaminya? Mungkin waktunya tidak tepat, tapi Kinara benar-benar tak ingin jauh-jauh dari suaminya saat ini, tidak sampai suaminya benar-benar pergi untuk perjalanan bisnisnya.
"Apakah tidak masalah? Tapi aku takut untuk masuk." Ucap Kinara ragu-ragu.
__ADS_1
"Tapi ini kan perusahaan suamiku, jadi gak apa-apa kan? Tapi jika dipikir lagi tidak ada yang tau hubungan kami." Sambung Kinara semakin ragu.
Kinara memandang cukup lama bangunan selangit itu sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi karena ragu untuk masuk, namun baru beberapa langkah Adit menyapa Kinara yang membuat Kinara mengurungkan niatnya.
"Nona ingin menemui tuan muda ya? Kenapa tidak masuk?" Tanya Adit.
"Aku takut Dit." Jawab Kinara canggung.
"Ohh saya paham, silahkan masuk saja nona, nanti saya akan menyusul, saya masih harus memarkirkan mobil." Tutur Adit sopan.
"Eng...... Baiklah, jangan lama-lama ya Dit." Pesan Kinara dan Adit hanya mengangguk mengiyakan dengan posturnya yang sopan.
Karena sudah ada Adit, Akhirnya Kinara memutuskan untuk masuk kedalam perusahaan, dan Kinara secara kebetulan bertemu temannya yang juga merupakan anak baru sewaktu magang Kinara.
"Hey! Lo Itu Kinara yang merayu CEO kami waktu itu, kan? Ngapain Lo ini disini?!" Sentak seseorang yang kelihatannya sangat membenci Kinara.
"Woy! Diam Lo! Lo kira Kinara itu sama kaya Lo hē?" Umpat Anisa muak.
"Diem Lo anak baru!!" Sentaknya kesal.
"Apa Lo?!" Sentak Anisa tak kalah kesal.
"Udah udah Nis, Dan kamu... Maaf ya, aku tidak pernah merayu pak Gathan, Mungkin kamu salah paham tentang suatu hal." Ujar Kinara berusaha untuk sopan.
"Cih!! Mana ada maling ngaku! Dengar ya, Gue yang lebih dulu mengenal pak Gathan, Lo jangan coba-coba bersaing untuk merebut pak Gathan dari gue, Paham!" Ancamannya angkuh seraya menjambak rambut Kinara.
"Lo apa-apaan sih?! Lepasin Nara! Diperusahaan dilarang bullying Lo tau kan?! Lepasin dia atau gue laporin Lo ke atasan." Cetus Anisa tak kalah mengancam.
Wanita itu tampak tak peduli, Ia menghempaskan Kinara hingga membentur tembok, kemudian beralih menjambak Anisa, Anisa melawan tapi tenaga wanita itu lebih kuat dari pada Anisa.
"Lepasin Anisa, Kamu tidak boleh seperti ini." Ucap Kinara yang masih terduduk di lantai.
"Nara kamu gak apa-apa kan?" Tanya Anisa menahan sakit jambakan wanita itu.
"Huh!! Kalian berdua benar-benar membuatku muak!!" Ketusnya seraya menghempaskan Anisa juga.
Secara tiba-tiba muncul kedua teman wanita yang dari tadi mengawasi situasi sekitar agar dapat mengontrol situasi aman, Dalam sekejab mata Kinara dan Anisa benar-benar di bully oleh ketiganya, Yang kebetulan sial bahwa tempat itu di sebelah toilet perusahaan yang memang jarang sekali ada orang.
GANTUNG LAGI YA, NANTI KALO AKU SEMPAT AKU AKAN KASIH 2 BAB 😁😉
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1