Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Terungkapnya Sebuah Rahasia


__ADS_3

Tinggal 30 menit lagi bagi Gathan untuk menemukan ruangan dimana Kinara di sekap. Sungguh perjuangan bagi Gathan karena kondisinya yang duduk di kursi roda seperti sekarang.


"Apanya bisa sembuh! Apanya yang cuma butuh dorongan! Semua palsu! Kaki sialan!" Sarkas Gathan memukul kakinya.


"Tidak! Aku tidak bisa seperti ini terus! Waktu sangat mepet, aku harus segera menemukan Kinara!" Tukas Gathan berusaha bangun.


Berkali-kali ia mencoba untuk berdiri namun gagal, Gathan merasa Operasi yang ia lakukan itu sia-sia, toh sampai disaat tergenting seperti sekarang pun kakinya masih tetap tak bisa ia gunakan.


"Orang ini pasti sengaja menempatkan Kinara di lantai 2 gedung ini." Ujar Gathan geram.


Gathan pun kembali mencoba untuk berdiri, Kini ia hanya punya waktu 15 menit lagi, dan yah... Gathan bisa berdiri dan berjalan dengan tergopoh-gopoh menaiki anak tangga di depannya.


Walaupun seberapa sulit baginya Gathan tetap mencoba menaiki anak tangga itu, Ia sudah terjatuh lebih 5 kali namun ia tak menyerah, yang ada di pikirannya kali ini adalah istrinya Kinara.


"Kinara bertahanlah... Aku... Sudah sampai. Aku akan menemukan mu." Ucap Gathan berusaha berdiri lagi saat ia kembali jatuh ketika sampai di lantai 2.


Gathan pun berjalan menelusuri ruangan yang seperti labirin tersebut, Kemudian terdengar suara yang menuntun Gathan menuju ruangan dimana Kinara berada. Dan Gathan pun tanpa banyak pikir langsung mengikuti instruksi orang yang menuntunnya tersebut.


"Kin-, Kinara?!" Seru Gathan saat melihat Kinara yang sudah lemah tak berdaya penuh memar dan luka bakar.


"Mas.... Gathan.." Ucap Kinara lemah seraya menatap dengan berat ke arah Gathan.


Dengan sudah payah Gathan kembali berjalan menuju ke arah Kinara di bantu tongkat kayu yang ia temukan saat perjalanan menuju ruangan tersebut.


"Mas, Ka-, Kamu... Kamu udah bisa jalan?" Tanya Kinara dengan senyuman yang lemah.


"Kau ini masih sempat-sempatnya ya?! Lihat kau ini! Kau sudah seperti orang sekarat tau gak?!" Bentak Gathan kesal.


"Aku memang... hampir... Mati." Balas Kinara lemah yang membuat hati Gathan terasa tercubit.


"Tidak! Kau akan baik-baik saja, jangan omong kosong, aku akan membawamu pergi dari sini." Tukas Gathan seraya melepaskan tali yang mengikat istrinya itu.


Prok prok prok


"Sungguh pertunjukan yang bagus, ternyata kau sangat di cintai oleh suamimu ya?" Ujarnya tertawa jengkel.


"Kau!! Ternyata benar-benar kalian?! Kalian iblis! Mengapa kalian memperlakukan keluarga kalian sendiri seperti ini?!" Sarkas Gathan emosi.


"Hahaha Dia? Dia tidak pantas jadi keluargaku!" Cercah Bella tertawa menghina.

__ADS_1


"Mas... Aku mohon pergilah, Kak Bella sangat kejam." Bisik Kinara gemetaran.


Gathan lantas menggeleng, ia tak mungkin pergi dari tempat itu tanpa istrinya, luka di tubuh Kinara juga harus segera di obati atau itu akan infeksi dan dapat membahayakan Kinara.


"Oh ini uangnya kan?" Tanya Bella meraih tas hitam di lantai.


"Ini hanya 2 miliar, dimana sisanya?" Tanya Andin yang membuka tas itu dan menghitungnya.


"Aku tidak bisa membawa semuanya sendiri." Jawab Gathan dingin.


"Hahaha dasar pria lumpuh tak berguna!" Umpat Bella tertawa menghina.


"Jangan hina suamiku!" Teriak Kinara emosi ketika mendengar suaminya dihina.


Bella lantas memanggil anak buahnya dan memerintahkan mereka memisahkan Kinara dan Gathan, Kini Kinara dalam tahanan para anak buah Gathan sementara Gathan sendiri masih tetap di posisinya.


"Serahkan sisa uangnya atau Kinara tewas!" Ancam Bella tak main-main.


Gathan lantas menoleh ke arah dimana istrinya yang sedang di todong dengan pisau, Bahkan anak buah Bella itupun salah satunya ada yang memiliki pistol.


"Jangan sakiti dia!" Teriak Gathan dengan mata yang merah.


"Hemm Bagus juga. Ternyata kau sangat berharga bagi Gathan Dierga ya kutu busuk?" Ujar Bella melirik Kinara sesaat.


Bella pun maju mendekati Gathan berniat untuk meraih kartu itu, Belum juga berhasil mendapatkan kartu dengan warna gold tersebut Bella sudah di kagetkan dengan para anak buahnya yang terlempar ke dalam ruangan itu dengan kondisi pingsan.


Bella menoleh ke arah Kinara dan sang mama yang tadi mengurus uang yang berhasil mereka peras dari Gathan, Bella kaget bukan kepalang melihat Sang Mama yang telah terkulai pingsan seperti anak buahnya yang lain.


"Kau! Apa yang kau lakukan?!" Sentak Bella menatap tajam Gathan.


"Aku hanya disini, apa kau melihat aku melakukan sesuatu?" Ujar Gathan santai.


Bella terdiam, Ia panik karena semuanya telah hancur, Kinara terbebaskan dan anak buah Gathan kini ganti mengepung bangunan kosong itu. Mau melarikan diri pun tidak mungkin pikir Bella.


Bella beralih menatap ke arah Kinara, Ia berlutut meminta maaf pada Kinara, sementara Gathan menatap curiga ke arah Bella, tidak mungkin Bella benar-benar meminta maaf pada Kinara. Begitu pikir Gathan.


"Tidak! Kinara awas, kalian cegat wanita itu!" Teriak Gathan saat melihat ternyata Bella meraih pistol di tubuh anak buahnya yang terkulai di belakang Kinara.


Para anak buah Gathan pun menjadi waspada dan bersiap menangkap Bella, Namun terlambat, Bella sudah berhasil mendapatkan pistol itu dan mengarahkannya ke kepala Kinara.

__ADS_1


"Hahaha terlambat!" Sarkas Bella tertawa puas.


"Kak... Ap-, apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Kinara terbata-bata saat merasakan ujung pistol di kepalanya.


"Tentu saja membunuhmu! Apa lagi?!" Jawab Bella tersenyum devil.


"Kak, Ki-, Kita ini saudara, kenapa harus begini?" Tanya Kinara lagi, ia berusaha mengalihkan kewaspadaan Bella.


Bella lantas berubah suram dengan penuturan Kinara itu, ia sungguh tak suka bahkan benci jika Kinara mengakuinya saudara, sementara Kinara lah yang telah mendorong dirinya untuk berbuat seperti ini. Hinaan sebagai anak tiri membuat Bella begitu membenci Kinara.


"Kau itu tidak pantas jadi saudara ku! Kau telah merenggut semua dariku! Kau mengambil status anak sah sementara aku status anak tiri! Disini kau yang anak tiri Kinara!" Cercah Bella membocorkan rahasia yang tersimpan lebih dari 10 tahun itu.


Kinara lemas, ia syok dengan penuturan kakak tirinya itu. "Engga! Engga mungkin! Kamu pasti bohong kan?!" Sarkas Kinara tak percaya.


"Kau pikir kenapa aku membencimu? Kalau bukan karena derita yang aku rasakan dengan status anak tiri ini?! Aku selalu di cemooh orang-orang karena kau!" Jelas Bella di akhiri bentakan di akhir Kalimatnya.


Kinara benar-benar tak sanggup mendengar kenyataan itu, Air matanya kembali tumpah tak sanggup menerima kenyataan bahwa ia adalah anak tiri yang sebenarnya.


"Tapi mengapa Papah tidak pernah mengatakan itu?" Ujar Kinara menahan Isak tangisnya.


"Papah selalu melihat wajah mendiang ibumu itu, kalau tidak, kau sudah terlantar diluar sana dan jadi gelandangan!" Cercah Bella semakin kesal.


"Hiks... Kenapa begini? Jadi siapa ayah kandungku?" Isak Kinara bertanya-tanya.


"Mana aku tau! Kau tanya ke kuburan ibumu itu!" Sarkas Bella melirik sinis Kinara.


Sementara Bella dan Kinara yang berdebat masa lalu, Gathan mengintruksikan anak buahnya untuk menangkap Bella saat ia dalam kondisi lengah seperti sekarang. Semoga saja Bella tak akan sempat melukai Kinara ketika di tangkap.


HAAPPP........


Bella berhasil di tahan oleh anak buah Gathan, Adit membawa Kinara mendekati Gathan, karena memang itu yang keduanya inginkan, memastikan kalau mereka sama-sama baik-baik saja.


"Mas gak terluka kan?" Tanya Kinara khawatir.


"Mengapa? Mengapa kau begitu baik padaku?" Tanya Gathan balik seraya mengusap pipi lembut Kinara.


"Karena aku cinta sama kamu mas. Kamu suamiku, dan selamanya kamu tetap suamiku, seseorang yang penting bagiku." Ungkap Kinara tulus.


UDAH LANJUT LAGI BESOK YA GUYSS..... DI BALIK RAHASIA PAHIT ITU SELAMAT UNTUK KINARA YANG UDAH BISA JUJUR DENGAN PERASAAN SENDIRI 🤗

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2