
"Mengapa? Mengapa kau begitu baik padaku?" Tanya Gathan balik seraya mengusap pipi lembut Kinara.
"Karena aku cinta sama kamu mas, Kamu suamiku dan selamanya kamu tetap suamiku, seseorang yang peting bagiku." Ungkap Kinara tulus.
Gathan terdiam, ia mengerutuki kebodohannya sendiri telah mencurigai istri sebaik Kinara. Bahkan disaat seperti inipun yang Kinara khawatir bukan dirinya yang sedang terluka parah tapi malah suaminya yang kenyataannya baik-baik saja.
"Kau bodoh! Kau bodoh Kinara! Aku sudah sekejam itu dan kau malah mencintaiku? Apa yang baik dariku? Sudah kejam, Cacat lagi." Tukas Gathan mengumpat dirinya sendiri.
"Mas jangan bicara begitu! Kamu gak cacat dimata aku, kamu sempurna mas. tentang bagaimana aku jatuh cinta sama kamu itu aku juga gak tau, perasaan ini tumbuh tanpa sadar dan tanpa bisa aku kendalikan." Balas Kinara tersenyum manis dengan rona merah yang menghiasi ketulusannya.
Bukannya membalas, Gathan malah mengajak pergi. "Adit bantu aku berdiri, Kita harus kerumah sakit secepatnya, Kinara butuh pengobatan." Ujar Gathan menatap Kinara.
Sungguh hati Kinara bagaikan sedang hujan bunga menyadari suami dinginnya itu telah menyebutkan namanya berkali-kali, Padahal sebelumnya Gathan selalu tidak bersedia menyebutkan nama Kinara dan itu mungkin karena faktor kecurigaan.
Gathan, Kinara dan Adit pun beranjak pergi meninggalkan Bella yang di tahan oleh anak buah Gathan, Bella berkali-kali berteriak bahwa mereka tak akan bisa lolos dari Kematian.
"Kinara! Apa kau tak mau tau keadaan papah?!" Teriak Bella yang berhasil menghentikan langkah kaki Kinara.
Kinara lantas berbalik dan mendekati Bella, Walaupun Arya bukan ayah kandungnya tapi tetap saja dia adalah ayahnya selama bertahun-tahun, seorang ayah yang telah merawatnya hingga ia dewasa.
"Dimana Papah?" Tanya Kinara to the point.
"Papah juga disini tentunya, dan dia siap membunuh suamimu!" Jawab Bella berbisik dan tertawa misterius.
*Apa?! Jadi ini hanyalah....* Batin Kinara yang kemudian berbalik melihat ke arah Gathan yang sedang menunggunya.
*Itu... Itu papah! Tidak mas Gathan dalam bahaya.* Batin Kinara berdiri dan berbalik pergi dengan langkah cepat menuju ke arah Gathan.
Gathan menatap aneh pada Kinara yang tampak pucat, ia semakin khawatir pada Kinara padahal disini dirinyalah yang sedang dalam bahaya.
"Ada apa tuan muda?" Tanya Adit yang merasakan pergerakan aneh dari Gathan.
"Adit, Lihatlah wajah Kinara, dia sangat pucat, cepat hubungi dokter untuk menyiapkan perawatan terbaik untuknya." Jawab Gathan di akhiri perintah.
Adit lantas terkekeh kecil menyadari tuan mudanya itu sedang khawatir dengan keadaan istrinya. "Baik tuan muda." Balas Adit mengangguk.
"PAPAH JANGAN!!!" Teriak Kinara berlari dengan sisa energinya untuk menuju ke belakang Gathan.
Adit dan Gathan lantas menoleh ke belakang mereka, terlihat Arya dengan pisau tajam di tangannya siap menusuk Gathan, mereka juga tak menyadarinya karena sibuk memikirkan keadaan Kinara.
"PAPAH TUNGGU APALAGI?! CEPAT BUNUH DIA!" Teriak Bella.
__ADS_1
"Gawat tuan muda cepat menghindar!" Tukas Adit berusaha membawa Gathan menyingkir dari arah tusukan itu.
"Mas Gathan awas!!" Teriak Kinara menghadang Arya dan pisau tajam itupun sekarang mendarat di perut Kinara.
Arya terbelalak, Ia benar-benar tidak berniat menusuk Kinara, yang ia ingin tusuk adalah Gathan. Arya menatap Kinara tak menyangka, yah! Dia benar-benar tak menyangka bahwa Kinara siap mengorbankan nyawa demi Gathan.
"Akhirnya.... Papah sendiri... yang mem-, aaahh membunuh ku." Ucap Kinara sesekali menarik nafasnya dalam-dalam seraya mengusap pipi Arya.
"Tidak! Aku tidak berniat menusuk mu! Yang ingin aku bunuh adalah suamimu!" Sentak Arya panik.
Kinara melorot tak sanggup menopang berat tubuhnya lagi, Arya jatuh terduduk dengan wajah panik, pisau di tangannya pun tergeletak begitu saja dengan darah segar Kinara yang masih menempel.
"Apa yang kalian lihat?! Tahan pria tua itu!" Teriak Gathan menghampiri Kinara di bantu Adit.
"Hey kau-, buka matamu! Kinara buka matamu!" Pinta Gathan menepuk pipi Kinara.
"Mas... Kenang-, Kenanglah... aku... Se-, sebagai orang.. yang pernah.. aahh mencintaimu." Ucap Kinara terpenggal-penggal dengan nafas yang tercekal.
"Apa yang kau katakan?! Kau gadis bodoh! Untuk apa jadi pahlawan menghadang pisau itu hah?!" Bentak Gathan tak habis pikir.
Kinara lantas tersenyum. "Mas masih sempat-sempatnya galak ya? Tapi.... Aku senang bisa melihat... wajahmu-, sebelum aku mati..." Lirih Kinara mengusap wajah tampan suaminya dengan sayang.
"Mas... Mu-, Mungkin ini adalah.... menit terakhir, Se-, sebelum aku, aahh...benar-benar... Memejamkan mataku-, untuk... Se-, selamanya, tidak bisakah... Ka-, kau bicara manis... padaku sedikit... Saja?" Ujar Kinara dengan nafas yang tercekal.
"Kau akan baik-baik saja Kinara! Aku jamin itu, bertahanlah!" Tukas Gathan tanpa sadar mengalirkan buliran bening dari mata indahnya.
"Ternyata... Aku cukup berarti." Ucap Kinara menyeka air mata Gathan.
"Mas... Ak-, aku... Aku mencintaimu mas, selamanya." Sambung Kinara tersenyum lemah dan wajahnya semakin pucat.
"Hiks.. aku juga, Aku mencintaimu Kinara, benar-benar mencintaimu, bertahanlah! Kita bisa memulai semuanya dari awal." Ungkap Gathan tulus dan jujur.
"Mas... Pe-, peluk aku." Pinta Kinara lemah.
Tanpa basa-basi Gathan memeluk erat Kinara yang membuat gadis itu tersenyum puas dan bahagia sebelum akhirnya benar-benar memejamkan matanya.
Merasakan tangan Kinara jatuh ke lantai dan berat tubuh Kinara juga ia yang menopang Gathan lantas melepaskan pelukannya dan menemukan Kinara sudah tidak sadarkan diri.
"Kinara? Kinara buka matamu! KINARA! BUKA MATAMU!" Pinta Gathan panas dingin karena khawatir seraya menepuk pipi Kinara berkali-kali.
"Tuan muda, Kita harus segera membawa nona muda kerumah sakit." Ujar Adit prihatin.
__ADS_1
Gathan lantas berdiri dan menggendong Kinara, Adit pun membuka matanya lebar tak percaya dengan apa yang ia lihat, Tuan mudanya berdiri dan menggendong seorang gadis, sungguh keajaiban di tengah-tengah musibah.
"Kalian tahan Mereka! Dan kau Arya Digta, kau akan membayar harga mahal karena berani menyakiti istriku!" Sarkas Gathan suram dan Arya hanya diam larut dalam keterkejutannya.
"Haha, percuma! Kutu busuk itu akan mati!" Umpat Bella tertawa puas.
DOR!!!
Sungguh mengagetkan, ternyata Gathan memiliki pistol di tangannya, dan kini Bella adalah orang pertama yang berakhir di ujung peluru senjata api milik Gathan itu.
"Buang sampah itu!" Umpat gathan dingin dan beranjak pergi membawa Kinara.
"Adit apa yang kau lakukan disitu?! Ayo cepat!" Sentak Gathan yang melihat Adit terpaku di tempatnya.
"Baik tuan muda." Ucap Adit tersadar dari keterkejutan nya dan bergegas mengikuti langkah Gathan.
_
_
30 menit kemudian Gathan dan Adit sampai di Dierga Hospital, Gathan menuju ruangan dokter yang merupakan temannya dan berteriak meminta untuk menyelamatkan istrinya.
DR. Rian, Begitulah orang-orang memanggilnya, Rian cukup kaget melihat Gathan berdiri normal di depannya hingga ia melupakan hal terpenting saat ini yaitu menyelamatkan Kinara.
"Bengong bodoh apa kau!! Selamatkan istriku!" Teriak Gathan emosi.
".... Baik, Ayo keruang UGD." Ucap Rian yang segera mengambil brangkar untuk membawa Kinara ke ruang UGD.
Kinara pun segera di larikan ke ruang UGD, Gathan mengikuti laju brangkar berjalan itu seraya menggenggam erat tangan Kinara, Ia bahkan tidak sadar bahwa dirinya bisa berdiri dan berjalan dengan normal sekarang.
"Sayang bertahanlah... Kamu akan baik-baik saja." Ucap Gathan mulai mengubah panggilannya pada Kinara.
*Ini semua salahku, Jika sampai terjadi sesuatu padamu maka aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri.* Batin Gathan penuh penyesalan.
*Kinara aku mohon bertahanlah... Jangan meninggalkanku, Aku minta maaf, aku benar-benar menyesal, aku mohon bertahanlah untukku.* Batin Gathan gusar.
SATU KATA DARI AKU UNTUK GATHAN RASAIN!👊
DAH NYESEL KAN? TELAT BAMBANG!😒 EHH SALAH NAMANYA KAN GATHAN BUKAN BAMBANG 🤭 MAAP MAAP 🙏😂
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1