
LANJUT EPISODE SEBELUMNYA YGY😙
"Kalian apa-apaan sih?! Lepasin Kinara, pergi kalian!" Sentak Anisa mendorong kedua orang itu.
"Apa kalian ingin dipecat?! Aku tidak segan-segan melaporkan kalian!" Sambung Anisa mengancam.
"Lo Kira gue takut? Engga! Bokap gue itu rekan bisnis pak Gathan, Lo kira Lo bisa bikin gue takut dengan itu? Hahaha kasihan sekali."
"......Megan, Lo gak takut, tapi kita berdua yang takut." Celetuk salah satu rekan dari wanita itu yang ternyata bernama megan.
"Iya, kami harus apa jika benar-benar dilaporkan?" Tanya yang satunya lagi.
"Tenang, Gue bakal lindungi kalian." Ucap Megan mantap yang membuat kedua rekannya lega.
Ditengah-tengah pembahasan mereka, Anisa membantu Kinara berdiri dan mengecek kondisi Kinara dengan berbisik-bisik. Saat dicek oleh Anisa ternyata dahi dan siku Kinara memar, itu pasti akibat terbentur dan menahan benturan tadi.
*Kenapa diperusahaan Mas Gathan ada karyawan seperti ini? Mereka benar-benar seenaknya.* Batin Kinara memegangi memar di sikunya seraya menatap Megan.
Megan yang melihat itu menjadi geram, dengan langkah kasar megan melangkah kehadapan Kinara dan menjambaknya lagi, sementara kedua rekannya menahan Anisa yang ingin membantu Kinara.
"Aghhh sakit." Lenguh Kinara kesakitan.
"Apa Lo liatin gue kaya tadi ha?!" Sentak Megan emosi.
"Tidak~ Tidak ada apa-apa~" Jawab Kinara dengan suara gemetar.
"Apa yang kalian lakukan?!" Tanya seseorang dengan nada tinggi.
Suara itupun berhasil membuat Megan melepaskan Kinara, begitu juga kedua rekannya yang melepaskan Anisa. Begitu dilepaskan Anisa langsung menghampiri Kinara dan membenarkan rambut Kinara perlahan.
"Apa yang kalian lakukan?!" Tanyanya dengan nada ketus.
"Pak.... Pak Adit?" Kejut Megan dan yang lain.
__ADS_1
"Kalian melakukan pembullyan diperusahaan?! Keberanian dari mana kalian ini?!" Ketus Adit lagi.
"Tidak, emm mereka terjatuh dan kami hanya menolong." Elak Megan takut-takut.
"Masih berani berdalih? Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalian melakukan pembullyan di perusahaan, Aku akan melaporkan hal ini kepada atasan." Tegas Adit penuh penekanan.
*Aduhh pekerjaa ku yang tenang akan hancur.* Batin Adit melirik kondisi Kinara.
"Tidak usah repot-repot, Aku sudah melihat segalanya." Ujar Gathan yang datang tiba-tiba.
Semua orang lantas terkejut, Apalagi Megan yang seketika menjadi panas dingin, bener-bener tidak ada tempat untuk mengelak lagi, Gathan mengakui melihat semuanya sendiri, dan kali ini Megan benar-benar dalam masalah.
"Kalian ini benar-benar! Peraturan sudah terpampang jelas dan kalian masih saja berkelahi?! Dan kau karyawan baru, Kau juga akan dipecat karena terlibat perkelahian ini." Tegas Gathan.
Anisa kaget namun dia tidak bisa tawar menawar dengan Gathan, Kinara pun tidak bisa diam, Anisa berkelahi demi menolong Kinara, tentu ini sedikit tak adil untuk Anisa.
Gathan menatap Kinara dengan nanar, Kemudian menghampiri Kinara dan menopangnya berdiri, Gathan sungguh kasihan melihat istrinya mengalami lebam.
"Nara..... Maaf, Maafkan aku datang terlambat." Ucap Gathan memeluk Kinara.
"Kau ingin tau, kan?! Baik! Adit kumpulkan semua karyawan di Lobby perusahaan, aku akan mengumumkan hal penting." Tegas Gathan memerintahkan.
"Dan kau karyawan baru, Kau juga ikut berkumpul sebelum mengemasi barang-barang mu." Sambung Gathan menatap Anisa dingin.
Kini Kinara benar-benar terguncang, Kinara tidak bisa membiarkan sahabat barunya kehilangan pekerjaannya hanya karena berusaha menolongnya dari pembullyan.
20 menit kemudian semuanya sudah berada di lobby perusahaan, termasuk Megan dan rekannya juga Anisa yang di tempatkan di bagian depan karena merekalah yang memiliki kasus.
"Saya sengaja mengumpulkan kalian semua disini karena dua hal, Pertama! Di perusahaan sudah terpampang jelas peraturan No Bullying, tapi masih saja ada yang sewenang-wenang melakukan pembullyan." Jelas Gathan panjang lebar.
"Kedua! ini adalah hal terpenting, Sebelumnya kalian telah banyak menebak-nebak hubungan saya dengan Kinara, dan banyak juga yang menuduh Kinara macam-macam, hari ini saya akan memperjelas semuanya dan menjawab pertanyaan seseorang yang secara tidak sopan angkat bicara dengan suara lantang kepada saya." Sambung Gathan melirik sinis Megan.
Seketika semua karyawan bising, Dan Kinara menjadi sangat gugup, apakah Gathan suaminya benar-benar akan mengungkap segalanya? Berbeda dengan Megan dan rekan-rekannya yang menunggu-nunggu hal tersebut, juga Anisa yang sebenarnya juga penasaran dengan hubungan Gathan dan Kinara.
__ADS_1
"Diam semuanya!" Perintah Gathan tegas.
"Dia, Kinara, Kinara Andriyana adalah istri sah saya Gathan Dierga! Dia adalah Nyonya CEO kalian, Siapapun yang tidak sopan kepadanya maka saya tampa pikir panjang akan memecat mereka!" Ungkap Gathan mantap dan tegas yang seketika membuat suasana menjadi hening.
*Hah?! Jadi selama ini aku temenan sama istri CEO? Ya ampun..... Mimpi apa aku selama ini.* Batin Anisa benar-benar tak menyangka.
Banyak karyawan yang panas dingin ketika mengetahui hal itu, Selama Kinara magang orang-orang di perusahaan kurang lebih selalu mengusahakan Kinara, karena mereka menganggap Kinara sebagai gadis liar yang menggoda CEO mereka.
"Megan dan kedua temannya melakukan kekerasan di perusahaan, Jadi mulai hari ini mereka bertiga akan di berhentikan." Ucap Gathan sungguh-sungguh.
*Apa?! Tidak! Aku tidak mau, aku harus menemui Papa dan minta tolong agar aku bisa tetap disini.* Batin Megan.
"Dan kamu anak baru, kamu....." Sambung Gathan yang di potong oleh Kinara.
"Mas jangan, Anisa gak salah mas." Cegah Kinara.
"Tapi dia melanggar aturan." Ucap Gathan kekeh.
"Dia tidak melanggar, Dia hanya berusaha menolongku, Jika tidak ada Anisa aku tidak hanya akan lebam, mungkin aku sudah terluka parah, Ini tidak adil bagi Anisa." Bujuk Kinara.
"Mas dengarkan, Jika Anisa lebih mementingkan menuruti aturan apa yang akan terjadi padaku? Mas pasti tau, kan?" Sambung Kinara lembut.
Gathan diam dan membenarkan apa yang istrinya katakan, jika bukan karena ada Anisa Kinara pasti luka parah. Disini Gathan menyadari bahwa Anisa sama seperti Kania, bersedia memiliki masalah hanya untuk membantu Kinara.
"Anisa, Kamu terlibat dalam perkelahian demi menolong istri saya, jadi kamu tidak jadi saya pecat, Saya hanya akan memotong gaji kamu bulan ini, apa kamu keberatan?" Ujar Gathan menatap Anisa.
"Sama sekali tidak keberatan pak, Terimakasih atas kesempatannya, saya tidak akan mengecewakan anda kedepannya." Balas Anisa bahagia.
Dengan itu semuanya pun selesai, para karyawan dipersilahkan kembali ke pekerjaan mereka, sementara Megan dan yang lain dengan berat hati membereskan barang-barang mereka dan pergi dari perusahaan.
*Megan-megan, Aku tau semua akal-akalan mu, Kau tidak bisa meminta ayahmu untuk menolong mu, akan aku lihat, pria sepertinya akan memilih putrinya atau keuntungannya sendiri? Benar-benar ku nantikan.* Batin Gathan tersenyum miring.
Lepas dari semuanya, Gathan pun segera membawa Kinara kerumah sakit, dan Anisa juga ikut atas permintaan Kinara, Gathan tentu saja setuju, karena ia tak bisa menolak keinginan istrinya, Lagi pula Anisa terluka demi menolong Kinara.
__ADS_1
ANISA BERUNTUNG BANGET😙
BERSAMBUNG..........................................