Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Diterima Baik


__ADS_3

"Siapa namamu?!" Ketua Gathan bertanya pada Kinara.


"Ki-Kinara Andriyana." Jawab Kinara gugup.


"Gathan apa maksudmu? Kamu mau menikahi gadis ini?" Tanya Mami Liska tak habis pikir.


"Mami jangan ikut campur! Intinya aku menikah dan keinginan mami juga udah terkabulkan kan? Jadi mami diam saja." Sarkas Gathan menyahuti mami Liska.


Mami Liska terdiam, yang dikatakan Gathan memang benar, ia hanya ingin Gathan menikah dan segera memberikannya cucu, dengan siapa ia menikah sama saja kan? Pikir mami Liska.


"Pak, Ganti nama mempelai wanita dengan Nama Kinara Andriyana." Ujar Gathan pada pak penghulu.


"Baik pak Gathan." Sahut pak penghulu angguk kepala.


Menerima balasan, Gathan menjabat tangan pak penghulu lalu mendengarkan kalimat ijab kobul yang pak penghulu ucapkan dengan senyum miring.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Gathan Dierga bin Hendriawan Dierga dengan Kinara Andriyana binti Arya Digta dengan maskawin uang tunai sebesar 200 juta rupiah dibayar tunai!" Ucap pak penghulu lantang.


"Saya terima nikah dan kawinnya Kinara Andriyana binti Arya Digta dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" Sahut Gathan mantap dan lantang.


"Bagaimana para saksi, Sah?" Tanya pak penghulu kepada semua saksi yang hadir.


"Sah..." Sahut semuanya serempak.


"Alhamdulillah..." Ucap pak penghulu di ikuti Kinara.


Pak penghulu pun membaca do'a yang di aminkan oleh Semuanya, kemudian mempelai wanita di anjurkan mencium tangan suaminya sebagai tanda hormatnya pada pemimpin di rumah tangganya kelak dan Gathan membalas dengan mencium kening Kinara.


*Ya Allah... Dengan cara yang tidak seharusnya hamba menikah dan menjadi istrinya. Hamba mohon... Bimbinglah hamba di kehidupan rumah tangga ini agar hamba mampu mempertahankan rumah tangga kami.* Batin Kinara berdo'a.


*Kuatkan hamba di segala cobaan yang akan datang nantinya, hamba ingin pernikahan ini menjadi yang pertama dan terakhir untuk hamba ya Allah...* Do'a Kinara lagi.


Acara pun usai, semua pelayan kembali melakukan pekerjaan mereka, sementara tiga orang suruhan Andin yang menyamar di tahan oleh anak buah Gathan di sebuah bangunan terbengkalai ujung kota dan dijaga ketat oleh puluhan penjaga.


Kinara di antar ke kamar Gathan oleh mami Liska, Mami Liska awalnya sedikit keberatan dengan Kinara namun setelah berbicara dengan Kinara mami Liska menjadi senang dan menyukai Kinara.


"Kinara ini adalah kamar Gathan, kedepannya akan menjadi kamar Kalian." Ujar mami Liska menunjukkan kamar Gathan.

__ADS_1


"Iya, terimakasih Tante." Balas Kinara tersenyum.


"Kamu ini kenapa sih? Dari tadi di ajak bicara manggilnya tante mulu, Mami ini maminya Gathan, jadi ibu mertua kamu. Mulai sekarang panggil Mami, Mami ok?" Tukas Mami Liska mengoreksi.


"Baik, Mam-Mami." Ucap Kinara gugup.


"Nah, begini kan enak dengernya." Ujar mami Liska puas.


"Oh iya, di dalam lemari mami udah siapkan pakaian dan perhiasan buat kamu, awalnya buat Bella sih tapikan sekarang kamu mantu mami jadi itu semua milik kamu sekarang." Sambung Mami Liska menjelaskan.


"KAK KINARA!!" Panggil seseorang dari jauh.


Panggilan itu sontak membuat Kinara menoleh ke arah dimana suara itu berasal, Mami Liska ikut menoleh karena penasaran, terlihat Gina yang berlari girang ke arah keduanya. Kemudian.....


PUKKK!!....


Gina memeluk Kinara dengan senyum bahagianya, Kinara hanya bisa ternganga dan penuh tanda tanya karena kemunculan Gina di hadapannya. Sedangkan Mami Liska terdiam karena penuh tanda tanya apakah kedua saling kenal.


"Gina? Kamu kenal sama Kinara?" Tanya mami Liska penasaran.


"Preman?" Tanya mami Liska lagi.


"Iya waktu itu, aku nganterin temen pulang kampus aku di cegat oleh 3 preman, 2 preman lari ketakutan dan satunya lagi dihajar habis sama kak Kinara." Jawab Gina antusias.


"Shuuttt Gina stop, malu nih..." Celetuk Kinara menutup mulut Gina.


Gina terkekeh begitu juga mami Liska, ia Kinara Kinara Gadis yang lemah ternyata diluar penampilan lembutnya.


"Jadi kamu ini?" Tanya Kinara menatap Gina yang telah ia lepaskan.


"Iya, aku ini adik ipar kakak! Ahhh senangnya... Kakak ipar idaman aku di kabulkan juga sama Allah." Celetuk Gina memeluk tangannya di dada tanda bahagia.


"Jadi kamu adiknya Mas Gathan?" Tanya Kinara mengubah panggilan nya kepada Gathan menjadi Mas.


"Iya! Ciee... Udah manggil mas aja nih." Goda Gina menyenggol bahu Kinara.


Kinara terdiam dan tersipu malu, sangking berusaha nya menerima Gathan sebagai suaminya Kinara sudah sejak tadi berlatih menyebutkan kata mas di dalam hati dan ternyata berhasil di utarakan, namun malunya malah di utarakan di depan Gina dan mami Liska langsung di menit pertama.

__ADS_1


"Sudah Gina, jangan ganggu kakak ipar kamu, udah sana biarkan Kinara ganti baju dulu, kan kasian pakai kebaya mulu, Pasti risih." Tukas mami Liska menatap Gina.


"Eh iya kelupaan saking senengnya. Maaf ya kak." Ucap Gina cengengesan yang di balas anggukan oleh Kinara.


"Ya udah aku sama mami pergi dulu ya, kak Gathan bentar lagi juga udah balik ke kamar, ingat tahan sampai nanti malam ya kak, jangan main di sore sore gini hahaha." Goda Gina tertawa.


"Gina oh mulutnya... Kamu belajar dari mana itu?!" Sarkas Mami Liska kaget.


"Dari Mami sama Papi lah, tiap tengah malam aku kebangun Mulu gara gara mami yang teriak teriak Mulu." Jawab Gina antusias tanpa malu.


"Ih sembarangan!" Sarkas Mami Liska menyangkal.


"Mami gak usah malu! Kamarku kan di sebelah kamar mami sama Papi, jadi kedengaran jelas banget! Lain kali kalo Papi ngajak olahraga malam ingetin buat mengaktifkan kedap suara..." Ucap Gina santai tanpa dosa seraya berlari pergi.


"Gina!!..." Geram Mami Liska namun Gina sudah lari lebih dulu.


Sementara itu Kinara sudah masuk kedalam kamar Gathan, ia mengambil sehelai pakaian ganti di lemari yang Mami Liska maksudkan. Sungguh tepat sekali karena Kinara ke kediaman keluarga Dierga tidak membawa apa-apa, hanya ponsel dan beberapa barang pribadi nya.


Kinara masuk kedalam kamar mandi, ia membuka kebaya yang ia pakai, walaupun sudah namun pada akhirnya terlepas juga. Ia taruh kebaya itu di keranjang cucian kotor lalu mencuci mukanya sebelum masuk kedalam bathub.


20 menit kemudian Kinara telah selesai dengan acara mandinya, ia keluar dengan pakaian barunya lalu menuju meja rias. Betapa terkejutnya mata kinara melihat skincare baru lengkap di meja rias itu.


"Mengapa Kak Bella nolak ya? Padahal mereka sangat baik. Bahkan perawatan wajah ini saja sudah mereka siapkan." Ujar Kinara heran.


"Sungguh ajaib, aku yang hidup dengan usaha sendiri, membeli apapun dengan usaha sendiri kini di suguhkan dengan semua barang bermerek ini." Tukas Kinara tak habis pikir.


"Ya Allah.... Mungkin ini sudah sempurna bagi orang lain, tapi yang aku inginkan hanya sebuah kehangatan keluarga. Lepas dari neraka itu aku harap ini adalah surgaku." Do'a Kinara penuh harap.


Kinara memutuskan untuk memakai skincare sederhana nya yang ada di dalam tasnya. Dan membiarkan skincare baru itu tetap di tempatnya hingga tiba saatnya dirinya memakainya.


Malam harinya Kinara berdiri di balkon kamar menikmati angin malam, sebelumnya ia sudah menyiapkan pakaian ganti untuk Gathan ketika Gathan datang nanti. BAK NARA ISTRI MANTEP DAH 🤭


"Udaranya enak banget di sini." Ucap Kinara dengan senyuman manisnya.


STOP.... UDAH UDAH..... TUNGGU KELANJUTANNYA OK? BYE BYE 👋👋👋


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2