
Keinan Sanjaya, atau biasa di sapa Kei, adalah teman masa kecil Erika yang juga merupakan sodara kembar Kenzo Sanjaya atau biasa di panggil Ken.
Kei baru saja tiba dari luar negri setelah berhasil menyelesaikan pendidikan S3 nya di Amerika. Kedatangannya kali ini ke rumah Erika adalah di dorong rasa rindu yang teramat sangat pada gadis itu.
"Hei Kei, itu benar kau?!" Ujar Erika saat seperti biasa menyiram bunga di pagi hari di taman perkarangan rumahnya. Tiba-tiba saja pria yang berdiri di depannya membuatnya sangat terkejut, meskipun wajah lelaki itu mirip dengan mantak kekasihnya, Kenzo. Tapi tetap saja Erika bisa mengenali perbedaaan di antara keduanya. "Hei..Kapan kau datang!" Lanjut Erika seraya menghambur ke pelukan Kei.
"Aku tiba ke tanah air baru kemarin, tapi aku sudah sangat merindukanmu, jadi aku datang kemari!" Ujar Kei sesaat Erika telah melepaskan pelukan persahabatan terhadapnya.
"Kau jahat, kau jarang menghubungiku saat kau di luar negri!" Rajuk Erika memanyunkan bibirnya dan itu tampak lucu.
"Maafkan aku Erika sayang, aku kan sibuk!" Ujar Kei seraya mencubit hidung Erika gemas.
"Sayang, sayang, memangnya aku kekasihmu? Nanti kalo kekasih sungguhanmu dengar, bisa habis kau nanti, hahaha." Ujar Erika seraya tergelak.
"Aku tidak punya pacar!" Kei pura-pura memasang muka sedih.
"Iya, tidak punya pacar, tapi banyak pacar. Hahaha." Goda Erika lagi. Dulu Kei memang terkenal play boy saat masa-masa sekolah. Untuk sebab itu Erika lebih memilih Kenzo yang menurutnya pendiam di bandingkan Kei yang player.
"Sungguh Erika, aku tidak bohong, aku kan sebenarnya hanya mencintaimu." Muka Kei berubah serius, membuat Erika mengehentikan gelak tawanya seketika. Kini matanya membelalak dan mulutnya menganga tak percaya. "Erika! Maukah kau menikah denganku? Aku tahu kau sudah putus dari Ken, jadi sekarang apakah kau mau memberi kesempatan untukku?" Ujar Ken lagi tiba-tiba, membuat Erika reflek membekap mulutnya sendiri, dan matanya tambah membelalak dengan lebar.
"Kei!"
"Hemm."
"Kau sedang tidak demam atau sakit kan? Bercandamu terdengar serius kali ini Kei! Kau berhasil membuatku sangat terkejut!" Ujar Erika seraya menempelkan punggung tangannya ke arah Kei.
"Apa aku terlihat sedang bercanda Erika?" Kei menatap ke arah Erika dengan serius. Membuat gadis itu langsung mundur beberapa langkah.
__ADS_1
"Kau..!" Erika terbata dan tertegun, seolah tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Hahahaha...Kena kau Erika! Kali ini bagaimana? Aktingku meyakinkan kan?" Sontak Kei tertawa terbahak saat Erika memasang wajah bodoh tak mengerti.
"Ah..Kau ini, ku pikir kau serius bodoh!" Rutuk Erika seraya menatap Kei dengan tatapan masam.
"Hahaha..apa kau sungguh ingin jika tadi itu aku serius?"
Sebenarnya aku serius Erika, tapi entah mengapa aku masih saja takut untuk mengatakannya dengan sungguh-sungguh. Bagaimanapun dulu aku mengatakannya berkali-kali, kau selalu saja menganggapku bercanda. Dan sebenarnya saat kau memilih Ken daripada aku, aku terluka Erika.
"Ah..Sudahlah jangan bicara omong kosong lagi, harusnya tadi aku tidak menghiraukanmu, kau itu sukanya membual saja dari dulu!" Sungut Erika kesal.
"Ya..Maafkan aku Erika sayang, aku hanya tak bisa menahan diri untuk menggodamu, Haha." Lagi-lagi Kei mengatakan kebohongan. Baginya tanggapan Erika tentang perasaanya terhadap gadis itu adalah kebohongan adalah hal yang biasa sejak dulu.
"Ah..Kau ini masih saja suka menggodaku, tapi ngomong-ngomong kau bertambah tampan ya!" Seru Erika seraya mengacak rambut Kei, tanpa di sadari muka Kei bersemu merah.
"Iya..sayangnya mukamu itu ada duplikatnya. Hahaha." Goda Erika seraya terbahak.
Kei hanya tersenyum mendengar celotehan Erika, ya memang yang di katakan Erika ada benarnya juga, yaitu benar pada kenyataannya Kei memiliki sodara kembar bernama Ken.
Dua sahabat kecil itu akhirnya larut dalam nostalgia masa lalu mereka hingga waktu menjelang siang.
*****
Kei kembali ke rumahnya setelah menyelesaikan sarapannya di rumah Erika, Ibu Erika yang sudah tampak sehat memaksakan nasi goreng untuk mereka berdua.
Sebenarnya kedatangan Ken dari luar negri ada niat tersendiri, diam-diam ia sudah menyiapkan sebuah cincin ntuk di berikan kepada Erika. Tapi sepertinya Ken belum menemukan moment yang pas untuk melamar gadis cantik itu. Berembus kabar kalo Erika akan segera menikah, membuat Kei mengurungkan niatnya.
__ADS_1
Di dalam mobil saat sedang menyetir menuju perjalanan pulang dari rumah Erika. Kei kembali terbayang oleh ucapan sodara kembarnya.
"Kei apa kau sungguh-sungguh dengan perasaanku pada Erika?" Tanya Ken dengan nada penasaran.
"Lebih dari yang kau tahu Ken, memangnya ada apa? Jangan bilang kau masih mengharapkannya, kau sudah mau menikah Ken!" Jawab Kei mantap sambil memperingatkan sodara kembarnya tersebut.
"Ah..Tidak, aku hanya ingin memberi tahuku satu Hal, bahwasannya Erika akan segera menikah!"
"Dengan siapa?" Kei tampak terkejut mendengar pernyataan sodara kembarnya.
"Dengan paman tiri dari calon istriku!"
"Apa!!" Kei bertambah terkejut. Bagaimana mungkin itu semua bisa terjadi. Gadis yang diam-diam ia tunggu-tunggu selama ini malah ingin menikah dengan orang lain. Batinnya sedikit pilu.
"Ya Kei, begitulah kenyataannya. Dan sepertinya mereka saling mencintai!" Lanjut Ken memanas-manasi. Sebenarnya dirinya sendiri masih belum rela jika harus melepas Erika sepenuhnya. Apa lagi jika harus melihat Erika bersanding dengan sodara kembarnya sendiri yang sudah menjadi rivalnya sejak kecil dalam memperebutkan hati gadis cantik itu.
Kei hanya pergi meniggalkan Ken begitu saja. Ia tidak ingin mendengar apapun lagi Ken, ia juga faham kalo sodara kembarnya itu hanya sedang ingin memanas-manasnya. Tapi, bagaimana kalo semua itu benar. Bagaimana kalo Erika benar-benar jatuh cinta dengan calon suaminya saat ini? Untuk itu Kei berusaha untuk memastikannya sendiri. Oleh sebab itu tadi ia datang mengunjungi Erika di rumahnya. Tapi sudah banyak hal yang mereka bicarakan, Kei tetap saja tak berani menyinggung soal perasaan Erika terhadap calon suaminya.
Ah..Payah!
Rutuk Kei seraya memukul setir kemudinya, merasa frustasi dan kesal pada diri sendiri.
Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan sekarang?
Gumamnya lagi, sambil matanya terus mengawasi jalanan yang ada di depannya. Tapi pikirannya entah sudah lari kemana.
Gadis itu, gadis yang bernama Erika, gadis yang tumbuh bersama di masa kecilnya. Telah menyita banyak pikirannya selama ini. Tapi ia Hanay bisa memendamnya begitu saja. Dan kini saat ia sudah memilik banyak keberanian untuk mengungkapkannya. Gadis itu malah akan segera menjadi milik orang lain.
__ADS_1
BERSAMBUNG....