
Dan...
"Aku merasa jatuh cinta pada istri ku!" Jawab Dave akhirnya, kali ini ia terlihat sungguh-sungguh. Bukan hanya sekedar ingin menutupi atau mencari pembenaran diri seperti yang ia katakan sebelumnya.
Semua tamu undangan pun mendadak riuh kembali, tampak di antara mereka kembali berbisik-bisik. Begitupun juga Ana, ia tampak terkejut dan tidak menduga pernyataan dari pamannya akan jadi begini.
"Paman, kau pasti salah bicara kan? Aku dengar kau akan segera membuang perempuan itu setelah kau berhasil mendapatkan warisan dari kakek." Ana bicara tak terima, hingga ia tak bisa berhenti bicara untuk mempermalukan Erika.
Dave tersenyum, "aku tidak salah bicara, atau sekedar bicara omong kosong, tapi aku sedang bicara kenyataan. Apakah tidak boleh, jika aku benar-benar jatuh cinta pada istriku sendiri?" Jelas Dave dengan suara tenang.
Tak lama kemudian terdengar suara tepukan tangan dari sahabat nya yaitu Andre. "Itu keren sekali brother?" Seru Andre. Dan itu mengundang tamu undangan lain yang tadi nya sempat hening jadi ikut bergemuruh bertepuk tangan mengikuti pria tersebut.
"Coba lihat, Erika seorang gadis yang cantik, ia juga baik dan tulus mencintaiku, lalu apa alasanku untuk tidak jatuh cinta padanya!" Dave menambahkan, dan itu membuat sorak dan tepuk tangan orang-orang di bawah podium bertambah riuh.
Sedangkan Ana, ia hanya bisa mengepalkan tangannya merasa kesal. Ia tak menyangka pamannya yang terkenal dingin itu bisa mengucapkan hal menggelikan semacam itu di depan umum hanya demi membela gadis murahan seperti Erika. Batinnya sungguh kesal.
Orang-orang yang tadi nya memandang sinis terhadap Erika pun, kini pandangan mereka pun sedikit berubah. Mereka semakin salut dengan kisah cinta mereka berdua.
Apa semua yang kau katakan tadi itu sungguh-sungguh Dave? jika benar, aku sungguh-sungguh terkesan. Gumam Erika merasa senang dalam hati, hampir-hampir ia menitikan air mata karena terharu.
Sekarang Dave pun turun dari podium meninggalkan Ana yang masih berdiri mematung disana dengan perasaan dongkol. Niat mempermalukan, malah sekarang ia sendiri yang seolah sedang di permalukan di depan umum.
Dave pun segera menghampiri Erika. "Apa kau senang mendengar pernyataan dariku?" Tanya Dave sambil menatap dalam ke dalam dua bola mata Erika yang indah.
"Apa kau tadi sungguh-sungguh dengan ucapanmu?" Erika malah balik bertanya.
"Tentu saja!" Jawab Dave mantap.
__ADS_1
"Benarkah?" Erika masih belum mempercayai sepenuhnya, ia masih menatap Dave dengan tatapan menyelidik.
"Apakah aku harus berlutut dulu agar kau percaya!" Seloroh Dave tapi dengan wajah yang tampak serius.
Erika pun menggeleng cepat. "Tidak perlu, aku percaya! Terima kasih ya!" Seru Erika seraya tersenyum senang.
Tanpa berkata apa-apa lagi Dave pun langsung memeluk Erika. "Terimakasih karena sudah mempercayaiku!" Bisik Dave lirih di dekat telinga Erika.
Tak lama kemudian kembali terdengar suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan. Mereka tampak terharu dengan kisah cinta antara Erika dan Dave.
"Kalian berdua jangan harap bisa mengelabuhi aku!" Seru seorang pria yang terlihat lebih tua dari Dave, yang tiba-tiba muncul di balik kerumunan. Dan di sisi pria tersebut telah berdiri Ana yang merupakan putri dari pria tersebut.
Keadaan kembali menjadi hening. Semua mata jadi tertuju ke asal suara. Dan Ana kembali menyunggingkan senyum kemenangannya.
******
Diam-diam beberapa hari ini, Mark pun telah menyelidiki tentang hal ini. Dan sesuai dengan dugaannya. Ada yang tidak beres dengan pengelolaan keuangan di grup K yang saat itu di pimpin oleh Ken putra dari pemilik grup S.
Sekarang semua bukti telah terkumpul. Ken dan keluarganya tidak akan bisa mengelak lagi. Sudah jelas laki-laki muda bernama Ken tersebut telah melakukan penggelapan keuangan yang sangat besar hingga menyebabkan grup K mengalami kerugian besar dan kebangkrutan.
"Kau harus membayar semuanya pada Erika, Ken!" Gumam Mark geram. Ia pun segera menyalin semua dokumen yang ada di dalam komputer dan mengumpulkannya ke dalam sebuah flash disc. Yang akhirnya nanti bisa ia jadikan sebagai bukti untuk menuntut grup S.
Selesai dengan itu, Mark pun segera bergegas pergi menyusul Dave ke tempat resepsi pernikahan Ken dan Ana.
Mark seolah datang di waktu yang tepat.
Dave tampak terlihat sedang bersih tegang dengan kakak tirinya, orang tua dari Ana.
__ADS_1
"Jika benar pernikahanmu ini terbukti hanya pura-pura saja demi mengelabuhi ku, jangan harap bisa mendapatkan warisan dari mendiang ayahku!" Seru pria yang merupakan kakak tiri Dave dengan angkuh.
"Ayah mu adalah ayah ku juga, jangan lupakan itu!" Balas Dave dingin. "Lalu apa hak kakak untuk ikut campur urusanku, bukankah aku sudah memenuhi persyaratan yang sudah di berikan oleh mendiang ayah kita! Lalu masalahnya apa?" Tantang Dave dengan berani. Sudah lama ia ingin melakukan hal ini kepada kakak tiri nya yang sombong itu.
"Kau?!" Billy kakak tiri Dave seolah tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Jangan memksaku untuk lebih mempermalukan mu dengan berusaha mempermalukan ku juga istriku!" Ujar Dave sinis.
"Hai Mark, akhirnya kau datang juga, kemari lah!" Ujar Dave dengan senyum kemenangan. Tadi sebelum berangkat ke tempat ini Mark sempat menelpon Dave dan menceritakan perihal dokument yang telah ia temukan.
Wajah Billy pun sangat panik. Ia tak bisa menebak apa yang sebenarnya yang di rencanakan Dave demi mempermalukan dirinya. Begitupun dengan Ana. Wajahnya tampak menegang.
Sedangkan para tamu undangan kembali terdengar berbisik-bisik.
"Aku rasa, menikah dengan seseorang yang kita rebut dari orang lain itu lebih memalukan!" Sindir Dave dengan tersenyum sinis. "Dan lebih memalukan lagi jika orang yang direbut itu tidak lain hanyalah sekedar sampah!" Tambah Dave yang sudah tak dapat menahan diri lagi. Dendamnya pada kakak tirinya selama ini harus tuntas sekarang juga.
"Sayang, kamu akan melihat pertunjukan menarik hari ini!" Seru Dave pada Erika yang berdiri di sampingnya.
Hari ini Dave benar-benar banyak bicara. Batin Erika sedikit terkejut.
"Apa maksudmu! Jangan mengacau di pernikahan putri ku!" Seru Billy yang makin tersulut emosinya, dan itu bagus menurut Dave.
"Sabarlah sebentar kakak, jangan terburu-buru, nikmati saja alurnya!" Ujar Dave seraya tersenyum miring.
Tak lama kemudian Mark mendekat dan membisikkan sesuatu pada Dave. Membuat semua orang jadi semakin penasaran.
Tunggulah sebentar lagi. Tamatlah riwayat kalian semua! Seru Dave dalam hati.
__ADS_1
BERSAMBUNG.