Istri Pura-pura

Istri Pura-pura
Ken akhirnya di penjara


__ADS_3

Semua orang masih tampak menunggu.


Begitupun dengan Billy dan putrinya Ana. Wajah mereka tampak menegang.


Keluarga Ken terlebih apa lagi. Ibu nya Ken sampai pingsan ketika Beberapa polisi datang membawa surat tahanan atas nama Ken.


Semua orang jadi kembali riuh berbisik-bisik. Mencoba menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.


"Sodara Ken, anda di nyatakan bersalah, dan kami membawa surat izin untuk menahan anda. Jika ingin memberi keterangan, silahkan jelaskan di kantor kami nanti!" Ujar seorang polisi sambil memberikan bukti surat penahanan yang ia bawa.


"Salah saya apa pak!" Ken berusaha membela diri." Matanya tampak nanar ketakutan.


"Anda terbukti telah menggelapkan uang dengan jumlah yang sangat banyak dari perusahaan grup K." Jelas sang polisi. Dan itu membuat Ken tercengang. Ia tak menyangka kedoknya akan terbongkar secepat ini. Padahal ia sudah mengusahakan untuk bermain rapi.


Tidak hanya Ken yang merasa kaget, seluruh tamu undangan juga merasa kaget. Tidak menyangka putra dari grup S yang terkenal cerdas dan santun bisa melakukan hal sememalukan itu.


"Jangan tangkap putra saya pak, tangkap saya saja" Ayah Ken memohon dengan tatapan cemas. Ia sadar, ia lah yang patut di salahkan dalam masalah ini.


Karena penggelapan uang yang di lakukan Ken, bukan semata-mata keinginan Ken. Melainkan keinginan ayahnya juga demi menutupi hutang grup S milik mereka. Ken hanyalah tumbal keserakahan ayahnya sendiri.


"Maaf, kami terpaksa harus tetap membawa sodara Ken ke kantor polisi. Untuk mengajukan banding atau pembelaan, silahkan anda mencari pengacara dan bicarakan semuanya di kantor kami!" Ujar sang polisi lagi sambil memasang borgol di tangan Ken, kemudian menggiring Ken keluar gedung reesepsinya.


"Ayah, Ibu! Tolong aku! Apa salah ku, tolong lepaskan aku!" Ken terus saja meronta.


Tapi ayahnya tak bisa berbuat apa-apa, iya juga harus mengurusi istrinya yang tiba-tiba pingsan karena syok berat tadi.


Sedangkan Dave, kini tersenyum penuh kemenangan. Mark yang berdiri di sampingnya pun turut tersenyum puas.


"Itulah akibatnya jika harus menjadi orang yang terlalu serakah!" Gumam Dave yang kemudian di anggukki oleh Mark yang masih berdiri di sampingnya.


Melihat itu Erika datang mendekat. "Kalian yang merencanakan semua ini?" Ujar Erika pada Dave dan Mark dengan tatapan bingung.


"Seperti yang kau lihat!" Dave tersenyum hangat ke arah Erika.


"Benarkah? Terimakasih!" Seru Erika merasa terharu.


Iya merasa lega, akhirnya dendam keluarganya terbalas sudah. Ia tak menyangka inilah akhir dari hidup Ken dan keluarganya. Sebentar lagi mereka pasti juga akan merasakan penderitaan seperti yang pernah Erika rasakan. Jatuh miskin, bangkrut dan cemooh banyak orang. Erika tahu rasa pahitnya. Untuk itu ia ingin Ken bisa turut merasakannya. Bukannya bermaksud kejam. Hanya saja, semoga semua itu bisa menjadi pelajaran berharga untuk keluarga mereka. Gumam Erika dalam hati.


Sedangkan keluarga Billy yang merasa di permalukan di pesta pernikahan putrinya sendiri. Akhirnya membubarkan para tamu undangan. Dan pernikahan pun terancam batal. Dan mungkin tak kan pernah di lanjutkan lagi.


"Ana tolong aku!" Seru Ken dengan tatapan memohon pada kekasihnya itu.


Tapi Ana hanya menggeleng. Ia terlihat tampak syok. Kemudian ia memilih untuk lari entah kemana.

__ADS_1


"Ana! Ana! Jangan tinggalkan aku!" Teriak Ken kalap saat akan di masukkan ke dalam mobil polisi.


******


Epilog


Dave dan Erika sedang menikmati makan malam di sebuah restorant mewah.


"Apa kau bahagia malam ini?" Tanya Dave sambil memegang jari jemari Erika yang terletak di atas meja makan yang mereka tempati sekarang.


Erika tersenyum. "Tentu saja!"


"Jadi apa kau menikah sungguhan denganku?"


"Apa?" Erika tampak terkejut.


"Ayolah jangan pura-pura tidak dengar, jangan sampai kau membuat ku mengulang pertanyaanku, aku tidak suka melakukan hal itu!" Dave memasang muka masam.


Erika masih tampak terdiam. Ia masih enggan untuk menjawab. Semua masih terasa mimpi baginya.


Flash back ke belakang.


Setelah penangkapan Ken, dan Ken pun di nyatakan bersalah dan bahkan tidak bisa mengajukan banding karena tidak punya bukti untuk melakukan penyangkalan.


Dave lah yang lebih dulu mengenal Erika, bahkan saat ke pemakaman ayah Erika saat awal mereka berkenalan. Dave sendiri yang mengatur awal pertemuan itu. Ia sengaja memarkir mobilnya disana. Sehingga seolah-olah Erika tengah menabrak mobilnya, padahal Dave lah yang merusak mobilnya sendiri. Semua ia lakukan demi bisa dekat dengan gadis itu.


Kalian pasti bertanya, sejak kapan Dave kenal dengan Erika?


Jawabannya adalah, sejak Dave pernah menolong ayah Erika yang tiba-tiba penyakit jantungnya kambuh. Dave lah yang membawa pria tua tersebut ke rumah sakit.


Sebagai rasa terimakasih, pria tua itu pun berniat menjodohkan putrinya, yaitu Erika pada Dave yang saat itu telah menolongnya.


Pria tua itu pun memberikan foto Erika pada Dave. Tapi Dave hanya menyimpan foto tersebut di dompetnya.


Dan selang beberapa hari, terdengar berita bahwa ayah Erika meninggal.


Dave pun berpikir, tak mungkin baginya untuk bicara terus terang pada Erika prihal permintaan ayahnya tersebut pada Erika. Untuk itu ia menemukan ide agar pertemuanya dengan Erika seolah terjadi begitu saja layaknya sebuah kebetulan.


Nah begitulah ceritanya.


Flash back off.


"Memang sejak kapan tepatnya kau mulai jatuh cinta padaku!" Ujar Erika ragu-ragu. Ia hanya ingin memastikan semuanya sebelum menjawab pertanyaan dari Dave.

__ADS_1


"Emmm...Sebenarnya sejak melihat foto mu, tapi aku hanya sedikit tertarik saja waktu itu!" Ujar Dave sambil tersenyum tipis dan tak misterius.


"Fotoku?" Erika mengerutkan dahinya merasa bingung.


Dengan segera Dave berusaha merogoh saku jas nya untuk meraih domoetnya, kemudian ia mengeluarkan selembar foto dari dalam dompet tersebut. Lantas kemudian ia menyerahkan foto tersebut pada Erika.


"Apa ini?" Erika meraih foto dari tangan Dave dengan tatapan ragu-ragu.


"Ini kan fotoku, kenapa bisa ada padamu?!" Erika bertambah heran, padahal selama ini ia tak pernah memberikan foto nya pada siapapun, lalu bagaimana Dave bisa memilikinya? Batin Erika merasa semakin bingung. Oh atau mungkin ia mengambilnya di internet lalu mencetaknya? Tapi itu tidak mungkin. Mana mungkin Dave jadi orang yang kurang kerjaan seperti itu. Lagipula aku juga tidak pernah merasa mengunggah fotoku yang ini di sosial media. Ah ya...! Erika seolah teringat sesuatu.


Ini kan fotoku yang ada di dompet ayah ku! Bagaimana Dave bisa mendapatkan foto ini? Erika berusaha menarik sebuah kesimpulan.


Jangan-jangan....


"Ceritanya panjang, nanti ku ceritakan saat nanti kita di rumah, saat ini yang terpenting, jawab pertanyaanku dulu. Maukah kamu menikah sungguhan denganku dan menjadi istri sungguhan untukku!" Dave akhirnya mengalah, ia mengulang kata-katanya.


"Apa masih perlu ku jawab, tentu saja aku bersedia!" Jawab Erika dengan senyum dan raut wajah bahagia.


"Yes...!" Seru Dave lirih.


"Kau kenapa?" Erika tertawa, menurutnya tingkah Dave sangat lucu.


"Bukan apa-apa, aku hanya merasa sangat bahagia saja!" Ujar Dave dengan rona pipi bersemu merah.


"Aku juga sama, aku bahagia sayang!" Erika kembali menahan tawanya, ia merasa malu saat memanggil sayang pada Dave.


"Coba ulangi, aku tidak dengar, tadi kau bilang apa tadi...!" Goda Dave jahil.


"Aku bilang Dave itu sombong, dingin dan menyebalkan."


"Bohong, kau tidak bilang begitu tadi!"


"Memangnya kau ingin aku bilang apa?" Erika balik menggoda.


"Kau ini!"


Mereka pun akhirnya tertawa bersama dengan penuh kehangatan. Kisah cinta yang indah ini semoga akan terus berlanjut.


TAMAT.


Mohon maaf jika ada kekurangannya. 😊


Dan tunggu lah season keduanya.

__ADS_1


Terimakasih dan sampai jumpa. πŸ˜‰


__ADS_2