
Selesai makan siang, Erika sudah tak sabar untuk bercerita banyak hal pada Mark, terutama tentang perasaanya terhadap Dave yang semakin lama, tak bisa di bendung lagi. Entah dengan cara apa lagi Erika harus menahan segala rasa yang ada.
Erika dan Mark sudah tampak selesai dan membayar makanan mereka. Setelah itu mereka pergi dari tempat itu dan akan menuju suatu tempat
"Mark, sebenarnya kita mau kemana?" Ujar Erika yang kini duduk di samping Mark dengan dalam mobil, sekarang mobil sedang melaju dengan kecepatan sedang.
Mark hanya tersenyum penuh arti. "Nanti kau juga akan tahu!" Sahutnya seraya pandanganya tetap fokus menyusuri jalanan yang tampak lengang.
"Kau ini, sudah pandai main ya main rahasia-rahasiaan." Erika memasang wajah cemberut. Melihat itu Mark jadi gemas dan ingin sekali mencubit pipi gadis itu.
"Sabar E, nanti kau juga akan tahu!" Sahut Mark lagi seraya tersenyum geli melihat ekspresi wajah Erika melalui kaca spion.
Sekilas Erika melirik ke arah kaca spion yang sama, ia sempat melihat Mark yang sedang tersenyum padanya. Erika hanya membalasnya dengan lirikan tajam. Ia masih kesal dengan rasa penasarannya sendiri.
*****
Di kantor. Dave sedang memandangi sebuah foto seorang gadis yang baru saja ia ambil dari laci meja kerjanya. Wajahnya tiba-tiba saja murung ketika memandangi foto tersebut.
Sebuah slide kejadian tiga tahun yang lalu kembali terbayang di benaknya.
Flash back tiga tahun yang lalu.
Malam itu, Dave memasuki mobilnya dengan perasaan bahagia, ia baru saja membeli sebuket bunga tadi. Kemudian ia kembali melajukan mobilnya menyusuri jalanan menuju sebuah apartement.
__ADS_1
Sesekali ia memandangi sebuket bunga yang ia letakkan di sampingnya. Tangannya masih sibuk menyetir, tapi hati dan pikirannya sibuk merangkai kata untuk melamar seorang gadis.
Dave berniat memberikan kejutan pada kekasihnya di hari jadi mereka dengan cara melamarnya. Selain seikat bunga ia juga telah menyiapkan sebuah cincin berlian yang kini sudah ada di saku celananya.
Dave nampaknya sudah sampai di pelataran gedung apartement diamana kekasihnya itu tinggal. Ia pun mulai keluar dari mobil dengan senyum yang masih mengembang. Tak lupa ia raih bunga yang sempat di belinya tadi.
"Ini akan jadi kejutan yang manis untukmu sayang!" Gumam Dave pada dirinya sendiri, setelah itu ia mulai memasuki gedung apartement yang ada di hadapannya. Karena ini sebuah kejutan, jadi Dave datang diam-diam malam itu tanpa memberi tahu lebih dulu kekasihnya.
Dengan perasaan yang masih berbunga-bunga, Dave mulai menyusuri setiap koridor apartement hingga akhirnya sampai di depan pintu kamar yang ia tuju.
Sejenak ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskanya dengan cepat sebelum akhirnya ia mulai membuka pintu kamar tersebut dengan kuci cadangan yang di milikinya. Karena hubungan mereka sudah terjalin lama, jadi Dave dan kekasihnya saling bertukar kuci cadangan apartement masing-masing. Dulu Dave juga tinggal di apartement sebelum akhirnya pindah ke rumah mendiang Ayah dan Ibunya yang ia tinggali saat ini.
"Ceklek..!" Handle pintu sudah tampak terbuka sekarang. "Hei sayangku Elsa! I'm coming!" Seru Dave tanpa perasaan curiga sedikitpun.
Tapi sepertinya ruang tamu di dalam apartement tersebut terlihat sepi. Namun anehnya ada bekas cemilan dan minuman ringan yang berserakan di ruang tivi. Tapi lagi-lagi Dave tak menaru curiga. Ia berfikir Elsa kekasihnya itu baru saja menonton drama Korea kesukaanya bersama teman-teman wanitanya. Tanpa pikir panjang ia mulai memasuki ruang pribadi Elsa, yaitu kamar tidur.
Pandangan Elsa dan pria tersebut juga sama terkejutnya ketika melihat Dave sudah berdiri di ambang pintu kamarnya.
Dengan perasaan yang tak bisa di lukisan dengan kata-kata, Dave pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan langkah besar-besar. Jelas perasaanya kecewa, rasanya ia ingin sekali meninju pria yang tadi tidur dengan kekasih yang sangat di cintanya. Tapi untuk apa? Toh kekasihnya sendiri juga selama ini ternyata telah membodohinya dan menodai perasan tulusnya terhadapnya.
Sejak hari itu, Dave bersumpah tidak akan jatuh cinta atau tertarik dengan gadis manapun. Berkali-kali Elsa berusaha menemuinya dan menjelaskan semuanya, tapi Dave tidak ingin mendengar apapun lagi dari gadis penghianat tersebut.
Karena sikap Dave yang dingin tak mau tahu, sepertinya Elsa sangat menyesal dan merasa sangat frustasi, hingga ia meminum obat-obatan terlarang hingga overdosis dan meregang nyawa.
__ADS_1
Kisah cinta sangat teragis memang, apalagi setelah Dave mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di apartement Elsa malam itu.
Malam itu sebenarnya Elsa juga tengah menyiapkan kejutan untuk hari jadi mereka, dan benar teman-teman wanitanya baru saja dari apartement tersebut bersama seorang pria yang Dave lihat di kamarnya.
Pria tersebut adalah mantan kekasih Elsa sekaligus orang yang menjerumuskan Elsa pada dunia terlarang, Elsa di jebak memakai obat-obatan terlarang saat masih berpacaran dengan pria tersebut.
Akhirnya malam itu, mantan kekasih Elsa mengancamnya akan membocorkan rahasinya jika Elsa adalah seorang pemakai kepada Dave kekasih barunya. Pria itu ingin di layani nafsunya oleh Elsa, dan Elsa terpaksa menurut karena tak punya pilihan lain. Gadis itu takut kehilangan Dave jika Dave tahun yang sebenarnya. Elsa sangat mencintai Dave dan takut kehilangan kekasihnya yang baik dan sangat perhatian itu.
Tapi semua sudah terlanjur, nasi sudah menjadi bubur. Dave baru mengetahui semua kenyataanya dari seorang teman wanita Elsa setelah Elsa meninggal.
Dave juga merasa menyesal sudah mengabaikan Elsa dan tak mau tahu alasan yang sebenarnya. Cinta Dave tulus pada gadis itu, apapun keadaan gadis itu pasti Dave akan menerimanya. Tapi sayangnya Dave mengira gadis itu telah berhianat sehingga ia memutuskan untuk pergi dari kehidupan Elsa. Ternyata semua itu membuat Elsa merasa sangat kehilangan Dave hingga ia frustasi dan kehilangan akal. Ia meminum obat begitu banyak hingga mengalami over dosis.
Itulah sekelumit kisah masa lalu Dave dengan mantan kekasihnya Elsa. Itulah sebabnya ia tak ingin melibatkan perasaan pada gadis manapun, termasuk Erika istri pura-puranya. Entah apa rencananya dengan menyuruh Mark mendekati Erika. Hanya Dave yang tahu.
Lamunan Dave buyar ketika sebuah suara notivikasi pesan masuk di ponselnya.
Dave pun segera membuka pesan tersebut.
From Erika : Aku merindukanmu suamiku! π
Seulas senyum tampak tersembul di bibir Dave seusai membaca pesan singkat dari Erika.
Apa begini caramu menggodaku. Gumam Dave seraya tersenyum.
__ADS_1
BERSAMBUNG..
jangan lupa kasih dukungan dengan cara, like, coment dan vote ya.. terimakasih π₯°