
Pernikahan Kenzo dan Ana nicole terancam batal di karenakan peristiwa malam itu, peristiwa dimana Ken mabuk di pesta pernikahan Erika dan Dave. Ken yang kehilangan kesadaran karena pengaruh minuman keras, tanpa sengaja telah melontarkan kata-kata yang menurut Ana itu menyakitkan baginya. Ternyata tunangannya Ken masih begitu mengharapkan mantan kekasihnya yaitu Erika.
Alhasil Ken harus bersusah payah membujuk gadis manja itu agar mau kembali dalam pelukannya. Atau kalo tidak ia akan mengalami masalah besar, bisa-bisa ia tak di anggap anak lagi oleh ayahnya. Keluarga besar Sanjaya kini sangat bergantung pada Keluarga besar Nicole. Kalo saja sampai keluarga Sanjaya benar-benar memutus hubungan kerja sama karena masalah Ken dan Ana. Tamatlah riwayat keluarga Sanjaya yang harus bersiap-siap kehilangan investor sekaligus rekan bisnis terbesarnya yaitu keluarga Nicole.
"Kei! Kau harus membantuku menyelesaikan masalah ini!" Seru Ken kepada Kei sang saudara kembar. Mereka sedang bercakap-cakap di beranda samping rumah mereka.
Kei masih bergeming, ia masih sibuk menatap layar ponselnya, membalas sebuah pesan chat entah dari siapa.
Melihat itu Ken menjadi kesal. "Kau ini tuli atau apa sih! Kenapa kau diam saja dari tadi." Dengus Ken denga tatapan mengiris pada Kei saudara kembarnya itu.
"Hemm!" Jawab Kei akhirnya dengan nada santai sambil menyeruput kopi yang ada di meja di sisi ia duduk. "Ya..Kau temui saja Ana, kau beri ia seikat bunga, dan ucapkan kata maafmu dengan tulus." Lanjut Kei masih dengan nada bicara yang santai seperti pembawaannya selama ini.
Ken tampak menghembuskan nafasnya cepat. "Apa menurutmu semudah itu? Kau tidak tahu ya! Ana itu adalah gadis yang sangat keras kepala!" Ujar Ken sambil menyandarkan punggungnya ke punggung kursi yang di dudukinya. Wajahnya kini sudah tampak sangat frustasi. "Bahkan dia saja tak mau mengangkat telpon dariku dari kemarin, ya Tuhan! Kalo sampai ayah tahu tentang hal ini, habislah aku!" Ken menghela nafas panjang seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Hemm, lalu aku harus membantumu bagaimana sekarang?" Kei akhirnya memberi sedikit perhatian pada Ken yang baginya terlihat menyedihkan. Bagaimanapun Ken adalah saudara kembarnya, sejak kecil mereka memang tidak pernah akur. Meski begitu sebenarnya mereka saling peduli satu sama lain.
Ken kembali menegakkan posisi duduknya, sekarang ia tampak berpikir lagi. "Bagaimana kalo kau saja yang temui Ana dan jelaskan semua ini padanya. Katakan padanya kalo malam itu aku benar-benar menyesal telah membuatnya bersedih, dan katakan juga kalo aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatan seperti itu lagi lain kali." Ken menatap serius ke arah Kei yang masih sesekali memainkan ponselnya.
"Kenapa harus aku yang menemui Ana, aku kan juga baru kenal dia. Harusnya kau saja yang jelaskan sendiri padanya." Kei menatap ke arah Ken sekarang. Sorot matanya menunjukkan tanda keberatan.
"Ya..Karena Ana sepertinya tidak mau bicara padaku, apa lagi mendengar penjelasan ku. Lalu menurutmu aku harus minta tolong siapa lagi selain padamu." Wajah Ken kembali terlihat frustasi.
"Lalu menurutmu apakah Ana mau mendengarkan ku? Bagaimana kalau dia terkesan padaku dan malah jatuh cinta padaku?" Kei berkata seraya kembali menyeruput kopinya yang sudah mulai mendingin.
Sejenak Ken tampak berpikir. "Ya..Baguslah kalo dia jatuh cinta padamu, lagipula dia itu memang gadis yang merepotkan, kalo bukan karena ayah, aku juga tidak ingin bersama gadis itu!"
"Apa katamu! Jadi kau benar tak mencintai Ana sedikitpun? Dan kau ingin menikah dengan orang yang tidak kau cintai?" Kei nampak sedikit terkejut.
__ADS_1
"Aduh..!! Jangan membuatku tambah bingung. Kau tahu kan aku tak bisa menolak keinginan ayah kita. Lagipula sebenarnya Ana itu lumayan juga, aku hanya tidak suka saja dengan sikap manja dan keras kepalanya."
"Oh..Jadi seperti itu? Tapi bagaimana perasaanmu terhadap Erika?" Ujar Kei tiba-tiba, dan itu berhasil membuat Ken terkejut sekarang.
"Hei..Kenapa tiba-tiba membahas Erika?" Ken menatap menyelidik ke arah Kei saudaranya.
"Memangnya kenapa? Kau ribut dengan Ana juga karena soal Erika kan?" Kei masih bisa berlagak santai, padahal ia juga penasaran tentang perasaan Ken terhadap Erika.
"Huh..Jangan di tanya lagi, sebenarnya aku memang masih sayang dan peduli padanya, tapi dia sepertinya sudah membenciku, tapi Yasudahlah, dia juga sudah menikah."
"Hemm..Jadi begitu, pantas kalo Ana marah padamu, karena kau juga plin plan. Harusnya kau bertekad keras melupakan Erika jika kau sudah memutuskan untuk memilih Ana. Jangan pernah berpikir lagi tentang gadis lain saat kau sudah bersama seseorang yang peduli dan mencintaimu." Kata-kata Kei terdengar bijak sekarang. Ken sampai mengeriyitkan dahinya mendengar kata-kata dari Kei saudaranya yang terkenal play boy saat masa-masa SMA dulu.
"Wow..Darimana kau mempelajari kata-kata semacam itu? Aku sungguh terkesan, apa sekarang kau sudah belajar untuk setia?" Cibir Ken seraya terkekeh mengejek saudara kembarnya itu.
"Dari dulu aku memang setia, setia pada satu hati, tapi sayang orang yang ku cintai tidak pernah peka dengan perasaanku." Wajah Kei benar-benar berubah serius sekarang saat mengatakannya.
"Hei..kenapa jadi membahas tentang diriku, bukankah tadi kita membahas masalahmu dengan Ana nicole?" Lagi-lagi Kei berusaha menutupi perasaanya.
"Cih..aku kan hanya bertanya, apa susahnya menjawab. Jangan-jangan aku juga kenal dengan gadis yang kau sukai." Ken kembali mendesak Kei agar mau mengaku.
"Sudahlah, jangan pedulikan aku, biar saja aku yang tahu dengan siapa diriku suka. Sekarang kau fokus saja dengan masalahmu dan Ana. Jadi kau jadi minta bantuan ku tidak?"
Ken tampak kembali berpikir. " Ya..Karena mendengar saranmu tadi, Ya baiklah aku akan berusaha menyelesaikan masalah ini sendiri saja. Nanti malam aku akan berusaha menemuinya dan akan minta maaf dengan sungguh-sungguh." Ujar Ken akhirnya dengan wajah mantap.
"Ya..baguslah kalau sekarang kau sudah mengerti, jadi aku tak perlu repot-repot membereskan masalahmu!"
Ken malah tergelak mendengar ucapan saudara kembarnya itu. "Haha..Kau saja belum bisa membereskan masalahmu dengan gadis yang kau sukai." Ujar Ken dengan nada mengejek.
__ADS_1
"Cih..Apa-apaan ini? Yasudah jangan ceritakan masalahmu lagi padaku, kau ini bikin pusing saja dari dulu." Kei memasang wajah kesal sekarang.
Ken malah tambah tergelak. "Hahaha..Ternyata seorang mantan play boy ini bisa tiba-tiba gagu bila berhadapan dengan gadis yang ia sukai."
"Wah..Tambah kurang ajar ya kau rupanya. Aku tidak gagu, hanya saja dia sudah bersama orang lain sekarang, lalu aku bisa apa?" Wajah Kei terlihat sedih saat megucapkan kalimat terakhirnya.
Dan itu membuat Ken sedikit prihatin. "Wah..Sepertinya perasaanmu pada gadis itu sangat dalam juga ya, semoga kau segera dapat gadis pengganti yang lebih baik." Kali ini kata-kata Ken juga terdengar tulus.
Kei tersenyum. "Baru kali ini, aku merasa geli dengan pembicaraan kita, biasanya kita bertengkar terus."
Lagi-lagi Ken kembali tergelak. "Hahaha..Kau benar Kei, aku juga merasa pembicaraan ini menggelikan sekali."
Kei juga ikut tergelak sekarang. "Hahaha..Setidaknya aku jadi tahu kalau kau memang payah jika mengahadapi wanita."
"Hei..Siapa yang kau bilang payah, bukankah kau lebih payah. Haha..!" Sela Ken cepat dan di sambung dengan tawa.
"Kau yang payah!"
"Kau!"
"Haha..Kau!"
"Kau saja!"
Akhirnya saudara kembar itu berdebat dan terbahak bersama. Terlihat sangat akrab. Padahal hubungan mereka dulu tidak akur bagaikan anjing dan kucing. Itu di sebabkan merak menyukai gadis yang sama. Kei si ply boy tapi sebenarnya pemalu merasa di kalahkan oleh saudara kembarnya Ken yang cuek dan kekanak-kanakkan yang berhasil memenangkan hati Erika beberapa tahun lamanya. Tapi pada akhirnya mereka kini benar-benar harus kehilangan gadis itu sejak gadis itu memutuskan untuk menikah dengan orang lain.
BERSAMBUNG....
__ADS_1