
Perusahaan Dirgantara. Tbk. Adalah perusahaan yang di dirikan oleh 5 insfestor dari grup masing-masing. Yaitu grup S, milik keluarga Nadira yang tak lain adalah keluarga Erika, grup E, milik keluarga Nicole termasuk Dave, kemudian grup K, milik keluarga Sanjaya yang termasuk di dalamnya Kenzo Sanjaya, dan sodara kembarnya Keinan Sanjaya. Dan dua grup lainya yaitu grup B, dan grup F. Pendiri perusahaan Dirgantara. Tbk. Pendahulunya adalah lima sahabat yang saling bekerjasama dalam mendirikan perusahaan yang sudah meraksasa seperti sekarang ini.
Tapi sayang, ketika grup S, yang tak lain adalah pemilik saham keluarga Nadira, saat harus berada di bawah kepemimpinan ayah Erika yaitu almarhum Raka nadira. Grup S mengalami banyak kemunduran, bahkan kehilangan banyak saham demi menutup hutang perusahaan. Sepertinya waktu Ayah Erika sedang sakit, untuk sementara waktu kepemimpinan dari grup S di pegang oleh Kenzo dari grup K, yang tak lain dan tak bukan adalah kekasih dari Erika. Entahlah. mungkin saja Kenzo telah melakukan banyak penggelapan sejumlah uang, bahkan memindahkan sebagian saham grup S ke rekening Grup K yang merupakan grupnya sendiri. Tapi ini baru dugaan sementara. Erika tak punya cukup bukti untuk itu. Setelah puas menghabisi saham milik ayahnya, bahkan Erika Harus banyak kehilangan aset keluarga demi menutupi hutang perusahaan, di saat yang terberat seperti itu, Kenzo malah memilih untuk menerima perjodohan keluarga antara Grup K yaitu keluarga Kenzo dengan putri dari grup E, yaitu Putri ana nicole.
Untuk sebab itu, kenapa sekarang Erika seperti membenci pria itu, pria yang bernama Kenzo sanjaya. Yang dulu pernah mendapat tempat spesial dalam hatinya. Tapi sekarang tidak lagi. Erika berubah muak dengan pria tersebut, yang menurutnya pria tersebut tak ubahnya hanyalah seorang pecundang dan pengecut.
Pagi ini Erika datang ke kantor untuk menemui Dave, tanpa sengaja ia berpapasan dengan mantan kekasihnya yaitu Kenzo. Kemudian ia segera membuang muka dengan seolah tak ingin peduli berjalan melaluinya begitu saja. Tapi tak disangka Kenzo malah menarik tangannya hingga membuat langkah gadis itu terhenti.
"Kau mau apa? Lepaskan tanganku!" Ujar Erika dengan tatapan kesal.
"Ah..Maaf." Ujar Ken akhirnya seraya melepaskan tangan Erika. "Aku ingin bicara padamu, aku merasa frustasi kau mengacuhkan ku terus seperti ini, apa kita tidak bisa seperti dulu lagi? apa aku benar-benar sudah lenyap dalam hatimu?" Ujar Ken lagi dengan tatapan memelas.
Sejenak Erika malah tergelak. Merasa lucu dengan apa yang di tuturkan oleh mantan kekasihnya itu. "Hahaha.. Apa kau bilang tadi? Menurutmu? Setelah apa yang kau lakukan padaku, mencampakkan aku begitu saja saat aku mengalami banyak kesusahan seperti sekarang ini. Apa bisa aku bersikap baik lagi padamu, kenapa kau ini? bukankah kau sudah ada Ana yang akan menjadi istrimu. Sepertinya kau ini selain pengecut, ternyata kau tipe serakah juga rupanya!" Lanjut Erika seraya tersenyum jahat.
"Kau!" Ken sudah tampak kesal dengan celotehan Erika yang terdengar menyudutkannya. Lagi-lagi ia mengepalkan tangannya demi menahan diri dari emosinya. "Baiklah Erika, aku mengerti, kau mungkin saat ini salah paham padaku. Tapi suatu saat kau pasti akan tau kebenaran yang sesungguhnya." Ken berkata dengan nada normal. Sepertinya ia berhasil menahan segala gejolak emosinya.
"Cih...Omong kosong macam itu, kau pikir aku masih gadis bodoh yang dengan mudahnya dapat kau tipu dengan kata-kata manismu itu, cek..cek..kau salah Ken. Aku sudah banyak berubah sekarang. Jadi simpan saja omong kosongmu itu untuk calon istrimu saja. Tidak usah sok peduli lagi dengan hidupku. Kau ingat, bahkan aku bukan seorang nona muda lagi sekarang. Kau ingat itu." Menatap Ken dengan tatapan tak suka.
Ken lagi-lagi mengepalkan tangannya menahan geram. Eeegghhh...Dasar gadis keras kepala!
Tak jauh dari tempat mereka berdebat, Tiba-tiba saja Dave muncul dari arah belakang Erika, dan Ken bisa melihat dari balik punggung Erika, pria itu berjalan semakin mendekat ke arah Erika.
Tangan Dave tiba-tiba merangkul pundak Erika dari arah belakang, membuat Erika terkejut, tidak hanya Erika, Kenzo pun terlihat terkejut.
__ADS_1
"Apa ada masalah calon istriku?" Ujar Dave dengan berlagak santai, membuat Erika bingung dengan tingkahnya yang lagi-lagi tak bisa di tebak.
Erika masih di sergap rasa bingung, akhirnya ia menjawab pertanyaan Dave hanya dengan menggeleng pelan seraya menatap ke arah Dave dengan mulut menganga. Seolah tak percaya dengan sikap Dave terhadapnya.
Dave pun tersenyum melihat ekspresi Erika yang baginya tampak lucu itu. Tapi tidak dengan Ken, dari hembusan nafasnya saja, pria itu sudah mulai nampak terbakar cemburu. "Apa maksudnya dengan calon istri?" Ujar Ken yang sepertinya tidak bisa untuk menahan diri lagi. "Hai paman, apa kau yang kau bicarakan dengan kekasihku?" Lanjut Ken dengan tatapan mengiris.
"Hei..tunggu, apa aku tidak salah dengar? Siapa yang kau sebut kekasihmu? kita itu sudah putus, dan kau juga akan segera menikah, sadarlah, dan jangan bertindak kekanak-kanakan!" Balas Erika dengan tatapan yang sama menusuknya.
"Hai..Ken, Erika ini calon istriku, dan kau akan segera jadi keponakanku, sebentar lagi kita akan menjadi sebuah keluarga."
"Apa!!!" Ken semakin geram, ia mengepalkan tinjunya kuat-kuat. Hatinya terasa panas karena api cemburu yang perlahan merayapinya. "Se...jak kapan? Sejak kapan kalian dekat?" Suara Ken terbata. Pandangan matanya semakin tajam ke arah Erika dan Dave.
"Sejak kau memilih jadi pengecut dan meninggalkanku!" Ujar Erika lagi seraya tersenyum jahat.
"Yasudah pergi sana, aku juga tidak butuh rasa peduliku!" Erika berkata dari balik punggung Ken yang sudah mulai berjalan menjauh.
Setelah Ken menghilang dari hadapan Erika dan Dave, Erika tersenyum pada Dave yang masih tampak merangkul pundaknya. "Terimaksih ya?" Erika bergelayut manja di lengan Dave tanpa rasa canggung.
Tapi dengan cepat Dave mengibaskan tangannya. "Tidak perlu, untuk apa kau berterimakasih, aku hanya ingin memberi pelajaran saja pada pria itu, karena dia itu pria konyol yang sudah mencampakkan seorang wanita." Dave berkata dengan memasang wajah dinginnya.
Lalu? Apa suatau saat kau juga akan membuang ku, mencampakkan aku setelah kau sudah selesai dengan urusanmu? apa artiku di matamu Dave, jika sikapmu seperti ini terus, apa aku boleh mulai tertarik padamu? aku tahu sebenarnya kau baik, kau hanya suka menyembunyikanya di balik sikap dinginmu. Gumam Erika dalam hati sambil matanya menyelidik ke arah Dave.
"Hei..kenapa malah memandangiku terus seperti itu!" Ujar Dave pura-pura ketus, padahal mukanya sudah tampak memerah karena tersipu. Membuat Erika gemas dan ingin menggodanya.
__ADS_1
"Calon suamiku, aku kesini untuk membicarakan pernikahan kita, kita menikah tunggu tujuh harian kematian ayahku ya! kamu masih mau menungguku kan?" Erika berkata dengan nada manja. Membuat muka Dave makin memerah.
"Terserah kau saja!" Dave memalingkan wajahnya ke segala arah dan kemudian melangkah pergi dengan gaya seolah tak peduli.
Haha...Kenapa aku senang sekali melihat mukanya yang tampak malu-malu itu ya!
Kemudian Erika berlari-lari kecil menyusul Dave untuk menyamai langkahnya. "Sayang, kenapa kamu jalannya cepat sekali, kau tidak ingin apa mengajakku makan siang, aku kan sudah jauh-jauh datang ke kantormu." Ujar Erika dengan setengah berteriak.
Sedetik kemudian Dave menghentikan langkahnya secara mendadak dan langsung menghadap ke arah Erika, membuat Erika mau tidak mau menabrak dadanya yang bidang.
"Augghh..!!" Seru Erika seraya meringis polos ke arah Dave. Kemudian Dave memandang sekeliling sejenak. Para karyawannya terlihat sedang memandangi tingkah mereka berdua. Bahkan sekarang sudah ada yang tengah berbisik-bisik. Apa mereka sedang pacaran? Kira-kira seperti itulah arti tatapan mata dari para karyawan.
Dave tampak makin salah tingkah akibat ulah gadis yang ada di hadapannya saat ini. "Jaga sikapmu, jangan karena tadi aku bersikap baik padamu, kau bisa bertindak seenaknya sekarang!" Ujar Dave dengan berbisik di telinga Erika. "Jangan Ulangi lagi! ini kantor, aku harap kau bisa jaga sikapmu!" Lanjutnya seraya membenarkan jasnya dan memalingkan pandangannya ke arah para karyawannya yang masih saja memandangi mereka berdua.
"Kalian lihat apa! Cepat kerja! Atau kalian ingin di pecat karena bukannya bekerja malah sibuk bergosip!" Seru Dave dengan nada penuh wibawa. Alhasil para karyawan pun tak berani lagi menatapnya dan langsung kembali pada aktifitasnya masing-masing.
Erika pun ikut terdiam, tak ia sangka Dave begitu karismatik dihadapan para karyawannya.
"Kau ingin makan siang kan? Ayo ikut aku! tapi berjalanlah dengan jarak 1 meter di belakangku." Ujar Dave lagi dengan suara pelan, takut di dengar para karyawannya.
Erika masih tampak terdiam, merasa spichlees dengan ucapan Dave. Tapi dengan segera ia mengikuti instruksi Dave yang sudah lebih dulu berjalan di depannya.
Dave lagi-lagi menyunggingkan senyum tipis sat berjalan membelakangi Erika. Nampaknya ia juga senang menjahili gadis itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....