Istri Pura-pura

Istri Pura-pura
Episode terakhir


__ADS_3

Dave menatap Mark dengan sorot mata memohon, begitupun juga dengan Rihana. Membuat pria itu merasa dalam situasi dilema. Dave, pria itu bahkan bisa merasakan kalo ada yang di sembunyikan oleh Mark darinya. Namun, Rihana? Apa yang wanita itu sembunyikan darinya? Dan untuk apa ia melakukan semua itu terhadapnya? Batin Dave bertanya-tanya.


"Katakan Mark, ada apa ini sebenarnya?" Seru Dave dengan sorot mata penasaran dan membuat laki-laki yang di hadapannya itu menunduk. Sekilas Dave juga menatap ke arah wanita yang tengah berdiri di ambang pintu. Rihana. Ia juga tampak menunduk seperti Mark. Membuat Dave semakin penasaran.


******


"Maaf aku terpaksa menceritakan semuanya pada tuan Dave prihal keluarganya padanya!" Ujar Mark pada Rihana, mereka kini sudah berada di luar, duduk di bangku tunggu yang terletak di lorong koridor rumah sakit.


Rihana terdiam, ia hanya mengangguk pelan dan menundukkan kepalanya dalam.


"Apa kau memiliki perasaan pada tuan Dave?" Sontak pertanyaan dari Mark membuat Rihana mengangkat kepala.


"Apa?" Sahut Rihana dengan raut wajah terkejut.


Mark tersenyum samar. "Seperti yang kau dengar tadi, aku tanya apakah kau mulai memiliki perasaan pada tuan Dave?" Ulang Mark sekali lagi dan membuat Rihana tertunduk kembali menundukkan kepalanya. Ia memandang ke ujung sepatunya dengan perasaan yang tak bisa ia jelaskan dengan kata-kata.


"Aku tahu ini seharusnya tidak boleh terjadi, aku tahu betul tuan Dave sudah berkeluarga. Mungkin saat ini ia sedang lupa dengan keluarganya. Tapi saat ingatannya pulih, ia pasti akan segera kembali pada keluarganya. Jika aku terus memaksakan perasaanku terhadapnya. Aku tahu itu pasti akan melukai diriku sendiri pada akhirnya!" Jelas Rihana dengan wajah sendu, ia belum berani untuk mengangkat kepalanya kembali untuk bertemu dengan mata Mark. Ia tak ingin pria itu melihat bola matanya yang sudah mulai memanas dan memerah karena air mata yang berusaha mendesaknya untuk keluar. Hanya dengan satu kedipan saja, pasti tetesan-tetesan air mata itu akan tumpah. Dan ia tak mau itu terjadi. Ia ingin menahannya. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya kuat.


"Rihana..., apa kau baik-baik saja?" Mark merasa sedikit khawatir dan wanita yang ada di sampingnya itu lagi-lagi hanya mengangguk pelan.


"Kadang kau tidak perlu untuk berpura-pura kuat saat kau memang tak bisa melakukannya. Kalau kau memang merasakan sakit, ya menangis lah, kalo itu membuat perasaanmu bisa merasa lebih baik." Jelas Mark lagi, dan tak lama kemudian terdengar suara Rihana yang mulai terisak.


"Maaf..., aku tak bermaksud untuk...,"


"Tidak apa-apa tuan, kau benar, setelah menangis perasaanku jauh lebih baik dan merasa sedikit lega!" Sahut Rihana cepat memotong kalimat Mark.


Mark mengangguk seraya tersenyum tipis. "Baguslah, lalu setelah ini apa rencanamu?" Tanya Mark lagi.


Rihana menarik nafas serta menghembuskannya kasar. Sedangkan tangannya masih sibuk menghapus sisa-sisa air mata yang menempel di pipinya. "Entahlah tuan!" Jawabnya kemudian, "Mungkin aku akan mulai menjelaskan pelan-pelan pada putriku bahwa tuan Dave bukanlah ayahnya. Dan aku tahu, pasti itu sulit untuk di terima untuk anak sekecil dia." Mata Rihana mulai berkaca-kaca. Sejak awal ia hanya peduli dengan kebahagiaan putri kecilnya. Apapun akan ia lakukan demi putri kecilnya itu.


"Aku tahu masudmu baik Rihana, kau tidak ingin putri kecilmu kecewa, tapi kau tidak harus mengabaikan perasaan orang lain. Yang mungkin juga mengharapkan kebahagiaan yang sama seperti yang kau inginkan!" Tatapan Mark menerawang ke udara. Entah mengapa ia bisa mengucapkan kalimat yang bertentangan dengan apa yang sudah ia lakukan. Bahwa ia, kemarin malam dengan egoisnya ingin memaksakan perasaanya pada Erika. Padahal ia tahu kebahagiaan Erika hanya dengan Dave.


"Um..., aku mengerti tuan, untuk itu aku tidak akan memaksakan diri lagi, aku akan berusaha membuat putri kecilku mengerti." Rihana tersenyum samar. Ia tahu ia tak punya pilihan lain. Jika ini yang harus terjadi. Kali ini ia sudah pasrah.


Begini akan lebih baik untuk kita berdua, Rihana. Pasti menyakitkan mencintai orang yang mencintai orang lain. Jadi lebih relakan saja.


"Lalu, anda sendiri, apa rencana anda?" Rihana balik bertanya setelah tadi sempat ada jeda hening sesaat di antara mereka berdua.


"Aku...," Mark menunjuk dirinya sendiri dan Rihana mengangguk. "Mungkin aku akan berusaha berkata jujur pada Erika tentang keberadaan tuan Dave yang sebenarnya. Erika adalah nama istrinya tuan Dave."


Rihana terdiam, ia hanya mengangguk pelan.


Erika? Nama yang bagus? Pasti orangnya juga cantik.


"Lalu kapan kau akan memberi tahukan padanya?" Tanya Rihana lagi.

__ADS_1


"Secepatnya!" Sahut Mark singkat.


******


Epilog


Tiga hari telah berlalu sejak kejadian hari itu, dimana Mark sudah menceritakan semuanya pada Dave tentang keluarganya, yaitu tentang istri dan anaknya. Yang tak lain dan tak bukan adalah Erika dan Leo.


Sedangkan Rihana, wanita itu juga sudah menjelaskan pada putri kecilnya tentang prihal Dave yang sebenarnya yang ternyata bukan ayah kandungnya. Awalnya gadis kecil yang bernama Marsya itu merasa sedikit kecewa. Tapi seiring berjalannya waktu ia bisa dengan cepat menghilangkan kekecewaannya saat Dave berjanji akan sering mengunjunginya nanti.


Keadaan Dave sudah semakin membaik sejak hari itu. Seperti sebuah keajaiban. Rasa cintanya pada keluarganya membuatnya bersemangat untuk pulih dan tiba saatnya ia akan bertemu kembali dengan anak dan istrinya yang sangat ia rindukan.


"Ayah...," Suara Leo terdengar samar, seolah ada sesuatu yang tercekat di tenggorokannya. Sedangkan Erika yang berdiri di sisinya pun seolah mematung tak bisa berkata apa-apa.


Dave baru saja turun dari mobil dan sekarang sudah berdiri di pelataran rumahnya sendiri. Di sisinya berdiri Mark dan membisikkan sesuatu di telinganya. "Mereka berdua adalah keluargamu, tuan Dave. Anak dan istrimu!" Dave menatap dua orang tersebut yang juga sedang menatap ke arahnya. Erika dan Leo memang sengaja berdiri disana untuk menyambut kedatangan orang yang paling di cintainya dan di rindukannya selama ini.


Dave berjalan ke arah Erika dan Leo dengan langkah perlahan. Ia mungkin belum bisa mengingat semuanya. Tapi ia bisa merasakan ikatan batin yang terjalin di antara mereka.


"Ayah...!" Leo berlari menghambur ke arah Dave dan bersiap memeluk pria tersebut. Dave pun sudah berjongkok seraya merentangkan tangannya untuk menyamai tinggi bocah laki-laki itu. Tangis harupun pecah.


"Ayah kemana saja?" Tanya Leo polos, kini Dave sedang mendekap anak laki-laki itu dalam gendongannya.


Dave tersenyum, "maafkan ayah!" Sahutnya dengan tatapan sedih.


Leo menggeleng, "ayah tidak salah, kenapa ayah minta maaf, aku senang ayah sudah kembali!" Celotehnya lagi dan Dave pun merasa terharu, kau kemudian menciumi pucuk kepala putranya.


Erika yang melihat itu perlahan mendekat. Ingin rasanya ia juga dapat memeluk Dave. Tapi kelihatannya Dave masih merasa asing terhadapnya. Untuk itu ia tak berani untuk langsung memeluknya.


Dari ekor matanya, Dave dapat melihat saat ini Erika sudah berdiri tak jauh darinya sambil terus menatapnya. Ada sorot kerinduan yang mendalam di dalam mata wanita itu. Dave, kemudian menurunkan Leo dari gendongannya. Dan perlahan ia mendekati Erika.


Untuk sejenak mereka saling menatap. Seolah mencari sesuatu di dalam mata masing-masing. Erika hampir saja menangis, ia ingin sekali memeluk pria yang saat ini berada tepat di hadapannya. Tapi pria itu masih terdiam, tatapannya tanpa ekspresi. Membuat Erika ragu. Apakah benar ia masih Dave yang dulu. Suaminya?


Sret...


Sejenak Erika merasa tertegun. Dave telah menariknya dalam pelukannya, "Mungkin aku belum bisa mengingat sepenuhnya tentangmu, tapi aku yakin cintamu pasti selalu luar biasa untukku!" Dave tersenyum. Ia sudah dengar semua cerita tentang Erika dari Mark. Betapa wanita yang ada di pelukannya saat ini. Sangat besar cintanya terhadapnya.


Mendengar itu, Erika terisak. Ia tak bisa lagi membendung segala rasa, "aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku lagi, kau membuatku hampir gila karena merindukanmu!" Kelakar Erika seraya melepas pelukannya dan memukul dada Dave yang bidang pelan. Dave hanya menanggapi dengan tertawa kecil.


Mereka kembali lagi berpelukan saat Leo datang di antara mereka untuk bergabung. Senyum mereka tampak bahagia. Dan Mark yang menyaksikan itupun turut tersenyum bahagia.


TAMAT.


Maaf ya, kalo misalnya endingnya tuh agak gimana gitu. Maaf... Maaf...


Makasih untuk dukungannya selama ini.

__ADS_1


Jangan lupa berkunjung ke cerita saya yang lainya ya!


MENDADAK JADI ISTRI MUDA __ APK Manga toon dan Novel toon


Cinta Alena_ APK NOME


1001 Cara menikung pacar orang_APK WP


makasih... sampai jumpa 😘


**Kunjungi juga novel saya yang lainnya...


Dan mungkin akan segera di rilis selanjutnya.


Judulnya...


PURA-PURA MENJADI PRIA (Istri pura-pura)


Ini adalah sequel dari novel saya yang berjudul istri pura-pura.


Menceritakan tentang kisah Leo dan Marsya.


Leo dan Marsya hanya pernah bertemu sekali saja saat mereka masih kecil, lalu 17 tahun kemudian, tiba-tiba Dave yang merupakan ayah angkat Marsya, datang ke desa dan berniat menjodohkan Marsya dengan Leo yang merupakan putra kandungnya.


Marsya yang merasa seakan belum siap untuk menikah, di tambah lagi trauma masa kecilnya, di mana sang ayah kandung telah tega meninggalkannya dan Ibunya, Rihana. Saat dia masih sangat kecil. Membuatnya enggan untuk dekat dengan pria, terlebih lagi pria tampan.


Meskipun Marsya belum pernah melihat wajah Leo saat dewasa. Tapi dia sudah menduga, pasti pria itu kini sudah tumbuh menjadi pria tampan seperti ayahnya, Dave.


Untuk menghindari perjodohan tersebut, Marsya diam-diam melarikan diri ke kota. Dan demi menyamarkan identitasnya, dia berpura-pura menjadi pria. Itu dia lakukan juga demi melindungi diri dari godaan para pria.


Dan saat tiba di kota, takdir seolah memang sudah menjodohkan mereka berdua. Tanpa sengaja Marsya bertemu dengan Leo walaupun mereka belum saling mengenal satu sama lain.


Bagaimanakah kisah Marsya dan Leo selanjutnya?


Apakah mereka akan saling jatuh cinta pada akhirnya dan menikah? Atau.....


Tunggu lanjutan kisahnya di PURA-PURA JADI PRIA (istri pura-pura)


Sequel dari ISTRI PURA-PURA


Sekian terimakasih dan sampai jumpa πŸ€—πŸ˜˜


Kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya.


Jangan lupa dukung dan Do'ain author terus ya...Hehehe

__ADS_1


Makasih sekali lagi...😘😘**


__ADS_2