Istri Rahasia Presdir

Istri Rahasia Presdir
Ketahuan Mama


__ADS_3

"Tidak mungkin saya salah lihat." maid itu juga sangat yakin dengan apa yang dilihatnya.


"Sebentar. Saya akan mengecek langsung ke kamar itu." ucap Embun.


"Iya, Nya!"


Embun meninggalkan dapur dan menuju ke kamar tamu yang biasa di tempati oleh Valerie. Tanpa ragu, dia langsung membuka kamar itu.


Mata Embun membelalak kaget melihat Hansel yang memakai celana pendek dan bertelanjang dada sedang berdiri di samping Valerie yang sedang tidur.


"Hansel! Kenapa kamu bisa berada di sini?" teriak Embun, dia berjalan cepat menghampiri Hansel.


"Ma-mama?" Hansel tergagap ketika melihat embun yang berada di depannya.


"Jawab Mama! Kenapa kamu berada di dalam kamar Valerie? Sejak tadi, kamu juga memperhatikan Valerie! Apa maksud kamu, ha? Kamu bertelanjang dada, kenapa?" Embun masih tidak habis pikir dengan Hansel. Dia berharap Hansel bisa menjawab semua pertanyaan yang menari-nari di kepalanya.


"Ma, Mama jangan salah paham dulu. semuanya tidak seperti yang Mama pikirkan, Ma!" kelit Hansel. Sebenarnya, dia sedang bingung harus menjelaskan apa pada Embun. Sungguh, dia tidak menyangka kalau dirinya akan tertangkap basah dengan mamanya sendiri yang super overprotektif. Dia pikir, karena ini masih pagi, jadi dia bisa minta jatahnya sebagai suami pada Valerie. Tidak menyangka semuanya malah menjadi seperti ini.


"Mama kenapa masuk ke sini?" Hansel malah balik bertanya.


"Kamu balik bertanya pada Mama? Pertanyaan mana saja belum kamu jawab. Tolong, Jangan buat mama curiga Hans!" tukas Embun.


"Cu-curiga apa? Memangnya, apa yang aku lakukan, Ma? Mama ini aneh-aneh saja!" Hansel tertawa gugup.


"Jawab sekarang! Kamu bingung mau menjawab apa, kan? Atau, jangan-jangan kamu mau melecehkan Valerie, ya?" tuding Embun. Mendapat tuduhan itu Hansel membelalakkan matanya sambil menggelengkan kepala berulang kali.


"A-apa? Mana mungkin!" cepat-cepat Hansel membantah tudingan Embun. Meskipun, memang itulah tujuannya masuk ke kamar Valeri saat wanita itu sedang tidur.


"Lalu?" Embun sangat kesal karena sejak tadi Hansel tidak mengatakan sepatah kata pun alasan yang ditagih Embun.


"Hansel, Mama dan Papa sudah bersahabat sudah lama dengan Tante Rena dan Om Rey. Bahkan, kami sudah saling mengenal sejak belum ada kamu! Jadi, tolong jangan rusak hubungan baik keluarga kita dengan tingkah kurang ajarmu itu. Valerie itu wanita baik-baik. Kalau kamu memang menyukainya, nikahi saja dia!" ucap Embun sambil memegang lengan Hansel. "Kamu pasti akan setuju kok," sambung Embun.

__ADS_1


"Ti-dak, Ma! A-aku tidak bermaksud seperti itu." Hansel terdiam sejenak. Sepertinya dia sudah menemukan sebuah alasan yang tepat. "Hansel datang ke sini karena penasaran. Tadi ada maid yang bilang kalau malam ini semalam datang. Kan tidak biasa Valerie datang di tengah malam seperti itu. Ja-jadi, Hansel hanya mengecek, Valerie benar-benar datang atau tidak. Itu sa-saja, Ma!" akunya, Hansel berusaha menenangkan dirinya agar Embun bisa percaya dengan alasan yang dia berikan. Karena, jika sudah curiga, Embun pasti akan menjelma menjadi seorang detektif dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan Hansel tidak mau semuanya terbongkar.


"Yang benar?" Embun menyelidiki kejujuran Hansel dengan mata menyipit.


"Tentu saja. Mana mungkin aku berbohong!" Hansel cengegesan.


"Oh, begitu!" Embun manggut-manggut. "Tapi, kenapa Valerie tiba-tiba datang ke sini di tengah malam, ya? Apa dia ada masalah?" Embun memperhatikan Valerie yang masih memejamkan matanya. Sejak tadi Embun dan Hansel bercengkrama di sampingnya, tetapi wanita itu belum bangun.


"Sedari tadi kita berbicara di sini, dia tidak bangun. Mungkin dia sangat mengantuk, ya!" terka Embun. Embun menarik selimut agar Valerie bisa lebih nyenyak. "Sudah, kamu keluar sana! Ngapain masih di sini? Nanti saja kita menanyainya kenapa dia datang di tengah malam. Sekarang, biarkan dia istirahat terlebih dahulu." sentak Embun memicingkan mata tajamnya pada Hansel.


"Ah? Iya, Ma!" Hansel langsung lari kocar-kacir keluar dari kamar Valerie. Saat ada kesempatan dia harus segera melarikan diri. Daripada nanti ditanyai lebih banyak oleh Embun.


Embun juga keluar, menutup kembali pintu kamar, membiarkan Valerie tidur dengan nyenyak.


Saat memastikan keadaan senyap, barulah Valeri berani membuka matanya. Sejak tadi, dia terus pura-pura tidur. Dia mendengar semua yang dibicarakan oleh ibu anak itu. Dia tidak berani membuka matanya, takut dicecar pertanyaan oleh Embun. Dan dia belum menyiapkan alasan apapun sebab semalam Hansel tidak memberitahukannya apapun.


Walaupun ada rasa kecewa, tapi Valerie tetap berusaha memejamkan matanya erat-erat.


Embun tersenyum getir, dia menghembuskan nafasnya. Berusaha menahan gejolak hatinya yang sedang berkabut.


Valerie tidak akan keluar dari kamar sebelum jam sembilan. Karena, dia sudah hafal dengan jadwal semua orang di rumah itu. Jam sembilan, Embun akan pergi ke toko kue. Dia berusaha untuk menghindari pertemuan dengan Embun.


"Lama sekali. Perutku lapar sekali!" keluh Embun, berulang kali melihat jam yang tertempel di dinding.


Knop pintu bergerak. Valerie cepat-cepat memejamkan matanya, kembali pura-pura tidur. Takut kalau ternyata itu adalah Embun.


Dugaannya benar, itu memang Embun yang melihat keadaan Valerie.


"Ternyata dia belum bangun!" ucap Embun, dia sudah rapi karena akan pergi ke toko kuenya.


"Vale, Tante pergi ke toko, ya! Kalau kamu sudah bangun nanti, langsung makan saja!" ucap Embun kemudian mengecup kening Valerie. Sesayang itu dia pada Valerie yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri.

__ADS_1


Setelah bunyi pintu tertutup, Valerie lansung keluar kamar dan menuju dapur untuk mengisi perutnya yang sudah terasa bolong.


"Akhirnya, kenyang juga!" ucap Valerie sambil mengelus-elus perutnya yang sudah terisi banyak makanan.


"Aku harus ke kantor Kak Hansel. Aku mau minta alasan padanya. Jadi, jika sewaktu-waktu aku bertemu dengan Tante Embun, aku sudah memiliki cadangan alasan!" gumamnya.


Valerie kembali ke kamarnya, mencuci muka dan bersiap ke kantor Hansel. Seperti biasa, dia akan mengenakan kaos oblong dan celana panjang. Make-up pun tidak pernah melekat di wajahnya yang memang sudah cantik. Hanya kacamata yang selalu bertengger manis di batang hidungnya. Rambutnya yang selalu di kepang (braids) selalu menjadi andalan Valerie.


"Sudah selesai!" serunya di depan cermin. Kebetulan, jadwal kuliahnya hari ini jam sebelas. Jadi, masih ada waktu satu jam lagi untuk dia bertemu dengan Hansel.


Valerie memesan taksi online. Sembari menunggu, dia memainkan gadgetnya.


Tanpa perlu menunggu lama, taksi yang dipesan kalori pun tiba di depan kediaman Wirastama.


Tanpa berpamitan, Valerie buru-buru keluar dan masuk ke dalam taksi.


Sepanjang perjalanan, Valerie yang biasanya suka melihat jalanan yang padat karena banyak kesibukan yang terjadi, kini lebih memilih memejamkan matanya. Dia kembali mengingat momen-momen dirinya saat berdekatan dengan Hansel. Dia masih tidak menyangka, sekarang dirinya sudah menjadi seorang istri dari pria yang dicintainya selama ini.


"Aku masih tidak menduga, kamu sudah menikah. Aku sudah menyerahkan mahkotaku padanya. Semoga pernikahan ini bisa berjalan sesuai dengan yang kami inginkan. Selalu diisi dengan kebahagiaan!" ucap Valerie sambil tersenyum. Dia tidak tahu, hanya dia yang memiliki harapan besar seperti itu. Sedangkan Hansel, malah selalu berharap Valerie akan membenci Suaminya itu.


Valerie tiba di depan kantor Hansel. Dia langsung menuju ruangan paling atas. Kebetulan, sekretaris Hansel sedang tidak berada di tempat. Jadi, Valerie langsung masuk tanpa permisi.


Untuk apa aku minta izin pada orang lain. Yang aku masuki pun ruangan suamiku sendiri. Begitulah pikirnya.


Pintu ruangan Hansel juga tidak pernah dikunci. Valerie langsung masuk seenaknya saja. Namun, saat kakinya baru melangkah masuk, matanya langsung tertuju pada sepasang pria dan wanita yang sedang saling berpelukan di dekat jendela.


"Kak Hansel!" teriak Valerie.


"Vale?"


-Bersambung-

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar. Berikan juga Rate 5, Vote, dan hadiah, ya! Terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2