Istri Rahasia Presdir

Istri Rahasia Presdir
Rencana Valerie


__ADS_3

"Valerie, siapa dia?" Hansel menatap lekat wajah Valerie yang tidak menunjukkan kegentaran.


"Perkenalkan, dia kekasihku." Valerie memeluk lengan Ken, menggenggam erat jemari pria itu sambil tersenyum manis.


"Pacarmu?" Hansel memperhatikan raut wajah Ken yang memperlihatkan senyum manis. Bukan hanya menggenggam tangan Valerie. Ken bergerak semakin maju, dia berani mengelus kepala Valerie dan menyatukan kepala mereka berdua. Mengecup pipi Valerie, mengambil kesempatan yang mungkin tidak akan ditemui lagi ke depannya.


"Ken, jangan kurang ajar, ya!" kecam Valerie, mencubit pinggang Ken biar pria itu mengendurkan pelukannya. "Jangan terlalu rapat denganku!" kecam Valerie kesal.


"Lepaskan istriku!" sentak Hansel.


Ken langsung melongo, menatap Hansel dan Valerie secara bergantian. Namun, Valerie hanya bisa diam. Tidak berniat menjelaskan apa pun pada Ken yang sejak tadi menunggu wanita itu untuk mengatakan sesuatu.


"Istri katamu?" Ken tertawa lirih. "Jangan mengada-ada hanya karena kau mau memiliki seseorang yang sampai kapan pun tidak akan mungkin kau miliki lagi!" ketus Ken, menatap Ken dari atas ke bawah.


Kini, giliran Hansel yang tertawa sumbang. Melihat tangan Ken yang masih menggantung di pundak Valerie, membangkitkan rasa cemburunya. Hansel berpindah tempat, menerobos di tengah-tengah antara Ken dan juga Valerie.


"Sepertinya, kata-kata barusan lebih cocok untukmu. Karena wanita yang sedang kau gandeng tadi memanglah istriku." Hansel menyingkirkan tangan Ken, gantian memeluk Valerie dari belakang.


"Valerie, apa yang dia katakan itu benar?" tanya Ken, menatap intens wajah Valerie yang sejak tadi terus diam. Menuntut penjelasan dari pernyataan yang membuatnya sangat kaget.


Ken tahu jika Valerie dan Hansel dekat. Tetapi, tidak sedikit pun dia tau kalau keduanya sudah menikah. Lantas, mengapa tidak ada yang tau selain mereka berdua? Ken kembali bingung.


"Pernikahan apa yang mereka jalankan?! Pernikahan rahasia?" batin Ken bertanya-tanya.

__ADS_1


"Hansel, menjauhlah dariku!" sungut Valerie, menjauh dari jangkauan Hansel, berdiri di samping Ken.


"Nanti aku akan menjelaskan padamu. Ayo kita pergi sekarang," ajak Valerie dengan berbisik.


"Lihatlah! Dia lebih memilih aku daripada kamu, Hansel. Terima saja kekalahanmu," ucap Ken, menyeringai ke arah Hansel yang mengepalkan tangannya erat-erat.


Hansel beranjak ingin menarik Valerie menjauh dari Ken. Namun, belum pun langkahnya melaju, dering ponselnya berbunyi.


"Ada apa?" Hansel menatap kepergian Valerie yang berangsur-angsur menjauh darinya.


"Pak, Anda harus kembali sekarang. Ada masalah yang harus Anda tangani segera, Pak!" pinta sekretaris Hansel, mendesak supaya Hansel segera kembali.


"Harus aku? Di mana Riko?" tanya Hansel kesal.


"Baik." Hansel memutuskan sambungan teleponnya. Berulang kali dia berdecak kesal sebab harus meninggalkan Valerie dan mengurus masalah kantornya.


"Valerie, aku akan segera kembali. Kuharap, selama aku tidak di sini, kau bisa menjaga diri. Tidak dekat dengan pria manapun!" gumam Hansel. Langsung pergi untuk bersiap dan mengambil barang-barangnya.


Valerie duduk di bawah pohon ceri yang sedang berbuah. Valerie sangat suka dengan warna buah ceri. Sebelum menceritakan permasalahannya dengan Hansel, sejenak Valerie memandangi suasana sekitar. Langit biru ditambah sinar keemasan mentari membuat Valerie bersemangat sekaligus sedih dengan cerita hidupnya yang berantakan karena kebodohannya sendiri.


"Kamu dan pria itu benar-benar sudah menikah, Vale?" tanya Ken, tidak sabar menunggu jawaban Valerie.


Valerie memperhatikan raut wajah Ken. Sejurus kemudian, dia pun mengangguk.

__ADS_1


"Benar. Aku dan Hansel memang sudah menikah. Itu semua terjadi karena kebodohanku," terang Valerie, tersenyum getir saat sekelebat ingatan masa lalu kembali terlintas dalam ingatannya.


"Sepertinya, tidak ada yang tahu tentang hubungan kalian," ucap Ken, masih memperhatikan Valerie.


"Tebakanmu benar. Tidak ada yang tau tentang pernikahan rahasia ini. Bodohnya, aku bersedia melakukan pernikahan rahasia ini," ucap Valerie mengakui.


"Apa kamu tidak terpikirkan untuk mengakhiri pernikahan ini dan menerima orang lain yang bisa menerima kamu apa adanya?" tanya Ken.


"Aku sangat menginginkan pernikahanku dan Hansel bisa berakhir. Tetapi, entah kapan aku bisa melakukan itu. Kalau untuk menerima orang baru, entahlah...." Valerie mengangkat kedua bahunya. "Apa kamu memiliki cara supaya aku bisa terlepas dari Hansel? Jika aku lihat, sepertinya Hansel sudah tidak mau melepaskanku sekarang. Maaf kalau bagimu aku terlalu percaya diri."


"Dari yang aku lihat juga seperti itu. Hansel sudah berubah pikiran dan tidak mau melepaskan kamu. Tapi, aku juga sama seperti Hansel, tidak mau melepaskanmu dan mencoba untuk mendapatkanmu, Vale," aku Ken tanpa ragu.


Valerie kembali diam. Bingung akan jawaban yang harus diutarakan.


"Kalau kamu menanyakan cara menjauh dari Hansel, menurutku cara terbaik ya seperti ini," ucap Ken.


"Seperti ini?" tanya Valerie, menaikkan sebelah alisnya.


"Berpura-pura menjalin hubungan denganku. Perkenalkan aku sebagai kekasihmu pada keluargamu. Dengan begitu, kamu sudah mempersempit jalan Hansel untuk terus berdekatan denganmu, Vale. Jangan berikan dia kesempatan untuk mendekat," ucap Ken.


Senyuman Valerie merekah.


"Baik. Minggu depan aku akan memperkenalkan kamu ke seluruh anggota keluargaku. Kita akan pulang ke negara asalku," putus Valerie, setuju dengan saran dari Ken.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2