Istri Rahasia Presdir

Istri Rahasia Presdir
Salah Paham


__ADS_3

Ketika berada di depan pintu kamar Hansel, Valerie menekan bel. Lama sekali sampai akhirnya pintu kamar Hansel terbuka.


Valerie terperanjat, matanya melotot ketika melihat seorang gadis yang membukakan pintu untuknya sambil tersenyum sinis.


"Ada keperluan apa kau datang ke apartemen Hansel?" tanya wanita itu dengan nada sinis.


"A-amara, kenapa kamu bisa berada di sini? Di mana Kak Hansel?" tanya Valerie sambil celingak-celinguk ke dalam kamar apartemen Hansel.


"Hansel? Dia sedang berada di dalam. Dia sedang mandi, katanya merasa sangat gerah sehabis melakukan olahraga pagi denganku!" celetuk Amara sambil tersenyum sinis.


"O-olahraga pagi?" pikiran Valerie mulai kemana-mana. Pikiran mesumnya mulai bekerja.


"Ya. Olahraga pagi. Kenapa?" Amara kembali meyakinkan.


"Amara, bisa kau minggir sedikit? Aku harus masuk ke dalam. Aku dan Kak Hansel sudah membuat janji untuk bertemu di sini!" ucap Valerie, tak terlalu menghiraukan ucapan Amara yang mungkin saja sengaja dikatakan untuk membuat Valerie salah paham.


Amara tidak kunjung pindah, dia masih berdiri tegak di depan pintu kamar Hansel sambil menatap sinis ke arah Valerie.


"Kalau aku tidak mau, bagaimana?" tantangnya sambil melihat penampilan Valerie dari atas ke bawah.


"Kalau kamu tidak mau, ya aku menunggu di sini saja," jawab Valerie sambil tersenyum.


"Ckck, dasar kampungan. Kau tidak risih berpakaian seperti itu?" tanya Amara mencebik.


"Tidak. Justru, aku merasa risih kalau berpakaian terlampau seksi sepertimu," jawab Valerie apa adanya.


"Kau! Jangan keterlaluan, ya!" kecam Amara berang.


"Amara, kau benar-benar pacarnya Kak Hansel?" tanya Valerie, raut wajahnya terlihat meragukan Amara.


"Tentu saja." Amara menjawab dengan keyakinan penuh.


"Tapi, kenapa keluarga kami mau menjodohkan Kak Hansel dengan partner bisnis mereka, ya?" ucap Valerie, dia berhasil memancing perhatian Amara.


"Apa katamu?" Amara langsung mendekat ke arah Valerie, ingin menanyakan dengan jelas apa maksud wanita itu. "Apa maksudmu?" tanyanya galak.


"Tidak. Aku tidak bermaksud apa-apa," kelitnya. "Menjauhkan sedikit. Parfummu sangat menyengat di indra penciumanku. Hidungku menjadi sakit." Valerie mendorong pelan tubuh Amara supaya lebih menjauh dari jangkauannya.

__ADS_1


"Apa katamu? Hey, wanita cupu! Kenapa semakin lama kau semakin mengesalkan? Bisakah kau menjaga mulutmu itu, ha?" sentak Amara kesal.


"Aku memang selalu menjaga mulutku. Buktinya, mulutku tidak pernah minta makan ke rumahmu, kan?" balas Valerie.


"Kau! Lihat saja! Aku akan mengadu pada Hansel agar dia yang akan memberikan pelajaran untukmu!" kecam Amara sambil tersenyum sinis.


"Jangan terlalu berlagak. Sekarang, kau memang pacarnya. Tapi, belum tentu kelak kau akan menjadi istrinya!" ucap Valerie memperingatkan.


"Lantas, siapa yang akan menjadi istrinya? Kau? Semakin tidak mungkin, kan?"


Tapi, sekarang pun aku sudah menjadi istrinya. Apanya yang tidak mungkin?


Ingin sekali Valeri mengatakan itu pada Amara. Tapi, dia lebih takut dengan kemarahan Hansel.


"Tentu bukan aku. Karena, keluarga besar kami sudah mengatur perjodohan untuk Kak Hansel!" tukas Valerie.


Amara tampak terkejut, Valerie benar-benar puas melihat raut wajah Amara. "Kenapa? Kau terkejut?" Valerie terkekeh.


"Si-siapa wanita itu?" tanya Amara, mulutnya bergetar.


"Vale, aku hanya ingin tahu saja." raut wajah Amara jadi mengiba.


"Hanya tau saja?" Valerie bertanya lagi. Perlahan-lahan, Valerie menggeser posisinya agar lebih mendekat pada pintu.


"Iya. Kamu pasti mau memberitahukan aku, kan?" tanya Amara penuh harap.


"Tentu saja, tidak!" jawab Valerie sambil berlari masuk ke dalam apartemen Hansel. Secepat kilat dia langsung menutup pintu apartemen Hansel agar Amara tidak menyusul masuk.


"Valerie!" teriak Amara murka, sebab merasa dipermainkan oleh pria itu.


Valerie tidak peduli. Dia langsung masuk ke dalam dan mencari keberadaan Hansel. Tujuan pertama Valerie adalah kamar Hansel. Dia yakin, sekarang Hansel masih berada di dalam kamar mandi.


"Kak Hansel, di mana kamu?" teriak Valerie sambil berjalan masuk.


"Ada apa?" tanya Hansel, pria itu baru keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Kamu benar-benar baru selesai mandi?" tanya Valerie dengan raut wajah yang susah dimengerti.

__ADS_1


"Iya. Kenapa?" tanya Hansel, dia tidak mengerti apa yang terjadi pada Valerie.


"Apa yang sudah kamu lakukan dengan Amara, Kak? Ternyata, dugaanku selama ini benar. Sedikitpun kamu tidak menghargai pernikahan kita!" tukas Valerie membuat Hansel kebingungan.


"Tidak menghargai? Tunggu! Apa yang kamu bicarakan, Vale?" Hansel berkacak pinggang, menunggu penjelasan dari Valerie.


"Kamu habis berolahraga pagi dengan wanita itu, kan?" tanya Valerie lagi.


"Ya. aku dan dia baru saja melakukan olahraga pagi. Lalu, di mana salahnya?" tanya Hansel, dia masih belum mengerti arah pembicaraan Valerie.


"Kamu benar-benar, Kak!" Valerie mengambil bantal dan melemparkannya pada Hansel.


Hansel menangkap bantal yang dilemparkan oleh Valerie. Dia berjalan dan merengkuh pinggang Valerie, membawa tubuh ramping wanita itu ke dalam pelukannya.


"Itu semua tidak penting. Karena kamu sudah berada di sini, lebih baik kita nikmati saja waktu kita. Jangan lagi membahas hal yang tidak penting!" Hansel hendak menci*m bibir istrinya. Namun, secepat kilat Valerie menutup bibir Hansel dengan tangannya.


"Vale, apa yang kamu lakukan? Aku ini suamimu, kamu harus melayaniku. Kenapa kamu malah menghalangi ci*manku?" Hansel tampak tak senang, dia kesal karena Valerie malah menghalangi maksudnya.


Valerie menolak tubuh Hansel. "Aku tidak sudi disentuh oleh pria pembohong sepertimu. Jangan sentuh aku dengan tubuh kotormu itu!" bentak Valerie.


Hansel mengerutkan keningnya, dia benar-benar bingung dengan apa yang dibiarkan oleh Valerie.


"Vale, apa yang kamu maksud? Pembohong? Tangan kotor?" Hansel menyipitkan matanya.


"Kamu sudah dipuaskan oleh Amara. Lalu, kenapa kamu masih memanggilku datang ke sini? Bukankah kamu sudah puas? Atau, masih kurang?" tuding Valerie.


"Apa-apaan sih kamu ini?" Hansel kembali merengkuh tubuh Valerie ke dalam pelukannya.


"Lepaskan, Kak! Lepaskan aku!" teriak Valerie. "Jangan menyentuhku! Kamu sudah berhubungan intim dengan wanita lain. Jangan pernah menyentuhku lagi!" pekik Valerie.


Hansel termangu. Bodohnya, dia baru sadar apa yang sejak tadi dipermasalahkan oleh Valerie. Hansel terkekeh. Dia tidak melakukan apapun dengan Amara.


"Lalu, kenapa? Meskipun dia sudah memuaskanku. Kau juga tetap harus memuaskan suamimu, Vale. Jangan melawan lagi atau aku akan membuatmu tidak bisa berjalan sampai satu bulan!" kecam Hansel, langsung ******* bibir Valerie. Tangannya pun mulai nakal, memegang area sensitif Valerie sambil sesekali merem*as-rem*as buah sintal Valerie yang begitu menonjol.


-Bersambung-


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar. Berikan juga rate 5, Vote, dan Hadiah sebanyak-banyaknya. Terima kasih 🙏❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2