Istri Tegar

Istri Tegar
Bab 39


__ADS_3

POV Melvin


Karena pusing dengan semua laporan-laporan yang tidak ada habisnya aku memutuskan untuk mengajak wanita yang selalu berada dalam pikiran ku beberapa hari ini untuk bertemu dan mengenal nya lebih dekat. Aku mengambil hape yang ku letakkan diatas meja disamping laptop ku. Aku buka aplikasi gagang hijau dan kucari nomor hapenya. 


Aku sudah menerima laporan tentang wanita itu, siapa dia, dimana dia tinggal, bahkan tentang perceraian nya dengan suaminya dulu. Yang ternyata mempunyai seorang anak yang telah ku kenal secara tidak sengaja saat bertemu dengan mereka di mall.


Berkali-kali aku mencoba mengetikan pesan dan berkali-kali pula aku menghapusnya. Karena aku bingung untuk memulai pembicaraan. Ku lihat waktu di jam tangan yang melingkar di tangan sudah mau jam makan siang.


(Selamat siang mba mayang, apa kabar?)pesan singkat dari ku


(Siang juga, alhamdulillah baik, ada apa ya mas) 


(Maaf mba, saya mau mengajak mba buat makan siang jika mba mayang bersedia)


(Maaf mas, saya tidak bisa. Saya sedang menunggu anak saya pulang sekolah. Dan makan siang dirumah. Maaf ya mas)


(Iya mba, kapan-kapan mau kan saya ajak mba nya makan siang atau makan malam bersama)


(Insya allah ya mas, saya tidak bisa menjanjikan) tolak mba Mayang 


(Baik mba, assalammualaikum)


(Wa'alaikumsalam)


"Haaaaaaaaaah... Susah banget sih buat mengajak mba Mayang ketemu. Padahal selama ini selalu gue yang di kejar-kejar oleh perempuan. Kenapa sekarang malah kebalikannya." batinku


*** 


"Vin, belikan mami kue ya sayang. Nanti mami mau ada teman yang datang. Apa saja yang penting enak." Titah mami sebelum aku berangkat ke resto buat mengecek laporan.


"Iya mam, nanti Ade belikan buat mami." Jawab ku. Aku selalu memanggil diri ku dengan sebutan Ade. Walaupun umur ku sudah berkepala tiga. Aku tetap memanggil diri ku Ade. Bahkan ke dua abang-abang ku pun selalu memanggil ku Ade.


Siang hari nya aku berjalan mencari toko kue yang mami perintahkan. Teringat dengan wanita cantik yang pernah aku temui akhirnya aku arah kan mobil ku ke tempat toko kue nya yang berada di daerah perumahan. [Toko Kue Hafiz] plang yang terpampang di atas toko nya. Aku parkiran mobil di pinggir jalan. Lalu masuk menuju ke dalam toko.


"Selamat siang mba". Ujar ku saat melihat wanita itu.


"Selamat siang juga. Loh mas yang waktu itu kan?" Tanya mba mayang

__ADS_1


"Iya mba saya melvin yang waktu itu."


"Oh mau beli kue mas?"


"Iya mba."


"Silahkan di pilih mas,"


Melvin mulai memilih kue yang mau di beli oleh nya. Melvin sesekali mengambil kesempatan untuk melihat kearah Mayang. Dan beberapa kali pula ia kepergok oleh dua wanita yang melihat ku, mereka hanya senyum-senyum sambil melihat aku dan Mayang. Aku juga mendengar tanpa sengaja percakapan mereka saat aku mengambil kue yang ada di dekat mereka.


"Ibu kenal sama cowo yang tadinya" tanya wanita itu dengan suara pelan dan berbisik-bisik 


"Kenal bu, cuma kenal biasa. Waktu itu tidak sengaja tertabrak oleh saya"jawab mba mayang sambil berbisik.


"Ganteng loh bu, kayak nya suka sama ibu deh."tebak wanita yang mengunakan hijab warna hitam. Yang ku taksir umur nya sudah kepala empat.


"Sok tau ah bu siska."jawab mba mayang enteng sambil merapikan kue yang belum sempat di susunnya. Aku melirik mba Mayang sesekali. "Duh cantiknya". Batin ku sambil senyum-senyum sendiri.


"Tuh, dari tadi ngelihatin ibu terus" ujar wanita yang tidak mengunakan hijab menunjukan lewat dagu nya. Spontan aku langsung mengalihkan muka ke arah kue yang ada di depan ku.


"Bisa saja ibu ini. Mungkin aja ngelihatin bu hani atau bu siska" ucap mba Mayang. "Saya ngeliatin mba kok bukan ke dua wanita itu" teriak batinku


"Iiih ibu saya kan juga udah tua, udah punya anak satu. Mana mungkin mau sama saya"jawab mayang sambil senyum. Dan aku pun ikut tersenyum melihat senyum nya. "Neng, mau aa' halal in ga neng. Asyikkk." Otak ku berteriak kencang.


"Permisi mba, ini sudah saya pilih." Ucap ku sambil menyerahkan wadah untuk menaruh kue.


"Baik mas" jawab mba mayang sambil mengitung dan meletakkan nya di box kue. Aku memandanginya tanpa berkedip. "Aduuuuuh... Itu bibir..." Batinku 


"Total semua nya  seratus sembilan puluh delapan ribu rupiah mas".ucap mba mayang setelah mengitung nya.


Setelah mendengar total yang harus di bayar. Melvin mengeluarkan dompet nya dan mengambil pecahan uang merah sebanyak dua lembar dan menyerahkan nya ke tangan mayang. "Kembalian nya tidak usah mba".ujar melvin saat mayang mau menyerahkan uang dua ribu rupiah.


"Terima kasih mas, semoga sesuai dengan selera". Ujar mba mayang dengan senyum yang mengguncang kan Dunia persilatan.


"Sama-sama mba, mari semua nya". Pamit ku dengan senyum manis ala-ala playboy cak kapak. "Asyiiiiiik" 


Aku pun berjalan keluar dari toko. Sempat ku dengar ke dua wanita tadi sedang mengoda mba mayang. "Ya allah mba ganteng banget, senyumnya itu loh" ujarnya...

__ADS_1


"Wkwkwkwkk. Makasih ibu-ibu sayang aku memang ganteng. Tapi kenapa mba nya tidak mau menerima ajakan saya" ucapku ngenes dalam hati mengingat penolakannya.


Aku langsung memasuki mobil dan meletakkan bungkusan kue yang telah aku beli tadi. Ku lihat sebentar dari kaca mobil. Setelah kulihat mba Mayang masuk ke dalam, aku langsung menyalakan mobil dan memacunya menuju rumah. 


Aku harus membawa kue pesanan mami selamat sampai tujuannya. Karena titah mami tidak bisa di bantah kan. Untung saja mami tidak pernah memaksa ku untuk menikah dengan wanita-wanita yang pernah di kenalin nya. 


Buat mami, kebahagiaan kami nomor satu. Dan buat ku kebahagiaan mami yang paling utama. Hanya satu yang paling aku takutkan, jika mami tidak menyetujui pilihan ku. "Semoga saja mami setuju." Lirih ku pelan.


Sesampainya dirumah, aku langsung memakirkan mobil di pelataran. Dan berjalan menuju rumah. 


"Assalamualaikum mam." Ucap ku sambil mencari mami.


"Wa'alaikum salam dek, mami ada di dapur" jawab mami membalas salam dari ku. Aku langsung menuju tempat mami berada. 


*Ini mam kue nya" ucap ku sambil menyerahkan nya ke mami. "Makasih ya sayang. Muaaaach." Jawab mami sambil mencium pipi anak ganteng nya.


"Emangnya siapa yang mau datang mam?"tanya ku sambil mengambil salah satu kue yang sedang mami hidangkan di piring.


"Plaaaaak... Ini anak main asal ambil aja. Bukan nya cuci tangan dulu." Sewot mami setelah tangan ku menjadi korban ke ganasnya.


"Hehehehe.. satu aja mam, jangan pelit gitu lah sama anaknya yang ganteng." Kelakar ku sambil senyum pasta gigi.


"Iiiiiish kamu ini kalau di bilangin. Tadi kamu nanya apa dek mami lupa?" Tanya mami.


"Siapa yang mau datang mam?" Ulang ku kembali. 


"Ohh... Itu temen arisan mami mau datang sambil membawa anak nya yang pernah satu sekolah sama kamu Melissa. Katanya mau di jodohin sama kamu." Ujar mami santai.


"Ya elaaaaah... Kagak capek apa mam, temen-temen mami jodohin anak-anaknya ke Malvin." Ujar ku dongkol dengan teman-teman arisan mami. 


"Yeeeeee... Kamu aja capek apa lagi mami, dek. Mami tuh males kalau anak-anak mami di jodoh-jodohin. Karena temen aja mami jadi nya ga enak nolak. Nanti kamu aja yang nolak. Kalau enggak kamu diam aja di kamar ya dek." Ujar mami sambil memberi saran yang terbaik.


"Uuughhh.. mami memang yang terbaik. Nanti ade kenalin deh sama cewek pilihan Ade." Ucap ku sambil memeluk dan mencium pipi mami ku tercinta.


"Serius kamu dek? Awas aja kalau sampai enggak kamu kenalin. Mami cincang kamu!" Ancam mami sambil memegang pisau daging.


"Duuuuuh mam itu pisau taruh dulu dong. Serem banget. Iya nanti Ade kenalin ke mami sama anak nya juga" jawab ku tanpa sadar memberitahukan bahwa wanita yang aku dekatin seorang janda "mampus keceplosan lagi"batinku sambil memukul-mukul bibir yang tak bertulang.

__ADS_1


"Haaaaaaaaaah..." Teriak mami kencang


__ADS_2