Istri Tegar

Istri Tegar
Bab 72


__ADS_3

Melvin mencumbu Mayang dengan penuh gairah, Mayang mencoba mengimbangi cumbuan dari suaminya. Hanya saja rasa mual mulai bergejolak dari dalam perut Mayang. Mayang menghentikan cumbuan dari Melvin dan membangkitkan dirinya lalu berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua isi dalam perut ke dalam wastafel. Melvin mengurutkan tengkuk Mayang dan mengusap-usap punggungnya. Ada perasaan bersalah di dalam diri Malvin. Jika saja dia bisa menahan nafsu nya kemungkinan besar Mayang tidak akan memuntahkan semua isi perutnya.


Setelah selesai mengeluarkan isi perutnya, Mayang berkumur-kumur dan membasuh mukanya. Wajah Mayang tampak pucat Pasih, Melvin tidak tega melihat Mayang yang seperti ini. Melvin menuntut Mayang menuju tempat tidurnya dan merebahkan tubuh istrinya. Dia juga mengambil minyak kayu putih untuk diusapkan ke tubuh Mayang. Mayang hanya bisa pasrah karena tubuhnya yang lemas, ia hanya bisa menerima apa yang Melvin lakukan di badannya. Rasa hangat mulai menjalar di perut Mayang. 


Melvin meletakkan minyak di atas nakas, dan ia pergi keluar kamar untuk membuat kan teh manis hangat untuk istrinya. 


"Mayang muntah lagi ya Vin?" Tanya nenek mengagetkan Melvin.


"Astaghfirullah alazhim, iya nek Mayang muntah lagi." Jawab melvin sambil beristighfar karena kaget.


"Kali ini gara-gara apa Vin?" Tanya nenek.


"Itu.. itu.. gara.. gara Melvin.. cium nek."ucap Melvin dengan rasa malu.


"Haaaa... Dasar kamu ini. Ya sudah sini nenek saja yang buatkan Mayang minuman hangat." Jawab nenek sambil mengambil alih pekerjaan Melvin.


Nenek menyiapkan air jahe hangat untuk cucunya, setelah selesai membuatnya nenek menyerahkan minuman ke tangan Melvin. "Ini air jahe suruh Mayang minum sekalian cemilan buat isi perut mayang. Besok pagi nenek suruh Uwak dan bibi mu kepasar buat belanja."ujar nenek 


"Makasih nek, kalau begitu Melvin ke kamar dulu." Jawab melvin senang


"Ya sudah nenek mau istirahat dulu. Untuk sementara kamu jangan buat Mayang kelelahan dulu. Tahan nafsu kamu."ucap nenek lagi sambil berjalan menuju kamarnya.


Melvin merasa malu mendengar ucapan nenek dari istrinya. Melvin mengakui jika dirinya tidak sanggup untuk menahan nafsu jika melihat istrinya. 


Melvin membawa air jahe hangat menuju kamar, dilihatnya Mayang masih terbaring lemas di kasur. *Dek, bangun dulu. Diminum ya air jahe hangatnya." Ujar Melvin sambil mengusap kepala istrinya.


Mayang yang belum tertidur membuka matanya dan menduduki tubuhnya. Melvin menyerahkan gelas ke tangan Mayang. Mayang menerima lalu meminumnya. Setelah habis Mayang menyerahkan gelas ke tangan Melvin. Dan merebahkan kembali tubuhnya.


Melvin meletakkan gelas di atas nakas, dan ikut merebahkan diri di samping istrinya. Melvin mengusap punggung Mayang dengan lembut. Tak beberapa lama terdengar suara dengkuran halus dari bibir Mayang. Melvin memejamkan matanya dan mengistirahatkan tubuhnya.


****


Pagi harinya Mayang terbangun dari tidur. Mayang beranjak kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Seusai mandi Mayang melihat Melvin sudah bersender ditempat tidur, Mayang melihat ada segelas air jahe hangat yang baru di buat.

__ADS_1


"Kamu udah coba testpeck nya?" Tanya Melvin.


"Belum bang. Adek tadi lupa bawa ke kamar mandi alatnya. Oh iya bang, di gelas kecil yang di dalam jangan di buang. Adek mau coba dulu alat nya." Ucap Mayang sambil berjalan menuju meja riasnya dan mengambil alat testpeck. 


"Ya sudah kita coba dulu alat nya baru nanti Abang mandi." Jawab melvin.


Mayang merobek beberapa bungkus testpack dan mencelupkan nya ke dalam gelas kecil. Mayang memilih untuk mengenakan pakaiannya terlebih dahulu dan menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya.


Setelah kelar, Mayang kembali ke kamar mandi, Melvin mengikuti Mayang dari belakang. Mayang mengambil alat testpeck tersebut dan melihat nya. Rasa haru menyelimuti Mayang, dua garis merah terpampang jelas di alat kehamilan. Mayang menutup mulutnya dengan salah satu tangannya. Melvin yang tidak mengerti hanya bisa menghenyitkan dahinya. Mayang menyerahkan alat testpeck tersebut ke tangan Melvin. Melvin hanya bisa memandangi testpeck tanpa mengetahui apa maksudnya.


"Ini maksudnya apa ya dek?"tanya Melvin bingung dengan alat testpeck di tangannya dan membolak-balikkan testpeck tersebut.


"Memang nya Abang enggak tahu maksudnya?" Tanya Mayang 


"Kalau Abang tahu, ngapain juga Abang tanya adek sayang."ucap Melvin gemas


"Abang lihatkan dua garis merah."ucap Mayang.


"Yang ini?" Tanya Melvin sambil menunjukkan nya.


"Enggak emangnya apa maksudnya?"tanya Melvin bingung.


"Serius Abang enggak ngerti maksudnya?" Ucap Mayang mengerjain Melvin 


"Serius dek, Abang beneran enggak paham maksudnya apa?" Jawab melvin dengan gemas.


"Dia garis itu tandanya Mayang hamil bang."ucap Mayang sambil tersenyum bahagia.


"Serius dek? Kamu hamil?"tanya Melvin dengan semangat.


Mayang mengangguk kepalanya sambil tersenyum bahagia, Melvin langsung memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang dan menciumi seluruh wajah istrinya. "Akhirnya punya gue topcer.. langsung jadi..."teriak Melvin dengan bahagianya.


Mayang hanya bisa terkekeh melihat Melvin yang sangat bahagia mendengar kabar jika dirinya sedang mengandung anak Melvin. Melvin berlari keluar dari kamarnya mencari kakek dan nenek dari istrinya.

__ADS_1


"Kakek, nenek Mayang hamil"ucap Melvin saat melihat kakek dan nenek sedang duduk di ruang keluarga.


"Astaghfirullah alazhim, nih anak ngagetin saja." Ucap nenek sambil mengusap dadanya.


"Serius kamu Vin kalau Mayang hamil?" Tanya paman Abraham.


"Serius paman, tadi mayang udah coba testpeck nya" jawab melvin dengan bahagianya.


"Alhamdulillah ya rabb.. ternyata tebakan kita bener ya mbak Ros."ucap bibi Jasmine.


"Iya bener dek, untung saja tebakannya benar."jawab Uwak Rosa.


"Selamat ya cucu nenek, kamu sekarang jadi seorang ibu lagi jaga kondisi kesehatan dan kandungan kamu." Pesan nenek saat melihat cucunya berdiri dibelakang badan suaminya, nenek memeluk Mayang dengan erat. 


"Selamat ya sayang." Ucap semua keluarga. Mereka memeluk Mayang dengan penuh kasih sayang.


"Bunda, apa sekarang hafiz bakalan jadi seorang kakak?"tanya hafiz yang baru turun dari kamarnya. Semua memandangi hafiz.


"Iya sayang bunda, kamu akan menjadi kakak sayang." Jawab Mayang sambil mengelus pipi anaknya.


"Apa nanti ayah enggak akan sayang lagi sama hafiz bunda?"tanya hafiz 


Deg.


Pertanyaan hafiz membuat Mayang membeku. Begitu juga dengan semua keluarga yang sedang berkumpul, termasuk Melvin yang terkejut dan tidak menyangka jika putra sambung nya akan berbicara seperti itu. Melvin berjalan kearah hafiz dan mensejajarkan dirinya dengan tinggi badan hafiz. Hafiz yang melihat Melvin di hadapannya langsung menundukkan kepalanya karena takut jika ucapannya akan menyinggung perasaan ayah sambungnya.


"Hafiz sayang, dengarkan ayah. Lihat mata ayah sayang." Ujar Melvin lembut. Hafiz yang mendengar permintaan ayah sambungnya ia langsung mengangkat wajahnya dan menatap mata Melvin.


"Sayang, walaupun kamu bukan anak kandung ayah. Dan kamu bukan darah daging ayah, kamu akan selalu tetap menjadi putra ayah. Jika sekarang bunda sedang mengandung anak dari ayah. Bukan berarti ayah tidak akan menyayangimu lagi. Kamu akan tetap menjadi putra kesayangan ayah. Kamu akan tetap menjadi anak pertama buat ayah. Apa pun kata orang, kamu harus ingat kalau ayah akan terus menjadi ayah bagi kamu, ayah akan terus menyayangimu dengan sepenuh hati, ayah akan terus menjaga kamu dengan segenap jiwa raga ayah. Ayah akan selalu disamping kamu hingga ajal menjemput. Ayah akan selalu melindungi kamu jika ada orang yang berusaha untuk menyakiti kamu. Bagi ayah kamu tetap kesayangan buat ayah. Kamu tetap kebanggaan buat ayah. Kamu cahaya buat kehidupan ayah. Jika bukan karena kamu, ayah mungkin tidak akan pernah bisa merasakan rasanya menjadi seorang ayah yang sangat disayangi dan di butuhkan oleh malaikat kecil seperti kamu. Kasih sayang ayah buat kamu sangatlah besar, jangan pernah kamu ragu dengan ayah sedikitpun ya sayang. Walaupun sekarang bunda sedang mengandung anak dari ayah yang nantinya akan menjadi adik untuk hafiz. Kamu tetap jagoan kesayangan ayah." Ucap Melvin dengan air mata yang mengalir tanpa ia sadari. Melvin mengeluarkan semua isi hatinya yang ia rasakan. Kasih sayang nya ke hafiz sangat tulus. Bukan karena Melvin mencintai Mayang, tapi karena hafiz sendiri lah yang membuat Melvin begitu sangat menyayangi dan mencintai nya.


Hafiz meneteskan air matanya, saat mendengar semua ucapan Melvin, rasa takut dan ragu seakan sirna begitu saja dari dalam dirinya. Hafiz berhambur memeluk Melvin dan menangis dengan kencang. Melvin memeluk hafiz dengan erat, ia mencium pelipis hafiz dan mengusap punggung putranya. Melvin menyalurkan kasih sayangnya kedalam pelukan mereka.


Bagi Melvin, hafiz bukan lah putra sambungnya. Bagi Melvin, hafiz merupakan putra kandung didalam kehidupannya sekarang dan juga di dalam hatinya. Posisi hafiz di hatinya tidak akan mengubah apapun yang akan terjadi nantinya. Melvin akan berusaha untuk menjadi ayah yang baik dan adil untuk anak-anaknya kelak. Melvin berjanji didalam dirinya untuk tidak akan membeda-bedakan kasih sayang nya. 

__ADS_1


Semua yang mendengar ucapan melvin merasa terharu. Bahkan Mayang meneteskan air mata nya, rasa cinta dan sayangnya sama Melvin semakin besar. Mayang ikut memeluk hafiz dan mencium pipi hafiz. 


__ADS_2