Istri Tegar

Istri Tegar
Kemarahan Adam 2


__ADS_3

Novi terkejut dengan gebrakan meja yang dilakukan oleh Adam. Tanpa Novi sadari pegangan belanjaan di tangannya jatuh ke lantai. Raut wajah Novi pucat Pasih, dia tidak tahu kenapa Adam tiba-tiba meluap kan kemarahan nya. Apa dia ada salah dengan Adam, apa adam telah mengetahui kebohongannya yang selama ini telah dia tutupin. Atau kah Adam mencurigai dirinya.


Banyak asumsi yang hinggap di pikiran Novi, dan kemana kah bibi serta Reno. Kenapa Novi tidak melihat mereka dirumah ini. Sebenarnya apa yang telah terjadi dirumahnya. Novi tanpa sengaja melihat senyum mengejek dari putri dan ibu Romlah. Apa yang telah ibu dan putri lakukan sehingga Adam begitu marah dengannya. Novi melotot ke arah putri dan ibu, tapi putri dan ibu tak memperdulikan pelototan dari Novi bahkan putri dan ibu mengejek Novi dengan senyuman mereka.


"Sebenarnya ada apa sih yank? Kok kamu tiba-tiba marah sama aku? Apa salah aku yank?" Tanya Novi bingung.


Adam berdiri dan berjalan mendekati Novi dengan wajah yang penuh dengan guratan tegang. Novi tanpa sadar melangkah mundur. setiap Adam maju, Novi melangkahkan kakinya mundur. Sehingga akhirnya tanpa dia sadar telah menabrak lemari di belakangnya. Adam terus mendekati Novi dengan senyuman yang berbeda. Lalu Adam menampar Novi dengan sangat keras, sehingga Novi terjatuh ke lantai.


Plaaaaak.


Novi merasakan panas di pipinya serta tangan yang terbentur akibat dia menahan berat tubuhnya agar kepalanya tidak mengenai lantai. Novi berusaha untuk berdiri tapi Adam mencengkeram tangan Novi dengan kencang lalu menariknya. Novi berusaha untuk memberontak terhadap Adam hanya saja kekuatan Novi berbeda dengan kekuatan Adam. Lalu adam melemparnya ke atas sofa yang panjang.


Bruk.


Adam terus menampar Novi serta menjambak rambutnya setiap Novi berusaha untuk melawannya. Adam sudah kehilangan akal sehatnya, Adam seperti orang yang sedang kerasukan. Novi berteriak kencang meminta ampun kepada Adam. Putri dan ibu Romlah hanya menontonnya tanpa ada niat untuk menolong Novi. "Rasain emang enak. Siapa suruh berbuat seenaknya sama kami" ucap putri senang.


"Ampun mas, ampun.." teriak Novi kesakitan. Novi merasa seluruh tubuhnya lemas.


Adam tidak perduli dengan teriakan Novi, Adam terus menerus menampar Novi dengan kencang, sehingga sudut bibir Novi pecah dan berdar*h. Adam mencengkeram pipi Novi dengan kuat, Novi merasakan tulangnya seakan-akan retak karena kuatnya tenaga Adam mencengkeram pipi nya. Sedangkan Bibi dan Reno yang mendengar teriakan Novi tidak berani untuk menolongnya, mereka hanya bisa mengunci dan bersembunyi di dalam kamar. 


"Dasar wanita murahan, berani-beraninya kamu membohongi saya." Ucap Adam dengan penuh penekanan disetiap kata-katanya.


"Mak..sud.. ka..mu.. a..pa.. ya..nk.." jawab Novi terbata-bata.


"Kamu benar-benar tidak tahu apa maksud saya? Wanita murahan."teriak Adam kencang. Novi menutupkan matanya karena ketakutan.


"Apa salah aku mas? Sebenernya apa yang terjadi?" Tanya Novi lagi.


Adam melepaskan cengkraman nya dan mendorongnya kembali ke atas sofa. Adam melepaskan ikat pinggangnya dan mencambuknya di badan Novi. 


"Kamu benar-benar enggak tahu apa salah kamu hah?" Teriak Adam sambil mencambuk tubuh Novi.


"Apa kamu pura-pura tidak tahu apa kebohongan kamu hah?" Teriak Adam lagi.

__ADS_1


"Apa kamu pikir kamu bisa menyimpan bangkai serapih mungkin dari aku?" Ucap Adam lagi.


Novi berteriak sangat kencang karena rasa sakit yang menjalar di tubuhnya. Novi berusaha untuk melepaskan dirinya dari camb*kan Adam,hingga akhirnya novi bisa membebaskan dirinya dan berlari menjauh dari Adam, novi berlari menuju pintu ruang tamu rumah nya tapi sayang pintu rumah telah terkunci. Novi berusaha berlari kembali ke arah pintu dapur tapi sayang nya pintu dapur juga telah terkunci. 


Adam yang mengikuti kemana Novi berlari hanya tersenyum bahagia melihat penderitaan Novi. Adam menjamb*k rambut Novi kembali sehingga Novi mendongak akibat tarikan dirambutnya. 


Adam menarik Novi kembali ke arah ruang keluarga dan mendorong nya kembali ke sofa panjang. Adam kembali mencamb*k Novi dengan ikat pinggangnya. Novi terus menerus berteriak meminta ampun. Tapi Adam seakan-akan menutup telinganya tidak mendengar teriakan Novi. Sehingga akhirnya Novi tidak sadarkan diri.


Putri yang mengetahui Novi pingsan langsung bergegas menarik tangan Adam, saat Adam berusaha untuk menc*kik leher Novi. "Cukup mas, orang nya sudah pingsan." Teriak putri kencang.


Adam yang mendengar teriakan putri langsung tersadar dan melihat Novi telah tergeletak lemas di sofa panjang dengan tubuh yang sudah berlumuran d*r*h. Adam menghempaskan tubuhnya di kursi sofa yang jaraknya tidak jauh dari sofa dimana Novi pingsan. Adam mengambil bungkus rok*knya dan menyalakan api didepan batang rok*k dan menghisapnya. Kumpulan asap menyebar keluar dari mulut Adam saat Adam menghembuskan nya. 


Adam memandangi tubuh Novi yang telah penuh dengan d*r*h. Senyum merekah diwajah Adam. Putri yang melihat senyuman Adam, bulu kuduknya seakan-akan berdiri. Rasa taku mulai menjalar ketubuhnya. Baru kali ini dia melihat senyuman Adam yang berbeda, seakan-akan Adam bukan orang yang selalu ada untuknya dan melindungi dirinya. Adam seperti orang lain di mata nya.


Putri berjalan mendekati tubuh Novi dan menjulur kan jarinya dekat hidung Novi. Putri masih bisa merasakan udara yang keluar dari hidung Novi. Ada rasa lega didalam dirinya. 


"Apa wanita itu masih hidup?" Tanya Adam kepada putri.


"Mas masih belum memikirkannya untuk sekarang. Sebaiknya kamu dan ibu bersiap-siap pergi dari sini. Bawa Reno bersama kalian. Kalau bisa kalian pergi jauh dari Jakarta." Ucap Adam sambil memandangi tubuh Novi.


"Apa yang akan mas lakukan? Jangan bilang mas akan memb*n*h Novi?" Tanya putri ketakutan.


"Mungkin, mas masih belum mikir kan nya." Jawab Adam enteng.


Putri yang mendengarkan ucapan Adam langsung berdiri dan berjalan menuju ibu Romlah. Putri menarik tangan ibunya menuju kamar miliknya. Didalam kamar putri langsung merapikan semua barang-barang miliknya. 


"Ibu, sebaiknya ibu mengikuti apa perkataan mas Adam"ujar putri sama ibunya.


"Jadi kita harus pergi dari rumah ini put?" Tanya ibu Romlah bingung.


"Iya, apa ibu mau kalau sampai terjadi sesuatu dengan Novi, lali kita di bawa ke kantor polisi karena kita terlibat langsung dengan kekejaman mas Adam." Ucap putri lagi.


"Enggak, ibu enggak mau pergi dari rumah ini. Apa pun yang terjadi ibu enggak akan meninggalkan mas mu sendirian." Bentak ibu kepada putri.

__ADS_1


"Ibu yakin dengan keputusan ibu?" Tanya putri memastikan perkataan ibunya.


"Iya ibu serius, biar bagaimanapun ibu tidak akan meninggalkan mas mu sendirian dirumah ini. Ibu akan menemani Adam apa pun keadaannya." Ucap ibu sambil berjalan keluar dari kamar putri dan menuntup pintu kamar putri.


Putri terduduk lemas di atas tempat tidurnya, dirinya bingung apa yang harus dia lakukan. Dia tidak mungkin meninggalkan ibu nya dan mengikuti perintah mas nya Adam.


Ibu berjalan menuju tempat Adam tadi berada. "Ibu tidak akan pergi dari rumah ini." Ucap ibu sambil meletakkan tangannya di pundak Adam.


Adam menoleh kearah ibunya dan memandangi wajah tua milik ibunya. "Apa ibu yakin? Adam tidak mau sampai ibu dan putri terlibat dengan masalah Adam." Ucap Adam tenang.


"Ibu yakin, ibu tidak akan meninggalkan kamu sendirian menghadapi semuanya." Jawab ibu Romlah. "Apa yang akan kamu lakukan dengan tubuh Novi? Dia masih bernafas?" Tanya ibu Romlah sambil memandangi tubuh Novi.


"Adam akan membawanya jauh dari rumah." Ujar Adam.


"Lalu bagaimana dengan bibi, biar bagaimanapun bibi mengetahui semua perbuatan kamu?" Tanya ibu Romlah. 


"Adam akan membawanya juga, ibu rapihkan semua barang-barang bibi. Kalau bisa jangan sampai ada yang tertinggal." Ucap Adam serius.


"Biar putri saja mas yang mengurus semua barang-barang milik bibi. Kalau bisa mas paku dulu kamar Reno biar bibi dan Reno tidak bisa kabur dari rumah." Ucap putri mendekati ibu dan masnya.


"Kamu ingin membantu mas put?" Tanya Adam.


"Putri akan membantu mas, biar bagaimanapun mas merupakan keluarga putri." Ucap putri 


Adam tersenyum mendengarnya. Adam meminta putri untuk mengambil kunci kamar Reno. Putri mengikuti perintah masnya. Putri mengetok kamar Reno.


Tok


Tok


Tok


Bibi, membuka kunci pintu kamar. Putri langsung membuka pintu kamar Reno dan mendorong tubuh bibi lalu mencabut kunci yang menggantung di lobang pintu. Dan menutupnya kembali lalu menguncinya dari luar. Bibi dan Reno menggedor-gedor pintu. Tapi putri terus berjalan kebawah dan memberikan kuncinya kepada Adam. Putri berjalan kearah kamar bibi dan merapikan semua barang-barang milik bibi dan menaruhnya di tas besar milik bibi.

__ADS_1


__ADS_2