
Banyaknya tamu yang hadir di pesta pernikahan Mayang dan Melvin membuat Mayang harus menahan rasa pegal di kaki nya, di tambah lagi Mayang harus mengenakan sepatu hak tinggi. Ingin rasanya Mayang melempar jauh sepatu tinggi nya.
Para tamu banyak berdatangan mengantri untuk memberikan ucapan selamat kepada Mayang dan Melvin. Hingga tiba lah giliran mereka memberikan ucapan selamat kepada Mayang dan Melvin.
"Selamat atas pernikahan nya semoga menjadi pasangan yang sakinah mawadah warohmah." Ucap laki-laki yang sedang berdiri di hadapan Melvin
"Terima kasih atas do'a nya." Jawab melvin sumringah.
"Selamat..... Ma-ya-ng...?" Ucap laki-laki itu kaget dan diam membisu ketika melihat Mayang dari dekat.
"Terima kasih sudah hadir adam." jawab Mayang santai dengan senyumnya.
Novi, ibu Romlah yang berdiri di belakang Adam sontak kaget ketika mendengar dan melihat pengantin wanita yang berada di depan mereka orang yang sudah mereka kenal lama, bahkan Novi mendorong Adam yang terdiam kaku di depan Mayang. Putri yang awal nya terpesona oleh kegantengan Melvin berubah total ketika tahu bahwa mantan istri kakaknya menikah dengan laki-laki yang lebih ganteng dari mas nya. Ada perasaan iri dengan Mayang, putri merasa bahwa Mayang tidak secantik dirinya. Tapi kenapa Mayang bisa mendapatkan laki-laki yang seganteng Melvin.
"Mas, maju. Di belakang udah dorong kita ini"ujar Novi sambil mendorong tubuh suaminya.
Adam yang tersadar dengan ucapan Novi sontak melanjutkan bersalaman dengan uwak Lukman dan istrinya. Uwak Lukman yang sudah pernah melihat foto mantan suami Mayang, seketika itu tidak ada senyum di wajah Uwak Lukman dan istrinya hanya raut wajah yang dingin. Novi, Bu Romlah dan putri hanya bersalaman tanpa mengucapkan selamat sedikit pun kepada Mayang. Mayang juga tidak terlalu memikirkannya. Kehadiran mereka sebenarnya tidak ada dalam daftar undangan.
Adam baru mengetahui bahwa pesta pernikahan yang dia hadiri menganti sahabatnya yang tidak bisa menghadiri pesta merupakan pernikahan mantan istri yang ingin dia ajak rujuk kembali demi perusahaan mantan istrinya. Adam sama sekali tidak membaca kartu undangan nya.
Ada rasa marah, kesal dan cemburu di hati Adam. Ingin rasanya Adam menghancurkan pesta pernikahan mereka. Adam ingin menarik Mayang dan membawanya jauh. Novi yang melihat raut wajah adam yang berubah membuatnya sangat marah.
Bugh..
"Apa sih Novi." Ucap Adam tersadar dari pukulan Novi.
"Ngapain kamu lihatin Mayang segitu nya mas?" Sahut Novi kesal.
__ADS_1
"Apaan sih?" Jawab Adam kesal.
"Kenapa? Kamu marah dan cemburu melihat Mayang menikah dengan laki-laki lain. Ingat ya mas, kalau sampai kamu masih ngejar-ngejar Mayang lagi. Aku akan tinggal in kamu." Ancam Novi dengan wajah merah memandang Adam tajam.
Bu Romlah dan putri tidak bisa berbicara apa pun. Semenjak Adam pindah ke perusahaan baru dengan gaji yang kecil, semua biaya hidup mereka di bantu Novi. Bahkan semua gaji Adam di pegang oleh Novi.
"Mas, kok mba Mayang bisa ya dapat laki-laki seganteng dan setajir itu?" Ungkap putri yang iri dengan keberuntungan Mayang.
"Mana mas tahu dek?" Jawab Adam kesal.
Adam bahkan melihat kedekatan putra kandungnya dengan ayah sambungnya Melvin, mereka terlihat sangat akrab seperti ayah dan anak kandung. Di bandingkan dengan dirinya Adam tidak pernah sedikitpun mencoba untuk mendekati putranya. Bahkan bertemu dengan putranya.
Hingga tiba saatnya ketika pemotretan Mayang dan Melvin, seluruh keluarga Melvin berkumpul bersama melakukan pemotretan, MC juga memanggil pihak dari keluarga Mayang setelah mereka selesai berfoto-foto.
Pihak keluarga dari papanya Mayang berkumpul berjejer dengan Mayang dan Melvin di tengah-tengah mereka. Beragam macam gaya yang mereka tampilkan. Lalu pemotretan dari pihak keluarga mamanya Mayang, grandpa dan grandma serta uncle.
Adam kembali bingung, bagaimana mungkin mantan istrinya memiliki keluarga yang cukup besar bahkan mereka tidak terlihat seperti orang biasa. Mereka berpenampilan seperti orang berduit banyak. Ibu Romlah terbakar rasa cemburu dan iri melihat penampilan dari keluarga Mayang.
"Mas, juga enggak tahu put. Memang kamu pikir mas tahu tentang Mayang yang sekarang?" Jawab Adam kesal dengan pertanyaan dari adiknya.
Hafiz yang melihat Adam berjalan ke arah papa nya dan menyalaminya. Adam kaget dengan kedatangan putra kandungnya. "Assalamualaikum papa, nenek dan Tante terimakasih sudah datang." Ucap hafiz sambil menyalami punggung tangan nenek dan papanya.
"Terimakasih nak." Jawab Adam riang melihat putranya datang menemuinya. Ada keinginan untuk mendekati hafiz, hanya saja hafiz terlihat membangun tembok yang cukup tinggi untuk dirinya.
"Hafiz permisi dulu ya papa, hafiz disuruh sama ayah buat nemuin papa, nenek dan Tante. Kata ayah, hafiz harus sopan dan menghormati papa dan nenek. Biar bagaimanapun papa, merupakan papa kandung hafiz. Pa, Hafiz permisi dulu ya. Hafiz mau bersama kakek dan nenek buyut dulu. Assalamualaikum." ucap hafiz sopan lalu berjalan menuju tempat kakek dan nenek buyut nya berada.
Adam yang mendengarkan ucapan dari putranya hanya diam membeku, ada semacam tusukan benda tajam menancap di hatinya, Perih tapi tak berdarah. Adam memandangi raut wajah hafiz yang terpancar keceriaan serta senyum bahagia.
__ADS_1
"Sejak kapan Mayang mempunyai keluarga sebesar itu? Apa mungkin Mayang menyewa orang untuk menjadi keluarga nya?" Tanya Novi sinis.
"Loh Adam, sedang apa disini?" Tiba-tiba seseorang menegurnya.
"Pak Roland?" Jawab Adam bingung. Bagaimana bisa rekan kerja sahabatnya berada di pesta Mayang.
"Kok kamu bisa ada disini dan?"tanya Ronald lagi, karena dirinya tidak merasa mengundang Adam. Toh Adam bukan siapa-siapa bagi Ronald. Hanyalah karyawan yang bekerja di salah satu perusahaan kecil yang bekerja sama dengan sahabatnya Adam.
"Saya disuruh sama pak dewa, pak. Menganti kan beliau yang tidak bisa hadir. Maaf pak, kok bapak bisa berada disini?" Tanya Adam sopan sekaligus bingung dengan kehadiran salah satu boss nya.
"Oh... dewa yang minta kamu buat gantiin dia ya? Tentu saja saya bisa berada disini, kan yang menikah adik laki-laki saya yang paling kecil." Jawab Ronald tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya dam."pamit Ronald
"Maaf pak, apa benar yang duduk di sebelah sana itu keluarga nya Mayang? Kerena setahu saya Mayang tidak memiliki keluarga." Tanya Adam memastikan.
"Iya benar, mereka semua keluarga kandung Mayang dari papa dan yang sebelah nya lagi dari pihak ibu nya. Kenapa,dam. Kamu kenal sama Mayang?" Jawab Ronald sambil menunjuk ke arah keluarganya Mayang.
"Kenal pak, sangat kenal. Mayang itu mantan istrinya Adam." Sahut ibu Romlah yang ingin menjelekan Mayang.
"Oh kamu toh mantan nya Mayang? Ckckck.. kalau begitu saya permisi dulu." Sahut Ronald lalu pergi meninggalkan keluarganya Adam.
"Loh, itu siapa kamu dam? Kok kayak enggak suka sama kamu saat tahu kamu mantan suaminya Mayang?" Tanya ibu Romlah kesal melihat anaknya diremehkan.
"Itu pak Ronald Bu, salah satu boss nya Adam di kantor." Ungkap Adam
"Yang bekerjasama dengan dewa itu ya dam?" Tanya Bu Romlah yang mengetahui tentang perusahaan tempat Adam bekerja.
__ADS_1
"Iya Bu." Jawab Adam
*****