
Setelah mendengar dirinya tidak mendapatkan apa yang selama ini Novi inginkan, membuat Novi marah sejadi-jadinya tidak menerima apa yang telah di wasiat kan oleh adam. "Enggak.... Saya akan menuntut anda. Adam tidak berhak mengambil kembali semua yang telah Adam berikan kepada saya." Teriak Novi kencang.
"Silahkan jika ibu Novi ingin menuntut saya." Jawabnya enteng.
"Dan kamu Mayang, hafiz tidak berhak mendapatkan semua hak milik Adam. Hanya Reno lah yang berhak mendapatkan semua harta milik Adam." Ucap Novi sambil menunjukkan jarinya kearah Mayang dengan histeris nya.
"Eh dedemit, itu harta bukan buat mbak Mayang. Tapi itu untuk hafiz putra kandungnya mas Adam. Elo sama Reno enggak ada hak sama sekali." Balas putri enggak kalah kencangnya dari Novi.
"Diam Loe, elo itu hanya jadi benalu buat mas Adam dan gue. Elo pikir karena elo adiknya mas Adam elo bisa seenaknya hidup dengan nyaman seperti nyonya di rumah ini, hah. Elo itu kerjanya hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan semua uang nya mas Adam selama ini." Ucap Novi yang penuh dengan kemarahannya.
"Masa bodoh, toh itu Abang gue, yang hidup enak selama ini siapa? Elo kan? Elo juga cuma bisanya menghamburkan semua uang mas Adam. Untung saja mas Adam lebih pintar dari elo. Mas Adam menyembunyikan semua aset-aset nya tanpa sepengetahuan elo kan? Kasihan banget hidup elo." Ucap putri dengan senyuman nya sinis nya.
"Aarrrgh kurang ajar. Kalau bukan karena gue yang ngajarin mas Adam mengelap dana perusahaan, belum tentu mas Adam memiliki banyak aset." Ungkap Novi penuh dengan amarahnya.
"Woy dedemit. Uang hasil penggelap dana kan udah di berikan ke mas Adam buat elo semua untuk merenovasi rumah milik orang tua elo dan juga perhiasan yang selama ini elo minta kan? Serta mencukupi semua kebutuhan hidup elo yang mewah itu. Elo enggak pernah tahu kan kalau selama ini mas Adam menyimpan semua aset-aset miliknya. Bahkan Mbak Mayang pun tidak mengetahui nya." Ujar putri memulai membongkar semua kebenaran yang selama ini Adam simpan.
"Maksud elo apa hah? Enggak mungkin... Mas Adam selalu jujur sama gue. Enggak mungkin mas Adam berbohong sama gue." Jawab Novi membantahnya.
__ADS_1
"Enggak mungkin gimana? Emangnya elo enggak sadar hah kalau selama ini uang di pegang sama elo semua. Kalau bukan karena mas Adam sejak dulu menabung semua penghasilan nya sebelum menikah dengan mbak Mayang dan juga elo. Mas Adam sudah lama menyimpan nya dalam bentuk tabungan emas murni dan juga investasi saham. Mana mungkin mas Adam bisa memiliki semua aset-aset itu. Bahkan semua harta warisan milik papa enggak pernah mas Adam pergunakan. Sejak dulu mas Adam orangnya perhitungan dan juga pelit." Ujar putri membeberkan semuanya.
"Asal Elo tahu, mas Adam orangnya perhitungan, bahkan bisa di bilang mas Adam itu sangat pelit. Mas Adam hanya akan royal buat gue dan juga ibu. Gue tahu kalau mas Adam mempunyai semua aset-aset itu juga sehari sebelum mas Adam meninggal. Mas Adam sengaja menyimpan semua itu buat masa depan anak kandungnya. Mas Adam enggak mau masa lalu mas Adam yang dulu terjadi kepada anaknya. Mas Adam ingin memberikan yang terbaik buat anak-anak nya kelak." Jawab putri.
"Awalnya sebelum mas Adam mengetahui kebenaran kalau Reno bukanlah anak kandung mas Adam. Mas Adam akan membagikan semua hartanya buat hafiz dan juga Reno. Walaupun selama ini mas Adam tidak pernah menyayangi ataupun dekat dengan hafiz. Tetap saja mas Adam ingin memberikan yang terbaik buat hafiz. Jika bukan kerena ancaman dari elo yang meminta agar mas Adam menjauhi hafiz, mungkin saja mas Adam akan dekat dengan hafiz dan memberikan semua kasih sayangnya buat hafiz. Elo yang selama ini mengancam mas Adam, elo juga yang membuat mas Adam menjauhi hafiz. Elo udah menghasut mas Adam dengan semua fitnahan elo. Tapi sayangnya, kebohongan yang selama ini elo sembunyikan akhirnya terungkap. Elo bahkan berselingkuh dengan laki-laki lain." Ujar putri kembali membeberkan semua kebenarannya.
"Diam elo... Elo jangan memfitnah gue... Elo dan ibu elo sama... Gila harta..." Teriak Novi tidak terima.
"Iya gue sama ibu memang gila harta, itu semua karena elo. Semenjak elo melahirkan Reno, semua keuangan mas Adam elo yang mengatur. Bahkan. Semua tabungan dan perhiasan milik ibu elo juga yang ambil. Dengan alasan buat kebutuhan hidup sehari-hari. Elo juga yang telah menghasut mas Adam untuk mengambil rumah yang sudah mas Adam berikan ke mbak Mayang. Elo juga yang memfitnah mbak Mayang selingkuh dan menghambur uang yang telah mas Adam berikan buat kebutuhan rumah. Elo juga yang memfitnah mbak Mayang kalau hafiz bukan lah anak kandung nya mas Adam. Elo takut kan saat mas Adam mengetahui bahwa dirinya telah memiliki anak dengan mbak Mayang. Elo melarang mas Adam untuk berkomunikasi dengan mbak Mayang dan hafiz. Elo udah menghapus dan menghilangkan handphone milik mas Adam supaya mas Adam tidak menghubungi mbak Mayang lagi setelah ibu berhasil mendapatkan rumah milik mbak Mayang. Elo takut mas Adam kembali dengan mbak Mayang, makanya elo melakukan segala cara supaya mas Adam dianggap bapak yang tidak bertanggung jawab sama semua orang. Sudah lah mbak elo enggak usah membohongi semua orang. Elo masih bertahan sama mas Adam supaya tingkah laku elo yang murahan tidak terhendus orang kan?" Ucap putri menggebu-gebu.
Novi mengeraskan rahangnya lalu berlari menerjang putri dan kemudian mencekik leher putri, sontak semua orang yang hadir terkejut dengan tindakan Novi mereka langsung bergegas memisahkan Novi dari tubuh putri, putri yang mendapatkan serangan mendadak dari Novi berusaha untuk meronta-ronta melepaskan diri. Cengkraman tangan Novi sangat lah kuat, bahkan Novi tidak segan-segan menendang siapapun yang berusaha untuk melepaskan dirinya. Teriak demi teriakan terdengar di seluruh ruangan milik keluarga Adam. Gilang yang tidak terima putri diperlakukan seperti itu terus berusaha menjauhkan tubuh Novi dari putri, Melvin turut membantu Gilang memisahkan tubuh Novi, Gilang memukul tengkuk Novi hingga akhirnya Novi pingsan. Cengkraman tangan Novi mulai mengendur sehingga Melvin melepaskan tangan Novi dari leher putri. Putri yang hampir kehabisan nafas, berusaha untuk menghirup udara dan terbatuk-batuk.
Gilang langsung mengikat tangan Novi dengan tali pinggang miliknya, keluarga Novi yang melihat kejadian tadi sempat terkejut dengan kebrutalan Novi, mereka yang melihat Gilang mengikat tangan Novi mencoba untuk melepaskannya.
"Mau ngapai hah?" Bentak Gilang
"Lepasin adek gue?" Jawabnya
__ADS_1
"Jangan coba-coba elo lepasin, Kalau sampai elo lepasin ikatan tangan itu tangan gue siap untuk melayang di muka elo " ancam Gilang.
"Lang, sebaiknya kita hubungi pihak berwajib, ini sudah termasuk tindak kriminal." Ucap salah satu keluarga Adam.
"Iya pakde, pakde hubungi pihak berwajib biar Novi dihukum." Ujar saudara sepupu Adam.
"Jangan... Saya mohon jangan... Kasihan anak saya kalau sampai dilaporkan kepihak berwajib. Kasihan Reno juga." Teriak ibu nya Novi
"Tolong jangan hubungi pihak berwajib, biar Novi kami bawa pergi dari sini dan tidak akan mengganggu keluarga ini lagi. Saya mohon kepada semua keluarga Adam mau mengampuni anak saya." Ucap bapaknya Novi.
"Kami enggak akan laporkan Novi kepihak berwajib tapi dengan satu syarat, Novi mau mencabut laporannya di kantor pihak berwajib. Bagaimana?" Jawab Gilang.
"Baik, kami berjanji akan mencabut semua laporan Novi." Ucap bapaknya novi
"Tepatin janji anda. Jika tidak kami akan menyebarkan video kejadian tadi ke dunia Maya." Ucapnya.
"Baik, kami berjanji." Jawab bapaknya novi.
__ADS_1