
POV Adam
Sesampainya dirumah sakit yang berbeda dari rumah sakit tempat dimana putri saat ini dirawat, Adam langsung berjalan menuju laboratorium untuk melakukan tes dna.
"Permisi dok, saya mau melakukan tes DNA, apa bisa dok?" Tanya Adam sama salah satu dokter.
"Bisa pak, bisa tolong di isi semua formulir nya. Bapak udah ada sampel yang mau di tes?" Tanya nya
"Ada dok, saya sudah bawa sampel nya." Jawab Adam.
Dokter menyerahkan beberapa lembar kertas formulir yang harus Adam isi dengan lengkap. Adam mengambil formulir tersebut dan mengisinya langsung. Setelah selesai di isi, Adam menyerahkan formulir dan menyerahkan sampel yang sudah di bawa dari rumah lalu menyerahkan nya ke dokter. Dokter mengajak Adam untuk mengambil beberapa sampel darah dari dirinya dan beberapa potong rambut sebagai tambahan sampelnya biar lebih akurat.
Setelah selesai Adam langsung pergi dari rumah sakit menuju rumah sakit tempat putri dirawat, karena hasil tes akan keluar sekita dua atau tiga Minggu Bahkan bisa lebih cepat dari perkiraan dokter yang nantinya akan di kabari langsung lewat ponsel Adam.
Sesampainya di rumah sakit, Adam langsung bergegas menuju ruangan tempat putri dan ibu nya berada. Clek. Putri sedang tertidur dengan nyenyak nya.
"Loh Adam. Kamu enggak kerja hari ini nak?" Tanya ibu heran melihat dirinya sudah datang.
"Enggak Bu, Adam tadi ijin sama kantor untuk tidak masuk hari ini. Oh iya Bu, tadi Novi datang tidak sama kedua orangtuanya?" Tanya adam sama ibunya.
Ibu yang mendengar pertanyaan Adam tentu saja bingung karena Novi tidak ada sedikit pun menampakkan batang hidung nya terlebih lagi kedua orang tua nya.
"Enggak ada datang kesini kok dam. Kalau datang ibu pasti enggak perlu keluar cari makan di kantin." Jawab ibu jujur dengan menggelengkan kepalanya.
"Serius Bu? Tadi pagi soalnya Novi pamit mau ajak ke dua orangtuanya kesini mau menjenguk putri." Ujar Adam bingung.
"Ibu serius kali dam. Buat apa ibu berbohong sama kamu dam." Jawab ibu dengan kesalnya.
"Iya Bu, maaf cuma Adam bingung aja kok Novi berbohong sama Adam." Jawab Adam tidak enak.
Adam memilih untuk menghubungi Novi, dia mengeluarkan handphone selulernya dari dalam kantong celananya. Adam berkali-kali mendial nomor telepon Novi tapi tak kunjung aktif.
"Bu, Adam pulang dulu. Kalau ada apa-apa ibu langsung hubungin Adam saja, jangan Novi." Perintah Adam sama ibunya
"Iya, kamu hati-hati di jalan." Jawab ibu
__ADS_1
Adam keluar dari ruang rawat putri dan bergegas menuju parkiran mobil. Adam membuka pintu mobil dan duduk di belakang kemudi.
Ting
Adam mengeluarkan handphone nya dan membuka pesan yang masuk, tampak gambar Novi dan keluarganya bersama laki-laki yang dia kenal, novi tampak mesra dengan laki-laki tersebut sedangkan ke dua orang tuanya tidak memperdulikan tingkah laku novi. "Brengsek" ucap Adam sambil memukul kemudi mobil dengan kuat.
Adam mencoba menghubungi nomor tersebut tapi sayang nomor tersebut tidak aktif, Adam berusaha untuk mencoba menghubungi Novi. Tapi sayang nomor telepon Novi juga tidak aktif sama sekali.
(Hallo, Zack gue mau minta tolong sama elo. Tolong elo awasin istri gue.)ucap Adam saat telepon nya di angkat.
(Woy sabar bro. Istri elo yang mana nih?)tanya Zack heran
(Novi bro. Gue minta tolong sama elo buat awasin Novi, kalau bisa elo foto atau video in semua nya.)ujar Adam langsung.
(Ok, tapi jangan lupa bayarannya.) Jawab Zack santai.
(Sip elo tenang aja sekalian gue mau minta tolong sama elo suruh Novi tanda tanganin berkas-berkas yang nanti gue kasih ke elo. elo bisa ancam dia, terserah elo mau gimana.)
(Iya tenang aja Lo kasih aja sama gue nanti gue kerjain)
(Tapi jangan lupa bayaran gue)
(Sip kalau pekerjaan elo udah kelar, pasti nanti gue bayar)
(Ok siap)
Klik
Adam mematikan sambungan teleponnya. Adam juga mengirimkan foto Novi ke nomor Zack, walaupun sebenarnya Zack mengenal Novi. Hanya saja Zack kemungkinan besar tidak akan turun tangan langsung, dia pasti akan menyuruh anak buahnya untuk mengawasinya.
Adam meletakkan handphone nya lalu dia mulai menyalakan dan menjalankan mobilnya menuju butik Anita, Adam harus mulai mencari tahu keberadaan hafiz. Karena dia tidak ingin lagi mempertahankan rumah tangga dengan Novi. Jika hasil tes DNA sudah keluar, Adam akan langsung menceraikan Novi dan mengusirnya dari rumahnya.
Sesampainya di butik milik Mayang, Anita sedang tidak ada ditempat, Adam meminta sama salah satu karyawan butik untuk memberitahu kepadanya alamat Mayang dan juga nomor telepon Anita. Hanya saja para karyawan tidak bisa memberikan kan kepada Adam nomor telepon Anita, karena mereka sudah di wanti-wanti oleh Anita.
Dengan perasaan kesal dan emosi, Adam mengendarai mobilnya ke perusahaan tempat dulu dia bertemu dengan Mayang. Sesampainya di perusahaan milik keluarga Mayang, ada berjalan menemui resepsionis dan menanyakan alamat rumah Mayang serta nomor telepon Mayang. Hanya saja para resepsionis tidak juga mengetahui alamat dan nomor telepon Mayang.
__ADS_1
Adam memutuskan untuk pulang kerumahnya, sesampainya dirumah Adam tidak melihat siapapun di dalam rumah. Hanya pembantu saja. Sedangkan anak nya tidak ada dirumah.
"Mbo, nyonya sama Reno dimana?" Tanya Adam.
"Mbo, tidak tahu tuan. Nyonya tidak ada telepon kerumah." Jawab si mbok.
"Ya sudah buatkan saya kopi." Ucap Adam.
Si mbok bergegas menuju dapur untuk menyiapkan kopi permintaan Adam. Adam yang baru selesai membersihkan diri langsung menuju ruang keluarga. Di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Adam mencoba menghubungi Novi lagi, tapi tetap saja nomor telepon Novi masih tidak aktif.
Tak berselang beberapa lama terdengar suara mobil dari arah depan rumahnya. Adam tidak bergeming dari duduknya sambil menonton televisi. Emosinya sudah memuncak, tapi dia harus tetap menahannya agar semua rencananya tetap berjalan dengan sangat baik.
Terdengar suara tawa saat pintu rumah terbuka, Novi terdiam saat melihat suaminya sudah berada di rumah. "Loh mas, kamu sudah pulang? Kok enggak bilang-bilang aku sih." Ucap Novi kaget sedang Kedua orang tuanya hanya berdiri ditempat bagaikan patung.
"Ooooh... Gimana mau bilang kalau handphone kamu enggak aktif sama sekali. Dari mana kamu, kenapa baru pulang sekarang?" Tanya Adam dengan marah.
Reno yang berada di belakang Novi, langsung memilih untuk berlindung di belakang kakek dan neneknya. Baru kali ini dia melihat papanya marah. karena selama ini Adam tidak pernah sedikitpun mengeluarkan suara dengan nada tinggi.
Novi kaget mendengar suara tinggi Adam. "Apa sih mas, kenapa kamu marah-marah begitu, aku kan nanya kenapa kamu enggak bilang Kalau kamu pulang cepat."ucap Novi lagi.
"Sekarang aku tanya dari mana kamu? Dan kenapa handphone kamu tidak akti-aktif?" Tanya Adam
"Aku sama ibu dan bapak dari rumah sakit menjenguk putri kan tadi pagi aku sudah bilang mas. Handphone aku mati mas lupa di charger." Jawab Novi
"Yakin kamu kerumah sakit jenguk putri Novi?" Sinis Adam.
"Beneran mas, aku kerumah sakit." Dusta Novi
"Owh.. kenapa aku tidak lihat kamu dirumah sakit. Bahkan kata ibu kamu tidak ada datang kerumah sakit." Ucap Adam sambil berjalan mendekati Novi dengan wajah menahan emosi.
Novi yang melihat Adam merasa terintimidasi, dan berjalan mundur karena takut dengan kemarahan Adam. " Be...ner..an.. mas aku eng..gak ber..bo..Hong..." Jawab Novi takut.
"Owh.. kamu enggak berbohong. Baiklah tapi ingat baik-baik jika sampai aku tahu kamu berbohong. Camkan dalam otak kamu. Aku bisa saja menghabisi kamu bahkan kedua orangtua kamu." Bisik Adam di samping telinga Novi.
Mendengar ucapan Adam, Novi kesulitan untuk menelan air ludah, seakan-akan ada yang mengganjal di tenggorokan nya. Bahkan kedua tangannya nya lembab, raut wajahnya pucat seakan-akan darah tidak mengalir di pembuluh darahnya.
__ADS_1
"I..ya.. mas" jawab Novi lirih dan ketakutan.