Istri Tegar

Istri Tegar
Bab 52


__ADS_3

POV Adam


Braaak.


Setelah kepulangan nya dari butik. Dengan emosi yang meluap-luap, Adam membanting pintu rumah dengan kencang, " aaaaarrgh brengsek, dasar wanita gila harta. Apa salah nya sih gue yang memimpin perusahaan nya. Pake acara nolak untuk rujuk lagi. Dasar perempuan tidak tahu berterima kasih. Kalau bukan karena gue yang mau menikahin dia, belum tentu ada laki-laki yang mau sama dia."


"Sabar dam, sabar.... Kamu jangan banting -banting pintu, nanti kalau itu pintu jebol siapa yang mau benerin. Emang nya kamu pikir benerin pintu enggak perlu pake uang, hah." Omel Bu Romlah melihat tingkah anaknya.


"Coba kamu hub. Temen kamu yang pengacara itu, siapa tahu dia bisa membantu kamu." Saran Bu Romlah memberi solusi.


Mendengar ucapan ibunya, Adam langsung mengeluarkan handphone dari saku celananya dan mencari salah satu nomor telepon teman nya yang pengacara dan meloudspeaker nya supaya ibu Romlah bisa mendengar percakapan mereka.


(Halo) jawab Ferdinand 


(Halo fer, Lo lagi sibuk enggak?) Tanya Adam basa basi.


(Enggak kenapa dam? Tumben Lo nelpon gue? Ada apa?)


(Begini Loe bisa bantu gue menuntut mantan istri gue enggak?)


(Nuntut apa, emangnya ada masalah apa elo sama mantan istri Lo?)

__ADS_1


Adam menceritakan maksudnya sama Ferdinand, dan meminta agar Ferdinand membantunya supaya Adam bisa mengelola perusahaan milik Mayang karena menurut Adam, Adam berhak atas haknya hafiz. Karena Hafiz masih berusia di bawah umur.


(Wkwkwkwkwkwkwkwk) ketawa yang cukup kencang dan keras terdengar. Mendengar tawa dari Ferdinand, sontak Adam dan ibu Romlah saling bertatapan. Karena heran dengan respon dari Ferdinan. 


(Sorry bro, sorry... Lo itu halu atau ganggu enggak sih? Lo udah coba cek ke dokter? Siapa tahu elo ada penyakit kejiwaan. Bisa-bisanya elo menuntut hak yang memang bukan haknya elo? Walaupun elo bilang itu ada hak anak elo, tetap aja bro. Elo itu enggak ada hak apa pun atas perusahaan milik mantan istri elo. Elo itu hanya MANTAN bro, dan elo juga cuma orang luar dari keluarganya Mayang. Kecuali kalau elo memang ada hubungan darah langsung sama keluarganya Mayang terutama kakek atau bokap nya mayang, baru elo berhak atas perusahaannya. Elo nyuruh gue bantuin buat menuntut mantan istri Lo??? Wkwkwkwkw bisa-bisa pihak pengadilan akan mengecap gue miring gara-gara gue bantuin elo yang enggak ada otaknya. Sorry gue enggak bisa bantu elo, gue enggak mau karir gue hancur hanya demi ambisi dan nafsu aneh elo yang enggak jelas itu.) Jawab Ferdinan tanpa jeda, bahkan Ferdinan langsung mematikan sambungan telepon nya.


Klik.


Adam dan ibu Romlah hanya terpaku mendengar ucapan Ferdinan yang sangat-sangat menohok. Bahkan Ferdinan dengan sangat terang-terangan bilang bahwa Adam memang sudah enggak waras atau memiliki ganggu kejiwaan. Hal itu sangat menyakitkan buat Adam, Adam mengepalkan kedua tangannya menahan amarahnya.


"Loh, ibu sama mas adam udah dirumah toh?" Tanya putri yang baru keluar dari kamarnya. "Mas adam sama ibu kenapa sih. Kok mukanya aneh begitu?" Tanya putri lagi yang heran dengan raut wajah ibu dan mas nya.


"Tanya apa mas?"heran putri


"Menurut kamu mas ada ganggu jiwa tidak kalau mas menuntut hak nya hafiz, agar supaya mas bisa mengelola perusahaan milik Mayang?" Tanya Adam 


"Haaaaaaah, mas adam enggak salah ngomong kan? Emangnya mba Mayang punya perusahaa? Jangan halu deh mas?" Sahut putri yang tidak mempercayai ucapan mas nya.


"Mas serius put?" Ujar Adam menahan Geram.


"Secara jujur sih mas Adam ada gangguan jiwa kalau mas adam sampai menuntut haknya hafiz, mas sendiri saja tidak menganggap hafiz sebagai anak kandungnya mas Adam sendiri. Lagi pula mas Adam dan mba Mayang kan sudah bercerai lama. Lagian mana mungkin mba Mayang punya perusahaan. Kan mba Mayang hanya yatim-piatu, enggak punya keluarga sama sekali." jawab putri santai karena tidak mengetahui yang sebenarnya bahwa Mayang yang sekarang bukan lagi Mayang yang dulu ia kenal.

__ADS_1


"Kamu anak kecil, kalau ngomong jangan sembarang deh, sudah Adam pokoknya ibu enggak mau tahu. Gimana caranya supaya kamu bisa memiliki perusahaan Mayang. Kalau perlu kamu dekatin hafiz dan rayu hafiz serta bujuk hafiz. Supaya Mayang mau kembali lagi rujuk sama kamu dan menikah sama kamu. Setelah kalian rujuk kamu tinggal meminta sama Mayang agar kamu lah yang mengelola perusahaan Mayang. Sedangkan Mayang cukup dirumah saja seperti dulu." Ujar ibu Romlah tanpa bantahan.


"Apa ibu yakin hafiz mau sama Adam? Sedangkan Adam sendiri enggak pernah dekat sama hafiz Bu?" Jawab Adam frustasi.


"Ya kamu itu harus berusaha dong Adam. Apa kamu mau hidup kita seperti ini terus?? Apa kamu enggak mau kalau kita kayak dulu lagi. Jujur ibu malu sama teman-teman sosialita ibu yang dulu. Ibu mau kita kembali seperti dulu. Sedangkan gaji kamu kecil, mana cukup buat ibu, Adam. Novi sendiri udah enggak mau kasih ibu doit. Kamu harusnya berpikir gimana caranya supaya Mayang mau kembali rujuk sama kamu." Desak ibu Romlah.


"Aaaaarrgh enggak tahu lah Bu!!! Adam pusing. Kalau saja dulu Adam tahu Mayang anak pemilik perusahaan, mungkin Adam enggak perlu menikah sama Novi dan bercerai dengan Mayang. Semua gara-gara ibu yang desak-desak Adam supaya punya anak." Ungkap Adam penuh dengan emosi.


"Loh kok kamu malah salahin ibu sih dam, itu kan semua salah kamu sendiri yang enggak bisa menahan nafsu kamu. Lagi pula kalau ibu tahu Mayang anak orang kaya, mana mungkin ibu mendesak kamu agar bercerai dengan Mayang." Sahut ibu Romlah kesal karena disalahkan oleh putra nya.


"Kalau mba Mayang mau rujuk sama mas Adam. Lalu gimana dengan mba Novi, mas."


Tanya putri bingung.


Adam langsung menuju kamarnya karena menahan emosi Adam sangat mengetahui bahwa itu semua salahnya sendiri yang tidak bisa menahan nafsu dari godaan novi, putri hanya bisa bengong melihat kakak dan ibunya bertengkar. 


Pagi harinya Adam berusaha mencari keberadaan hafiz, bahkan Adam berusaha untuk mendekati pak wirda agar bisa mencari informasi mengenai Nomor telepon Mayang dan alamat tempat tinggalnya Mayang. 


Adam sudah berusaha hubungi nomor telepon Mayang yang lama tapi tidak tersambung sama sekali. Adam sudah tidak bisa lagi mendatangi butik milik Anita, karena Adam yakin kalau Anita tidak akan mungkin memberitahukan nya.


Yang tidak Adam ketahui bahwa kakeknya Mayang sudah meminta ke semua karyawannya bahkan pak wirda untuk menutup mulut mereka. Agar tidak memberitahukan nomor telepon Mayang dan alamatnya. 

__ADS_1


__ADS_2