
Setelah melaporkan kejadian yang pernah dialami oleh ibu Romlah, pihak berwajib mulai melakukan penyelidikan kasus yang pernah di alami ibu Romlah. Semua bukti yang sudah di berikan oleh Gilang sudah berada di tangan pihak berwajib.
Hari-hari terus berganti proses penyelidikan tetap berjalan Novi yang di panggil oleh pihak berwajib cukup kaget terlebih lagi dirinya di laporkan oleh Bu Romlah atas tindakan yang pernah dia lakukan terhadap Bu Romlah. Novi sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa dirinya akan dilaporkan balik oleh pihak keluarga Adam. Bahkan lengkap dengan bukti-buktinya.
"Brengsek... Sialan... Dasar nenek peyot... Udah bau tanah... Seharusnya dulu langsung gue bun*h saja tuh orang... Aaaarghhh sial*n." Teriak Novi sambil melemparkan semua barang yang ada di rumahnya.
Seluruh keluarga Novi yang mengetahui kalau Novi pernah hampir ingin membunuh ibu Romlah sangat terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Novi bisa bertindak seperti itu. Reno yang melihat mama nya histeris seperti orang yang tidak waras hanya bisa ketakutan dan bersembunyi di dalam kamar.
Novi yang sangat ketakutan jika dirinya berada di balik jeruji, meminta kepada pihak pengacaranya untuk segera menyelesaikan nya secara kekeluargaan dan berjanji akan mencabut semua laporan nya asal pihak keluarga Adam juga mau mencabut semua laporan miliknya. Hanya saja ibu Romlah dan putri tidak ingin mencabut laporannya. Dan menyerahkan semua kasus yang dilaporkan oleh gilang kepada pihak berwajib dan pengacara yang telah disewa oleh Melvin.
Ibu Romlah dan putri yang sudah di tetapkan sebagai tersangka karena secara tidak langsung membiarkan Adam melakukan tindak kejahatan dengan menyiksa Novi bahkan terlibat langsung dengan membiarkan Adam melukai novi. Ibu Romlah dan putri menerima semua hukuman dengan lapang dada. Bahkan mereka ikhlas jika harus mendekam untuk waktu yang lumayan lama.
Mayang dan Melvin yang mendengarkan kabar dari pengacara yang mereka sewa untuk Bu Romlah sangat terkejut mendengar nya. Bahkan Mayang sama sekali tidak menyangka dengan keputusan yang telah di ambil oleh ibu Romlah dan putri.
"Bang, menurut Abang kenapa ibu Romlah dan putri menolak untuk berdamai dengan Novi, bang?" Tanya Mayang.
"Abang juga enggak tahu dek, jujur saja Abang bingung dengan keputusan neneknya hafiz. Mungkin keputusan yang mereka ambil sudah mereka pikirkan matang-matang." Ungkap Melvin.
"Iya juga sih bang, cuma Mayang merasa kasihan kalau ibu Romlah harus berada di balik jeruji." Ucap Mayang iba.
"Abang juga berharap jika neneknya hafiz mau memilih jalan damai. Biar bagaimanapun kondisi kesehatan ibu Romlah mulai menurun semenjak meninggal nya Adam. Abang ingin ibu Romlah menikmati masa tua bersama anak dan cucunya. Enggak seperti ini." Ungkap Melvin.
"Mayang juga ingin nya seperti itu bang. Tapi kita harus bagaimana?" Tanya Mayang bingung.
"Abang juga enggak tahu dek. Gimana kalau hari libur kita kesana menjenguk ibu Romlah dan putri." Saran Melvin.
"Boleh juga bang. Kita kesana sama hafiz. Biar Bu Romlah punya semangatnya kalau hafiz datang mengunjungi ibu Romlah." Ucap Mayang menyetujui usul suaminya.
"Bener kamu sayang. Abang sangat bersyukur bisa memiliki kamu sebagai istri Abang. Makin cinta deh sama istri Abang yang cantik dan montok ini." Gurau Melvin sambil menoel dagu istrinya.
"Issh apaan sih bang. Dah ah may, mau istirahat dulu. Besok Mayang harus ke kantor buat mengecek laporan." Ucap Mayang dengan wajah memerah akibat candaan suaminya.
***
__ADS_1
"May, besok kamu jadi jenguk neneknya hafiz?" Tanya mami
"Jadi mam." Jawab Mayang.
"Kalau jadi mami, mau nitip sesuatu buat putri dan neneknya hafiz. Siapa tahu berguna buat mereka." Ucap mami.
"Iya mam, insya Allah pasti berguna buat mereka." Ucap Mayang
"Hayoooo... Lagi bahas apa nih?"tanya Melvin tiba-tiba yang sedang melihat kedua wanita yang di cintai nya sedang berbincang serius, sehingga kedua wanita terkejut.
"Astaghfirullah alazhim Melvin.... Kamu buat mami kaget saja. Untung saja jantung mami sedang kondisi sehat. Kalau sampai jantung mami copot gimana coba." Ucap mami yang terkejut. Mayang hanya bisa mengusap dadanya, akibat terkejut mendengar pertanyaan suaminya yang tiba-tiba sudah muncul disamping mereka.
"Hehehehe, maaf deh mam. Habis nya mami dan Mayang serius banget kalau ngobrol. Melvin juga mau ikutan dong. Lagi bahas apa sih?" Tanya Melvin dengan cengirannya khasnya.
"Ini loh bang, mami nanya besok kita jadi jenguk ibu Romlah dan putri enggak? Soalnya mami mau menitipkan sesuatu buat mereka." Jawab Mayang setelah menetralkan degup jantungnya.
"Oh itu toh... Kirain mami sedang jelek-jelekin Melvin sama anak menantu kesayangan mami yang cantik ini." Kelakar Melvin.
"Mau ngapain juga mami jelek-jelekin kamu. Toh kamu nya saja sudah jelek dari dulu." Jawab mami seenaknya.
Mayang hanya bisa senyum melihat tingkah laku ibu mertuanya dan juga suaminya yang bukan hanya seperti ibu dan anak tapi juga seperti sahabat atau teman. Mayang sayang bahagia bisa berada di dalam keluarga Melvin.
"Emang nya mami enggak mau ikut dengan kami?" Tanya Melvin sama mami.
"Mami enggak bisa dek, besok mami kan ada jadwal mau kerumah Abang dan mbak mu. Semalam mereka menelpon mami dan besok mami bakalan di jemput mereka kesini. Mami udah kangen pengen main sama cucu-cucu mami." Jawab mami
"Oh ya sudah kalau gitu. Mami kalau mau nginap atau mau pulang kesini kabarin Melvin aja. Biar nanti Melvin yang jemput mami." Ucap Melvin.
"Kenapa kita enggak sekalian saja main ke rumah Abang sepulangnya dari sana, bang. Bagaimana kalau mami ikut kami menjenguk ibu Romlah dan putri lalu pulang nya kamu antarin mami ke rumah Abang. Gimana mam?" Tanya Mayang.
"Boleh juga ide kamu dek, gimana mam? Mami mau kan?" Tanya Melvin ke mami.
"Ya udah kalau memang begitu, mami setuju. Kalau begitu nanti mami hubungi Abang kamu dulu dek. Sekalian kasih tahu mereka kalau kalian mau datang kesana." Jawab mami menyetujui ide dari Mayang.
__ADS_1
"Bunda, boleh enggak kalau Hafiz menginap di rumah Uwak?" Tanya hafiz yang tiba-tiba mendengarkan percakapan nenek dan ayah nya.
"Abang mau ikut menginap di rumah Uwak juga bareng nenek?" Tanya Melvin ke anak sambung nya.
"Iya ayah, itu pun kalau ayah dan bunda mengijinkan." Jawab hafiz.
"Tentu saja sayang, bunda dan ayah mengijinkan Abang hafiz ikut menginap dirumah Uwak. Tapi Abang hafiz harus janji dulu sama bunda dan ayah. Abang hafiz jangan merepotkan nenek dan Uwak ya disana." Ucap Mayang menyetujui permintaan hafiz.
"Iya Bun, Abang hafiz janji." Jawab hafiz dengan senyum bahagianya.
"Ya sudah kalau begitu. Nanti bunda bantu Abang siapin baju buat menginap." Ujar Mayang.
"Makasih ayah bunda." Jawab hafiz sambil memeluk dan mencium kedua pipi ayah dan bunda nya.
"Abang udah selesai buat pekerjaan rumah nya belum?" Tanya Mayang.
"Sudah Bun, Abang udah selesaikan semua pekerjaan rumah yang di kasih sama guru." Jawab hafiz.
"Gitu dong anak ayah." Ucap Melvin sambil mengacak-acak rambut hafiz.
"Ayah, besok jadi kan ketempat nenek?" Tanya hafiz.
"Jadi sayang. Kenapa nak?" Tanya Melvin.
"Enggak apa-apa ayah. Ayah, Abang boleh enggak nanti bawain nenek dan Tante putri makanan enak?" Tanya hafiz.
"Boleh sayang, nanti kita bawakan makanan buat nenek dan Tante putri." Jawab Mayang.
"Gimana kalau sekarang kita belanja buat membeli semua kebutuhan nenek dan Tante putri. Sekalian makan. Mumpung masih sore." ajak Melvin tiba-tiba.
"Boleh juga ayah. Kalau begitu kita siap-siap sekarang, mami ikut ya? Nanti Mayang hubungi nenek dan kakek biar kita makan malam bareng-bareng." Ajak Mayang.
"Iya sayang mami ikut. Mami juga mau beli sesuatu nanti." Jawab mami.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu kita sekarang siap-siap dulu. Biar enggak kemalaman." Ujar Melvin.
"Baik boss." Jawab mami, hafiz dan Mayang serentak.