Istri Tegar

Istri Tegar
Persyaratan Novi


__ADS_3

Setelah kejadian itu seluruh keluarga Novi, membawa Novi yang sedang tidak sadarkan diri pergi dari rumah milik keluarga Adam, begitupun dengan Mayang dan Melvin berserta seluruh keluarganya ikut pamit kepada Bu romlah. Sesampainya dirumah, seperti biasa Mayang membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya lalu terlelap tidur. Begitu pula dengan Melvin setelah berganti pakaian Melvin pun tertidur lelap di samping Mayang.


Melvin berserta kakek, Uwak Lukman dan hafiz setiap malam datang kerumah Adam bersama hafiz untuk tahlilan, keluarga Adam mengadakan tahlilan selama tujuh malam mendoakan kepergian Adam. Mayang tidak bisa ikut dikarenakan Mayang harus menjaga kondisi kandungan nya. Walaupun Mayang tidak turut hadir, Mayang telah menyiapkan beberapa kue yang telah di masukan kedalam kotak untuk di berikan buat acara tahlilan adam. Begitu juga dengan Melvin memberikan beberapa sembako untuk di bagikan ke tamu yang hadir. Bantuan Melvin diterima dengan tangan terbuka sama bu Romlah, Karena bu Romlah hanya tahu kalau itu niat baik dari hafiz untuk papa nya.


Berbeda dengan Novi yang kerap kali mengamuk tidak menerima kenyataan, sehingga membuat Gilang berserta putri muak dengan kelakuan Novi. Bahkan Novi tidak mau mencabut tuntutan nya. Sehingga ibu Romlah dan putri bolak balik mendatangi kantor pihak berwajib untuk memberikan laporan kesaksian mereka mengenai tindakan kekerasan yang dilakukan oleh adam. Melvin telah menyiapkan pengacara untuk menemani ibu Romlah dan putri saat mereka memberikan kesaksian kepada pihak berwajib.


Hari terus berganti Bu Romlah dan putri masih terus menjalani pemeriksaan, Novi yang masih tetap ingin menjebloskan ibu Romlah dan putri karena Novi tidak mendapatkan sepeserpun harta milik Adam. Gilang sangat geram terhadap tingkah Novi, karena Novi telah memberikan persyaratan kepada ibu Romlah dan putri kalau mereka ingin Novi mencabut gugatannya. 


Flashback 


"Mau ngapain kamu datang kesini lagi?" Tanya Gilang yang geram.


"Gue kesini mau mengajukan syarat kepada kalian." Jawab Novi dengan angkuhnya.


"Persyaratan apa?" Tanya Gilang yang heran.


"Elo enggak ijinkan gue masuk dulu kedalam?" Ucap Novi karena dirinya hanya berdiri di depan gerbang rumah Adam.


Gilang yang penasaran dengan persyaratan Novi membukakan pintu gerbang rumahnya dan mempersilahkan Novi untuk masuk kedalam. Novi berjalan masuk kedalam menuju ruang tamu dengan angkuhnya karena dia merasa Gilang akan memenuhi apa yang di syaratkan.


"Sekarang elo bilang apa persyaratan yang elo kasih?" Tanya Gilang sambil meletakkan handphone nya di atas meja samping kursinya yang telah ia nyalakan perekam suara.


"Santai dulu dong. Gue ini tamu bukan kah sebaiknya tamu di hidangkan minuman?" Ujar Novi bertele-tele.

__ADS_1


"Put.... Put..." Teriak Gilang.


Putri yang mendengar teriakan Gilang langsung bergegas mendatangi mas nya Gilang. "Ada apa mas?" Tanya putri heran.


"Buatkan minum untuk dedemit satu ini." Titah Gilang.


"Tapi mas buat apa wanita sundel ini datang kemari?" Tanya putri yang kaget melihat penampakan Novi dirumahnya.


"Kamu buatkan saja minuman buat wanita ini. Sudah, cepet sana kamu ke dapur." Perintah Gilang. Putri menghentakkan kakinya dengan kesal karena mas Gilang menyuruh nya untuk membuatkan minuman buat Novi.


"Sekarang kasih tahu gue apa tujuan elo datang kesini?" Ucap Gilang kembali.


"Sabar dulu dong Lang. Jangan buru-buru gitu. Toh kedatangan gue kesini buat menyelesaikan urusan dengan keluarga elo. Jadi sabar dulu dong." Jawab Novi sambil menyilangkan kakinya.


"Sekarang elo bisa langsung berbicara. Tujuan elo datang kemari buat apa?" Tanya Gilang tanpa basa basi.


"Kedatangan gue kemari mau menyelesaikan secara kekeluargaan mengenai tuntutan buat Adam. Tapi gue mengajukan syarat kepada kalian." Jawab Novi dengan santainya.


"Kenapa baru sekarang elo ingin menyelesaikan semua masalah secara kekeluargaan setelah ibu dan putri bolak-balik harus memberikan kesaksian kepada pihak berwajib?" Jawab Gilang kesal.


"Ya karena gue kasihan saja sama ibu. Ibu udah tua kalau sampai nanti ibu mendekam di hotel gimana? Emangnya elo enggak kasihan sama ibu dan adik elo?" Ucap Novi dengan raut wajah sendu nya.


Gilang mulai tersulut emosinya tapi putri yang disebelah nya langsung menggenggam tangan Gilang supaya Gilang tetap tenang dan tidak terpancing dengan semua ucapan Novi. Gilang yang paham dengan apa yang dilakukan putri langsung menarik nafasnya dan menghembuskan agar dia bisa meredakan emosinya.

__ADS_1


"Syarat apa yang elo tawarkan supaya elo mau mencabut semua tuntutan?" Tanya Gilang setelah dia bisa mengontrol emosi nya.


"Syarat gue cuma satu. Gue mau elo semua mengembalikan seluruh aset-aset milik Adam menjadi milik gue kembali. Biar bagaimanapun gue yang lebih berhak mendapatkan itu semua." Jawab Novi dengan pongahnya.


Gilang dan putri yang mendengar syarat dari Novi sontak melebarkan matanya karena tidak menyangka syarat yang Novi berikan demi kebebasan ibu dan putri harus menyerahkan semua harta peninggalan yang telah Adam wasiatkan. Gilang langsung menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan ucapan Novi.


"Eh... Wanita sundel... Dari pada harta mas Adam jadi milik elo. Mendingan gue mendekam di hotel. "Tolak putri mendengar syarat dari Novi.


"Ibu juga menolak syarat dari Novi." Ucap ibu Romlah tiba-tiba. Ibu Romlah yang tidak sengaja mendengar percakapan antara Gilang dan Novi langsung terkejut dengan syarat yang diberikan oleh Novi.


"Ibu.." ucap Gilang dan putri berbarengan.


"Eh nenek peyot, elo itu udah bau tanah. Enggak baik kalau elo berada di balik jeruji besi. Sebaiknya elo menghabiskan sisa hidup elo di rumah dengan memperbanyak amal ibadah. Bukannya sibuk menghamburkan uang milik Adam. Jadi sebaiknya semua harta milik Adam berada di tangan gue. Toh itu juga buat Reno anak kesayangan nya Adam. Bukan buat sih hafiz anak yang mengaku-ngaku anak kandungnya Adam." Ujar Novi menghina ibu Romlah.


"Eh wanita sundel. Jelas-jelas hafiz anak kandungnya mas Adam. Bukan Reno yang merupakan anak haram dari elo dan dewa. Jangan pernah elo mengharapkan semua harta kekayaan milik Adam jatuh ketangan elo. Lebih baik gue mendekam di jeruji besi." Ucap putri membalas semua perkataan Novi.


"Ooooh.. jadi elo menolak syarat dari gue. Oke kalau begitu. Gue sumpahin elo dan nenek peyot mendekam selama-lamanya di balik jeruji besi. Biar mampus sekalian." Ucap Novi dengan emosinya dan menyumpahi ibu Romlah.


"Sekarang sebaiknya elo keluar dari rumah ini sebelum elo gue seret ke luar." Ancam Gilang dengan penuh amarahnya.


"Gue akan keluar dari rumah ini tapi siap-siap buat elo put dan anda nenek peyot, kalian berdua akan mendekam selama-lamanya di balik jeruji besi." Ucap Novi sambil berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari rumah Adam.


*******

__ADS_1


__ADS_2