
POV Putri
Sesuai dengan permintaan dari ibu, kami bertemu dengan mbak Mayang dan anaknya di restoran. Sesampainya di restoran aku langsung memesan makanan bersama ibu tanpa menunggu mbak mayang, mbak Novi dan mas Adam ikut bersama kami membawa putranya.
Beberapa menit kemudian mbak mayang datang bersama putra nya hafiz, aku melihat wajah putra mbak Mayang sangat mirip dengan mas Adam, berbeda jauh dengan putranya mas Adam dengan mbak Novi.
Aku pandangin kedua laki-laki yang ada duduk di depan ku dan yang duduk di tengah-tengah mas Adam dan mbak Novi. Aku tidak mendengar pembicaraan antara ibu dan mbak mayang sedikitpun karena fokus ku teralihkan dengan kedua keponakan laki-laki ku.
Aku baru tersadar dari lamunanku ketika laki-laki kecil yang mirip dengan mas Adam berdiri dan jalan bersama mbak Mayang menjauhi kami. Ada berbagai macam pertanyaan didalam benakku. Apakah anak mas Adam dan mbak Novi benar-benar darah daging mas Adam atau bukan. Cuma aku merasa itu bukan urusan ku, toh selama ini tidak merugikan diriku dan mbak Novi tidak mengganggu kehidupan ku.
Setelah pertemuan kami dengan mbak Mayang, bayang-bayang wajah putra mas Adam hafiz, selalu memenuhi pikiran ku terlebih lagi ketika aku melihat wajah putra mbak Novi, sumpah aku ingin bertanya sama mbak Novi. Hanya saja mengingat perlakuan mbak Novi kepada ku, membuat aku muak dengan nya.
Waktu terus berganti, tanpa sengaja kami bertemu dengan mbak Mayang di salah satu toko besar yang berada di mall Jakarta, kebetulan mas Adam mengajak kami berbelanja. Jiwa shopping ku bergejolak, Daddy sugar baru ku telah mengirimkan aku sejumlah uang tadi malam. Jadi aku bisa bebas membeli apa pun yang aku mau tanpa harus meminta sama. Mas Adam dan ibu.
Aku melihat penampilan mbak Mayang sangat-sangat berbeda dari sebelumnya, jujur saja ada perasaan iri dan dengki melihat penampilan mbak Mayang yang sekarang tampak lebih bersih dan lebih modis. Terlebih lagi sekarang mbak Mayang bersama bapak-bapak tua dan ibu-ibu tua yang belum pernah aku lihat. Sempat aku dengar mbak Mayang memanggil mereka kakek dan nenek.
"Hahahahah mana mungkin mbak Mayang punya keluarga, mungkin mbak Mayang hanya mengaku-ngaku, padahal mereka cuma majikannya mbak Mayang." Batinku berkata tidak menerima jika mungkin apa yang mbak Mayang bilang itu benar.
Aku tetap memanasi ibu dan mbak Novi, serta mas adam hingga akhirnya datang laki-laki yang dari penampilan nya seperti om Fadli Daddy sugar nya dulu. Bersama wanita yang tidak kalah cantiknya dengan mbak Mayang apa lagi bisa kulihat beberapa emas melingkar ditubuhnya.
Hingga akhirnya mas Adam memaksa kami untuk pergi dari tempat tadi. Jujur saja aku marah kenapa mas Adam bisa takut dengan mereka, tapi penjelasan mas Adam membuat aku paham, jika kami meneruskan nya, kemungkinan besar akan menjadi viral. Apalagi aku, mbak Novi dan ibu begitu gencar-gencarnya menjelek-jelekkan mbak Mayang.
__ADS_1
Aku memilih untuk kembali kerumah entah kenapa hari ini badan ku mulai tidak enak, aku mungkin akan memesan mobil melalui aplikasi online, aku males melanjutkan belanja. "Coba saja aku tadi tidak ikut bersama mas Adam. Lebih baik aku bawa mobil ku sendiri." Batinku.
"Mau, kemana kamu put?" Tanya mas Adam melihat ku.
"Putri mau pulang mas, putri males disini lama-lama." Jawab ku acuh.
"Kamu enggak mau bareng sama kami put?" Tanya mbak Novi heran.
"Enggak mbak, putri sendiri saja, lagi pula aku sudah mau pesan mobil melalui aplikasi online." Jawab ku jujur.
"Ya, sudah kalau begitu. Hati-hati kamu. Langsung pulang, nanti mas belikan makanan buat kamu." Janji mas Adam kepada ku.
"Iya mas. Kalau gitu putri kedepan dulu, takutnya mobilnya sudah sampai." Pamit ku sama mas Adam, ibu dan mbak Novi.
"Sore mbak, alamatnya sesuai dengan titik kan?" Tanya supir nya.
"Iya pak, sesuai dengan titik." Jawab ku acuh.
Mobil mulai bergerak berjalan menuju alamat rumah kami. Sesampainya dirumah, aku langsung membuka pintu rumah lalu menguncinya. Karena lapar, aku melahap habis makan yang telah ku beli.
Entah kenapa ada gejolak di dalam perutku, aku langsung berlari menuju wastafel dan mengeluarkan semua isi di dalam perutku.
__ADS_1
Huek.
Huek.
Huek.
Aku langsung membasuh mulut setelah mengeluarkan semua isi perut, apa mungkin asam lambung ku naik. Aku kembali duduk di kursi meja makan, putri melihat makanan yang tadi di belinya, entah kenapa dia sudah tidak berselera untuk melanjutkan makannya kembali. Putri langsung membersihkan sisa makanan lalu membuangnya dan menuju kamarnya karena badannya yang tiba-tiba sangat lelah.
Putri mengambil hapenya entah kenapa putri ingin mengetahui mentruasi terakhirnya, dilihatnya aplikasi khusus mentruasi. Putri sangat rajin memantau mentruasi nya. Karena dia tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Deg.
Putri kembali mengecek tanggal terakhir dia menstruasi, sudah sebulan dia telat datang bulan. Ada rasa takut di dalam diri putri, karena putri sangat takut kalau keluarga nya mengetahui apa yang selama ini di lakukan.
Putri langsung bergegas menuju apotik untuk membeli test kehamilan, putri membeli berbagai macam jenis test dari yang murah hingga yang mahal. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan putri langsung kembali kerumahnya, dia tidak ingin semua orang dirumahnya mengetahui bahwa di membeli alat tes kehamilan. Sesampainya dirumah putri langsung menyembunyikan alat tes kehamilan di dalam lemari bajunya.
Keesokan harinya putri bergegas bangkit dari tidurnya dan membawa alat tes kehamilan ke dalam kamar mandi. Untungnya saja kamar putri di fasilitas kamar mandi didalamnya. Karena ia tidak ingin berdesakan dengan orang lain saat ia mandi. Putri menampung air k**c*ngnya kedalam wadah yang telah dia persiapkan. Lalu memasukkan semua alat tespek kedalam wadah.
Setelah menunggu beberapa menit, muncul tanda dua garis dari alat tersebut. Sontak putri langsung luruh karena tidak bisa menahan berat badan nya akibat shock saat mengetahui hasil nya. Air mata putri mengalir dengan derasnya. Ketakutan yang selama ini dia rasakan akhirnya menjadi kenyataan.
Putri sangat bingung dengan siapa dia harus meminta pertanggung jawaban. Karena selama ini dirinya melakukan tidak hanya satu atau dua orang Daddy sugar nya. Tapi beberapa orang yang telah menyicipi tubuhnya.
__ADS_1
"Aku Hamil....."