
Adam memindahkan tubuh Novi ke dalam kamar milik mereka, biar bagaimanapun Novi masih tetap lah istri sah nya. Adam meminta putri untuk membersihkan tubuh Novi dan mengantikan baju Novi dengan yang baru. Ibu Romlah dan putri telah beristirahat dikamar mereka masing-masing setelah putri merapikan semua barang-barang milik bibi dan meletakkan nya di ruang keluarga serta membantu Adam untuk membersihkan tubuh Novi dan mengantikan pakaian Novi.
Setelah menemani putri mengantikan baju di badan Novi Adam memutuskan untuk membersihkan tubuh nya dan mengistirahatkan tubuhnya di kamar yang berbeda di kamar tamu yang terletak dilantai bawah dekat kamar ibu. Adam sudah tidak Sudi untuk tidur satu ranjang dengan Novi.
Tak beberapa lama Novi tersadarkan dari pingsannya, di melihat sekeliling ruangan kamar tidurnya. Novi merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Bayang-bayang kejadian tadi sore berkeliaran di dalam otaknya, rasa ketakutan mulai timbul didirinya. Novi mencoba memaksakan dirinya untuk bangkit dari tempat tidur. Novi mencari keberadaan Adam, untung saja Adam tidak ada di kamarnya. Novi meraba-raba di tembok dan berjalan menuju kamar reno.
Bibi dan Reno yang dikunci dari luar kamar oleh putri, bibi mencoba menguping di balik pintu mendengar adakah suara dari luar. Tadi sebelum putri mengambil kunci kamar Reno, bibi telah melepaskan salah satu kunci yang telah bibi sembunyikan di saku dasternya.
Klek.
Klek.
"Bibi, Reno kalian didalam." Ucap Novi lirih.
Bibi yang mendengar suara dari luar bergegas mengeluarkan kunci dari dasternya dan membukakan nya. Bibi yang melihat Novi didepan pintu langsung menyuruh nyonya nya masuk kedalam kamar mereka.
"Nyonya baik-baik saja?" Tanya bibi khawatir.
"Enggak bi. Kita harus pergi dari sini secepatnya nya. Bibi ada simpan kunci pintu depan atau pintu belakang kan? Sama pintu gerbang kecil?" Tanya Novi pelan-pelan.
"Ada nyonya kebetulan saya sudah pegang kunci cadangan kalau-kalau orang rumah pada pergi berlibur." Ujar bibi menjawab pertanyaan Novi.
"Kalau begitu kita keluar sekarang, mumpung orang rumah masih pada tidur." Ucap Novi sambil melihat jam di dinding kamar reno yang menunjukkan pukul 00.50. Dan berjalan kembali menuju kamarnya untuk membawa beberapa barang penting miliknya.
Bibi membangunkan Reno yang sudah tertidur akibat kelelahan karena menangis. "Den, bangun den. Kita harus pergi dari rumah den." Bisik bibi membangunkan Reno.
"Uuh.. pergi kemana bi?" Tanya Reno dengan suara seraknya.
"Kabur den sama nyonya. Kalau kita masih bertahan dirumah, takutnya papa Aden kalap mata." Ujar bibi lagi.
"Mama gimana Bi?" Tanya reno
"Mama Aden lagi di kamar siap-siap jadi sekarang kita juga harus siap-siap." Ucap bibi.
__ADS_1
Bibi dan Reno mulai memasukkan beberapa potong baju dan semua barang-barang milik Reno yang akan di bawanya kabur kedalam tas rensel sekolah Reno. Setelah semuanya siap, bibi dan Reno berjalan pelan-pelan agar tidak terdengar suara langkah kaki mereka menuju kamar Novi. Novi yang melihat bibi dan Reno telah siap, ia bergegas merapikan semua barang bawaannya. Novi tidak memikirkan barang-barangnya yang lain. Dia hanya mengambil dompet, handphone, semua perhiasan miliknya dan beberapa baju.
Mereka bertiga berjalan mengendap-endap menuju lantai bawah, bibi melihat semua barang miliknya ada diruang tamu, lalu bibi membawa barang miliknya dan berjalan kembali menuju dapur karena bibi meletakkan kunci cadangan di salah satu laci kitchen set. Setelah menemukan kunci, bibi membuka pintu dapur dengan pelan-pelan.
Clek.
Bibi mendorong pintunya dengan pelan, setelah terbuka agak sedikit lebar Novi dan Reno melangkahkan kaki nya dan berjalan menuju pintu gerbang. Bibi menutup kembali pintu dapur dan mengunci nya lagi. Bibi menyusul nyonya nya dan Reno sambil membawa tas miliknya. Mereka lebih memilih keluar lewat dapur agar tidak terdengar oleh Adam. Sedangkan pintu dapur terhubung langsung keluar menuju pintu gerbang kecil. Bibi membuka gembok dengan pelan-pelan, dan melepaskan gemboknya. Bibi mendorong pintu gerbang pelan-pelan agar tidak menimbulkan bunyi yang kencang.
Setelah terbuka lebar Novi dan Reno serta bibi keluar satu persatu, bibi menutup nya kembali. Dan mengunci dari luar tak lupa pula bibi mengembok pintunya kembali. Novi mengajak Reno dan bibi berjalan menjauh mencari tempat yang aman. Dan memesan alat transportasi melalui aplikasi online. Tak beberapa lama mobil pesanan Novi tiba di tempat mereka menunggu.
"Selamat malam Bu?" Sapa drivernya.
"Malam pak." Jawab Novi.
"Tujuannya sesuai dengan titik ya Bu?"tanya driver.
"Iya pak sesuai dengan titik." Jawab Novi.
Driver membawa mobilnya menuju tempat tujuan yang telah Novi tentukan, Novi menyenderkan badan nya dan memejamkan matanya. Rasa sakit terus menjalar di tubuhnya, perih dan ngilu disekujur tubuhnya harus Novi tahan. Demi menyelamatkan dirinya, anak dan pembantu yang sudah mengikutinya sejak Reno masih bayi.
"Kita kerumah teman mama dulu ya sayang. Kamu istirahat dulu ya nak. Nanti kalau sudah sampai mama bangunkan Reno." ucap Novi dengan mata terpejam.
*Iya mama." Jawab Reno yang kemudian memejamkan matanya di pundak bibi.
"Nyonya apa enggak sebaiknya nyonya melaporkan masalah ini ke kantor polisi. Demi keselamatan nyonya dan den Reno?" Celetuk bibi tiba-tiba.
Novi memikirkan ucapan bibi matang-matang, lalu novi melihat kantor polisi tak jauh dari jarak mobil mereka, dan meminta kepada driver untuk memberhentikannya di kantor polisi. Novi membangunkan Reno, bibi sudah turun dan mengeluarkan barang bawaan mereka, Novi dan Reno menyusul belakangan setelah Novi membayar ongkos mobil.
Novi mengandeng tangan Reno, dan bibi membantu menuntut Novi berjalan menuju kantor polisi. Sesampainya di dalam kantor polisi, ada beberapa petugas yang berjaga melihat kearah Novi dan bibi.
"Selamat malam Bu? Ibu kenapa? Kenapa muka ibu penuh dengan luka dan lebam?" Tanya petugas, salah satu petugas membantu bibi menuntun Novi untuk duduk di salah satu kursi.
"Malam pak, saya Imah asisten rumah tangga ibu Novi. Saya, ibu dan Reno kabur dari rumah untuk menyelamatkan diri kami pak. Ibu seperti itu karena di pukul sama tuan saya pak, suami dari ibu Novi." Terang bibi.
__ADS_1
"Kapan kejadiannya Bu Imah?" Tanya petugas.
"Kemarin sore pak, saat ibu pulang dari luar bapak langsung menampar ibu. Saat itu saya mau kebawah mengambil air untuk anak nya ibu Novi. Karena ketakutan saya kembali ke kamar dan mengunci pintu kamar den Reno. Saya juga mendengar teriakan ibu Novi meminta ampun pak." Terang bibi
"Lalu bagaimana ibu Imah dan ibu Novi bisa keluar dari rumah?" Tanya pak polisi.
"Saya sempat tidak sadarkan diri, saat saya terbangun dari pingsan saya. Saya sudah berada di kamar saya, pak. Lalu saya berjalan ke kamar anak saya dan memanggil mereka, kebetulan bibi tidak sedang tidur. Saya meminta bibi untuk mengemasi semua barang-barang anak saya, dan saya kembali ke kamar untuk membawa beberapa barang milik pribadi saya. Kami keluar dari rumah secara diam-diam, kebetulan bibi memegang kunci cadangan rumah kami. Sehingga kami bisa keluar dari rumah tanpa sepengetahuan suami dan mertua dan adik ipar saya pak." Jawab Novi.
Petugas membuat laporan dari keterangan Novi dan bibi. Petugas juga meminta agar Novi di visum, Novi menyetujuinya. Petugas membuatkan surat visum untuk Novi dan menyerahkan nya kepada Novi. Ditemani oleh salah satu petugas Novi dan bibi menuju ke rumah sakit untuk melakukan visum, dan menunggu hasil dari visum.
Pagi harinya Adam terbangun dari tidurnya dan melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sesampainya di kamar tidur, Adam tidak melihat Novi ada di atas kasur. Adam mencari kunci kamar reno yang telah di kasih oleh putri tadi malam. Setelah menemukan kunci kamar Reno adam berlari menuju kekamar Reno, dan membuka pintu kamar Reno.
Dilihatnya kamar Reno yang kosong tidak ada orang sama sekali di dalam nya. Sontak Adam berteriak-teriak kencang memanggil ibu dan adik nya.
"Ibu... Putri ... Ibu... Putri..." Teriak Adam memanggil ibu Romlah dan adiknya putri.
Ibu yang mendengar teriakan Adam dari dapur langsung bergegas menuju asal dari suara Adam. "Ada apa sih dam, pagi-pagi udah teriak saja." Tanya ibu kesal
"Novi, Reno dan bibi hilang. Mereka enggak ada di kamar." Jawab Adam emosi.
"Apaaaaaa.. mereka enggak ada di kamar? Bagaimana mungkin mereka bisa pergi dari rumah? Sedangkan ibu dan Novi sudah mengunci semua pintu rumah. Bahkan kunci ada dipegang sama ibu di kamar." Ucap ibu dengan kagetnya.
"Mana Adam tahu bu. Adam sudah mengecek kamar kami dan juga kamar reno. Mereka enggak ada di kamar. Bagaimana ini Bu? Kalau sampai Novi melaporkan Adam ke kantor polisi bagaimana dengan nasib Adam?" Tanya Adam bingung.
"Ada apa sih mas? Kok teriak-teriak?" Tanya putri bingung.
"Novi, Reno dan bibi enggak ada dirumah." Jawab ibu
"Haaah... Serius Bu? Kan semalam rumah udah kita kunci. Dan kuncinya ibu yang pegang. Bagaimana mungkin mereka bisa kabur dari rumah." Tanya putri heran.
"Lalu sekarang kita harus bagaimana Bu?" Tanya Adam bingung.
"Kita harus pergi dari rumah ini. Sebisa mungkin kamu harus pergi jauh. Kalau sampai Novi melaporkan kamu ke kantor polisi. Urusannya akan semakin runyam. Sebaiknya kita kabur." Ucap Bu Romlah menjawab pertanyaan Adam.
__ADS_1
"Mau kabur kemana kita Bu?" Tanya putri.
"Kemana saja yang penting Adam jangan sampai di tangkap polisi." Ucap ibu.