
Setelah menyebrang pulau Adam dan keluarganya mencari tempat tinggal untuk sementara. Adam menyewa satu unit rumah yang jauh dari keramaian kota. Ibu dan putri hanya mengikuti kemauan Adam, walaupun sebenarnya mereka enggan untuk hidup jauh dari kota.
Adam dan keluarganya telah membeli handphone baru serta membeli nomor handphone mereka dengan yang baru saat mereka tiba di pulau. Adam baru mengingat nya dikala sahabatnya menelpon dirinya. Hal itulah yang tidak disadari oleh Adam beserta keluarganya.
Novi yang mengetahui kalau Adam dan keluarganya kabur sangat ketakutan. Sehingga Novi memilih untuk meminta perlindungan kepada pihak yang berwajib supaya rumahnya di jaga ketat oleh pihak berwajib sampai Adam dan keluarganya tertangkap.
Berita kaburnya Adam terdengar hingga ke telinga Melvin dan keluarganya. Mayang tidak menyangka jika Adam bisa sekejam itu terhadap Novi. Untuk motifnya baik Melvin dan Mayang tidak mengetahui. Karena pemberitaan hanya menjelaskan kalau kejahatan yang dilakukan Adam hanya motif kekerasan dalam rumah tangga.
Melvin dan Mayang sepakat untuk menutupi pemberitaan mengenai Adam kepada hafiz, mereka melakukan itu demi kondisi kejiwaan hafiz. Biar bagaimanapun kejahatan yang Adam lakukan mungkin akan berimbas kepada sang anak.
Polisi terus melakukan pengejaran kepada Adam, polisi juga telah berhasil mendapatkan rekaman yang telah dihancurkan oleh Adam. Adam hanya orang awam yang tidak terlalu ahli dalam teknologi, jika pun Adam bisa tentu saja tidak akan sempurna. Kesalahan fatal Adam yang terlalu terburu-buru dengan emosi nya membuat dirinya ketakutan. Hari terus berganti, kehidupan Adam penuh dengan ketakutan. Adam tidak pernah keluar dari rumahnya, karena Adam merasa dirinya sedang di awasin.
"Kamu kenapa nak?" Tanya ibu Romlah yang melihat anaknya seperti orang takut.
"Bu, sebaiknya ibu dan putri disini saja." Jawab Adam.
"Lalu bagaimana dengan kamu?" Tanya ibu Romlah.
"Adam harus ketemu dengan Mayang, Adam mau meminta tolong kepada Mayang supaya Adam tidak ditangkap." Jawab Adam.
"Apa kamu yakin Mayang akan menolong kamu nak?" Tanya ibu Romlah heran dengan ucapan Adam..
"Mayang harus mau menolong Adam Bu, biar bagaimanapun Adam ayah dari anaknya. Jadi Mayang harus mau menolong Adam." Ucap Adam penuh dengan keyakinan kalau Mayang akan menolongnya.
"Tapi nak? Sebaiknya kamu disini saja bersama ibu. Entah kenapa perasaan ibu enggak enak beberapa hari ini." Jawab ibu yang melarang Adam.
"Kalau Adam tetap disini, kemungkinan besar polisi akan melacak keberadaan Adam Bu." Bentak Adam kesal.
"Terserah kamu saja lah dam." Jawab ibu pasrah.
__ADS_1
Setelah mendapatkan jawaban dari ibu, Adam bergegas merapikan semua barang-barang yang akan dia bawa. Adam mengunakan mobil putri untuk mengecoh pihak berwajib. Selama di perjalanan Adam mengendarai mobilnya melewati jalan kecil. Sesampainya di pelabuhan Adam membeli tiket kapal, Adam mengenakan masker dan kacamata hitam serta topi.
Selesai membeli tiket, Adam menunggu didalam mobil sampai kapal berlayar menyebrang pulau. Sesampainya di pulau seberang Adam mulai melajukan kendaraannya menuju ke Jakarta, selama di perjalanan Adam merasa was-was, Adam merasa ada yang sedang mengikuti mobilnya.
Adam tidak menyadari jika pihak berwajib telah mendapatkan jejaknya Semenjak Adam tiba di pulau seberang beberapa hari yang lalu, pihak berwajib telah mendapat laporan dari orang yang pernah melihat Adam dan keluarganya.
Adam memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, ditengah-tengah rasa ketakutan Adam membuat Adam kehilangan fokus pada pandangan nya sehingga Adam tidak menyadari jika Adam telah keluar dari jalur, terdengar bunyi klakson yang sangat keras dari arah depan. Adam yang tersadar telat untuk yang membanting setir nya kearah berlawanan. Hingga akhirnya terdengar suara dentuman yang sangat keras.
Braaaaak.
Kejadian yang begitu cepat membuat Adam tidak dapat berfikir. Seketika pandangan mata Adam mulai mengelap.
Ibu yang sedang menuangkan air kedalam gelas tanpa sadar menyenggol gelas tersebut hingga terjatuh kelantai.
Praaaang.
"Bu, ibu kenapa?" Tanya putri
"Aaa... Ibu kenapa put?" Tanya ibu yang tersadar.
"Ibu sedang pikirin apa sih?" Tanya putri heran.
"Enggak tau nak, ibu tiba-tiba perasaan ibu enggak enak mengenai mas mu Adam?" Jawab ibu
"Udah deh Bu, oh iya Bu besok mbak Retno dan mas Gilang mau datang mengunjungi kita." Ucap putri mengabarin kalau kedua kakaknya akan berkunjung ketempat mereka. Putri telah mengabarin kedua kakaknya jika dia dan ibu nya sedang ada di Bali.
"Oh iya bagus lah. Put, tolong kamu bantuin ibu bereskan pecahan kaca ya? Tiba-tiba badan ibu enggak enak." Jawab ibu Romlah.
"Iya Bu." Ujar putri sambil mengambil sapu dan pengki.
__ADS_1
Ibu romlah berjalan menuju kamarnya, ada perasaan sesak didalam rongga dadanya. Entah kenapa air mata ibu Romlah keluar dengan sendirinya tanpa ia sadari. Bayang-bayang wajah Adam berkeliaran bebas didalam pikirannya.
Berita mengenai kecelakaan mulai terdengar di seluruh penjuru, kecelakaan tunggal yang telah menewaskan salah satu orang pengemudi yang telah menjadi buronan pihak berwajib. Terdengar di telinga Novi, Novi sangat bahagia dikala pihak berwajib mengabarin dirinya jika Adam meninggal ditempat. Novi membayangkan betapa kaya dirinya jika ia bisa menjual semua aset-aset milik Adam yang telah menjadi nama nya.
Tanpa novi ketahui jika Adam telah mengubah aset-aset tersebut menjadi nama anak kandungnya hafiz. Dan itu hanya Adam dan kuasa hukumnya yang mengetahui siapa ahli waris semua aset milik Adam. Bahkan ibu Romlah dan putri sama sekali tidak mengetahui kebenarannya.
Adam hanya meminta jika sesuatu terjadi dengan dirinya hanya hafiz lah yang berhak mendapatkan semua aset-asetnya. Hafiz berhak mendapatkan semua setelah hafiz menginjak usia remaja.
Keluarga Adam yang mendengar berita kecelakaan yang dialami oleh Adam sontak terkejut terutama ibu dan putri. Mereka tidak menyangka jika Adam mengalami kecelakaan dan meninggal ditempat.
Jenazah Adam di bawa kerumah sakit, sambil menunggu pihak keluarga untuk mengambil jenazah Adam agar dapat dikuburkan. Gilang dan Retno yang mendapatkan kabar meninggal nya Adam saat ditempat ibu Romlah sontak bergegas mengajak putri dan ibu menuju rumah sakit tempat jenazah Adam berada.
Mayang yang mendengar kabar meninggal nya Adam langsung memberitahukan hal tersebut kepada suaminya Melvin, Melvin tentu saja kaget mendengar kabar meninggal nya Adam. Mayang meminta kepada Melvin untuk mencoba memberitahukan kepada hafiz kabar tentang Adam. Melvin berusaha memberitahukan kepada hafiz dengan cara pelan agar kondisi fisik hafiz tidak terguncang, biar bagaimanapun Adam merupakan ayah kandung dari hafiz.
"Bang hafiz, boleh ayah berbicara sebentar?" Tanya Melvin saat melihat putranya sedang duduk di meja belajarnya sambil membaca buku.
"Boleh ayah, kenapa ayah?" Tanya hafiz, sambil menutup buku yang sedang ia baca.
Melvin berjalan mendekati putranya hafiz dan duduk di tepi tempat tidur milik hafiz. Melvin juga mengambil salah satu telapak tangan anaknya dan menggenggam nya. Melvin menatap netra mata hafiz dengan dalam. Tanpa wajah bingung menghiasi hafiz.
"Ayah, mau bilang kalau... Papa Adam mengalami kecelakaan mobil." Ucap Melvin menjeda percakapan nya dan memandangi wajah hafiz. " Dan papa Adam... Telah pergi jauh dari kita." Ucap Melvin.
"Maksudnya ayah?" Tanya hafiz bingung. Detak jantung nya mulai berdetak dengan sangat kencang. Entah kenapa hafiz merasa jika berita yang akan ayahnya sampaikan akan membuat dirinya ketakutan.
"Papa Adam telah.... Meninggal dunia karena... Kecelakaan lalulintas..." Ucap Melvin lagi.
Deg.
Tatapan mata hafiz mendadak kosong, Melvin yang menyadari perubahan pada raut wajah hafiz sontak berdiri dan langsung memeluk tubuh hafiz. Melvin mengelus-elus kepala hafiz dengan penuh kasih sayang. Hafiz tidak bergeming ataupun mengeluarkan setetes air mata. Hafiz hanya diam membisu, Mayang yang melihat respon hafiz sontak membalik badannya dan meneteskan air mata. Respon yang hafiz tunjukkan kepada dirinya dan juga Melvin. Menunjukkan bahwa sebenarnya adam sangat dibutuhkan oleh hafiz selama ini. Hafiz sangat menginginkan kasih sayang dari Adam yang tidak pernah Adam tunjukkan sedikitpun kepada dirinya. Kekecewaan, sakit, dan luka sangat membekas di dalam diri hafiz.
__ADS_1