Istri Tegar

Istri Tegar
Bab 58


__ADS_3

Siang harinya kami semua cek out dari hotel, grandma, grandpa untuk beberapa hari akan tinggal di Indonesia bersama kami, sedangkan uncle max harus langsung kembali ke Jerman. Karena uncle harus mengurus beberapa masalah disana. Kakek dan nenek untuk sementara tinggal dirumah paman Abraham. 


Sesampainya dirumah, Mayang mengajak grandma dan grandpa untuk masuk kedalam rumah nya, Melvin membawa beberapa tas mereka yang di bantu sama asisten rumah tangga Mayang. 


"Mbok tas koper yang besar tolong di taruh di kamar grandma dan grandpa ya."ujar Mayang memberitahukan kepada art nya.


"Iya Bu." Jawab nya.


Grandma dan grandpa memilih untuk melihat-lihat rumah Mayang, yang menurut mereka sangat kecil. Karena berbeda dengan tempat tinggal mereka. Hanya saja suasana dirumah Mayang sangat nyaman. Mayang merapikan semua pakaian kotor yang kemarin mereka bawa untuk di cuci nanti nya. Begitu juga dengan pakaian hafiz. Lalu membawanya ke ruangan mesin cuci. Yang nantinya akan di kerjakan oleh asisten rumah tangga mereka.


Mayang memeriksa kulkas, untung saja isi didalam kulkas masih cukup untuk nanti malam. Jadi Mayang tidak perlu untuk keluar membelinya. 


"Sedang apa sayang?" Tanya grandma 


"May, lagi ngecek kulkas grandma. Grandma mau makan apa buat nanti malam?" Tanya Mayang 


"Grandma sama grandpa ingin mencoba makanan Indonesia sayang. Apa saja, kami ingin mencobanya." Jawab grandma.


"Baiklah grandma nanti Mayang buatkan." Ujar Mayang.


Grandma kembali berjalan ke ruang keluarga, Mayang menyiapkan semua bahan-bahan untuk makan malam mereka nantinya dibantu sama dua art nya. Selesai memasak, Mayang memanggil semua orang yang ada dirumah. Semua orang beriringan menuju ruang makan. 


Mereka menyantap semua makanan yang sudah di buat oleh Mayang, untung saja granpa dan grandma menyukai masakan buatan Mayang. Sehabis makan Mayang membuat kopi untuk dirinya dan Melvin, serta susu untuk hafiz tak lupa pula ia membuat teh untuk grandma dan grandpa nya, serta cemilan buat mereka mengobrol di ruang keluarga.

__ADS_1


"Melvin, kamu udah urus visa dan pasport buat Mayang dan hafiz?" Tanya grandpa sambil menghirup aroma teh melati.


"Besok Melvin mulai mengurus semuanya grandpa. Melvin akan meminta seseorang untuk membantu Melvin." Jawab melvin


"Bagus lah, kalau bisa secepatnya, biar kalian bisa honeymoon dan jalan-jalan ke Jerman. Semua keluarga kami ingin bertemu dengan kalian. Grandpa juga ingin memperkenalkan Mayang dengan semua karyawan di perusahaan dan relasi grandpa. Kamu tidak keberatan kan nak?" Tanya grandpa 


"Tidak grandpa, Melvin tidak keberatan sama sekali. Itung-itung sekalian jalan-jalan bareng keluarga. Iya kan, dek?" Tanya Melvin dengan senyum sama Mayang.


"Iya bang, baru pertama kali hafiz bisa jalan-jalan keluar negeri. Biasanya juga cuma jalan-jalan di dalam kota saja." Jawab Mayang membalas senyuman suaminya.


"Baguslah kalau begitu. Mayang grandpa ingin membicarakan sesuatu?" ujar grandpa serius sambil memandangi wajah cucu perempuan nya. "Grandpa tidak ingin memaksa kamu untuk mengurus perusahaan kami yang di Jerman biar uncle kamu saja yang mengurus nya. Kami tahu, kakek mu telah menyerahkan perusahaan milik Zainal, papa mu sama kamu. Grandpa juga tahu kamu pasti akan sangat sibuk mengurus itu semua. Sedangkan hafiz masih terlalu kecil, dan masih membutuhkan perhatian kamu. Jadi apa pun keputusan Mayang, grandpa dan grandma akan mendukung Mayang." Ujar grandpa kepada Mayang.


"Grandpa, Mayang sudah memikirkan nya. Mungkin benar apa kata uncle max. Mayang akan bekerjasama dengan perusahaan grandpa. Yang nanti nya akan memperluas jangkauan pasar buat perusahaan kakek Kusuma. Nanti bang Melvin akan membantu Mayang. Iya kan bang?" Ucap Mayang sambil menatap suaminya Melvin.


"Mayang rasa bang Melvin bener grandpa." Ujar Mayang membenarkan ucapan suaminya.


"Baiklah jika memang begitu keputusan kalian. Grandpa hanya ingin yang terbaik buat kalian. Jangan kamu lupa, kamu memiliki saham di perusahaan grandpa, uncle kamu sudah mengurus semuanya. Tanpa kamu bekerja uang akan terus mengalir ke rekening tabungan kamu. Sebaiknya kamu membuka rekening tabungan untuk hafiz dan kamu di bank internasional. Jadi tidak akan bercampur dengan tabungan pribadi kamu yang lain sayang." Nasehat grandpa untuk cucu perempuan nya.


"Baik grandpa, nanti Mayang akan melakukan apa yang grandpa bilang." Jawab Mayang.


Setelah berbincang-bincang, grandpa dan grandma beristirahat dikamar yang telah siapkan buat mereka. Hafiz telah tidur di kamarnya saat granpa nya bebincang serius dengan bunda dan ayahnya.


Melvin dan Mayang masuk kedalam kamar yang selama ini Mayang gunakan untuk beristirahat, sebelum tidur Mayang ingin membicarakan sesuatu dengan suaminya.

__ADS_1


"Bang, kamu enggak masalah kan kalau adek juga bekerja?" Tanya Mayang hati-hati, biar bagaimanapun ijin suaminya ridho buat Mayang.


"Abang enggak masalah kok dek, yang penting kamu bisa menjadi istri dan ibu buat anak-anak kita nantinya. Abang malah semakin bersemangat untuk membahagiakan kalian. Uang kamu milik kamu, uang Abang milik kalian. Jadi Abang minta sama adek, berapa pun uang yang Abang kasih ke kamu, kamu pergunakan untuk keluarga kita ya?" Ungkap Melvin 


"Iya bang, adek paham." Jawab Mayang sambil memeluk suaminya yang tidur disebelahnya di kasur mereka.


"Oh iya dek, tadi mami nelpon Abang, mami minta besok kita menginap beberapa hari dirumah mami, grandpa dan grandma wajib ikut, untuk sekolah hafiz nanti biar Abang yang antar jemput dari sana. Kamu mau kan dek?" Tanya Melvin sambil mengelus-elus rambut istrinya.


" Iya bang, habis hafiz pulang sekolah kan bang kita kesana nya?"  Tanya Mayang menikmati elusan di rambutnya.


"Iya dek, kita kerumah mami sehabis hafiz pulang sekolah. Nanti Abang jemput sebelum hafiz pulang sekolah. Besok abang ke kantor dulu mau ngurus pekerjaan, sekalian minta asisten Abang buat ngurus visa dan pasport kalian. Kamu siap-siap saja dirumah. Jangan lupa bilang grandpa dan grandma." Ucap Melvin sambil memejamkan matanya.


"Iya bang, nanti adek bilang grandpa dan grandma."


"Ya udah sekarang kita tidur." Ajak Melvin


Mayang dan Melvin mengistirahatkan tubuh mereka. Karena besok Melvin harus memulai aktivitasnya. Ada banyak pekerjaan yang harus Melvin selesaikan terlebih lagi Melvin harus meminta asistennya untuk mengurus surat-surat buat pasport dan visa hafiz serta Mayang. 


Pagi harinya, Mayang membangunkan suaminya dan anaknya untuk sholat berjamaah, Mayang baru mengetahui bahwa grandpa dan grandma ikut bersama mereka mengerjakan shalat subuh. Selesai sholat Mayang yang di bantu asisten rumah tangga nya menyiapkan sarapan pagi buat mereka. Tak lupa juga Mayang menyediakan teh melati buat grandpa dan grandma, susu untuk hafiz dan kopi untuk dirinya dan juga suaminya. 


Seusai sarapan Melvin mengantar hafiz kesekolah, Mayang menyiapkan semua kebutuhan dirinya dan hafiz buat menginap dirumah ibu mertuanya, Mayang sudah memberitahu kan kepada grandpa dan grandma mengenai undangan dari mami nya Melvin, dan mereka setuju untuk menginap dirumah keluarganya Melvin.


Untuk toko kue, tetap berjalan seperti biasanya sebelum Mayang menikah hanya saja Mayang menambahkan beberapa pekerja untuk membantu Bu Hani dan Bu Siska. 

__ADS_1


__ADS_2