
Setelah hafiz meluapkan semua emosi dari dalam hati nya, hafiz merenggangkan pelukan Melvin. Hafiz menghapus air mata melvin yang mengalir di wajah melvin.
"Ayah, maafkan hafiz. Maaf kalau hafiz sudah membuat ayah bersedih." Isak hafiz
"Tidak apa-apa sayang. Sekarang ayah mandi dulu ya. Ayah belum mandi dari tadi. Hari ini ayah akan antar hafiz kesekolah." Ujar Melvin sambil menghapus sisa air mata di wajahnya
"Iya ayah."jawab hafiz.
"Ayah mandi dulu gih, abang hafiz udah mandi atau belum nih?" Tanya Mayang untuk meriangkan suasana.
"Belum bunda." Jawab hafiz dengan cengirannya.
"Abang hafiz mandi dulu sana. Sekalian Abang hafiz siap-siap untuk ke sekolah." Ujar Mayang.
"Iya bunda" ucap hafiz.
Bibi Jasmine dan Uwak Rosa menyeka air mata mereka dan berlalu menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi buat semua anggota keluarga. Nenek dan kakek tersenyum melihat kebahagiaan keluarga cucunya Mayang. Kakek dan nenek bahagia karena Mayang tidak salah memilih laki-laki yang telah menjadi kepala dalam rumah tangganya.
"Nek, kek Mayang ke atas dulu nyiapin kebutuhan suami Mayang dulu dan hafiz ya." Ucap Mayang.
"Iya sayang siapkan dulu kebutuhan mereka." Jawab nenek.
Uwak dan paman tersenyum bahagia karena mereka sama sekali tidak menyangka jika Melvin merupakan pilihan yang terbaik untuk Mayang dan hafiz. Melvin mampu untuk mengisi kekosongan di dalam kehidupan hafiz dan juga Mayang. Walaupun mereka bisa untuk mengisi kekosongan tersebut tapi tidak untuk jangka waktu yang lama. Mereka juga memiliki kehidupan dan keluarga mereka sendiri. Mereka tidak bisa dua puluh empat jam penuh berada disisi Mayang dan hafiz. Jadi mereka berusaha untuk mempercayai Melvin dengan mengisi kekosongan didalam kehidupan Mayang dan hafiz. Semoga apa yang mereka percayai tidak akan mengecewakan seluruh keluarga besar Mayang.
Mayang menyiapkan semua keperluan suaminya. Setelah meletakkannya di atas tempat tidur. Mayang berjalan menuju kamar hafiz dan menyiapkan semua keperluan hafiz pakaian seragam dan juga Mayang mengecek jadwal mata pelajaran hafiz dan buku pelajaran hafiz yang sudah hafiz susun didalam tasnya.
Setelah semuanya siap, Mayang kembali berjalan menuju dapur untuk membantu bibi dan uwaknya. Setelah semua nya siap untuk di hidangkan Mayang melihat para kaum laki-laki berjalan memasuki ruang makan.
Mayang bingung kenapa suaminya tidak mengenakan pakaian yang telah ia siapkan. "Loh ayah enggak ke kantor?" Tanya Mayang yang mulai membiasakan diri memanggil suaminya ayah di depan anaknya.
"Hah, ayah." Batin Melvin kaget mendengar panggilan dari Mayang.
"Enggak Bun, hari ini ayah pengen libur dulu. Ayah juga sudah minta ijin sama kantor untuk cuti. Nanti kita ke dokter buat periksa ya?" Jawab melvin yang juga ikut mulai membiasakan dirinya memanggil bunda untuk istrinya Mayang.
Nenek yang meminta agar Mayang mencoba Menganti panggilan mereka, agar anak-anak mereka nanti terbiasanya mendengar nya, terutama hafiz.
"Yuk kita makan sekarang takutnya nanti hafiz telat loh kalau kita enggak sarapan sekarang." Ujar bibi Jasmine.
Semua duduk di bangku mereka masing-masing dan menghidangkan makanan untuk pasangannya termasuk Mayang yang menghidangkan makanan untuk suami dan anaknya. Selesai sarapan, Melvin menyuruh Mayang bersiap-siap untuk menemaninya mengantar hafiz sekalian mereka berangkat ke rumah sakit untuk mendaftarkan Mayang ke dokter kandungan.
Mayang bergegas Menganti pakaiannya dan memoleskan sedikit makeup. Seusai bersiap-siap, Mayang berjalan turun kebawah menuju mobil suaminya, tak lupa ia berpamitan kepada semua keluarganya. Semua kedua Uwak serta paman bibi nya telah berangkat menuju kantor kakek. Sedangkan kakek dan nenek ikut bersama mereka ke kantor karena ada urusan yang harus mereka selesaikan.
__ADS_1
Melvin membawa mobil nya menuju sekolah hafiz, hafiz sangat bahagia karena ia diantar oleh bunda dan ayahnya. Sesampainya di sekolah hafiz, hafiz menyalami kedua orangtuanya dan membuka pintu mobil serta keluar dan berjalan menuju kelasnya.
"Belajar yang bener ya bang, nanti bunda sama ayah jemput Abang pulang sekolah. Tunggu ayah di pos satpam. Jangan kemana-mana sebelum ayah dan bunda sampai." Pesan Melvin sebelum hafiz keluar mobil.
"Iya ayah. Nanti hafiz tunggu ayah di pos satpam." Jawab hafiz nurut.
Melvin menjalankan mobilnya setelah ia melihat hafiz sudah masuk ke dalam gedung sekolahnya. Dan membawanya menuju salah satu rumah sakit swasta yang ada di daerah tempat tinggal mereka.
Sesampainya di pelataran rumah sakit, Mayang dan Melvin berjalan'menuju loket pendaftaran. "Permisi mbak, saya mau mendaftarkan untuk pemeriksaan kandungan." Ucap Mayang di depan loket pendaftaran.
"Baik Bu, silahkan di isi formulirnya. Ibu pengguna BPJS atau mandiri."tanya nya.
"Mandiri saja mbak." Jawab Mayang.
Karyawan yang menjaga di loket pendaftaran memberikan Mayang formulir untuk di isi oleh Mayang. Mayang mengisi semua data-data yang di butuhkan dan memberikannya kembali kepada salah satu karyawan rumah sakit yang ada di depannya.
Karyawan rumah sakit menerima formulir yang telah di isi oleh Mayang dan menginput nya ke dalam komputer sebagai data pasien dirumah sakit. Setelah selesai karyawan rumah sakit memberikan Mayang nomor urut antrian dan buku kehamilan yang nantinya di isi oleh dokter.
"Nanti ibu ke lantai dua nya, serahin ini ke suster yang jaga di depan ruangan." Ujar nya
"Terima kasih mbak." Jawab Mayang
"Aamiin makasih mbak." Jawab Mayang
Mayang dan Melvin berjalan menuju ke lantai dua dan mencari ruang kandungan. Sesampainya di depan dokter kandungan Mayang menyerahkan buku yang telah disediakan oleh pihak rumah sakit kepada perawat.
Mayang dan Melvin menunggu panggilan antrian. Mayang melihat banyak orang yang sudah datang duduk menunggu panggilan juga. "Mbak nya mau ke dokter kandungan ya?" Tanya salah satu wanita di sebelah Mayang.
"Iya mbak, mbaknya juga mau ke dokter kandungan?"tanya Mayang kembali.
"Iya mbak, itu suaminya?" Tanya wanita itu lagi.
"Iya mbak ini suami saya." Jawab Mayang, Melvin hanya mendengar percakapan istrinya dan wanita di sebelahnya. Melvin selalu bersikap dingin dengan wanita yang tidak ia kenal sama sekali semenjak Melvin di sakitin oleh masa lalunya.
"Enak ya mbak di temani sama suaminya." Ucap wanita itu dengan raut wajah sendu.
"Memangnya suaminya mbak enggak ikut menemani?" Tanya mayang.
"Enggak mbak, Suami saya tidak mau menemani saya semenjak menikah dengan selingkuhan nya." Ujarnya sendu.
"Maksudnya mbak, suami mbak menikah dengan wanita lain."tanya Mayang memastikan pendengaran.
__ADS_1
"Iya mbak suami saya menikah lagi dengan wanita lain yang lebih muda dan lebih cantik dari saya. Ini kehamilan kedua saya."ucapnya lagi.
"Maaf mbak, lalu kenapa mbak masih bertahan sama suami mbak?"tanya Mayang heran.
"Karena saya masih mencintai suami saya mbak. Saya juga bertahan karena demi kebahagiaan anak saya. Dan saya masih mengharapkan nafkah dari suami saya mbak. Saya hanya ibu rumahtangga yang tidak memiliki penghasilan sama sekali, yang hanya bisa bergantung dengan nafkah dari suami saya. Dan juga saya terlalu mencintai suami saya mbak, saya tidak mau kehilangan suami saya mbak." Ujarnya lagi sambil menghapus setitik air mata di sudut matanya.
"Oh iya mbak namanya siapa?"tanya wanita itu.
"Saya Mayang mbak. Kalau mbak namanya siapa?" Tanya Mayang.
"Nama saya Gita mbak. Maaf ya mbak Mayang saya jadi curhat sama mbak." Ujarnya tidak enak.
"Tidak apa-apa kok mbak. Mbak nya kuat ya? Menghadapi perselingkuhan suami mbak sendiri dan masih bertahan dalam pernikahan. Kalau saya mungkin sudah memilih untuk meninggalkan suami saya mbak. " Ucap mayang jujur karena dirinya pernah mengalami hal yang sama. Hanya saja dirinya sudah tidak mempunyai rasa cinta lagi semenjak suaminya ketahuan selingkuh dengan Novi.
"Iya mbak, mbaknya beruntung punya suami seperti suami mbak." Ucap Gita.
"Aamiin mbak, insya Allah ini akan menjadi pernikahan terakhir saya." Jawab Mayang.
"Maksudnya mbak Mayang?"tanya mbak Gita bingung.
"Enggak apa-apa kok mbak, kalau mbak butuh teman atau pekerjaan mbak bisa datang ke toko kue saya."ucap Mayang sambil mengeluarkan kartu nama toko kuenya dan menyerahkannya ke tangan mbak Gita.
Mbak Gita menerima kartu nama toko milik Mayang dan menyimpannya ke dalam tasnya. Tak beberapa lama mbak Gita di panggil oleh suster untuk memeriksakan kandungannya.
"Bun, ayah janji enggak akan menyakiti hati kamu dan juga anak-anak kita."ucap Melvin saat kepergian mbak Gita ke dalam ruangan dokter.
"Ayah mendengar obrolan kami ya?" Tanya Mayang heran karena tiba-tiba suaminya berjanji seperti itu.
"Iya Bun, ayah enggak sengaja mendengar obrolan kalian. Hanya saja ayah suka bingung kenapa ya kaum laki-laki bisa dengan mudahnya menyakiti hati kaum wanita, hanya karena wanita lain?" Ucap melvin.
"Bunda juga bingung ayah, padahal kami para istri sudah memberikan yang terbaik untuk suami. Kami bahkan mengorbankan waktu kami untuk melayani kebutuhan suami dan rumah tangga. Tapi kenapa suami tidak pernah menghargai pengorbanan kami para istri. Mereka meminta kami dari keluarga kami, tapi kami malah di perlakukan seperti pembantu dirumah tangga kami sendiri bahkan mereka tega menyakiti perasaan dan hati kami para istri." Ucap Mayang
"Belum lagi wanita yang sudah merebut semua kami, mereka tega menyakiti sesama kaum wanita. Disaat para istri mengetahui hubungan perselingkuhan mereka, malah wanita itu yang lebih merasa dirinya lebih baik di bandingkan para istri. Terkadang netizen juga suka menyalahkan kaum istri padahal pelakor yang salah kami para istri malah yang disalahkan. Dengan alasan kami para istri tidak memberikan yang terbaik untuk suami kami, belum lagi pihak keluarga suami yang ikut campur dalam rumah tangga. Bukan hanya pelakor yang salah tapi juga laki-laki yang tidak bisa menjadi kesetiaan didalam rumah tangga. Semoga saja bunda tidak mengalami hal yang sama lagi." Ucap Mayang.
"Insya Allah Bun, ayah tidak akan menyakiti bunda dan juga tidak akan tergoda dengan wanita lain." Sahut Melvin berjanji didalam hatinya.
******
Maaf ya kalau ada kata-kata saya yang salah. Ini hanya dari sudut pandang saya. Saya hanya penulis yang masih belajar untuk menulis. Saya harap semua suka dengan ceritanya dan mendukung cerita saya. Dan maaf jika banyak kata yang salah dan juga alur yang maju mundur.
Terima kasih
__ADS_1