
Pagi harinya, Mayang terbangun dari tidurnya. Entah kenapa ada gejolak didalam perut Mayang yang mau keluar begitu saja. Sontak Mayang langsung bergegas menuju kamar mandi dan mengeluarkan semua rasa mual dari dalam perutnya. Melvin yang mendengar suara muntahan dari dalam kamar mandi langsung terbangun dan berjalan menuju ke dalam kamar mandi.
Dilihatnya Mayang sudah terduduk lemas di depan wastafel. "Dek... Dek... Kamu kenapa?" Tanya Melvin khawatir melihat kondisi istrinya.
"Abang jangan dekat-dekat." Jawab Mayang, lalu memuntahkan kembali isi perut nya.
"Kamu kenapa dek? Kamu masuk angin? Kenapa Abang enggak boleh dekat-dekat kamu?" Tanya Melvin heran.
"Enggak tahu adek, pokoknya Abang mesti jauh dari adek. Badan Abang bau. Adek muntah mencium nya." Jawab Mayang memuntahkan kembali isi perutnya.
Mendengar ucapan dari istrinya Melvin langsung mencium kedua ketek nya. "Enggak bau kok, sejak kapan aku bau ketek? Perasaan selama ini Mayang baik-baik saja kalau di ketekin." Batin Melvin heran dengan kelakuan istrinya.
Mayang yang melihat kelakuan suaminya yang sedang menciumin keteknya merasa bingung. "Kenapa bang, itu ketek di cium-cium?" Tanya Mayang heran
"Tadi kata kamu Abang bau, makanya Abang cium. Tapi kok enggak bau ya dek?" Tanya Melvin yang juga heran.
"Udah sana Abang keluar dulu, adek mau mandi."usir Mayang kesal.
"Iya Abang keluar dulu, tapi kamu udah enggak apa-apa kan? Mau Abang buatin kopi?" Tanya Melvin
"Boleh bang, tapi jangan pake kopi ya?" Jawab Mayang.
"Haaaaaah.. maksudnya kopi jangan pakai kopi gimana dek?" Tanya Melvin bingung.
"Enggak tahu ah. Udah sana Abang keluar dulu Ade mau mandi." Usir Mayang lagi.
Enggak mau membuat istri marah lagi Melvin melangkahkan kaki nya keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya. Di depan pintu Melvin bingung dengan permintaan istrinya, baru sekali ini Mayang mau di buatkan kopi tapi enggak pakai kopi. Gimana jadinya?
Setelah Melvin keluar, Mayang langsung membersihkan dirinya. Rasa mual sudah mulai berkurang sejak Melvin keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Melvin melangkahkan kakinya menuju dapur, dilihatnya ada nenek yang sedang menyiapkan sarapan pagi mereka di bantu sama asisten rumah tangga nya dan juga bibi serta istri uwaknya yang masih menginap dirumah Mereka.
Melvin berjalan menuju lemari untuk mengambil kopi instan kesukaan istrinya, hanya saja dia masih bingung dengan kemauan dari sang istri. Nenek yang melihat Melvin terus membolak-balik kemasan kopi di tangannya.
"Kenapa Vin? Mayang sudah bangun?" Tanya nenek
"Mayang sudah bangun nek, sekarang lagi mandi." Jawab melvin dengan raut muka bingung.
"Itu kenapa dengan mukanya Vin? Dan kenapa bungkus kopi di bolak-balik?" Tanya bibi yang merasakan kebingungan Melvin.
"Ini bi, Melvin bingung. Mayang minta di buatkan kopi tapi enggak pakai kopi. Gimana maksudnya ya bi?" Ungkap Melvin dengan muka bingung nya.
"Haaaah... Maksud kamu apa Vin? Mayang minta di buatkan kopi tapi enggak pakai kopi begitu?" Tanya bibi memastikan ucapan melvin.
"Iya Bi, Melvin juga bingung gimana caranya?" Jawab melvin
"Selamat pagi Uwak, bibi, nenek? Kok pada bengong?" Tanya Mayang dengan tampang tak berdosa.
"Pagi juga sayang?" Ucap nenek mendengar sapaan dari cucu nya.
"Pagi sayang, may apa bener kamu minta kopi tapi enggak pakai kopi?" Tanya bibi yang di anggukan Uwak juga.
"Bener bi, tapi sekarang Mayang enggak mau kopi lagi. Mayang mau minum jus jeruk." Ucap Mayang menjawab pertanyaan bibi dan uawaknya.
Melvin yang mendengar ucapan istrinya hanya bisa melongo menatap wajah Mayang. Bukan hanya Melvin, tetapi Uwak, bibi dan neneknya hanya bisa memandangi wajah tak berdosa Mayang.
"Kamu kenapa bang? Mandi sana. Bau tau." Usir Mayang yang melihat wajah suaminya.
"Enggak apa-apa dek, kamu enggak jadi minum kopi kan?" Tanya Melvin meyakinkan ucapan Mayang tadi.
__ADS_1
"Enggak bang, udah sana mandi." Usirnya lagi.
Melvin langsung berjalan menuju kamarnya untuk melakukan ritual mandinya. Sesampainya di kamar Melvin melihat Mayang telah menyiapkan pakaian di atas tempat tidur yang nanti akan dia pakai. Setelah kepergian Melvin ke kamar, Mayang lalu membuat jus jeruk yang sedang ia inginkan, dan meminumnya dengan nikmat.
Sehabis minum jus, Mayang membantu nenek dan bibi nya memasak di dapur, sedangkan Uwak menyiapkan kopi untuk para laki-laki yang sedang mengobrol di ruang keluarga. Setelah semua masakan selesai dibuat, bibi memanggil semua anggota keluarga untuk bersantap bersama. Hanya saja Mayang memilih untuk duduk didekat nenek nya menjauhi suaminya, semua orang meresa curiga dengan tingkah laku Mayang.
"Dek, kamu enggak mau duduk dekat Abang?" Tanya melvin.
"Enggak adek mau nya disini aja Deket nenek." Jawab Mayang polos.
"Kamu lagi ada masalah may sama melvin?" Tanya kakek bingung.
"Enggak kok kek, cuma Mayang entah kenapa kalau Deket sama bang Melvin rasanya mual apa lagi cium bau badan nya." Jawab Mayang dengan entengnya.
Semua orang yang sedang duduk hanya bisa menatap Melvin, ada berbagai macam tatapan yang mereka tampilkan, kasihan, bingung, aneh dan entah lah sulit untuk di ungkapkan. Sedangkan Melvin hanya bisa memandangi wajah istrinya dengan sendu.
"May maaf bibi mau nanya tapi kamu jangan marah ya? Apa kamu bulan ini sudah sudah datang bulan?" Tanya bibi dengan hati-hati.
"Belum bi, Mayang bulan ini belum datang bulan. Terakhir selesai sebelum Mayang menikah bi. Memang nya kenapa, bi?" Tanya Mayang bingung.
"Enggak apa-apa sih may." Jawab bibi setelah mendengar penjelasan Mayang.
Semua yang mendengar penjelasan Mayang hanya bisa berasumsi bahwa mungkin Mayang hamil. Tapi apa secepat itu, sedangkan dengan Adam dulu baru lima tahun pernikahan mereka Mayang bisa hamil. Jujur saja baik bibi, Uwak nya yang perempuan dan neneknya tidak bisa menarik kesimpulan dari penjelasan Mayang.
"Ya sudah, sekarang kita mulai sarapan." Ajak kakek yang kasihan melihat wajah cucu menantu nya.
Selama sarapan tidak ada satu orang pun yang boleh berbicara karena didihkan sang kakek sama anak-anak nya. Sehingga suasana menjadi hening, hanya terdengar dentingan sendok yang beradu dengan piring.
Selesai sarapan, semua keluarga beraktivitas seperti biasa. Kakek mengajak Melvin untuk berbicara bersama paman dan uwaknya dihalaman belakang rumahnya di temani kopi dan cemilan yang telah disediakan oleh nenek, sedangkan Mayang membantu bibi membereskan semua bekas makanan mereka. Uwak dan hafiz berada di toko kue depan rumahnya, mereka sedang membantu ibu Hani dan Bu Siska menjaga toko kuenya. Karena toko kuenya sedang ramai dengan banyaknya pesanan.
__ADS_1