
POV Melvin
Seperti biasa Melvin menjalin in banyak kesibukan, mengurus keuangan perusahaan dan juga mengurus usaha keluarga nya. Waktu libur pun digunakan Melvin untuk mengerjakan laporan-laporan keuangan yang selalu menumpuk. Mami Laura yang melihat kesibukan anaknya merasa kasihan.
"Dek, mami mau minta tolong sama kamu mau enggak dek?"tanya mami saat melihat Melvin duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.
"Minta tolong apa mam?"tanya Melvin sambil menoleh ke arah mami yang sedang duduk di sofa.
"Beli in mami buku resep dek. Mami enggak bisa keluar hari ini, soalnya nanti ada arisan dirumahnya temen mami." Ujar mami
"Iya mam, nanti Ade belikan." Sahut Melvin
"Terima kasih anak mami yang ganteng". Ucap mami senang karena anak nya mau membelikan pesanan nya.
"Ya udah Ade siap-siap dulu ya mam, mami catatan aja nama bukunya biar nanti Ade Carikan" ujar Melvin sambil mengangkat dirinya dari sofa yang ia duduki.
"Siap anak ganteng mami"
Melvin berjalan menuju kamarnya dan bersiap-siap. Dirasa nya rapih Melvin berjalan menuju mobil nya, tak lupa pula ia pamit dengan mami dan mencium kedua pipi maminya. Melvin melajukan kendaraannya menuju salah satu pusat perbelanjaan yang terbesar.
Sesampainya di mall Melvin berjalan menuju toko buku yang terletak di lantai atas. Dan mencari bagian memasak, Melvin melihat catatan yang telah mami nya berikan sebelum berangkat. Karena Melvin terlalu fokus Melvin tak sadar ditabrak oleh seseorang.
Bugh...
"Maaf mas tidak di sengaja."ucap wanita yang menabraknya sambil menundukkan badan nya.
"Iya enggak apa-apa kok mba"jawab melvin sambil membalikan badan nya.
Wanita itu mengangkat kan kepala nya dan melihat laki-laki yang sama, yang sudah dua kali ia tabrak. "Loh... Mas...?"ucap wanita tadi sambil mengingat laki-laki yang di depan nya.
"Loh.. mba Mayang? Saya Melvin mba. Mba lagi cari buku ya? Sama siapa mba?" jawab ku dengan beberapa pertanyaan.
"Iya mas, saya lagi lihat-lihat buku. Kebetulan saya lagi sama anak saya. Sekali lagi maaf ya mas."jawab mba Mayang yang sungkan kepadaku.
"Iya mba tidak apa-apa. Saya juga yang salah. Terlalu fokus cari buku."ujar ku santai
"Oh, masnya juga lagi nyari buku masak ya?"
"Iya mba, disuruh mami."
"Kalau gitu saya permisi dulu ya mas. Sekali lagi maaf."
"Hmmmm... Mba, maaf saya boleh enggak ajak mba nya makan siang bareng. Sebagai permintaan maaf." Tanya ku dengan perasaan was-was yang takut di tolak.
__ADS_1
"Gimana ya mas, saya tanya anak saya dulu. Soalnya kami mungkin masih lama disini."ungkap mba Mayang. Yang dapat kulihat rasa enggan untuk menerima ajakan ku.
"Enggak apa-apa mba, kebetulan saya juga masih mencari buku yang lain. Nanti kalau mba sudah selesai mba bisa hubungi saya. Bagaimana mba?" Ungkap ku
"Ya sudah deh mas, boleh kalau begitu. Saya permisi dulu ya, masih mau lihat-lihat dulu."
"Iya mba, saya tunggu ya mba".
"Baik mas. Mari!!!"
Sehabis menatapi kepergian Mayang, Melvin memilih untuk mencari-cari buku cerita dari negeri sakura. Melvin pecinta komik, hampir seluruh lemari, penuh dengan komik yang sudah ia koleksi sejak bangku sekolah. Bahkan mami membuatkan Melvin ruangan khusus untuk hobi nya itu.
Melvin mengambil salah satu komik yang ia gemari. "Om, boleh minta tolong ambilkan buku itu" ujar anak laki-laki yang berdiri tepat di sampingnya.
"Yang ini ya?" Tanya Melvin sambil mengambil satu buku yang masih di bungkus rapih.
"Iya om yang itu" jawab nya
Melvin menyerahkan satu buku yang telah di ambilnya dan memberikan nya. "Om Melvin ya?" tanya nya saat melihat wajahku.
"Ini... Hafiz bukan?" Tanya ku memastikan nya
"Iya om, ini hafiz. Makasih ya om?" Jawab hafiz sambil menggenggam buku nya lalu Hafiz mengambil tangan ku dan menyalaminya.
"Enggak om, ini hafiz cuma lihat-lihat aja, kalau bagus nanti hafiz minta bunda beli in."
Aku memberikan rekomendasi buku yang bagus untuk seusia hafiz, dan menceritakan sedikit garis besar ceritanya. Karena aku penggemar komik sudah pasti aku sangat lancar menjelaskan. Hafiz termasuk anak yang asyik, kami berbicara apa saja dengan santai. Karena keasikan ngobrol dengan hafiz, kamu mendengar panggilan dari arah belakang kami.
"Sayang.,"panggil mba Mayang ke hafiz. Mendengar panggilan dari ibunya, hafiz langsung menolehkan kepalanya melihat Mayang. "Bunda".jawab hafiz ketika melihat bundanya menuju tempatnya berdiri.
Mba Mayang mendekati kami, "Bun, ini om Melvin yang waktu itu pernah ketemu di mall, Bun" ungkap hafiz sambil memberitahukan keberadaan ku.
"Iya sayang"jawab mba Mayang sambil mengusap rambut hafiz yang lembut.
"Mas Melvin lagi cari buku anak-anak juga ya?"tanya mba mayang
"Iya mba, kebetulan saya lagi cari buku komik kesukaan saya?"sahut ku membenarkan.
"Oh begitu ya mas?" Respon mba Mayang
"iya mba" jawab melvin menjawab pertanyaan dari mayang.
"Hafiz sudah dapat belum buku yang hafiz mau?" tanya mba Mayang sama anak semata wayangnya.
__ADS_1
"Belum bun, hafiz lagi cari buku komik yang baru keluar."
"Ya sudah, mana buku yang udah hafiz pilih? Masukin ke kantong nya sih nak?" Ucap mba Mayang sambil menyerahkan kantong yang di pegang nya. Sedangkan aku hanya memandangi percakapan mereka berdua. Tak lupa pula kesempatan untuk memandangi wajah cantik mba Mayang.
Aku dan hafiz melanjutkan mencari buku-buku yang lain nya, kami berdua saling bercanda dan berbincang. Ku akui hafiz lebih dewasa dari usia nya. Jika kebanyakan anak di usia seperti hafiz pasti akan berprilaku manja.
Setelah puas mencari buku. Aku, mba Mayang dan juga hafiz berjalan menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Aku sengaja berdiri di depan mba Mayang, dan mengambil plastik belanjaan yang dipegang nya biar sekalian di hitung oleh kasirnya.
"Total nya tiga juta lima ratus lima puluh pak?"ucap kasir yang ada di depan ku.
"Maaf mba jangan di campur belanjaan saya sama masnya" ujar mba Mayang yang baru sadar kalau aku telah mengabungkan belanjaan mereka.
"Sudah enggak apa-apa mba Mayang."jawab ku sambil menyerahkan kartu sakti nya yang berwarna hitam. Yang hanya beberapa orang bisa mendapatkan nya. "Duh mas, nanti saya transfer ya"ujar mba Mayang yang tidak enak hati karena belanjaan aku yang bayar.
"Iya mba, tenang aja" jawab ku cepat karena melihat antrian belakang yang sudah menunggunya.
Seusai melakukan pembayaran, aku ingin mengajak mereka makan siang bareng karena perut ku sudah mulai keroncongan. Dan kebetulan hafiz pun merasakan hal yang sama seperti ku. Kami memilih untuk meletakan barang belanjaan di basemen.
Setelah menaruh barang belanjaan, kami menuju area makanan yang ada dilantai atas. Selama menuju ke area makan aku dan hafiz banyak bercanda, dapat ku lihat pancaran sinar kebahagiaan di netra mata nya. Aku pun tak sungkan untuk mengandeng tangan hafiz. Hafiz pun menyambutnya.
Ada perasaan hangat yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. Ada keinginan untuk menjaga dan melindunginya. Mata teduh yang dulu pernah tak sengaja kulihat saat ia memandang ayah dan anak sedang bercengkraman waktu pertama kali kami bertemu, sudah tak nampak lagi di netra mata nya. Sekarang yang ada hanya sinar kebahagiaan.
Ingin ku menghabiskan waktu bermain bersamanya, menemani jalan-jalan dan bercanda. Jika Tuhan mengizinkan aku ingin terus melihat sinar kebahagiaan di wajahnya.
Sesampainya kami di area makan, kami langsung menuju salah satu stand makanan dan memesannya. Sambil membawa pesanan, kami memilih duduk di bangku kosong dan meletakan nampan di atas meja. Lalu menyantap nya.
Seusai menyantap makanan, kamu menuju wastafel dan mencuci tangan dengan sabun yang telah di sediakan oleh pengurus mall. Aku masih ingin menghabiskan waktu bersama hafiz. Dan kebetulan sebelum menuju area makanan, aku sempat melihat jadwal film yang sedang tayang. Aku ingin mengajak nya nonton. "Semoga berhasil bismillah" batinku.
"Mba Mayang sama hafiz habis ini mau kemana lagi?" Tanya ku sambil mengotak-atik hape membalas pesan dari mami untuk memberitahu kan bahwa aku pulang agak Lamaan.
"Hafiz mau kemana sayang?"tanya mba Mayang dulu sebelum menjawab pertanyaan ku.
"Enggak tahu bunda".ungkap hafiz jujur.
"Gimana kalau nonton di bioskop. Kebetulan ada film action dari luar negeri?"tawar ku
Seketika netra mata hafiz berbinar-binar sambil memandangi bundanya. "Boleh Bun?"tanya hafiz.
"Hmmm baik lah. Apa sih yang enggak buat anak bunda." Jawab mba Mayang sambil mengacak-acak rambut anak nya.
"Horeeeee.. makasih bunda ku sayang." Hafiz memeluk bundanya dari samping. "Yuk om, kita nonton!!!!!"seru hafiz senang.
"Ayok...."jawab melvin.
__ADS_1