Istri Tegar

Istri Tegar
Bab 49


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan Adam yang tidak disengaja. Aku dan kakek memilih untuk kembali pulang kerumah. Selama dalam perjalanan entah kenapa ada pikiran yang tidak enak mengenai Adam. Apakah karena ketakutan atau karena hal lain, entahlah sangat sulit untuk aku gambarkan. 


Selama perjalanan pulang aku lebih memilih untuk konsentrasi mengemudi kan mobil, dan kakek pun memilih untuk diam. Aku tahu jika kakek mungkin akan merasakan perasaan yang sama dengan apa yang aku rasakan. Hanya saja kakek mungkin akan khawatir dengan aku atau pun hafiz.


Kakek sangat mengatahui bahwa kelemahan aku ada di hafiz. Dan mungkin karena itulah yang saat ini ada dalam pikiran kakek. Aku hanya berharap bahwa semua tidak akan terjadi apa-apa.


Sesampainya dirumah aku berjalan menuju pos satpam dan memberitahukan kepada mereka dengan menunjukkan foto Adam dan keluarganya yang berada di galeri hape, foto mereka telah aku ambil dari akun sosial media. Aku melarang satpam untuk mengijinkan jika mereka datang kerumah ini jangan dikasih masuk. Tak lupa pula aku mencetak foto mereka dan menempelkan nya di dinding pos satpam. Bahkan kepada semua ART pun aku beritahukan, Bu Hani dan Bu Siska juga telah ku beri tahukan. 


Dengan perasaan tidak menentu aku memberitahukan ke mas Melvin,untung saja mas Melvin langsung meminta tolong kepada seseorang untuk mengawasi Adam dan keluarganya. Tak lupa pula aku Menganti nomor telepon lama ku. 


Drrrrt


Drrrrt


(Hallo assalamualaikum)


(Wa'alaikum salam may, Lo dimana)


(Di rumah nit, kenapa?)


(Lo tadi ketemu sama Adam ya)


Deg


(Iya kenapa nit?)


(Tadi Adam datang ke butik minta nomor telepon dan alamat rumah Lo?)


(Buat apa nit?)


(Kata nya sih mau ketemu sama Lo dan hafiz?)


(Masa? Kok tumben-tumben nya mau ketemu gue dan hafiz?)


(Emangnya Lo ketemu dia dimana may?)


(Di kantor sama kakek juga)


(Waaaaaah pantes)


(Pantes kenapa nit)

__ADS_1


(Pantes dia nyari in elo,dodol)


(Emangnya ada apa sih dia nyari in gue)


(Dia itu sekarang sudah susah, may. Adam sekarang sudah enggak bekerja di tempat yang lama, yang gue tahu dia sekarang kerja di perusahaan kecil itupun di bantu sama salah satu sahabat nya)


(Kok elo tahu nit)


(Ya jelas gue tahu lah, kan dia sekarang bekerja di salah satu perusahaan cabang milik bang Ronald. Perusahaan baru, kerjasama bang Ronald sama rekan kerjanya bang Ronald, nah rekan kerja bang Ronald itu ternyata sahabat nya Adam. Gue juga baru beberapa bulan ini tahu, itu pun di cerita sama bang Ronald. ternyata bang Ronald kenal sama Adam. Tapi yang gue heran kok bang Ronald tahu ya kalau gue kenal sama Adam?)


(Kok bisa nit? Emank gimana bang Ronald bisa tahu elo kenal Adam?)


(Nah itu yang gue pertanyakan may may, kalau gue tahu kenapa tadi gue nanya markonah.)


(Perasaan gue enggak enak nit sejak ketemu Adam, gue sangat paham gimana sifat dia yang ambisius dan keluarganya yang gila harta.)


(Itu gue juga tahu Ferguso, yang gue takutkan dia mengunakan hafiz. Kelihatan dari matanya ada yang di inginkan Adam dari elo, hanya saja gue kurang tahu apa)


(Aaaaaaaah gue sekarang tahu nit apa mau Adam, perusahaan milik bokap gue)


(Maksud elo, perusahaan yang baru di kasih ke elo sama paman elo itu?)


(Bener juga may, soalnya dari yang gue tahu dari sepupu gue yang tinggalnya Deket sama rumah elo yang lama, Adam udah menjual rumah itu)


(Serius elo?)


(Serius gue, ngapain juga gue bohong sama elo. Masuk neraka entar gue kalau bohong. Eh, udah dulu ya may. Gue mau lanjut kerja dulu nanti gue kabar-kabarin lagi)


(Iya Nita, makasih ya info nya assalamualaikum)


(Wa'alaikum salam)


Tut


Setelah mendengar kabar dari Anita, Mayang langsung bergegas menemui kakeknya di ruang kerja Mayang, kakek sedang berbicara di telepon. 


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Cklek


"Kakek lagi sibuk enggak?" Tanya ku takut menganggu kakek, ku lihat kakek sedang menggenggam hapenya.


"Masuk sayang, ada apa sama cucu kakek? Kayak nya kamu lagi ada yang mau di bicarakan sama kakek? Penting kah?" Jawab kakek sambil menyuruhku masuk.


"Hmmmm kek, ini masalah Adam" ucap ku ragu-ragu


"Kenapa dengan Adam? Apa dia ada ganggu kamu lagi?" Ucap kakek sambil memandangi ku.


"Adam datang ke butik kek, dia nanyain nomor hape Mayang dan alamat Mayang sama Anita" 


"Buat apa dia nanyain nomor hape kamu dan alamat kamu?" Tanya kakek heran.


Aku langsung menceritakan semua nya kepada kakek, semua cerita yang tadi Anita cerita kan kepadaku tanpa aku tutup-tutupi dan aku kurang-kurang in. Kakek menyimak semua cerita ku sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Dapat aku lihat ada perubahan dari raut wajah kakek.


"Haaaaaaaah" terdengar suara helaan nafas kakek.


"Kakek rasa sebaiknya kamu jangan ke perusahaan dulu may, dari cerita kamu ada yang Adam inginkan. Cuma kakek belum tahu apa mau nya Adam. Jadi sebaiknya kamu bekerja dari rumah saja. Sampai kita tahu apa maunya Adam. Kakek akan menyuruh seseorang untuk menjaga kamu dan hafiz. Kakek hanya tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu dan hafiz." ujar kakek setelah mendengarkan cerita ku.


"Iya kek, Mayang juga sudah memberitahu kan sama mas Melvin. Mas Melvin, juga meminta seseorang untuk mencari tahu motif nya Adam. Jujur saja kakek sejak pertemuan tadi sama Adam. Perasaan Mayang tidak enak, Mayang enggak tahu kenapa." 


"Kakek juga merasakan hal yang sama, entah kenapa kakek juga merasa takut terjadi sesuatu yang tidak kita ketahui."


Tiba-tiba kakek mengambil hape nya dan mencoba menghubungi seseorang. Aku hanya menunggu kakek selesai berbicara dengan salah satu karyawannya. 


"Haaaaaaaaaah, Adam menanyakan tentang siapa kamu dan mengapa kamu ada di kantor tadi bersama kakek, dan Wirda memberitahukan kalau kamu adalah pemilik perusahaan. Perusahaan Adam ternyata telah bekerja sama dengan perusahaan kita, jauh sebelum kamu memimpin perusahaan." Terdengar helaan nafas kakek untuk kedua kalinya setelah kakek menutup telepon seluler nya.


"Jadi bener dugaan Mayang. Awal nya Mayang hanya menduga-duga, tapi sekarang Mayang paham." Jawab ku


"Sebaiknya kakek membicarakan ini sama paman serta uwak kamu, biar bagaimanapun paman dan Uwak kamu harus mengetahuinya. Sebaiknya kamu fokus dulu dengan pernikahan kamu. Belum waktu nya kamu mengurus perusahaan." Ungkap kakek.


"Iya kakek Mayang mengerti. Kalau begitu Mayang keluar dulu ya kakek." Jawab ku.


Aku berjalan keluar dari ruangan kerja ku, bergegas aku melangkahkan kaki menuju dapur, untuk membuat kopi kesukaanku dan kesukaan kakek. 


Di dapur susah ada dua art yang sedang menyiapkan makan malam. Sedangkan nenek lagi duduk menonton televisi bersama cucunya. Setelah aku membuat kopi kakek, aku hendak mengantar nya ke ruang kerja tapi ternyata kakek sudah duduk bersama nenek dan hafiz. 


Aku meletakkan kopi yang telah ku buat di atas meja, nenek memandangi ku dengan lembut. Sepertinya nenek telah mengetahui apa yang sedang terjadi dengan ku. Kakek sedang berbicara dengan paman melalui handphone seluler nya.  Aku tahu apa yang akan kakek bahas dengan paman.


Sebenernya ada rasa marah dan emosi yang bergejolak di dada. Ingin rasanya aku menumpahkan semua amarah ku sama Adam. Sebaiknya aku menemuinya langsung tapi aku harus membicarakan ini terlebih dahulu dengan kakek. Apa yang sebaiknya aku lakukan.

__ADS_1


__ADS_2