
Setelah pingsan nya Novi, Mayang pamit dengan ibu Romlah dan keluarga nya. Ibu Romlah meminta agar Mayang mau menemaninya untuk hari ini. Hanya saja Mayang berusaha untuk menolak permintaan ibu Romlah, karena dirinya merasa sangat lelah dan butuh istirahat Tapi Mayang berjanji akan datang sebelum acara tahlilan dimulai. Sehingga ibu Romlah tidak bisa memaksa kehendaknyaa.
Melvin dan Mayang kembali pulang kerumah bersama seluruh keluarganya, sesampainya dirumah Mayang langsung mengistirahatkan tubuhnya, karena Mayang merasakan lelah akibat perubahan dalam tubuhnya. Melvin meminta tolong kepada ibu Hani dan ibu Siska untuk segera menyiapkan kue-kue yang nanti akan mereka bawakan ke rumah adam. Sebelum pulang Melvin sempat menanyakan kepada mas gilang berapa orang yang akan hadir saat acara tahlilan nanti malam, Gilang yang tidak mengetahui berapa warga yang biasanya hadir hanya bingung tidak bisa menjawabnya untung saja masih ada warga yang mengetahui nya dan memberitahukan kepada Melvin sehingga Melvin bisa menyiapkan nya. Melvin juga telah menghubungi salah satu restoran miliknya untuk menyiapkan makanan yang nanti akan di bagikan buat tamu yang datang. Dan memintanya agar langsung dikirim ke rumah Adam. Walaupun sebenarnya itu bukanlah tugas Melvin ataupun Mayang, tapi Melvin melihat dan menyadari kalau kondisi keluarga Adam tidak memungkinkan untuk menyiapkan segalanya buat nanti malam. Dan Melvin ingin memberikan yang terbaik buat Adam, Sebagai bakti hafiz terhadap papa kandungnya.
Sore harinya Melvin dan seluruh keluarga telah bersiap-siap untuk menuju ke kediaman keluarga Adam. Hafiz mengenakan baju Koko berwarna cream dan celana panjang berwarna hitam, tak lupa juga kopiahnya. Begitu juga dengan Melvin yang mengenakan pakaian senada dengan baju yang digunakan hafiz. Kakek dan nenek serta mami turut serta ikut bersama mereka. Uwak Lukman dan paman dan istri mereka turut serta mengikuti mayang dan Melvin.
Sesampainya di kediaman Adam, kondisi rumah masih lah sepi hanya pintu rumah yang terbuka. Tampak Gilang sedang duduk di depan teras sambil berbincang-bincang dengan salah satu kerabatnya. Melihat kedatangan rombongan Melvin, Gilang langsung menyambut nya.
"Assalamualaikum mas. Maaf kami baru datang." Ucap Melvin sambil berjabat tangan dengan Gilang.
"Wa'alaikum salam. Syukurlah kalian sudah datang." Ujar Gilang menyambut tangan Melvin.
"Ini siapa Lang?" Tanya seseorang yang duduk tadi.
"Ini Melvin om suaminya Mayang." Jawab Gilang.
"Oh suaminya Mayang toh? Mayang sudah nikah lagi ya?" Jawab laki-laki paruh baya tersebut.
"Assalamualaikum om Wahyu. Apa kabar om?" Ucap Mayang sopan.
"Wa'alaikum salam may. Apa kabarnya kamu?" Tanya om Wisnu.
"Baik om Alhamdulillah. Om sendiri apa kabar?" Tanya Mayang basa-basi.
"Seperti yang kamu lihat lah may. Oh iya kamu udah nikah lagi ya? Kok kamu enggak bilang-bilang ke kami sih? Kalau kamu kasih tahukan ke kami, Siapa tahu kami bisa menggantikan keluarga kamu. Lagi pula kamu kan hanya anak yatim-piatu yang enggak punya sanak saudara." Ucapnya enteng karena tidak mengetahui kalau Mayang telah bertemu dengan keluarga nya. Gilang yang sudah mengetahui bahwa Mayang datang bersama keluarga besarnya saat penguburan jenazah Adam sontak menyenggol lengan om nya karena merasa tidak enak dengan ucapan dari om nya kepada Mayang.
"Kenapa Lang?" Tanya om Wisnu bingung.
"Ibu, bapak mari masuk." Ujar Gilang yang tidak memperdulikan ucapan om nya.
"Oh ya nak gilang, itu di mobil ada kue-kue buat tamu nanti malam. Kebetulan didepan rumah Mayang ada toko kue, jadi kami bawa kemari buat di bagikan ke tamu yang hadir." Ucap nenek.
"Terimakasih banyak ya Bu. Gilang jadi enggak enak udah merepotkan ibu dan bapak sekeluarga." Ucap Gilang sungkan.
"Enggak apa-apa nak gilang, ini hanya sedikit bantuan yang bisa kami berikan biar bagaimanapun adam merupakan papa kandung hafiz. Anggap saja Sebagai bakti kecil dari hafiz sebagai anak nya adam." Ucap nenek telak didepan om Wisnu.
Om Wisnu yang tidak mengetahui kebenarannya tentang rumah tangga Adam, dan tidak mengetahui kalau Adam memiliki anak dengan Mayang sontak kebingungan. Selama ini om Wisnu hanya mengetahui bahwa Reno lah anak kandung Adam. Karena semua keluarga Adam tidak menyukai pernikahan Adam dan Mayang. Adam nekat menikah dengan Mayang, karena saat itu Adam mencintai Mayang dengan tulus. Hingga akhirnya tahta, harta menjadi penyebab utama perubahan dalam diri Adam. Serta desakan dari ibu dan keluarganya lah yang membuat Adam nekat untuk berselingkuh dan juga berpisah dengan Mayang.
"Maksudnya ibu gimana ya? Hafiz itu siapa? Kok bisa ibu bilang sebagai bakti kecil hafiz untuk Adam?" Tanya om Wisnu heran dan bingung.
"Hafiz itu putra kandungnya Adam dengan Mayang om. Maaf Gilang belum sempat cerita yang sebenarnya. Kalau sebenarnya Reno bukan lah anak kandung Adam. Sedang kan hafiz sebenarnya merupakan anak kandung dari Adam. Dan ibu ini merupakan nenek kandung dari Mayang. Mayang sebenarnya memiliki keluarga yang lengkap om. Hanya saja mereka baru bisa menemukan Mayang setelah Mayang dan Melvin menikah" Terang Gilang kepada om nya, Gilang sudah mengetahui cerita yang sebenarnya dari Melvin. Karena mereka sempat bercerita banyak, Melvin juga menjelaskan alasan yang sebenarnya setelah putri membeberkan semua kebenaran kepada semua orang.
"Haah.. kamu serius Lang? Kalau Reno bukan lah anak kandung Adam?" Tanya om Wisnu kaget dan tidak percaya.
"Gilang serius om, tadi putri telah membeberkan semua kebenarannya didepan semua orang. Ternyata selama ini Novi telah membohongi kita semua, bahkan Novi telah mengambil semua aset-aset milik Adam menjadi atas nama dirinya demi Reno, termasuk rumah bekas papa dulu om." Terang Gilang.
"Astaghfirullah alazhim. Maaf kan om Mayang, om bener-bener tidak mengetahui yang sebenarnya. Om baru tiba dua jam yang lalu." Ungkap. Wisnu.
"Enggak apa-apa om. Kalau begitu kami masuk dulu kedalam." Ucap Mayang.
"Iya may, sekali lagi om minta maaf kalau ucapan om ada yang menyinggung perasaan kamu. Masuk may, ibu, bapak." Ujar om wisnu sambil mempersilahkan semua masuk kedalam rumah.
Mayang dan semua masuk kedalam, Melvin mengajak Gilang untuk membantu nya mengangkat kotak kue yang sudah dibawa mereka. Bertepatan dengan kedatangan mobil catering milik Melvin yang mengantar makanan kotak.
__ADS_1
"Sore pak." Ucap Arjuna.
"Sore Jun. Mau antar nasi kotak kan? Bawa masuk saja Jun, ada ibu Mayang dan juga bibi didalam rumah." Jawab melvin.
"Biar nanti kami saja yang angkat kuenya pak kebetulan ada beberapa rekan yang mau ikut membantu disini pak. Kebetulan mereka pada off, dan siap membantu ibu dan bapak." Ucap Arjuna.
"Makasih ya semuanya, sudah mau datang membantu kami. Kalian pulang nya nanti saja setelah acara selesai siapa tahu ibu Mayang butuh bantuan kalian." Ucap Melvin.
"Siap pak." Jawab mereka serentak.
Melvin menyerahkan kunci mobilnya kepada salah satu karyawan, dan mengajak Gilang kembali ke kursi untuk berbincang di depan teras. Sedangkan Mayang, nenek, kakek, mami serta uwak dan bibinya masuk kedalam rumah bersama hafiz. Kedatangan mereka membuat semua keluarga Adam dan Novi memandangi mereka. Sebagian dari mereka yang telah mengetahui kebenarannya memberikan senyuman kepada Mayang, sedangkan untuk sebagai yang tidak mengetahui kebenaran dari putri memandang Mayang dengan sinis nya. Berbeda dengan Novi yang tidak menyukai kedatangan Mayang dan keluarganya.
"Mau ngapain kamu datang kesini?" Teriak Novi tidak suka.
Putri yang berada di dapur sedang menyiapkan cemilan untuk sanak saudaranya mendengar teriakan Novi langsung menuju ketempat Novi berada, dilihatnya Mayang sudah datang bersama keponakannya. Putri langsung menyalami mayang dan juga mencium kedua pipi keponakannya.
"Mbak Mayang dan keluarga sudah datang ya? Duduk dulu mbak. Ibu dan bapak silahkan duduk. Dedemit satu itu cuekin saja. Enggak usah di gubris." Ucap putri tidak memperdulikan keberadaan Novi.
"Siapa dedemit Tante putri?" Tanya hafiz heran.
"Itu loh fiz yang tadi ngomong ke bunda kamu." Ucap putri ke hafiz. Hafiz yang mengetahui maksud dari tantenya hanya tersenyum kecil. Sedangkan Mayang hanya menggelengkan kepalanya.
" Ibu mana put?" Tanya Mayang sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru rumah.
"Ibu masih di kamar mbak. Sejak mbak dan hafiz pulang, ibu lebih banyak diam diri dikamar. Bahkan semua keluarga di diamkan sama ibu. Sebentar, putri panggil ibu dulu ya. Biar ibu tahu mbak dan hafiz sudah datang." Ucap putri.
"Boleh deh put, mbak disini saja ya." Jawab Mayang sungkan.
"Iya mbak. Putri ke kamar ibu dulu." Pamit putri, sebagian dari keluarga Adam bingung karena sikap putri yang berubah drastis terhadap mayang. Ada yang berbisik-bisik menceritakan kejadian yang sebenarnya. Ada juga yang jutek melihat Mayang.
"Iya budeh, ini hafiz anak Mayang." Jawab Mayang sopan.
"Berapa umur anak mu?" Tanya budeh.
"Mau Tujuh tahun budeh." Jawab mayang
"Loh sama seperti Reno? Tapi kok mirip banget sama Adam ya?" Tanya budeh.
"Ya sama lah budeh, wong itu anak kandungnya mas Adam." Ucap putri tiba-tiba datang bersama ibu Romlah.
"Udah datang kamu may? Hafiz?" Tanya ibu Romlah bahagia yang langsung memeluk Mayang dan cucunya. Ibu Romlah menciumi kedua pipi Hafiz. Tak lupa bersalaman dengan semua keluarga Mayang yang hadir.
"Sudah Bu, kan Mayang janji sama ibu " jawab Mayang.
"Suami mu mana may? Kok ibu enggak lihat?" Tanya Bu Romlah.
"Didepan Bu, sama mas Gilang. Nurunin kotak kue yang udah disiapkan dari rumah." Jawab Mayang.
"Kok kamu repot-repot sih may. Kalian sudah datang saja ibu sudah senang." Jawab Bu Romlah.
"Enggak apa-apa Bu, kebetulan saja toko kue nya didepan rumah jadi mas Melvin yang menyiapkan semuanya buat di bawa kesini." Jawab Mayang tanpa memberi tahu kan kalau dirinya pemilik toko kue itu sendiri.
"Alhamdulillah makasih ya may, murah rezeki untuk kalian sekeluarga. Maafkan ibu dan Adam serta putri karena pernah mengecewakan dan menyakiti perasaan kamu. Semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warohmah ya may. Dan kandungan kamu sehat-sehat selalu." Ucap ibu Romlah tulus.
__ADS_1
"Aamiin makasih Bu, ibu juga sehat-sehat terus. Jaga kesehatan ibu, ibu masih ada hafiz cucu ibu." Jawab Mayang, biar bagaimanapun Mayang tidak pernah membenci ibu Romlah dan juga putri.
"Makasih ya may, kamu masih mengijinkan ibu bertemu dengan hafiz. Walaupun sebenarnya ibu dan Adam telah melukai hati kalian."jawab ibu Romlah.
"Udah deh Bu, selama ini juga ibu lebih sayang sama Reno. Enggak usah ibu pura-pura didepan banyak orang"ucap Novi muak.
"Eh diam ya wanita sundel. Elo itu enggak usah banyak omong. Lagi pula masih mending elo kami ijinkan masih tinggal di sini. Kalau sampai elo berbuat macam-macam sama ibu dan hafiz serta mbak Mayang. Jangan salahin gue kalau elo, gue usir dari rumah ini." Ucap putri sinis.
"Elo enggak berhak mengusir gue dari rumah ini. Elo dan ibu harus siap-siap mendekam di hotel pordeo karena kalian berdua udah membantu Adam menyakiti gue." Jawab Novi tidak terima.
"Eeeeeh. Dengerin ya walaupun gue dan ibu masuk hotel. Tapi tetap saja elo enggak berhak untuk tinggal dirumah ini. Lagi pula gue sama ibu masih saksi bukan tersangka." Jawab putri cuek.
"Tapi elo akan bisa jadi tersangka woy." Teriak Novi kencang.
"Botho amat kalau gue masuk juga. Yang penting ini rumah bukan atas nama elo, dan juga elo enggak bisa menjual ini rumah tanpa ijin." Jawab putri entengnya.
"Sudah put, enggak usah kamu ladeni Novi. Bikin capek kamu saja nantinya."pinta ibu sama putri. Putri yang mendengar pinta dari ibu nya langsung melenggang menuju dapur.
Ibu Romlah meminta Mayang dan hafiz duduk kembali, ibu Romlah duduk dekat dengan cucunya hafiz. Ibu Romlah menggenggam tangan hafiz, dan memandangi wajah hafiz. Ibu Romlah melihat Adam di wajah cucunya, membuat ibu Romlah meneteskan air matanya kembali. Hafiz mengusap air mata di wajah neneknya dan memeluknya. "Nenek jangan nangis terus, nanti nenek sakit. Nenek mau kan berhenti nangis demi hafiz." Pinta hafiz, ibu Romlah menganggukkan kepalanya memenuhi permintaan dari hafiz.
Tak beberapa lama kesibukan dirumah Adam mulai terlihat nasi kotak diantar kedalam rumah. Dan juga beberapa buah-buahan. Melvin meminta salah satu karyawannya untuk menyiapkan buah-buahan. Tepat setelah isya' para warga berdatangan kerumah Adam, ustadz mulai memimpin doa dan memulai pengajian untuk Adam. Suasana khidmat sangat terasa di rumah Adam, lantunan doa mulai dipanjatkan. Setelah pengajian, para warga pulang sambil membawa beberapa bungkus plastik yang sudah disiapkan oleh karyawan Melvin agar lebih mudah dibawa pulang.
Saat Mayang dan keluarganya ingin pulang, tiba-tiba ada seseorang yang meminta agar Mayang dan hafiz tetap tinggal sementara. Membuat banyak orang bingung, termasuk Novi dan keluarganya.
"Mbak Mayang dan hafiz, boleh tunggu sebentar ada yang mau saya bicarakan bersama ibu Romlah dan keluarganya." Pinta seorang laki-laki yang mengenakan kacamata dan juga jas hitam serta celana hitam.
"Maaf pak, ada apa ya?" Tanya Mayang bingung.
"Ada yang mau saya bacakan atas permintaan dari saudara Adam. Kebetulan saya pengacara yang di tunjuk langsung oleh Adam mengenai surat-surat aset atas nama beliau." Jawab nya.
"Apa hubungannya dengan kami ya pak?" Tanya Mayang bingung.
"Sebaiknya mbak Mayang duduk dulu kembali. Biar saya mulai membaca kan isi suratnya." Jawab nya.
Mayang memandangi Melvin, Melvin yang paham akan maksud istrinya mengangguk kepalanya mengijinkan Mayang kembali duduk bersama hafiz. Laki-laki tersebut meminta agar ibu Romlah dan putri serta Novi duduk kembali dan mengeluarkan selembar kertas yang nanti akan dibacanya. Setelah semua duduk tenang, laki-laki tersebut mulai membaca isi surat yang dipegangnya.
"Selamat malam, maaf menganggu waktunya. Perkenalkan saya sahabat sekaligus pengacaranya Adam. Sebelum pak Adam meninggal dunia, pak Adam telah meminta tolong kepada saya untuk mengurus semua aset-aset miliknya, yang awalnya atas nama ibu novi." Ucap nya sambil menatap semua orang. Novi yang mendengar namanya disebut sontak bahagia. Karena Novi masih berharap Adam belum menganti namanya kembali.
"Pak Adam minta saya untuk mengubah semua surat-surat berharga miliknya kembali menjadi atas nama salah satu anaknya. Rumah mendiang papa nya Adam telah di ubah kembali menjadi atas nama ibu Romlah. Sedangkan untuk rumah yang sekarang telah ditempati oleh Adam dan ibu romlah telah berubah kepemilikan nya menjadi milik hafiz." Ucapnya. Novi sontak melebarkan matanya tidak percaya, kalau Adam memberikan rumah yang mereka tempati menjadi milik hafiz.
"Sedangkan untuk rumah, sawah 12 hektar di bagi menjadi 4 bagian. 6 hektar untuk ibu putri serta kedua kakaknya pak Adam dan 6 hektar lagi untuk hafiz. Serta dua unit mobil yang pernah di berikan kepada ibu Novi telah di ganti nama kepemilikan menjadi milik ibu putri dan juga hafiz. Juga beberapa aset kontrakan, kios dan juga rumah yang telah disembunyikan oleh bapak Adam selama ini juga telah di pindah alihkan menjadi milik hafiz. Sedangkan untuk ibu Novi dan juga Reno, bapak Adam hanya memberikan salah satu rumah yang terletak di pinggiran kota Jakarta. Bapak Adam juga meminta kepada saya supaya ibu Mayang mau membantu ibu Romlah dan juga putri, karena posis ibu Mayang sebagai wali dari hafiz. Pak Adam juga meminta agar ibu Mayang mau menerima dan menjaga semua aset-aset atas nama hafiz yang nanti akan di berikan kepada hafiz saat usianya menginjak dewasa. Dan juga memberikan ijin kepada ibu putri supaya ibu putri mengelola semua aset-aset milik pak Adam untuk sementara waktu. Bapak Adam juga meminta agar ibu Mayang membantu ibu putri mengelola semua aset-aset miliknya dan memberikan beberapa persen keuntungan untuk ibu Romlah serta kedua kakak nya pak adam. Semua yang telah disampaikan oleh saya, telah dituliskan oleh pak Adam sendiri sebelum beliau meninggal. Dalam keadaan sadar dan tanpa tekanan dari siapapun. Surat tersebut telah saya pegang dan sudah di sahkan secara hukum." Ujarnya kemudian. "Kenapa pak Adam memberikan sebagian hartanya untuk ibu putri, karena pak Adam merasa bertanggung jawab terhadap ibu putri, sebab ibu putri belum berumahtangga. Pak Adam ingin memberikan bekal kepada ibu putri agar supaya ibu putri mempunyai pegangan buat masa depannya nanti." Ucapnya lagi.
"Enggak itu semua bohong... Enggak mungkin mas Adam memberikan semuanya kepada putri dan hafiz.... Semua itu harusnya atas nama saya..." Teriak Novi tidak menerimanya.
"Maaf ibu Novi semua yang saya ucapkan tadi itu benar. Bahkan pak Adam juga membuat video yang telah beliau rekam, bahkan isinya sama persis seperti yang tadi saya ucapkan. Semua isi rekaman ada di copy disk yang saya pegang. Dan juga saya telah menyimpan nya ke dalam flashdisk. Bapak Adam meminta kepada saya menyimpannya jika suatu waktu terjadi sesuatu kepada dirinya agar supaya ibu Romlah dan juga putri mendapatkan bagian miliknya. Bukan kah ibu novi telah mendapatkan bagiannya sendiri. Satu unit apartemen yang sudah ibu Novi jual. Saya rasa itu sudah cukup buat ibu Novi." Jawab laki-laki tersebut sambil menunjukkan flashdisk.
Novi langsung merebut flashdisk tersebut dan menyetelnya langsung di televisi. Novi menekan tombol play saat flashdisk tersebut telah terbaca di layar televisi. Tak beberapa lama muncullah sosok gambar Adam yang sedang duduk di salah satu kursi. Mengenakan jas yang sangat rapi dan tampak berwibawa.
Adam berbicara seakan-akan dia sedang berbincang dengan seseorang. Apa yang Adam bicarakan sesuai dengan apa yang telah di sampaikan oleh pengacaranya tanpa ada yang dikurangi ataupun dilebihkan. Adam bahkan memberikan alasannya kenapa dia membuat surat wasiat serta membagikan semua hartanya kepada putri dan hafiz serta ibu Romlah dan juga kedua kakaknya.
(Hafiz, maaf kan papa jika selama ini papa tidak pernah hadir didalam kehidupan kamu seakan-akan papa tidak pernah menganggap bahwa kamu adalah putra papa. Maaf kan papa juga kalau selama ini papa menjauh dari kehidupan kamu bahkan papa tidak pernah menunjukkan kasih sayang papa sama kamu. Bahkan papa lebih menyayangi Reno dibandingkan kamu putra kandung papa sendiri. Dan Maafkan papa jika papa pernah berniat untuk memanfaatkan kamu, hanya supaya papa bisa mendapatkan semua harta kekayaan milik bunda mu. Papa akuin kalau kesalahan papa sangatlah besar terhadap kamu dan juga bunda kamu. Jika suatu saat nanti kamu telah tumbuh dewasa papa harap kamu tidak akan pernah menjadi seperti papa. Dan buat Mayang, maafkan aku karena aku pernah menyakiti perasaan dan hati kamu selama kita menikah. Aku dulu terlalu mudah terhanyut hanya karena harta, tahta dan juga wanita. Aku juga meminta maaf karena pernah hampir berniat untuk merebut kamu dari Melvin. Maaf kan aku Mayang, maaf kan atas semua dosa-dosa ku selama ini. Dan buat Melvin tolong jaga Mayang dan putra ku Hafiz, jujur saja saya cemburu karena kamu mendapatkan wanita yang begitu luar biasa. Tolong bimbinglah hafiz agar supaya hafiz tidak melakukan kesalahan yang sama seperti apa yang pernah saya lakukan. Tolong rawat dan sayangilah hafiz seperti anak kandung kamu sendiri. Mayang, untuk terakhir kalinya aku ingin bilang sama kamu. Terima kasih kamu mau mengandung dan melahirkan putra kita, maafkan aku yang tidak ada disisi kamu saat kamu melahirkan hafiz. Hafiz, papa ingin bilang kalau papa sayang sama kamu nak. Papa mencintai kamu. Maafkan Papa karena papa telat menyadari itu semuanya. Maafkan papa nak. Maafkan papa.)
Klik. Drrrrtzzz.
__ADS_1
Mendengar ucapan terakhir dari Adam, sontak air mata hafiz mengalir dari sudut matanya. Mayang langsung merangkul putranya, hafiz yang sejak tadi tidak sedikitpun mengeluarkan air matanya. Akhirnya tumpah tanpa bisa ia tahan, kata-kata terakhir yang selama ini ingin dia dengar akhirnya bisa dia dengar langsung walaupun terlambat hanya dari rekaman video. Kalau Papanya menyayangi dan mencintai dirinya. Begitu juga dengan ibu Romlah dan putri yang tidak kuasa menahan tangisnya. Berbeda dengan Novi yang teriak histeris karena tidak mendapatkan sepeserpun harta milik Adam hanya sebuah rumah untuk tempat tinggalnya bersama Reno serta keluarganya. Kalaupun Novi ingin menuntut aset-aset milik Adam akan sangat menghabiskan banyak waktu, uang dan juga tenaga. Sedangkan dirinya sudah tidak memiliki harta apapun, rumah orangtuanya bahkan sawah miliknya telah berpindah alih ke tangan hafiz dan putri.