
Melvin mengajak Mayang untuk singgah ke rumah mami nya, Melvin ingin memberikan kabar tentang kehamilan Mayang. Mayang menyetujui keinginan Melvin, lagi pula hafiz sudah merindukan Omanya.
Sesampainya dirumah mami, Melvin mencium dan memeluk tubuh maminya. Mayang menyalami tangan mami dan mencium kedua pipi mami. Hafiz pun menyalami tangan mami, mami yang sangat senang dengan kedatangan anak serta menantu dan cucu laki-laki nya.
"Mami kangen sama kalian." Ucap mami saat memeluk anak laki-lakinya.
"Adek juga kangen sama mami. Mami sehat kan?" Tanya Melvin.
"Alhamdulillah mami sehat. Kalian sendiri bagaimana? Sehat juga kan? " Tanya mami.
"Alhamdulillah kami sehat semua mam." Jawab melvin.
"Oma, sebentar lagi hafiz mau jadi Abang Oma." Ucap hafiz dengan senyuman nya.
Mami menutup mulutnya dengan kedua tangannya mendengar ucapan hafiz. "Beneran cucu Oma?"tanya mami bahagia mendengar kabar kebahagiaan dari anak bungsunya.
"Iya Oma. Beneran, tadi pagi ayah dan bunda yang kasih tahu hafiz. Sekarang hafiz di panggil Abang Oma sama ayah dan bunda." Jawab hafiz bahagia dengan panggilan barunya.
"Alhamdulilah ya Robb, mami bahagia banget sayang mendengar berita kehamilan kamu." Ucap mami sambil memeluk menantunya dan mencium kening Mayang meluapkan rasa syukur dan bahagianya.
"Iya mam, Alhamdulillah Allah kasih kepercayaan kepada Mayang untuk mengandung anak nya bang Melvin secepat ini." Ucap Mayang turut bahagia.
"Oh iya mam, mami mau kan tinggal bersama kami dirumah mayang? Mau enggak mam?" Tanya Melvin kepada maminya.
"Bukan mami enggak mau dek, hanya saja mami enggak mungkin meninggalkan rumah kenangan mendiang papi kamu." Jawab mami menolak.
"Enggak selamanya mami, tunggu sampai hafiz kenaikan sekolah. Melvin sama Mayang sudah sepakat untuk pindahin hafiz sekolah di dekat-dekat sini. Bahkan kami juga sudah menemukan sekolah yang terbaik buat hafiz." Ucap Melvin memberitahukan kepada mami nya.
__ADS_1
"Iya Oma, hafiz juga sudah pernah melihat sekolahannya, bagus banget loh Oma, hafiz suka banget sama sekolah nya. Lengkap banget fasilitasnya." Sahut hafiz dengan antusias nya.
"Bener mam, Mayang sama Abang sudah sepakat untuk tinggal disini sama mami setelah hafiz kenaikkan kelas. Nenek dan kakek pun sudah membeli rumah yang disebelah mami. Begitu juga Uwak Lukman dan Paman. Mereka sudah membeli rumah di komplek perumahan sebelah mami. Hanya saja rumah tersebut mereka beli kalau-kalau mereka ingin dekat dengan nenek dan kakek." Jawab Mayang membenarkan ucapan anaknya.
"Lalu bagaimana dengan rumah kamu nak, itu kan tempat tinggal kamu dan tempat kamu punya usaha?" Tanya mami.
"Mayang sudah serahin semuanya sama orang kepercayaan Mayang mam, dan Mayang sudah merencanakan untuk merombak total rumah Mayang, mam. Lantai bawah mau Mayang perluasan untuk tempat produksi dan memperbesar toko kue. Sedangkan dilantai dua akan Mayang bangun beberapa kamar untuk tempat tinggal karyawan Mayang. Jika mereka tinggal nya jauh dari toko Mayang, mam. Semuanya sudah Mayang rencanakan jauh sebelum Mayang dan Abang Melvin menikah." Ucap Mayang menjabarkan semua rencananya.
"Lalu kalau kamu sudah rencanakan semuanya sebelum kamu menikah dengan Melvin kamu akan tinggal dimana nak?" Tanya mami.
"Dirumah mayang yang lain mam, Mayang ada dua rumah lagi selain rumah yang sekarang Mayang tinggalin. Semua nya Mayang sewa kan. Termasuk rumah almarhum papa dan mama. Kemungkinan besar nanti Mayang akan membuka cabang toko kue milik Mayang di rumah almarhum papa dan mama." Jawab Mayang lagi.
"Setelah selesai kontrak sewa nya Mayang mau merombak rumah almarhum papa. Mayang sudah membeli beberapa tanah di samping kanan kiri rumah papa. Hanya tinggal Mayang laksanakan saja mam." Ujar Mayang
"Rumah mendiang papa kamu dimana nak?" Tanya mami
"Di daerah Bandung, mam." Jawab Mayang.
"Berarti dulu kamu merantau dong ke Jakarta?" Tanya mami penasaran dengan masa lalu menantunya.
"Iya mam, setelah lulus kuliah Mayang melamar ditempat kerja Mayang yang dulu. Mayang bersyukur sebelum papa meninggal papa sudah menyiapkan tabungan untuk masa depan Mayang. Jadi Mayang bisa melanjutkan pendidikan Mayang ke jenjang yang lebih tinggi." Jawab Mayang menceritakan kilas balik masa lalunya.
"Lalu bagaimana dengan biaya kehidupan kamu dan mama kamu?" Tanya mami penasaran.
"Dulu mama bekerja di salah satu penerbit buku mam, mama bekerja sebagai penerjemah buku." Jawab Mayang.
"Ooh begitu. Maaf ya sayang mami nanya masa lalu kamu." Ucap mami tidak enak hati.
__ADS_1
"Enggak apa-apa kok mam, lagi pula itu sudah masa lalu. Yang sekarang kan Mayang sudah bahagia. Mayang punya banyak keluarga yang sayang sama Mayang dan juga anak Mayang." Ucap Mayang sambil tersenyum.
"Iya kamu benar nak. Mami enggak pernah mempermasalahkan masa lalu kamu. Buat mami sekarang kalian harus selalu rukun dan bahagia. Terutama kamu dek. Awas saja kalau sampai kamu menyakiti perasaan Mayang. Mami akan jadi garda terdepan untuk membela Mayang." Jawab mami berapi-api.
Raut wajah Melvin melongo mendengarkan ancaman mami. Tapi Melvin sangat bersyukur mami nya tidak seperti kebanyakan mertua yang pernah dia lihat di televisi. Melvin sering menemani mami nonton sinetron yang dimana mertua, kejam dengan menantunya. Di tambah lagi istrinya pernah mendapatkan mertua yang hampir sangat mirip dengan salah satu sinetron yang pernah di tonton nya.
"Jadi gimana mam, mami maukan untuk tinggal bersama kami dirumah?"bujuk Mayang lagi.
"Iya mam, Melvin enggak tenang kalau mami disini sendirian. Walaupun terkadang Abang dan mbak suka datang kesini. Tapi tetap saja mam, Melvin lebih seneng kalau mami tinggal bersama kami." Rayu melvi lagi.
"Iya mam, mau ya?" Ujar Mayang.
*Bukan nya mami enggak mau hanya saja apa kalian tidak masalah kalau mami tinggal bersama kalian. Mami enggak mau nanti di anggap mertua yang ikut campur masalah keluarga kalian. Mami juga enggak mau loh di bilang mertua yang menindas menantu." Ucap mami, memberitahukan jelek-jelek nya dulu.
"Enggak kok mam, selama ini kakek dan nenek juga enggak pernah ikut campur masalah keluarga kami. Jadi Mayang harap mami mau ya tinggal sama kami dirumah untuk sementara waktu." Bujuk Mayang sama mami.
"Huuft, baik lah mami mau. Tapi inget ya, kalian enggak boleh atur-atur mami, kalau mami masih sibuk sana, sibuk sini." Tegas mami.
"Iya mam kami janji enggak akan atur-atur mami, selama mami mau dengan rutin minum obat dan vitamin." Jawab melvin bahagia mendengar mami nya setuju untuk tinggal bersama mereka.
"Baik lah kalau begitu, inget kamu harus bilang sama abang-abang kamu juga. Karena mami selalu di pantau mereka setiap saat setiap waktu." Ujar mami sama Melvin.
"Siap mam nanti adek akan bilang sama Abang kok. Biar mereka juga tenang, lagian mami kalau disuruh tinggal sama mereka enggak mau mulu sih." Ucap Melvin heran.
"Kalau sama mereka mami males dek, kalau kemana-mana harus bareng abang-abang mu. Padahal mereka juga sibuk dengan urusan perusahaan. Mami enggak mau jadi beban mereka." Jawab mami jujur.
"Kamu tahu sendiri kan kalau mami itu banyak kegiatan ini lah itu lah. Kesana kesini lah. Banyak kegiatan mami dek." Ucap mami menambahkan.
__ADS_1
"Iya adek tahu, hanya saja kan mami itu lebih sayang sama adek dari pada abang-abang adek yang lain. Heheheheheh." Kelakar Melvin bergurau.
"Nah itu kamu tahu. Kalau mami lebih sayang sama anak bontot mami. Hahahahah." Jawab mami tertawa.