Istri Tegar

Istri Tegar
Bab 48


__ADS_3

POV Adam


"Loh pak Adam, Anda sudah tiba?" Terdengar suara dari belakang badan mayang


"Sudah pak Wirda, kebetulan saya lagi mengobrol dengan mantan istri saya?" Jawab Adam sambil bersalaman dengan pak Wirda.


"Loh........"


"Kenapa pak Wirda?" Tanya Adam heran melihat pak Wirda yang kaget setelah melihat Mayang dan kakek tua yang pernah aku temui terakhir kali di mall.


Ting


"Ibu Mayang,bapak Permana. Silahkan masuk lift nya pak, Bu." Jawab pak Wirda kepada mereka dengan sungkan. Otomatis membuat ku bertanya-tanya.


"Kami permisi dulu pak" ujar Mayang, sambil berjalan memasuki lift.


Setelah pintu lift tertutup rapat Adam langsung sontak bertanya kepada pak Wirda tanpa basa-basi. Karena menurut Adam ini hal sangatlah aneh. "Maaf pak Wirda, memang mereka siapa ya pak?" Tanya Adam heran.


"Oh, itu pemilik perusahaan kami yang baru pak Adam!" Sahut pak Wirda dengan santainya.


"Masa sih pak, bukan nya pemilik nya pak Fandi ya pak?" Tanya Adam heran mendengarkan penjelasan dari pak Wirda.


"Bukan pak, pak fandi bukan pemilik perusahaan, pak Fandi hanya tangan kanan dari pemilik perusahaan ini. Sebenernya pemilik perusahaan pak Permana kakek dari ibu Mayang." Jawab pak Wirda panjang kali lebar kali tinggi.


Sontak Adam melongo mendengarkan penjelasan dari pak Wirda. Terlebih lagi perusahaan sebesar ini akan di kelola oleh Mayang, mantan istrinya yang dulu pernah dia sakitin.


"Yuk pak Adam, kita keruangan saya." Ajak pak Wirda 


Tersadar dengan ucapan pak Wirda Adam sontak tersadar dari kekagetannya. "Yuk pak." Jawab Adam menerima ajakan dari pak Wirda.

__ADS_1


Adam mengikuti pak wirda berjalan menuju ruangan pak Wirda bekerja. Adam dan pak Wirda membahas tentang kerjasama yang nanti akan mereka kerjakan. Setelah selesai dengan urusannya Adam memutuskan untuk bertemu dengan Mayang meminta penjelasan. Hanya saja sekretaris Mayang bilang bahwa Mayang dan pak Permana sedang tidak ada di tempat. 


Adam ingin mencoba menghubungi Mayang, tapi sayang no hp Mayang telah dia hapus, jika pun ingin meminta kepada Novi kemungkinan besar Adam akan di omelin oleh Novi.


Semenjak perceraian Adam dengan Mayang, Adam hampir saja di pecat secara tidak terhormat oleh perusahaan lamanya. Jika saja dia tidak bermain cantik dalam mengambil keuntungan dari perusahaan. Adam mengkambing hitamkan salah satu rekannya yang tidak bersalah. 


Adam memutuskan untuk keluar dari perusahaan lama nya sebelum pihak perusahaan menyelidiki keuangan yang telah ia manipulasi dan berkerja dengan perusahaan lain yang di bantu oleh salah satu sahabat Adam.


Walaupun gaji yang diterima Adam tidak sebanyak dari gaji Adam yang dulu. Adam lebih baik memilih mundur, jika Adam masih bertahan di perusahaan itu. Kemungkinan terbesarnya akan terhembus bangkai yang dia tutupin.


Gaya hidup Adam dan keluarganya yang hendonis lah yang membuat Adam nekat untuk mengambil keuntungan yang sangat besar dari perusahaan. 


Sedangkan Novi semenjak Adam menjabat sebagai manager di perusahaan kecil dengan gajinya yang kecil. Membuat Novi sering pulang malam dan menelantarkan rumah serta anak laki-lakinya yang bernama Reno. Novi tetap bekerja di perusahaan lamanya, hanya saja Novi tidak pernah naik jabatan karena kinerja Novi yang tidak meningkatkan sedikitpun. Novi hanya mengandalkan kecantikan dan bentuk tubuhnya.


Bahkan rumah yang telah mereka minta dari Mayang telah di jual oleh Adam. Sedangkan ibu Romlah dan putri hanya bisa menuntut dan menuntut terus. 


"Kalau menang ini perusahaan Mayang, berarti aku bisa meminta Mayang untuk bekerja di perusahaan sebesar ini dengan jabatan tinggi. Lagi pula enggak ada salah nya, toh demi putra nya juga." Batin Adam saat iya melamun di ruang kerjanya.


Adam mencoba mencari tahu alamat rumahnya Mayang dari Anita dan Sofi, hanya mereka yang Adam kenal. Tapi sayang mereka tidak mau memberikan tahukan keberadaan Mayang walau Adam beralasan untuk menemui hafiz.


"Kenapa kamu dam?" Tanya Bu Romlah saat melihat putra nya memasuki rumah dengan wajah yang bertekuk.


"Novi sudah pulang Bu?" Tanya Adam karena tidak melihat penampakan istrinya.


"Belum, kamu kayak enggak tahu saja kebiasaan Novi dam." Jawab Bu Romlah santai sambil menonton televisi.


"Adam ke kamar dulu Bu, gerah." Ujar Adam sambil berjalan menuju kamarnya. Sesampainya di kamar Adam langsung membersihkan dirinya dan mengenakan pakaian santainya.


Adam berjalan menuju tempat ibu nya sedang duduk." Ibu masih ada nomor telepon Mayang tidak?" Tanya Adam pelan-pelan 

__ADS_1


"Buat apa kamu tanya nomor telepon Mayang? Kamu mau balikan lagi sama dia? Ibu enggak setuju ya dam." Jawab Bu Romlah berapi-api mendengar pertanyaan Adam.


"Adam cuma mau minta sama Mayang agar Adam bisa bekerja di perusahaan Mayang Bu?" 


"Perusahaan apa dam? Emank kamu pikir Mayang itu punya perusahaan? Jangan ngaco deh kamu kalau ngomong." Berang ibu mendengar ucapan Adam.


"Adam serius Bu, Mayang itu punya perusahaan yang sangat besar. Tadi Adam malah bertemu dengan Mayang di perusahaan itu, bahkan salah satu rekan kerja Mayang yang berbicara langsung mengenai Mayang." Ujar Adam jujur.


"Serius kamu dam, jangan bohong kamu. Memang bagaimana bisa kamu bertemu Mayang?" Tanya ibu dengan heran nya.


"Perusahaan Adam yang sekarang kan sedang bekerja sama dengan perusahaan nya Mayang. Tadi Adam ke sana untuk membahas kerja sama dengan perusahaan Mayang Bu." Ungkap Adam jujur


"Kok bisa sih Mayang mempunyai perusahaan, bukan kah Mayang hanya anak yatim-piatu dan tidak memiliki keluarga ya dam?" Tanya ibu heran


"Kata pak Wirda, kalau perusahaan itu milik kakek nya Mayang. Jadi otomatis milik Mayang Bu" 


"Waaaaaah kamu enggak boleh diam saja dam, kamu punya hak di Perusahaan Mayang. Biar bagaimana pun, itu hak anak kalian. Dan kamu berhak memilih perusahaan itu." Jawab ibu Romlah dengan wajah sumringah.


"Maka dari itu Bu, Adam mau minta nomor telepon nya Mayang. Adam harus mendapatkan hak di perusahaan tersebut. Bayangkan Bu, perusahaan itu sangat besar bahkan bertaraf internasional. Berapa banyak uang yang bakalan Adam dapatkan jika Adam bekerja di perusahaan tersebut." Jawab ku berapi-api dengan membayangkan pundi-pundi uang yang akan masuk ke dalam rekening ku.


"Bener dam, ibu mau jalan-jalan ke luar negeri dan belanja disana. Kamu harus bisa mendapatkan hak kamu di perusahaan itu. Pokok nya kamu harus bisa mendapatkan nya." Ucap ibu semangat juang empat lima.


"Ibu bantuin Adam ya buat dapatin nomor telepon Mayang. Kalau perlu kita kerumah nya. Dan memaksa Mayang agar memberikan hak kepada Adam" ajak Adam menghasut ibu Romlah.


"Kamu tenang aja dan, nanti ibu akan cari nomor telepon dan juga alamat nya Mayang. Kamu tunggu saja kabar dari ibu" jawab ibu Romlah.


****************


Maaf ya kalau belum dapat feel-nya. Saya masih harus banyak belajar lagi. Mohon dukungannya terus.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2