
Siang harinya setelah Melvin menjemput hafiz disekolah, Mayang menyuruh melvin dan hafiz untuk makan siang bersama mereka sebelum mereka berangkat kerumah mami. Setelah selesai makan siang mereka bersiap-siap untuk menuju rumah mami Laura. Melvin memasukan beberapa tas milik istri dan anaknya, dan juga koper milik grandpa dan grandma Sedangkan dirinya tidak membawa baju, karena masih ada beberapa baju yang belum dia bawa dari rumah mami nya.
Setelah semua siap, Melvin mengendarai mobil nya dengan kecepatan normal. Untung saja suasana jalanan tidak terlalu padat dengan banyaknya kendaraan jadi mereka tidak terkena dampak kemacetan. Hal ini lah yang sebenarnya membuat Mayang menunda-nunda untuk tinggal bersama mami, mengingat kondisi lalu lintas di pagi hari dan perjalanan dari rumah mami menuju sekolah hafiz.
Sesampainya dirumah mami Laura, mami langsung menyambut kedatangan mereka dengan sangat bahagia. Kebahagiaan terpancar dengan sangat jelas dari wajah mami.
"Assalamualaikum mami" sahut Mayang sambil menyalami punggung tangan mami dan mencium kedua pipi mami dari suaminya.
"Wa'alaikum salam anak kesayangan mami. Melvin enggak ada bikin kamu sakit kan sayang?" Tanya mami sambil mengamati seluruh tubuhku.
"Melvin sakitin apa sih mam, emangnya Melvin ada buat KDRT sama Mayang, baru nikah masa iya Malvin udah buat badan anak orang luka" kesal Melvin dengan mami nya sambil memeluk dan mencium pipi mami.
"Ya siapa tahu kamu khilaf kan vin." Jawab mami seenaknya.
"Ya Allah, bisa-bisanya mami ngomong bener gitu sih." Kelakar Melvin membalas ucapan mami nya.
Bugh.
__ADS_1
"Au.. sakit mam, kalau mukul jangan pakai tenaga kuli nya dong mam." Jawab melvin cemberut sambil mengusap-usap tubuhnya yang di pukul oleh mami. Grandpa dan grandma hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah ibu mertua dari cucunya serta suami nya Mayang.
"Maka nya kalau ngomong yang bener. Awas saja Kalau sampai anak perempuan mami kamu pukul. Habis kamu nanti sama mami, mami masukin lagi kamu kedalam rahim mami." Jengkel mami dengan putra bungsu nya.
"Ya Allah, sebenarnya yang anak mami siapa sih? Kok Melvin berasa bukan anak mami." Melvin mulai memainkan drama anak yang tak dianggap dengan muka yang penuh dengan penghayatan.
"Tentu saja anak mami Mayang. Sedangkan kamu bukan." Jawab mami dengan enteng nya. Sontak semua yang ada dirumah tertawa dengan kencang nya. Termasuk hafiz yang melihat ayah sambung nya dengan tampang belo'on nya.
"Issssh mami, bisa saja kalau ngomong, suka bener." Sahut Melvin sambil senyum menatap mami nya tercinta lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang.
Melvin sangat mengetahui dengan sangat baik, bahwa mami sangat menyayangi dirinya, jika pun ucapan yang tadi mami nya bilang hanya candaan dari sang mami. Mami sangat menyayangi anak-anaknya begitu juga dengan menantu-menantu nya.
Sesampainya di kamar, Melvin membongkar menyerahkan beberapa kartu ATM milik pribadinya bahkan kartu kredit yang sudah dia persiapkan untuk istrinya, yang nanti akan di kelola oleh Mayang.
"Dek, ini pegang kartu ATM serta buku tabungan nya dan kartu kredit Abang. Semua Abang serahkan ke kamu. Abang cuma pegang satu kartu, nanti kamu sendiri yang kirim ke Abang kalau-kalau Abang butuh untuk bensin dan uang jajan." Ujar Melvin sambil menyerahkan semua uang yang ada di dalam tabungannya.
"Kok adek yang pegang, itu kan hak nya Abang." Jawab Mayang sungkan biar bagaimanapun itu jerih payahnya Melvin selama ini.
__ADS_1
"Kamu saja yang pegang, kamu istri Abang sekaligus sekretaris, bendahara dan asisten pribadi Abang. Jadi kamu harus menerimanya. Tidak ada penolakan. Abang ada M-banking di hape Abang. Ini semua username dan password m-banking nya. Kamu dan abang bisa memantau semua pengeluaran dari sini. Mau kan dek?" Tanya Melvin sambil menyerahkan buku catatan kecil, ATM kartu kredit serta buku tabungan nya yang telah dia persiapkan untuk di berikan sama Mayang.
"Hmmmm... Baiklah Mayang terima, tapi Mayang harap Abang jangan menyesal ya kalau nanti uang nya adek habiskan semua?" Jawab Mayang santai.
"Ya enggak apa-apa, kalau kamu mau habiskan semua enggak apa-apa dek, jadi Abang semakin semangat untuk mencari uang buat kamu dan hafiz, serta anak-anak kita nantinya." Jawab melvin senang karena istrinya mau menerima penghasilan dari dirinya.
Melvin juga menyerahkan beberapa aset miliknya untuk Mayang pegang, Melvin mempercayai semua sama istrinya. Melvin juga memberitahukan kepada Mayang semua penghasilan dia, baik dari gajinya di perusahaan milik papa nya bahkan penghasilan semua dari usaha kuliner yang dia pegang.
Sungguh fantastis uang yang selama ini Melvin simpan, belum lagi semua aset-asetnya dari beberapa rumah yang dia investasi kan, mobil, usaha pribadi miliknya yang di kelola sendiri bukan dari peninggalan papa nya, bahkan beberapa-berapa saham yang telah Melvin miliki selama dia belum menikah.
Tidak ada keraguan didalam diri Melvin memberikan semua yang dia hasilkan selama ini sama istrinya Mayang. Bahkan Melvin bersedia untuk membuat perjanjian sebelum mereka menikah dan itu pun atas kehendak dari mami nya Melvin yang disaksikan semua keluarga Melvin sendiri dan pengacara keluarga mereka.
Hampir semua istri-istri dari kakaknya membuat perjanjian tersebut, mami melakukan nya dengan tujuan agar anak laki-laki nya tidak menyakiti istri mereka dan menghancurkan rumah tangga mereka akibat orang ketiga.
Pernah Anita bercerita kalau dulu mami pernah merasakan apa yang Mayang rasakan, hanya saja dulu mami sangat pintar, mami mengambil hak yang seharusnya milik anak-anaknya saat itu. Bahkan mami mendapatkan dukungan dari pihak keluarga suaminya. Untung saja mami tidak jadi berpisah dari suaminya, karena keinginan dari ibu dan bapak mertua nya. Bahkan bapak mertua mami mengancam papi nya Melvin di depan selingkuhannya, jika papi nya Melvin tetap memaksa untuk berpisah dari mami nya Melvin. Maka semua hak waris milik papi nya akan jatuh ke tangan anak-anaknya yaitu bang Ronald, bang Nico dan Melvin tentunya. Papi bahkan tidak mendapatkan apa-apa dari harta warisan mereka.
Kakek bahkan memaksa papi nya Melvin untuk menandatangani surat pernyataan dan surat perjanjian yang sangat merugikan buat papi dan selingkuhan nya papi. Tentu saja selingkuhan papi tidak menerimanya. Hal itu lah yang membuat papinya Melvin sadar bahwa wanita yang selama ini menjadi selingkuhan nya hanya menginginkan harta kekayaan miliknya.
__ADS_1
Atas dasar dari pengalaman tersebut yang membuat mami meminta agar putra-putranya membuat perjanjian yang akan merugikan diri mereka jika mereka berselingkuh ataupun menyakiti istri mereka. Untung saja semua putra-putra mami menyetujui apa pun keinginan mami.