Istri Tegar

Istri Tegar
Bab 59


__ADS_3

POV Putri


Nama aku putri adik dari Adam, anak bungsu dari ibu Romlah. Aku punya dua kakak selain mas Adam, hanya saja mereka tidak berada di satu kota yang sama dengan kami, mereka sudah memiliki keluarga masing-masing. Saat ini aku sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Jika ditanya siapa yang membiayai uang kuliah tentu saja mas Adam. Aku tinggal bersama ibu dirumah almarhum bapak, mas Adam menikah dengan wanita yatim-piatu yang tidak memiliki keluarga sama sekali, ibu sangat tidak menyetujui pernikahan mas Adam dan mbak Mayang. Sehingga Ibu memaksa mas Adam untuk tinggal bersama kami.


Walaupun berkat bantuan mbak Mayang, mas Adam bisa mendapatkan posisi yang bergengsi di perusahaan nya dengan gaji yang sangat besar dari gaji sebelumnya. Semenjak saat itulah ibu semakin berusaha keras mengganggu pernikahan mas Adam dan mba Mayang. Ibu terus memaksa mas Adam untuk mempunyai anak, padahal itu hanya akal-akalan ibu saja. Aku dan ibu memperlakukan mbak Mayang layaknya babu di rumah kami. Hingga akhirnya mbak mayang meminta mas Adam untuk segera pindah dari rumah ibu, dengan alasan biar mereka belajar mandiri.


Aku yang selalu memanasi ibu, karena jika mas Adam pindah dari rumah bapak, otomatis semua kenyamanan yang aku rasakan sekarang bakalan hilang karena mbak Mayang akan menguasai uang mas Adam, aku dan ibu memiliki sifat yang sama. Hanya bedanya aku selalu bermain cantik. Tidak seperti ibu yang terang-terangan.


Ibu meminta setengah gaji mas Adam untuk ibu dan aku mendapatkan 10juta sebulan, jika mas adam tetap memilih untuk pindah rumah, dan bodoh nya mas Adam mau karena desakan dari mbak Mayang. Padahal ibu mendapatkan uang bulanan dari kedua kakak ku yang lain. Jadi secara tidak langsung yang terus mengalir ke kantong ibu dan aku.


Walaupun mas Adam dan mbak Mayang sudah pindah dari rumah kami, ibu tetap menganggu rumah tangga mas Adam. Hingga ke lima tahun pernikahan mas adam dan mbak Mayang, akhirnya mas Adam datang kerumah ibu, dan memberitahukan kepada ibu bahwa wanita selingkuh mas Adam hamil yang bernama Novi dan meminta mas Adam untuk menikahinya. Awalnya ibu menolak, tapi mas Adam bilang bahwa wanita itu bekerja di perusahaan yang sama dengan mas Adam dan anak dari juragan di kampungnya. Tentu saja ibu langsung mengijinkan mas Adam untuk menikahinya. Bagi ibu harta adalah segalanya.


Pesta pernikahan mas Adam sangat mewah, tentu saja aku sangat bangga dengan mas Adam, begitu juga dengan ibu. Semua keluarga besar kami sangat menyukai istri siri mas Adam. Mas Adam meminta aku dan ibu merahasiakan pernikahannya dari mbak Wulan, entah karena alasan apa.


Setelah pesta pernikahan awalnya mas Adam berniat agar mbak Novi tinggal bersama kami, tentu saja aku dan ibu menolaknya. "Enak saja tinggal bersama kami" batinku.


"Kenapa enggak tinggal dirumah mas saja mbak Novi nya? Lagian kan itu rumah mas Adam bukan rumah mbak Mayang." Sahut ku sama mas Adam.


"Bukan begitu put, kalau Novi tinggal sama mas, nanti yang ada Mayang curiga." Jawab mas Adam bingung.


"Loh ngapain juga mas Adam takut sama mbak Mayang, mas itu laki-laki derajat mas lebih tinggi dari mbak Mayang. Udah deh mas, mendingan mbak Novi tinggal sama mas Adam aja, bilang saja mbak Novi sepupunya mas Adam. Kasihan tahu sama kandungan mbak Novi kalau berjauhan dengan mas Adam." Ujar putri memanasi mas nya.

__ADS_1


Ibu setuju dengan pendapat dari aku, hingga akhirnya mas Adam membawa mbak Novi kerumahnya dan tinggal bersama mbak mayan. Kini hanya tinggal aku dan ibu yang berada dirumah bapak. 


Setelah selesai kuliah aku sudah beberapa kali di Carikan kerja sama mas Adam. Hanya saja aku yang sudah hidup enak dari uang bulanan yang di kasih mas Adam, membuat ku malas untuk bekerja. Aku selalu menghabiskan uang buat bersenang-senang dan berfoya-foya beli barang-barang branded.


Aku bisa membeli barang-barang branded dari laki-laki berduit. Tanpa sepengetahuan ibu dan mas Adam. Aku menjadi wanita simpanan laki-laki kaya, bukan hanya satu tapi beberapa laki-laki. Semua tergiur dengan kecantikan dan bentuk tubuhku. Aku hanya menginginkan uang mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupku yang mewah. 


"Om, putri mau di beliin mobil keluaran terbaru, boleh kan om?" Rayu putri sama salah satu Daddy sugar nya om Fadli pengusaha kaya raya yang bergerak di bidang otomotif. 


"Iya nanti om belikan tapi kamu harus melayani om ya, om udah kangen sama tubuh kamu." Jawab om Fadli sambil menciumi tengkuk putri yang halus dan wangi.


"Aaaaah...iya, tapi om janji ya. Beliin putri mobil?" Jawab putri sambil menahan gairah akibat cumbuan dari om Fadli.


"Iya sayang, om janji. Sekarang kita, main yuk. Om udah enggak tahan" ujar om Fadli yang sudah diselimuti gairahnya. Putri hanya bisa mengangguk dan mengikuti keinginan om Fadli.


"Kamu, bener-bener buat om gila putri. Besok pagi, kita ke showroom untuk membeli mobil yang kamu inginkan." Ujar om Fadli, lalu ia tertidur karena lelah.


Putri yang melihat om Fadli tertidur, langsung bergegas membersihkan badannya, dan memilih untuk memesan makanan melalui aplikasi online. Tak berselang beberapa menit, pesanan putri tiba. Putri mengambil uang dari dompet om Fadli yang diletakkan di atas meja. Putri mengambil beberapa lembar untuk membayar pesanan nya.


Setelah membayar, putri membawa bungkus makanan kedalam kamar, lalu melahap nya, putri menyimpan 1 kotak untuk om Fadli. Putri memutuskan kembali tidur karena rasa ngantuk akibat kekenyangan.


Pagi harinya sesuai dengan janji om Fadli, mereka pergi ke showroom mobil untuk membeli mobil keluaran terbaru dengan harga fantastis. Setelah om Fadli selesai melakukan pembayaran, om Fadli harus berangkat ke Perusahaan nya karena ada meeting penting yang tidak bisa ia tinggalkan. Putri memilih kembali kerumah ibu nya menggunakan aplikasi online, putri meminta pihak showroom untuk mengantarkan mobilnya kerumah saja. Om Fadli juga mentransfer beberapa jumlah uang ke rekening putri untuk uang jajan nya.

__ADS_1


Sesampainya dirumah, putri langsung menuju kamarnya. Sore harinya mobil pesan putri tiba dirumah ibunya.


"Put... Put... "Teriak ibu Romlah dari luar pintu kamarnya.


Clek.


"Apa sih Bu." Jawab putri kesal, karena ibu nya menganggu tidurnya.


"Itu di luar ada yang mengantar mobil, katanya itu mobil punya kamu. Apa benar?" Tanya ibu Romlah bingung.


"Iya itu punya putri, putri kedepan dulu Bu." Jawab putri riang mendengar mobilnya telah sampai dirumah. Putri langsung mencuci mukanya dan menuju kedepan rumahnya. 


Pihak showroom menyerahkan berkas-berkas dan kunci mobil sama putri, putri memeriksa kondisi mobil dan menandatanganinya. Setelah selesai pihak showroom pamit untuk kembali ke tempat kerjanya. 


Ibu Romlah senang bukan main putrinya memiliki mobil baru. Putri mengajak ibu nya untuk mencoba berkeliling kompleks perumahan. 


Hari terus berganti, mas Adam datang kerumah ibu dan bilang bahwa mbak Mayang meminta cerai dari dirinya. Tentu saja aku dan ibu sangat senang, tapi ada kabar buruknya bahwa rumah yang di tempati oleh mbak Mayang dan mas Adam menjadi milik mbak Mayang. Jika mas Adam menolak maka mbak Mayang akan menuntut harta Gono gini sama mas Adam. Tentu saja aku dan ibu tidak setuju, biarkan saja rumah itu diambil mbak mayang. Daripada mbak Mayang mendapatkan lebih dari itu.


Setelah proses perceraian mas Adam dan mbak Mayang, mas Adam dan mbak Novi tinggal dirumah kami. Sifat mbak Novi semakin lama semakin berubah, mbak Novi memperlakukan aku dan ibu layaknya pembantu, semua pekerjaan rumah aku dan ibu yang melakukan nya. Jujur saja aku sangat tidak menyukai mbak Novi, terlebih lagi kami baru mengetahui bahwa mbak Novi hanya seorang anak petani di daerahnya, rumah tempat tinggal orang tua mbak Novi, ternyata mas Adam lah yang membiayai semua renovasinya. 


Sontak aku dan ibu marah besar sama mas Adam, bisa-bisa nya mas Adam berbohong kepada kami. Semakin lama kehidupan kami semakin menurun setelah mbak Novi melahirkan putra laki-laki nya, tak lama setelah kelahiran putranya, mas Adam keluar dari perusahaan karena takut ketahuan kalau mas Adam menggelapkan uang perusahaan yang cukup besar untuk membiayai kehidupan mewah mbak Novi. 

__ADS_1


Ibu, meminta mas Adam untuk memaksa mbak Mayang mengembalikan rumah mereka yang lama. Bahkan ibu dan mas Adam mencari-cari keberadaan mbak Mayang, kami mendatangi butik tempat sahabat nya mbak Mayang. Hingga akhirnya mas Adam mengetahui bahwa mbak Mayang ternyata mempunyai seorang anak laki-laki yang mirip dengan mas Adam, aku mengetahui hal itu dari cerita mas Adam dan mbak Novi. 


Ibu mencoba menghubungi mbak Mayang dengan alasan untuk bertemu dan mengenal cucunya, padahal tujuan ibu hanya meminta sertifikat rumah lama mereka. Mbak Mayang menyetujui permintaan ibu untuk bertemu.


__ADS_2