
"Sorry, who are you" tanya Mayang heran sambil melepaskan pelukan dari wanita itu.
"Can we come in?" Tanya wanita itu kepada Mayang.
"Of course, please come in" ujar Mayang sambil membukakan pintu agar mereka bisa masuk.
"Please, sit Mrs dan Mr." Ujar Mayang mempersilahkan kedua tamu nya duduk.
"Apa kabar sayang?" Tanya wanita tua yang ada di sebelahnya, dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baru Mayang ketahui bahwa mereka bisa berbicara dengan bahasa Indonesia.
"Kabar saya baik, maaf sepertinya anda sangat lancar berbicara dengan bahasa Indonesia?" Tanya Mayang heran.
Clek
Pintu kamar terbuka, keluar lah Melvin yang sudah mengenakan pakaiannya lengkap. Untung saja kamar hotel yang mereka sewa sangat mewah fasilitas nya. Mas Melvin sempat menampilkan raut wajah kaget nya, tapi langsung mengubahnya. Melvin berjalan menuju kearah dua orang asing, dan berjabat tangan.
"Maaf kalau boleh tahu siapa sebenarnya tuan dan nyonya?" Tanya Mayang sebelum mas Melvin mengajukan pertanyaan.
"Perkenalan saya Adler Ritter dan ini istri saya Alexa Ritter, kedatangan kami kemari karena kami ingin bertemu dengan kamu Mayang." Jawab pasangan suami-istri tersebut.
"Bertemu saya? Kalau boleh tahu kenapa ya?" Tanya Mayang bingung. Karena Mayang tidak pernah mengenal mereka sedikitpun.
"Kedatangan kami kemari ingin bertemu dengan kamu, cucu perempuan kami. Anak dari putri kami satu-satunya, Victoria Ritter." Jawab Alexa Ritter sambil menahan tangisnya. Sang suami mengusap-usap punggung sang istri.
"Maksud nya, anda kakek dan nenek kandung saya?" Tanya Mayang memastikan ucapan dari salah satu pasangan suami-istri tersebut.
"Benar Mayang, kedatangan kami kemari karena kami ingin bertemu dengan kamu. Sekaligus meminta maaf sama kamu. Karena kami tidak bisa menjaga dan melindungi kamu serta mama, papa kamu. Maaf kan orang tua yang lemah ini, nak." Jawab kakek Adler.
Tes...
Air mata Mayang mengalir dengan derasnya, akhirnya Mayang bisa bertemu langsung dengan keluarga dari sang mama.
__ADS_1
Kakek Adler mulai menceritakan semua yang terjadi kepada Mayang tanpa dia tutup-tutupi sedikit pun, bahwa saingan rekan bisnis kakek sudah mencoba berbagai cara untuk menghancurkan perusahaan kakek. Bahkan mereka mencoba untuk lenyap kan nyawa mama karena menurut mereka mama merupakan kelemahan kakek Adler. Mama merupakan putri kesayangannya kakek satu-satunya yang nantinya akan mewarisi perusahaan mereka. Sedangkan adik mama kala itu masih usianya terlalu kecil.
Kakek Adler meminta tolong ke salah satu teman nya yang merupakan agent rahasia untuk membantu nya menyelamatkan mama. Pada saat itu lah mama bertemu dengan papa Zainal yang bekerja menjadi bawahan temen kakek Adler. Papa memiliki kemampuan bertarung yang cukup kuat serta kepintaran di atas rata-rata. Sehingga papa di rekrut menjadi agent rahasia. Papa disuruh untuk menyelamatkan mama sehingga papa membawa mama ke Indonesia.
Kakek dan nenek mendapatkan kabar dari temen kakek dimana keberadaan mama dan papa, itu lah yang membuat kakek dan nenek ritter belajar bahasa Indonesia. Hingga terdengar kabar kematian papa, kakek Adler mulai melawan. Butuh waktu yang cukup lama buat kakek menghancurkan saingan bisnisnya.
Kakek Adler mengetahui bahwa rekan bisnisnya menyewa pembunuh bayaran yang sangat ahli. Bahkan mereka bekerja sama dengan mafia besar, tidak mudah buat kakek menyelamatkan nyawa mama.
Mayang sangat paham dengan situasi yang terjadi, karena dia sangat mengetahui bahwa kematian papanya sangat tidak wajar, bahkan sang mama hanya bisa bertahan dan menutupin kebenaran kematian suami untuk melindungi nyawa anaknya. Jika saja mama berusahalah untuk membongkar rahasia kematian suaminya. Malah nyawa mama yang menjadi incaran mereka selanjutnya.
Air mata terus mengalir dari wajah neneknya bahkan sang kakek ikut meneteskan air matanya saat ia menceritakan semuanya. Mayang sangat tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang disayanginya apa lagi mereka kehilangan putri mereka satu-satunya.
Mayang merengkuh tubuh neneknya dan memeluknya, nenek merenggangkan pelukan Mayang lalu membingkai wajah Mayang dengan kedua tangannya. Nenek mencium kedua pipi Mayang dengan penuh kasih sayang.
"Mata kamu sangat mirip dengan mama nak?" Ucap nenek memandangi mata ku.
"Eeeehm.. maaf jika Melvin mengganggu waktu menangis nenek dan kakek. Apa sebaiknya kita makan dulu? Melvin rasa perut Mayang dan perut Melvin sudah mulai berbunyi-bunyi." Ucap Melvin meredakan suasana tangis kami.
"Boleh grandpa" jawab Mayang sambil menghapus sisa air mata nenek dan dirinya menggunakan tissue.
Mayang menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya bersama nenek, lalu mereka keluar dari kamar hotel menuju restoran. Melvin telah menjemput hafiz yang saat ini sedang bersama kakek nenek buyutnya.
Melvin mengajak semua keluarga untuk makan siang bersama. Tak lupa pula Mayang memperkenalkan kakek Adler dan nenek Alexa. Untuk pertama kalinya keluarga papa bertemu dengan keluarga mama. Suasana haru menyelimuti seluruh keluarga. Bahkan keluarga Melvin bergabung bersama kami.
Seusai menyantap makanan, Mayang dan Melvin kembali ke kamar untuk beristirahat sebentar, karena nanti mereka akan melangsungkan resepsi. Untuk granpa dan grandma beristirahat di kamarnya. Mayang sudah bertemu dengan adik laki-laki mama. Uncle Maximiliano.
Saat ini mereka sedang berada di tempat tidur. " Tidur dulu may, biar nanti seger." Ajak Melvin sambil memeluk Mayang.
"Iya bang" jawab Mayang deg-degan dan menyembunyikan wajah nya yang merah di dada bidang suaminya.
Melvin tersenyum mendengar jawaban Mayang, ingin rasanya ia menerkam Mayang detik ini juga. Hanya saja Melvin menahannya, karena nanti mereka membutuhkan stamina yang banyak untuk resepsi pernikahan nya.
__ADS_1
Mayang terbangun dari tidurnya dilihatnya waktu sudah mendekati adzan, Mayang langsung bergegas membangun kan Melvin, dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai mandi, Mayang menggelar sajadah untuk dirinya dan juga Melvin. Melvin memimpin sholat mereka. Sehabis selesai berdoa, Mayang mencium punggung tangan Melvin, dan Melvin mencium pucuk kepala istrinya.
Mayang melipat mukena dan sajadah nya, tak lupa pula ia merapikan sarung dan sajadah suaminya.
Tok
Tok
Tok
Mayang berjalan menuju pintu dan membukanya, perias MUA sudah datang. Mayang menyuruh mereka untuk masuk kedalam.
Perias sudah memulai merias wajah Mayang, sesuai dengan permintaan dari Mayang. Mayang ingin makeup yang natural tapi terkesan elegan. Melvin sudah Menganti pakaiannya dengan baju jas berlengan panjang warna biru muda serta celana berbahan kain dengan warna senada. Mereka mengunakan tema biru muda untuk acara resepsi pernikahannya. Karena baik Mayang maupun Melvin sangat menyukai warna tersebut. Mayang mengunakan gaun pernikahan warna yang sama dengan Melvin, baju pernikahan Mayang dihias dengan berlian kecil yang dirancang khusus untuknya.
Setelah mereka makeup dan Menganti pakaian, Mayang dan Melvin berjalan menuju tempat resepsi pernikahan. Semua keluarga telah berkumpul di aula. Dekorasi yang sangat mewah memanjakan mata bagi para tamu yang hadir. Tak lupa pula hidangan yang telah tertata rapi di meja prasmanan. Serta stand-stand makanan yang sudah menyediakan berbagai macam makanan dan minuman.
Mayang dan Melvin berjalan menuju kursi yang telah disediakan oleh WO di atas panggung. Uwak Lukman dan istrinya sudah duduk sebagai wali ku, tak lupa pula mami dan bang Ronald yang menggantikan posisi papi mas Melvin.
Seluruh tamu mulai berdatangan, baik itu teman-teman, sahabat bahkan kolega-kolega dari kedua pihak keluarga kami. Tanpa sengaja Mayang melihat sosok yang di kenalnya dulu. Mayang langsung bertanya kepada Melvin, apakah dia yang mengundang mereka, Melvin menggelengkan kepalanya.
"Bang, kamu yang undang mereka ya?" Tanya mayang bingung, karena dirinya merasa tidak mengundang tamu tersebut.
"Enggak sayang, Abang enggak mengundang mereka!" Jawab melvin sambil menggelengkan kepalanya.
"Lalu siapa yang mengundang mereka bang?" Tanya Mayang bingung.
"Sudah biarin saja, daripada kamu pusing sendiri."jawab melvin santai.
Mendengarkan jawaban dari Melvin, Mayang tidak memikirkan nya. Karena percuma saja jika di pikiran kan, toh Mayang tidak mau merusak acara bahagianya.
__ADS_1