
Seusai pemakaman Adam, Mayang, hafiz dan Melvin yang hendak meninggal area pemakaman untuk kembali pulang menuju rumah mereka, terpaksa membatalkan niat mereka. Karena ibu Romlah meminta agar Mayang menunda kepulangan mereka. Melvin yang mendengar perkataan ibu Romlah terhadap Mayang dan hafiz menyetujui permintaan Bu Romlah, biar bagaimanapun ibu Romlah tetaplah nenek dari hafiz dan tak mungkin juga hafiz di tinggal sendiri bersama ibu Romlah dan putri. Sedangkan seluruh keluarga Mayang yang ikut hadir turut serta menemani Mayang dan hafiz.
Buat Mayang masa lalu biarlah menjadi masa lalu, menjadi bagian dari perjalanan hidup nya. Sedangkan buat hafiz ibu Romlah merupakan nenek kandungnya yang tak kan mungkin bisa di pungkiri bagaimanapun juga. Yang terpenting buat Mayang sekarang keluarga yang saat ini dia miliki terutama putra dan anak yang sedang dikandungnya.
Disepanjang perjalanan menuju kerumah Adam, sekelebatan bayangan masa lalu dirinya bersama Adam berputar selayaknya film. Saat di awal pertemuan mereka, awal mereka berpacaran dan juga disaat Adam mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu, serta masa-masa sulit yang pernah mereka alami.
Melvin menggenggam tangan Mayang, membuat Mayang tersadar jika dirinya mulai menetes air mata. "Bunda kenapa?" Tanya Melvin yang tak sengaja melihat air mata Mayang.
"Enggak apa-apa ayah. Bunda hanya tidak menyangka, Adam bisa pergi begitu cepat. Tadi ibu Romlah sempat bilang ke bunda, kalau sebenarnya Adam ingin menemui bunda. Adam mau meminta tolong kepada bunda agar bunda mau membantu masalah yang sedang dihadapi nya. Tapi Allah berkehendak lain." Ungkap Mayang jujur.
"Hmmm, bukan karena bunda keinget masa lalu waktu bersama dengan Adam kan?" Tanya Melvin
"Bunda sempat teringat dengan masa lalu, tapi bukan berarti bunda masih ada rasa sama Adam ya. Hanya sekilas kenangan saja yang muncul." Jawab Mayang jujur.
"Iya sayangku, honey bunny sweery ku. Ayah percaya kok sama bunda." Jawab melvin sambil mengangkat kedua alisnya.
"Iisssh apa an sih, ayah ini." Ujar Mayang sambil tersenyum.
"Nah gitu dong senyum, jangan menangis bundanya. Doa kan saja yang terbaik buat Adam. Walaupun ayah cemburu, tapi ayah memahami perasaan bunda biar bagaimanapun bunda dan Adam pernah bersama. Tapi bunda harus ingat, sekarang sudah ada ayah yang akan selalu disamping bunda, menjaga bunda, melindungi bunda dan yang akan selalu mencintai bunda. Jadi ayah minta bunda jangan menangis, kasihan dedek bayi nya ikutan sedih deh." Ucap Melvin sambil tersenyum
"Iya ayah. Maaf kan bunda sudah menangis, ini saja bunda enggak sadar kalau bunda menangis." Jawab Mayang.
"Iya enggak apa-apa." Ucap Melvin sambil menggapai kepala Mayang dan mendekatkan nya didepan bibir Melvin dengan salah satu tangannya. Lalu mencium rambut milik istri nya.
"Ehmmmm.. serasa dunia milik berdua. Yang lain ngontrak." Celetuk bibi Jasmine. Sontak semua yang berada di dalam mobil tertawa mendengar celetuk bibi Jasmine Mendengar celetuk dari bibi Jasmine, Mayang langsung menjauhi dirinya dari Melvin dan memalingkan mukanya kearah jendela karena malu, Sedangkan Melvin mengaruk-garuk kan kepalanya yang tidak gatel.
Saat tiba di rumah Adam, Novi yang tidak ikut mengantarkan jenazah Adam sibuk mencari simpati dari sahabat dan teman-teman Adam dan dirinya. Bisa dibilang Novi memainkan peran yang sangat luar biasa baik. Novi menceritakan tentang kejadian dirinya pernah di pukulin oleh Adam, sehingga seluruh teman dan sahabat Adam menaruh simpati terhadap Novi. Bahkan ada yang tidak menyukai tindakan Adam yang sangat tidak terpuji. Dan mensyukuri akan kematian Adam.
Ibu Romlah yang sedang dilanda duka tidak menggubris ucapan Novi, percuma saja dia membalasnya. Sang anak juga sudah tidak ada disisinya lagi, jadi secara otomatis Novi bukan lah urusannya. Yang ada dipikiran ibu Romlah hanyalah Adam, dan Adam.
"Permisi." Ucap seseorang dari depan halaman rumah Adam.
"Iya pak ada apa ya?" Tanya Gilang, karena dirinya sedang di luar rumah sambil menghisap rokok.
"Ini pak ada pesanan atas nama bapak Melvin?" Ujar nya. Gilang yang tidak mengenal siapa Melvin merasa bingung.
"Loh sudah datang Jun?" Ucap Melvin tiba-tiba.
"Iya pak." Jawab Arjuna.
"Bawa semuanya kedalam Jun, ada istri saya di dalam kok." Pinta Melvin kepada karyawannya.
__ADS_1
"Baik pak." Jawab Arjuna, Arjuna mengambil beberapa kotak yang sudah disusun rapi dan di ikat dengan tali rapiah. Di bantu sama salah satu karyawannya yang menemani mengantar pesanan Melvin.
"Kenapa mas Gilang?" Tanya Melvin bingung, karena Gilang memandangi wajah nya.
"Kamu Melvin?" Tanya Gilang.
"Oh iya mas, perkenalkan saya Melvin, suami dari Mayang." Jawab melvin sambil mengulurkan tangannya. Gilang menyambut tangan Melvin dan menjabatnya.
"Gilang. Kamu suaminya Mayang?" Tanya Gilang.
"Iya mas, saya suami keduanya Mayang." Jawab melvin tersenyum.
"Permisi, pak. Maaf saya mau pamit dulu, semuanya sudah saya letakkan didalam." Ucap Arjun.
"Oh iya makasih ya Jun. Ini ongkos buat kalian bedua." Jawab melvin sambil mengeluarkan beberapa lembar pecahan berwarna merah dan menyerahkannya ke tangan Arjuna.
"Makasih pak, kalau begitu kami pamit dulu. Permisi pak." Ucap Arjuna.
"Iya Jun. Hati-hati." Ucap Melvin.
"Yuk mas Gilang, masuk kedalam. Makan dulu kita sama-sama." Ajak Melvin.
"Enggak kok mas, lagi pula mas kan Uwak nya hafiz. Jadi mas enggak usah merasa merepotkan saya." Elak Melvin.
Gilang dan Melvin berjalan beriringan masuk kedalam rumah. Mayang sedang membuka ikatan talinya dan meletakkan kotak nasi di atas karpet, di bantu sama putri dan bibi Jasmine.
"Mayang, ibu bener-bener mengucapkan terimakasih banyak sama kamu dan Melvin. Kalian sudah mau datang kesini bersama hafiz. Maafkan kesalahan Adam, ibu dan putri selama ini sama kamu." Ucap Bu Romlah sambil menggenggam tangan Mayang.
"Iya Bu, maafkan Mayang juga kalau selama ini Mayang pernah ada salah sama ibu, putri dan mas Adam. Ibu yang tabah dan kuat ya." Jawab Mayang dengan senyum.
"Terima kasih nak. Ibu lega sudah meminta maaf sama kamu. Jika suatu saat nanti ibu enggak ada, ibu udah enggak ada beban sama sekali." Ucap Bu Romlah.
"Apaan sih ibu kalau ngomong. Inget ibu masih ada putri dan mas Gilang serta mbak anak ibu. Putri enggak suka ya kalau ibu ngomong sembarangan." Jawab putri kepada ibunya.
"Iya Bu, jangan bicara yang tidak-tidak. Enggak baik, Mayang harap ibu bisa menjaga kesehatan ibu." Pinta Mayang.
"Enggak usah lebay deh Bu. Ibu itu udah tua, perbanyak ibadah makanya." Celetuk Novi tiba-tiba.
"Maksud mbak ngomong begitu sama ibu apa? Mbak mendoakan ibu putri cepet mati gitu?" Bentak putri emosi mendengar celetukan Novi.
"Lah kan bener, ibu itu udah tua. Seharusnya ibu itu harus perbanyak ibadah. Enggak usah mengajarkan anaknya berbuat jahat. Semakin tua bukanya semakin baik, ini malah ngajarin anaknya nyiksa istri." Dumel Novi sinis.
__ADS_1
"Eh, dengerin ya. Elo itu udah ngebohongin mas Adam selama ini. Elo bilang Reno anak kandungnya mas Adam? Hellooooo. Elo pikir mas Adam enggak tahu apa kalau sebenarnya Reno itu bukan anak kandungnya? Asal Elo tahu ya sundel bolong, kunti-kunti. Mas Adam udah melakukan test DNA tanpa sepengetahuan elo." Jawab putri.
Deg
Wajah Novi pucat Pasih mendengar ucapan putri, dirinya sama sekali tidak mengetahui kalau Adam sudah melakukan test DNA tanpa sepengetahuan dirinya. Rasa ketakutan dan khawatir mulai menghantui dirinya. Sedangkan para tamu yang masih berada di rumah Adam sontak melebarkan matanya mendengar ucapan putri.
"Kenapa? Elo pikir mas Adam bisa berbuat seperti itu sama elo tanpa ada sebab. Hahahaha, elo salah mbak. Mas Adam melakukan itu karena mas Adam sudah mengetahui semua kebohongan elo selama ini. Bahkan gue juga sudah bertemu langsung dengan ayah kandung nya Reno, dewa." Ucap putri lagi.
"Tadi elo bilang kalau mas Adam melakukan kekerasan dalam rumah tangga tanpa ada sebab gitu? Sekarang gue tanya deh sama elo mas Faiz, elo kan temen kantornya mas Adam? Kalau misalkan istri elo udah ngebohongin elo bertahun-tahun, wajar enggak kalau mas Adam emosi seperti itu? Walaupun gue tahu cara mas Adam salah. Hanya saja ketika elo tahu anak yang selama ini dia sayang ternyata bukan anak kandungnya, dan istri yang selama ini di cintai ternyata sudah membohongi nya dan juga selingkuh di belakangnya. Gimana perasaan elo mas?" Tanya putri ke salah satu teman dekatnya Adam.
Faiz yang mendengar pertanyaan dari putri sontak melotot dan diam membisu, Faiz tidak menyangka sama sekali kalau ternyata dirinya mendapat pertanyaan yang sulit untuk dia jawab. Jika dia berada di posisi yang sama seperti Adam mungkin saja dia akan melakukan hal yang sama, karena ego seorang laki-laki sangat lah tinggi. Terlebih lagi jika sang istri tega mengkhianati dirinya.
"Tapi setidaknya enggak usah sampai membuat Novi luka-luka begitu dong. Ya itu hukum tabur tuai buat Adam. Wong dirinya juga selingkuh." Bela sang ibu dari Novi.
"Salah mas Adam?? Heheheheh ibu lupa ingatan atau lupa apa ya? Mas Adam memang salah karena selingkuh dari mbak Mayang? Tapi apa ibu lupa kalau anak ibu juga lah yang sudah menggoda mas Adam dan rela menyerahkan dirinya bahkan hamil sebelum menikah?" Ejek putri membalas perkataan ibu nya Novi.
"Kamu...." Ucap ibunya Novi yang bingung mau menjawab ejekan dari putri.
"Kenapa Bu? Bukan kah selama ini mas Adam telah baik sama ibu dan bapak? Rumah yang ibu tempati sekarang yang beli mas Adam? Mobil yang ibu bawa semua dari uang mas Adam? Bahkan sawah yang ibu dan bapak punya? Semua itu dari mas Adam. Kalau bukan karena permintaan istrinya mana mungkin mas Adam melakukan penggelapan dana yang cukup besar di perusahaan nya yang lama. Dan sekarang ibu menjelek-jelekkan mas Adam? Hello situ sehat? Ibu sama anak sama-sama miringnya." Ucap putri membeberkan semuanya.
"Bahkan elo meminta semua aset-aset milik mas Adam menjadi atas nama elo dengan alasan untuk masa depan anak elo Reno dan dewa? Hahahahahah. Bahkan semua jerih payahnya mas Adam elo kuasai demi kehidupan mewah elo? Sedangkan elo selingkuh dengan Manajer elo dikantornya mas Adam yang lama? Kepergok sama istrinya pula lagi? Woy, sundel. Elo itu perempuan rendahan, masih untuk mas Adam mau menikah sama elo. Untung saja mas Adam lebih pintar dari elo. Hahahahah. Coba elo cek semua aset-aset yang elo simpan di brankas? Masih ada enggak?" Ujar putri sambil mengejek Novi.
Novi yang mendengar ejekan putri sontak lari menuju ruang kerja milik Adam dan mengecek brankas yang berada didalam ruangan. Novi mengobrak-abrik semua lembar demi lembar, tapi hasilnya nya nihil. Novi berlari kembali menuju tempat dimana putri berada dan mengguncang tubuh putri.
"Dimana... Dimana mas Adam menyimpan semua aset-aset itu?" Teriak Novi kalap. Putri tersenyum sinis melihat respon Novi.
"Kenapa? Mau elo ambil kembali? Hahahahah sorry, itu sudah tidak mungkin. Karena semua aset-asetnya mas Adam yang atas nama elo bahkan rumah, sawah juga sudah dipindahkan alihkan kembali sama mas Adam?" Ujar putri mengejeknya.
"Enggak mungkin? Mas Adam enggak bisa memindah alihkan semua aset-asetnya tanpa tanda tangan gue?" Teriak Novi enggak terima.
"Kenapa enggak mungkin, elo pikir mas Adam bego apa? Sampai enggak bisa mendapatkan tanda tangan elo?" Jawab putri sinis.
"Enggak... Itu enggak mungkin.. bagaimana bisa semua aset-aset sudah berpindah tangan ke mas Adam?" Teriak Novi tidak terima.
"Makanya jadi perempuan itu jangan kegatelan? Cowok mana saja yang dekati elo, malah elo embat? Disuruh tanda tangan berkas-berkas malah mau-mau saja." Ejek putri tersenyum dengan sinis nya.
"Enggak.. itu enggak mungkin... Semua itu enggak benar... Enggak... Gue enggak mau jatuh miskin lagi... Enggaaak......" Teriak Novi histeris. Kedua orang tua Novi dan keluarganya terduduk lemas mengetahui semua kebenaran dari perkataan putri.
Berbeda jauh dengan Mayang dan keluarganya mereka tidak menyangka jika ternyata masalah Adam dan keluarganya bisa seperti itu. Bahkan teman-teman Adam dan Novi yang masih berada di kediaman Adam menatap Novi dengan datarnya. Mereka sama sekali tidak menyangka jika kehidupan rumah tangga Adam dan Novi yang selama ini mereka lihat sangatlah Harmonis tenyata menyimpan begitu banyak misteri. Ada beberapa dari mereka yang tidak sengaja merekam semua kejadian dan menyebarkan nya ke grub mereka masing-masing.
Novi yang tidak menerima kenyataan kalau semua aset-asetnya telah berganti nama, langsung pingsan tidak sadarkan diri. Semua keluarga Novi terutama masnya langsung membopong tubuh Novi dan membawanya masuk kedalam kamar milik Novi serta merebahkan tubuh Novi diatas kasur miliknya.
__ADS_1