Istri Tegar

Istri Tegar
Bab 47


__ADS_3

Sehabis sarapan, aku dan kakek pamit sama nenek serta Hafiz. Kucium takzim tangan nenek, nenek mendoakan aku, hafiz mencium tangan ku dan juga Kakek. Kami pun menuju mobil, kakek duduk di samping ku. Hafiz akan diantar supir nya mang ojak.


Aku memacu kendaraan dengan kecepatan normal. Suasana di pagi hari cukup padat terutama jam masuk kantor. Banyak kendaraan yang saling kejar mengejar dengan waktu. 


Kakek menyuruhku memakirkan mobil di pelataran parkir khusus. Aku dan kakek turun dari mobil menuju lobby. Para satpam menundukkan hormat kepada kakek, dan bilang ke mereka bahwa aku pemilik perusahaan. Bahkan tangan kanan paman sudah menunggu ku di lobby.


"Selamat pagi pak" sahut om Fandi tangan kanan paman. Sambil bersalaman dengan kakek.


"Pagi juga fan, perkenalkan ini Mayang yang akan mulai memimpin perusahaan." Ujar kakek sambil memperkenalkan aku.


"Apa kabar pak Fandi, saya Mayang." Jawab ku sambil memperkenalkan diri dan berjabatan tangan.


"Kabar baik Bu Mayang." Jawab pak Fandi.


"Mari pak, Bu." Ajak pak Fandi


Kakek dan aku berjalan mengikuti pak Fandi, kami memasuki lift khusus CEO. Hanya kami bertiga yang berada di dalam lift.


Ting


Pintu lift terbuka, pak Fandi mempersilahkan kakek dan aku untuk berjalan duluan. Kami berjalan menuju ruangan tempat ku bekerja nanti nya. Sesampai nya di depan ruangan, aku melihat seorang wanita yang sedang di duduk.


"Lusi, ini Bu Mayang yang akan memimpin perusahaan. Saya harap kamu bisa membantunya." Ucap pak Fandi, memperkenalkan aku dengan sekretaris yang akan membantu ku nanti nya.


"Selamat pagi Bu, saya Lusi. Mohon bantuannya." Ucap Lusi, wanita muda yang baru berusia dua puluh delapan tahun. Yang mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan ku. Untung saja lusi mengunakan pakaian yang sopan, jika tidak mungkin aku akan meminta pak Fandi untuk Menganti nya.


"Selamat pagi juga Lusi, mohon bantuannya." Jawab ku dengan wibawa sambil menerima uluran tangan untuk berjabat tangan.

__ADS_1


"Lus, tolong kamu kabarin ke semua pejabat tinggi di perusahaan untuk berkumpul di ruang meeting." Ucap pak Fandi


"Baik pak."


Pak Fandi membuka pintu dan mempersilahkan aku dan kakek untuk masuk. Ruangan yang sangat besar menurut ku, pak Fandi memperlihatkan seluruh ruangan kepadaku. Ada sofa dan juga mejanya, ada lemari serta kulkas kecil dan juga alat pembuat kopi. Serta ruangan untuk ku istirahat, ada kasur serta televisi juga kamar mandi di dalam nya. Meja kerja yang di lengkapi komputer serta telepon, mesin fax dan printer.


Pak Fandi memberikan berkas-berkas yang perlu aku pelajari, sedangkan kakek berbincang-bincang dengan pak Fandi untuk membahas banyak hal. Termasuk acara perkenalan ku dengan para kolega-kolega nantinya yang akan di adakan di salah satu hotel berbintang.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" sahut ku dari dalam. 


"Maaf pak, Bu semua udah pada kumpul di ruangan meeting tinggal menunggu kehadiran bapak dan ibu." Jawab Lusi 


Aku, kakek dan pak Fandi berjalan menuju ruangan meeting. Lusi mengikuti kami dari belakang sambil membawa notebook. Sesampainya kami di depan ruang meeting, pak Fandi membukakan pintu dan menyuruh ku serta kakek masuk kedalam ruang. Kami menduduki kursi di ujung meja yang telah disediakan khusus pemilik perusahaan. Kakek duduk di sebelah kanan ku. Sedangkan pak Fandi duduk di sebelah kiri ku. Lisa berada di belakang kursi ku.


"Selamat pagi semuanya, maaf jika saya memanggil kalian semua untuk datang ke ruangan ini. Hari ini saya mau memperkenalkan pemilik perusahaan kita yang sebenarnya kepada anda semuanya. Beliau adalah ibu Mayang, putri dari pemilik sebelumnya bapak Zainal serta cucu kandung dari tuan Permana. Ibu Mayang mulai hari ini akan resmi menjabat sebagai pemimpin sekaligus pemilik perusahaan. Saya harap anda semua bisa membantu ibu Mayang untuk memajukan perusahaan kita lebih baik lagi dan semakin berkembang. Sekian dulu dari saya, untuk ibu Mayang silahkan menyampaikan beberapa kata kepada semua yang hadir disini. Terima kasih." Ucap pak Fandi memperkenalkan aku kepada semua petinggi dan manager perusahaan.


"Terima kasih pak Fandi, selamat pagi semuanya perkenalkan saya Mayang. Mulai saat ini saya akan menjabat sebagai pimpinan di perusahaan. Saya berharap semua yang hadir disini bisa bekerjasama dengan baik bersama saya. Terima kasih." ucapku dengan penuh wibawa.


Terdengar riuh suara tepuk tangan dari semua yang hadir. Setelah perkenalan singkat dari ku, pak Fandi melanjutkan meeting dengan membahas beberapa hal penting yang harus dilakukan oleh perusahaan. Beberapa hal mengenai kerja sama yang akan dilakukan oleh perusahaan dengan perusahaan lain nya. 


Selesai meeting aku dan kakek kembali menuju ruangan, aku melanjutkan memperlajari semua laporan-laporan yang ada, kakek membantu memberikan masukan-masukan yang nanti nya akan bermanfaat bagi perusahaan. 

__ADS_1


Saat makan siang aku dan kakek menuju kantin yang ada di dalam perusahaan. Kami memilih untuk makan di kantin karena kami tidak ingin menghabiskan banyak waktu lama di luar terlebih lagi kemacetan yang mungkin terjadi saat jam makan siang.


Hampir semua karyawan melihat kearah ku di saat kami masuk ke dalam kantin, dapat kulihat banyak orang yang bertanya-tanya siapa diriku dan mengapa aku bisa bersama dengan kakek pemilik perusahaan. 


Kami memilih salah satu meja makan yang kosong. Aku dan kakek memesan nasi dengan ayam geprek serta kopi vanilla latte, berselang beberapa menit pelayan mengantarkan pesan kami, aku dan kakek menyantap nya denga nikmat. 


Sehabis makan, aku memesan kopi untuk ku dan juga Kakek yang nantinya akan aku bawa ke atas, sekaligus membayar makanan yang telah kami santap. Setelah menerima kopi yang aku pesan Aku dan kakek kembali berjalan menuju lift khusus. 


"Mayang!!!" 


Ada yang memanggil nama ku, aku menghentikan langkahku lalu menolehkan kepala kearah datang nya suara. Kakek pun ikut menghentikan langkah nya serta melihat siapa yang telah memanggil ku.


Deg


Adam dan satu rekan kerja yang pernah bekerja dengan ku dulu pak Bowo berjalan menuju ke arah ku dan kakek.


"Ya ada apa?" Jawab ku dingin.


"Lagi ngapain kamu disini?" Tanya nya heran melihat aku sedang berada di perusahaan besar.


"Apa kamu bekerja disini? Tapi mana mungkin? Perusahaan se bonafit ini bisa Nerima kamu yang hanya mengerti dapur, sumur dan kasur?"dengan muka mencemooh mengejekku.


"Saya rasa bukan urusan anda? Mau saya bekerja atau pun main-main disini. Bukan hak anda bukan?"dengan datar aku menjawab pertanyaan Adam.


"Alaaaah, gaya mu may? Kamu itu hanya ibu rumah tangga berlaga mau kerja di perusahaan besar seperti ini. Pantesnya kamu itu dirumah. Maka nya kamu jangan belagu minta cerai. Padahal kamu hanya tinggal menerima uang dari aku enggak perlu susah-susah cari kerja. Masih mending kalau kamu di terima, gimana kalau kamu di tolak." Ejek adam dengan angkuhnya.


"Loh pak Adam, Anda sudah tiba?" Terdengar suara dari belakang badan ku.

__ADS_1


"Sudah pak Wirda, kebetulan saya lagi mengobrol dengan mantan istri saya?" Jawab Adam 


"Loh........"


__ADS_2