Istri Tegar

Istri Tegar
Bab 67


__ADS_3

POV Adam.


"Mas....."


"Apa mas? Mas ragu? Mas takut kalau mas Adam tahu kenyataannya bahwa Reno bukan anak kandungnya mas Adam? Mas, takut kehilangan Reno? Please deh mas, anak mas Adam itu bukan cuma Reno doang. Tapi ada hafiz juga." Berang putri kesal.


"Tapi put, cuma Reno satu-satunya anak yang selama ini mas sayang dan dekat dengan mas berbeda dengan hafiz." Jawab Adam bingung.


"Ya tuhan... Sumpah deh putri bingung sama isi kepalanya mas Adam. Kan putri hanya minta mas Adam tes DNA dulu. Kalaupun Reno bukan anak kandungnya mas, ya itu terserah sama mas Adam. Mas kan bisa merebut Reno dari mbak Novi. Heran deh, mas itu sebenarnya punya otak enggak sih. Bego kok di pelihara." Sungut putri kesal. "Udah ah, putri mau istirahat dulu."ujarnya lagi. Sambil menutup kedua matanya.


Ibu Romlah menarik Adam menuju keluar ruang rawat putri, agar putri tidak terganggu tidurnya. Adam hanya bisa pasrah mengikuti kemana ibunya akan membawa nya.


"Kamu itu kok bisa-bisa bego dipelihara, bener apa yang dikatakan sama adek kamu. Anak kamu itu bukan cuma hanya Reno saja, tapi kamu masih ada hafiz." Ucap ibu Romlah gemas sambil memukul lengan Adam.


"Iya Bu, Adam tahu anak Adam bukan cuma Reno saja, tapi masih ada hafiz. Hanya saja Adam enggak sedikit pun punya rasa sayang sama hafiz Bu. Cuma Reno yang Adam sayang." Jujur Adam kepada ibunya.


"Iya ibu tahu, tapi setidaknya sekarang kamu harus lebih mendekatkan diri kamu sama hafiz, Adam. Biar bagaimanapun hafiz itu nantinya akan jadi ahli waris semua harta kekayaan Mayang. Kamu ini kok enggak berpikir sampai kesitu sih. Kalau kamu bisa deketin hafiz, ibu yakin hafiz pasti akan menuruti semua kemauan kamu. Termasuk meminta Mayang agar memberikan pekerjaan bagus buat kamu di perusahaan milik keluarganya. Otak mu itu ya harusnya di pakai dong Adam. Percuma ibu sekolahin kamu tinggi-tinggi tapi begonya enggak ketulungan." Sungut ibu kesal. 


"Lagian di bandingkan dengan Reno, masih mendingan hafiz. Keluarganya kaya raya. Sedangkan Novi, hanya orang miskin yang sok kaya. Itu pun juga karena kamu yang terlalu bodoh mau menuruti semua kemauan Novi. Kayak nya kamu udah di guna-guna sama Novi deh, sampai-sampai otak kamu enggak bekerja dengan baik." Ucap ibu lagi.


Adam mendengarkan semua ucapan dari ibunya, apa yang ibunya kata kan semua nya benar. Jika di bandingkan dengan Reno, hafiz lebih bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya. Toh hafiz merupakan putra kandungnya sendiri darah dagingnya. Sedangkan suami Mayang yang sekarang belum tentu bisa menggantikan sosok dirinya sebagai ayah kandungnya.


Jika dia ingin bisa menjadihidup dengan mewah, dia seharusnya mendekatkan dirinya dengan putra kandungnya sendiri. Hafiz lebih berguna jika di bandingkan dengan Reno yang statusnya sudah mulai dia ragukan. Toh Reno tetap bisa dia rebut dari Novi, yang nantinya mungkin Reno akan merasakan kekayaan dari saudara nya hafiz.

__ADS_1


Keputusannya sudah bulat Adam harus melakukan tes DNA, biar tidak ada keraguan lagi di dalam dirinya. Adam sudah tidak mau memikirkan apa pun hasil yang nanti akan dia ketahui. Yang penting, dia harus mendekat kan dirinya dengan hafiz. Hanya hafiz satu-satunya jalan untuk dia menikmati semua harta kekayaan dari mantan istrinya. Dia hanya butuh belas kasih dari sang putranya. 


Jika saja Mayang lebih memilih untuk kembali dengan dirinya dan tidak menikahi laki-laki lain. Dengan senang hati dia melepaskan Novi dan juga Reno. Toh mereka tidak sekaya hafiz dan Mayang. Bagi Adam dan juga keluarga nya, harta merupakan segalanya. Dengan harta dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan.


Adam memilih untuk kembali pulang kerumahnya, untuk mulai menjalankan apa yang di inginkan oleh ibu dan adik perempuannya. Adam harus mencari dimana letak aset-aset yang disimpan oleh Novi. Serta Adam harus mengambil rambut, air liur atau pun darah dari sang anaknya Reno, sebagai sampel untuk tes DNA.


Sesampainya dirumah, kondisi rumah lumayan ramai karena kedatangan keluarga dari Novi yang sedang berkunjung dirumahnya.


"Loh mas, kamu udah pulang?" Tanya Novi yang melihat suaminya masuk kedalam kamar mereka.


"Iya mas baru pulang." Jawab Adam sambil berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka, kaki dan tangannya, serta menganti pakaiannya.


"Gimana keadaan putri mas?" Tanya Novi basa basi saat melihat suaminya keluar dari kamar mandi dan sedang bertukar pakaian.


"Putri keadaan putri baik-baik saja enggak ada pula yang serius. Paling beberapa hari lagi baru bisa keluar dari rumah sakit." Jawab Adam. 


"Ibu sama bapak baru sampai tadi siang kok mas pas kamu lagi dirumah sakit nganterin ibu." Jawab Novi sambil melihat handphone nya. "Oh iya mas, ibu sama bapak rencananya akan menginap dirumah kita untuk beberapa hari. Enggak apa-apa kan mas? Lagi pula mereka kan jarang-jarang menginap dirumah kita?" Ujar Novi lagi sambil menatap wajah suaminya.


"Ya sudah terserah kamu saja. Lagi pula kan banyak kamar disini."jawab Adam santai.


Adam dan Novi berjalan keluar kamar menuju ruang keluarga dimana ibu dan bapak mertua sedang duduk bersantai sampai menonton televisi. Dilihatnya sang putra Reno sedang bermain di lantai beralaskan karpet tebal.


"Gimana keadaannya adik kamu sama?" Tanya ibu mertuanya Adam.

__ADS_1


"Udah baikan kok Bu, mungkin beberapa hari lagi putri akan pulang." Jawab Adam


"Syukurlah kalau begitu, oh iya dam. Ibu sama bapak untuk beberapa hari ini boleh kan menginap dirumah kalian. Sudah lama ibu sama bapak enggak ketemu dengan Reno." Ucap ibu mertuanya.


"Iya Bu enggak apa-apa." Jawab Adam


"Dam, bapak mau minta tolong sama kamu. mas nya Novi kan mau buka usaha. Prabu mau buka toko kelontong di depan rumahnya. Tapi dia enggak punya dana sama sekali, kamu bisa enggak kasih bapak uang untuk modal usaha prabu, dam." Ucap bapak 


"Duh pak, untuk sekarang Adam sama sekali lagi enggak pegang uang sama sekali. Kalau Adam ada, pasti bakalan Adam kasih sama bapak." Tolak Adam halus, dia udah enggak mau lagi memberikan apapun buat keluarga nya Novi.


"Loh kok kamu enggak ada uang sama sekali sih mas? Kamu kan bisa pinjam sama perusahaan tempat kamu kerja, buat modal nya mas prabu, mas?" Ujar Novi 


"Mas, memang lagi enggak punya uang sama sekali yank, kalau pun ada itu juga semua kan kamu yang pegang. Bukan mas?" Jawab Adam.


"Ya kalau gitu kenapa enggak kita gadai saja mas rumah milik ibu?" Usul Novi santai.


"Kalau kita gadai, lalu enggak sanggup bayar. Mau tinggal dimana kita nantinya yank?" Jawab Adam.


"Masa sih kamu enggak sanggup bayar, mas?" Tanya Novi heran.


"Coba kamu pikirin semua gaji aku dan semua aset-aset sudah di tangan kamu bukan. Seharusnya kamu lebih tahu, aku sanggup atau tidak untuk membayar cicilan jika rumah ini kita gadaikan." Emosi Adam.


Novi sangat memahami apa semua perkataan dari suaminya. Bisa saja dia langsung mengadaikan atau pun menjualnya tanpa sepengetahuan dari sang suami. Hanya saja jika sampai Adam tahu dia senekat itu melakukan nya. Novi tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi dengan dirinya dan juga anaknya. Apa kah dia harus pergi dari rumah dan kabur dari Adam bersama anaknya dengan membawa semua aset-aset tersebut.

__ADS_1


Toh Novi sudah mempunyai laki-laki lain yang lebih mapan dan kaya dari Adam, walaupun status nya hanya selingkuhan dari manajer tempat dia bekerja. Tapi Novi memiliki banyak pertimbangan, jika sampai istri dari selingkuhan nya tahu dengan hubungan mereka. Maka bisa jadi dia akan malu dan kehilangan pekerjaannya. 


Dia juga tidak bisa melepaskan Adam begitu saja, biar bagaimanapun Adam bisa menjadi tameng untuk dirinya selama Adam tidak mengetahui perselingkuhan dirinya dengan laki-laki lain.


__ADS_2